Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 7 : Penyelamat Misterius Bermata Biru


__ADS_3

Akhirnya kami sampai di luar dengan selamat,sekilas aku melihat bangunan tempat kami disandera, itu adalah bangunan dengan cat yang sudah pudar dan terlihat tua jauh tersembunyi di tengah hutan.



Tetapi kami tidak bisa berhenti disitu saja kami harus terus berlari hingga ketempat yang jauh dari situ. Aku khawatir bahwa kami akan dengan mudah nya dikejar oleh mereka namun kami terus berlari.Hingga langkah kaki kami terhenti saat kami melihat seekor kuda putih yang tampak gagah dan anggun.


.


.


.


Sebagai simbol yang langka dan mulia, kuda putih biasanya membawa peran seremonial tokoh pahlawan atau dewa dalam kemenangan atas kekuatan jahat.Sejak dulu, kuda putih telah dimitoskan memiliki sifat-sifat luar biasa, lebih dari dunia normal dengan memiliki sayap atau tanduk.


Aku mengingat sedikit pernyataan tentang kuda putih yang kubaca di salah satu situs internet, sejenak terpana atas keindahan kuda putih itu saat diterpa sinar bulan, namun aku melihat kuda itu tidak memiliki sayap dan tanduk sama sekali. Satu kesimpulan yang kuambil,kuda seperti itu cuma ada di dunia hanyalanku saja.


Aku pun segera naik ke atas kuda itu tentunya dibantu oleh nya, begitu juga Natte.


Laki laki misterius itu dengan sigap menunggangi kuda dengan kami bersamanya. Saat kendali kuda tersebut ditarik, kuda pun meringkik dengan keras,dan berangkatlah kami pergi menjauh dari tempat menyeramkan itu.


Meskipun kini aku merasakan letih yang amat sangat tapi itu telah dikesampingkan karena semangat ku untuk 'KABUR!' aku menatap setiap jalan yang kami lewati dengan tatapan ngeri.Dalam pikiran ku pun terbersit pertanyaan tentang 'Siapa orang ini yang rela berkorban untuk menyelamatkan kami?dan kenapa?'.


Saat matahari mulai terbit dari ufuk timur. Ia menghentikan kudanya. Tentu saja ini sudah dekat dengan Istana frost. Hanya tinggal sejauh 500m kira-kira. Tempat dimana kami berhenti ini terasa sangat familiar dan pemandangan nya begitu bagus, terdapat hamparan padang rumput hijau yang luas dan mulai menguning serta bunga-bunga liar, membuat tempat ini begitu elok dipandang, angin membuat kelopak bunga bertaburan kemana-mana. Yahh...Ini sudah memasuki musim gugur. Dan kalau tidak salah disini adalah tempat Pangeran Kenn pertama kali jatuh cinta dengan Lily. Ahh aku membayangkan hal-hal yang sangat romantis. Sehingga aku senyam-senyem sendiri. Kemudian pandangan ku teralihkan pada laki-laki itu yang mulai turun dari kuda yang kami tunggangi.


Kini aku dapat melihatnya dengan jelas. Rambutnya yang berwarna hitam legam seperti arang tersapu lembut oleh angin pagi dan matanya yang berwarna indah seperti langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang membuat nya terlihat seperti seorang malaikat di mataku..


Dikedua sudut bibirnya tertekuk membentuk sebuah senyuman kecil. Tampak juga lesung pipi di sebelah pipi kanannya.


Dari tadi aku yang terpana hanya dapat terperangah melihat sosok seperti itu.


Eh tunggu... tunggu... Di-dia adalah...


"PANGERAN SHUN?!!!!!" Teriakku.Sehingga empunya menoleh ke arahku sambil tersenyum.


JLEBBB💘💘. Aku merasakan ada yang menohok di jantungku sekarang. Dan aku pun benar-benar reflek jatuh terjungkal dari kuda yang kunaiki.


'Ta tadi yang gendong Natte itu ternyata... Pangeran Shun!!'


"Nona Alexa apakah anda baik-baik saja??" Tanyanya.


'Sangat tidak baik baik saja sekarang bahkan aku bisa gila!' batinku.


Pangeran Shun segera mengulurkan tangannya padaku agar membuat ku bangun. Sekarang aku benar-benar melihat lambang hati bertaburan disisinya.


"Ahh imutnyaa ..bukan-bukan hanya imut tapi keren juga!" Gumamku sambil menggelengkan kepalaku.


"Ehh tidak mau ya" ucapnya yang bingung lalu segera menarik tangannya kembali.


'aghhhh bukan itu maksudku!' batinku.


Aku segera merentangkan kedua tanganku kedepannya.Ia melihat ku dengan tatapan bingung lagi.


"Gendong..!" Ucapku manja.


Natte aja digendong.. masa aku enggak?!

__ADS_1


Pangeran Shun hanya tertawa kecil kemudian menarik salah satu tanganku dengan lembut tetapi berhasil membuatku kembali berdiri tegak.


Aku yang kesal hanya menendang-nendang rumput yang sedang ku pijak.


"Pangeran Shun! Darimana saja kau? akhirnya aku menemukanmu! Banyak orang sedang sibuk mencari-cari kalian berdua" Ucap Erdwan yang datang dengan kudanya. Pandangan ku teralihkan pada sosok pengawal setianya itu. Pangeran Shun pun segera menghampiri Erdwan. Pangeran Shun tampak menjelaskan cuplikan yang terjadi pada kami.


Aku mengalihkan wajah ku dari mereka dan melihat Natte yang tampak melamun memandang Pangeran Shun.' Ini tidak dapat kubiarkan!'


"Nona Natte sebaiknya kamu turun dari kuda Pangeran Shun karena kita sudah sampai di kerajaan" ucapku padanya.


"Hump!" Natte yang ku panggil itu malah mengabaikan ku dan malah memalingkan wajahnya dariku.


'Bocah ini tidak tahu terimakasih!' Batinku kesal.


.


.


.


KEESOKAN HARINYA..


.


.


.


Kejadian kemarin tentu saja menggemparkan beberapa orang yang melihat dan menyaksikan kedatangan ku saat itu, beberapa orang memperketat penjagaan nya terhadap anak-anak mereka dan dari pihak istana sendiri masih mencari mereka yang menculik kami , sekarang mereka pelaku penculikan itu masih menjadi buronan. Kami bertiga pun sempat diintrogasi oleh beberapa orang untuk kepentingan penyidikan dan aku juga tidak menyangka bahwa Natte Suisie adalah seorang putri seorang Viscount. Yah tapi tetap saja kedudukannya lebih rendah dibandingkan aku. Sikapnya kemarin tidak sopan sekali . Aku tidak suka dengan gadis kecil seperti itu.


Dan kau tahu apa reaksi kakak ku saat aku kembali?. Dengan muka datarnya dia menjewer telinga ku saat itu hingga benar-benar terasa panas. yahh seperti yang diharapkan dari seorang kakak. Aku yakin kalau sebenarnya dia panik tapi menyembunyikannya. Atau cuma perasaan ku saja yah hehehehe.


.


.


.


Flashback: Lavender & Erdwan...


Akhir pesta.. pukul 17.00 sore.


"Ayah apa kau melihat Leca?!" Tanya Lavender yang tampak panik.


"Tidak" jawab ayahnya itu dengan santai.


Lavender segera mencari-cari ke seluruh bagian ruangan istana itu.Selama beberapa waktu ia mencari tidak menemukan apapun. Tidak ada rasa letih tertampang di wajahnya itu.


.


.


.


"Segera hubungi saya kalau kalian melihat Pangeran Shun!" teriak Erdwan.

__ADS_1


'duhh kemana Pangeran yang satu ini. Pergi tanpa bilang-bilang... bagaimana kalau terjadi sesuatu' batin Erdwan.


Seluruh istana sibuk mencari kebenaran Pangeran itu. Wajar saja, Pangeran Shun Errent adalah seorang perwakilan Arrenthia, pangeran mahkota kerajaan Arrenthia yang dikirim sebagai bukti bahwa kedua negeri itu menjalin hubungan baik, Pangeran Shun harus dijamin keselamatannya dan kenyamanan nya selama ia tinggal di kerajaan Frost.


Dua kerajaan ini dulunya berseteru namun tidak pernah ada yang kalah dalam perang diantara keduanya. Dan pergantian pemimpin pun berlalu mereka memutuskan untuk saling bekerjasama dan menjalin persahabatan. Kerajaan Frost adalah kerajaan yang paling berjaya di era ini. Terutama kualitas pendidikan di kerajaan Frost ini sangat bagus dan berkualitas dinilai banyak orang, karena itu Pangeran Shun juga dikirim untuk menempuh pendidikan di situ. Sedangkan kerajaan Arrenthia juga merupakan kerajaan besar namun pemerintahannya sedang dalam ambang kehancuran. Banyak rakyat yang demo dan banyak kerajaan kerajaan kecil yang bernaung di bawahnya mulai melepaskan dirinya.


'Hah?! Bagaimana bisa mereka sibuk mencari Pangeran Arrenthia! Apakah dia juga hilang?' batin Lavender. Lavender bersembunyi di balik sudut dinding.


"Hei cantik, apakah kau melihat Pangeran Shun?" Tanya Erdwan yang sudah ada di belakangnya.


"KYAAAAAAA!" Teriak lavender tiba-tiba karena terkejut. Lavender langsung menoleh ke arah sumber suara tadi.


"Apakah aku se menyeramkan itu sampai kamu berteriak seperti melihat hantu?"


"Ya kau memang mengerikan" ucap Lavender sambil menatap Erdwan sinis.


"Santai dong nona, aku kan gak ngapa-ngapain"


"Menjauh lah dariku, auramu itu menjijikkan"


"Kamu tidak lebih menjijikkan dariku juga kann"


Dan akhirnya terciptalah petir diantara mereka berdua. Mereka saling menatap benci satu sama lain. Namun akhirnya Erdwan mengambil inisiatif duluan untuk mengakhiri nya.


"Kemungkinan besar adikmu itu sedang bersama dengan pangeran Shun, jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu" bisik Erdwan di telinga Lavender.


'Dia... Bagaimana bisa tau!' batin Lavender.


"Maaf tuan tapi sepertinya anda tidak mendengarkan aku memperingatkan tadi ya" balas Lavender jengkel. Lalu memberikan tinjuan di perut laki-laki itu.


BUGGHH !


Laki-laki itu terpental sejauh 3 meter di depannya.


"Tidak sopan" ucap Lavender pada Erdwan. Kemudian Lavender pergi begitu saja.


"Ugkh... hei aku yang seharusnya bilang seperti itu!" Teriak Erdwan.


"Kakak nya galak kayak monster sedangkan adiknya genit,gak normal semua! aku harus mencegah Pangeran Shun menikah dengan keluarga aneh seperti itu" Ucapnya kesal.


"Apa haah?! Aku masih dengar tau... Untung saja aku meninju bagian perut mu bukannya menendang alat vital mu, kalau itu sudah kulakukan tadi, aku jamin kau mati di tempat!!!" Teriak Lavender lagi sukses membuat Erdwan bergidik ngeri.


.


.


.


***


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2