Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 36 : Perpisahan Yang Tiba-tiba


__ADS_3

"Kalian berdua ikuti aku." Perintah raja pada aku dan Natte. Kami pun mengikutinya tanpa membantah ataupun bertanya sepatah katapun.


Setelah sekitar 15 menit berjalan kami sampai di pusat taman utama yang sangat luas. Aku memutar pandanganku sambil berdecak kagum, baru kali ini aku benar-benar bisa memasuki taman utama.


"Silahkan duduk nona nona kecil." Dia mempersilakan kami duduk di tempat duduk cantik yang sudah tersedia disana.


"Alexa, aku hanya menuruti permintaan kecil dari seseorang yang memintaku agar mengantarkanmu bertemu dengannya untuk terakhir kalinya." Kata sang raja yang malah membuat aku dan Natte saling memandang saling melempar tatapan bingung. Sementara raja itu terlihat seperti tidak menghiraukan sikap kami dan hanya sibuk dengan lamunannya sendiri.


"Sebelum itu aku mau memberikan kabar entah yang menurutmu duka ataupun suka, yang jelas kamu sudah tidak dianggap sebagai keluarga Kethzie melainkan hanya sebagai anak angkat saja, karena itu kami memutuskan hubungan pertunanganmu dengan pangeran Zio yang sudah terjalin sebelumnya." Ujar Raja Dylan yang langsung membuatku tertegun.


Aku tidak tahu perasaan apa yang kurasakan saat ini, sepertinya aku tidak sedih kalau hal seperti itu terjadi kepadaku..tapi kenapa disisi lain aku merasakan sebuah jarum kini menusuk dihatiku.


Pangeran eh maksud ku raja Dylan itu mengelus surai hitamku dengan lembut. Dia tersenyum sedih ke arahku, tapi dia terlihat tidak berdaya sama sekali.


"Pangeran Zio bahkan sudah membantah perintah ayahanda untuk membatalkan niatnya tapi sepertinya itu adalah perintah yang mutlak, bahkan aku tidak mengerti jalan pikirannya."


Aku tersenyum kecil untuk menghibur orang itu. "Tidak apa-apa, aku dan Zio adalah teman, aku percaya jika kami adalah pasangan yang ditakdirkan maka kami akan bersatu suatu saat nanti meskipun seribu rintangan menghalangi jalan kami untuk bertemu." Jawabku percaya diri.


Natte berdehem tiba-tiba dan akupun melirik ke arahnya, tapi yang kulihat dia hanya diam sambil membenahi pakaiannya.


"Jadi sekarang dimana Pangeran Zio? Bukankah dia ingin bertemu dengan ku untuk terakhir kalinya karena kami dilarang bertemu setelah kami tidak lagi bertunangan?" Tanyaku pada Raja Dylan.


Raja Dylan tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. "Yang akan bertemu dengan mu bukan dia, tetapi orang lain yang sepertinya cukup dekat denganmu."


Aku menghela nafas panjang, lalu siapa yang ingin bertemu dengan ku? Apakah dia itu teman yang sangat dekat dengan raja dan aku? Sehingga raja mau menjemput ku untuk mempertemukan kami?


Saat aku sibuk dengan pemikiranku sendiri tiba-tiba ada seseorang menyapa ku dari samping namun aku tidak menoleh karena tidak menyadarinya.


"Leca. Aku ada disamping mu dan maaf karena aku bukanlah Pangeran Zio tunanganmu itu." Ucapnya dengan nada kecewa.


"Baiklah aku akan meninggalkan kalian." Kata raja Dylan sambil menarik sedikit baju Natte untuk mengajaknya pergi, namun Natte bersikeras untuk tetap disini bersamaku. Akhirnya raja itu pergi sendiri meninggalkan kami. Aku, Natte dan dua orang pria yang sepertinya adalah senior ku.


Aku hanya diam namun sebenarnya kaget dan aku mulai memperhatikan dengan detail wajah seseorang yang kini sedang berada dihadapan ku. Dia sangat tampan sampai aku mau pingsan kalau dia terus melihatku dengan tatapan yang dalam seperti itu.


"Kamu siapa?" Tanyaku membuka bicara diantara kami dan sukses membuat Natte langsung menepuk jidatnya sendiri.


"Pfffttt ciee yang sudah dilupakan setelah dikejar habis-habisan.." senggol seorang laki-laki yang tidak kalah tampannya dari pria itu.


Sedangkan yang disenggol hanya melirik dengan wajah dongkolnya kemudian meluncurkan sebuah tinju yang sukses mengenai hidung temannya.


"Awas kau pangeran, akan ku penggal hidungmu nanti!" Teriaknya kesal.


Natte pun mendekat kerahku kemudian mulai berbisik "itu Pangeran Shun, dan yang itu Erdwan, mereka sangat dekat denganmu sebelumnya, bahkan kau sampai tidak henti-hentinya memuja terus orang yang bernama Pangeran Shun itu"


"Benarkah?"


Natte mengangguk mantap kemudian aku menatap tajam lekat ke arah mereka mencoba untuk mengingat sesuatu tentang mereka. Meskipun ada namun itu tidak semuanya,


"Aghhh!" Pekikku saat tiba-tiba merasakan pusing dikepalaku. Aku memang telah berhasil mengingatnya namun yang kuingat dia hanyalah orang yang berkemampuan sangat menyeramkan seperti saat dia memotong sebuah rantai baja hanya dengan sekali tebas dan itu membuat tubuhku menjadi bergetar hebat karena ketakutan.


"Kamu kenapa Leca?" Tanya Pangeran Shun dengan raut wajah panik.

__ADS_1


"Bercanda bwlee!" Kataku sambil menjulurkan lidah kemudian tertawa, namun tetap dengan kaki yang gemetaran. Duhh dasar kaki gak bisa diajak kompromi! Batinku.


Pangeran Shun memukul kepalaku dengan tinju pelannya dia hanya terkekeh melihat sikapku.


Pangeran kembali dengan wajah seriusnya yang super tampan seperti nampan upss... maksud ku dia sangat mulus seperti wajan. "Kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau kamu punya seorang tunangan?"tanya Pangeran dingin.


Aku hanya berpaling sambil mencoba mengingat, kenapa aku tidak memberi tahu dia yang kata Natte dia merupakan teman dekatku sendiri.


"Tapi kan tadi pertunangan itu sudah dibatalkan" kata Erdwan yang terlihat mengerti dengan sikap tuannya.


Pangeran Shun menghembuskan nafas panjang kemudian menggapai tangan kecilku. Dia membacakan beberapa mantra yang tidak aku mengerti bahasanya, kemudian muncullah sebuah cahaya yang menyilaukan mataku selang beberapa detik muncullah sebuah tanda berwarna hitam yang berupa ukiran bermotif aneh di pergelangan tanganku, begitu juga dengannya.


"Mulai sekarang kamu dan aku benar-benar terikat, kalau kamu berada dalam bahaya maka tanda ditanganku ini akan bercahaya merah, aku akan menyelamatkan mu saat itu juga, meskipun aku tidak berada di sisimu aku akan bisa langsung berada di dekatmu saat itu, dan mulai sekarang sesuatu akan menggantikan ku untuk menjagamu sementara ini, karena aku tahu anak ceroboh seperti mu sering sekali berbuat nakal kemudian mendapat masalah, Leca."


Aku mengangguk sambil menatap Pangeran Shun dengan puppy eyes ku kemudian merentangkan kedua tanganku.


Pangeran Shun hanya menatap ku dengan tatapan bingung sambil tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya.


"PEYUKK!!!!" ucapku dengan nada memelas.


Tiba-tiba Erdwan keselek kemudian langsung menghadang dihadapan ku. "Tidak akan uhuk uhuk...ku biarkan kau menodai tuanku uhuk..." katanya sambil sambil berbicara dengan ekspresi jengkel.


"Huaaa lihat dia jahat Natte! Usir dia..hiks"


Natte malah memalingkan wajahnya sambil berdecak kesal.


"Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan, kalian tidak boleh berpelukan kecuali sudah menikah!"Imbuh Erdwan lagi.


"Yaudah ayo kita menikah sekarang!"


Tiba-tiba seorang wanita seumuran dengan mereka datang menghampiri Pangeran Shun sambil menepuk-nepuk pundaknya. Ahh ini tidak bisa dibiarkan! Kenapa aku tiba-tiba merasa tidak suka.


"GRRRRRRR!" Aku menggeram ke arah wanita itu dan bersiap hendak menerkamnya. Dia tidak boleh menyentuh milikku sedikitpun, Walaupun cuma bulu hidungnya!.


"Kyaa kenapa anak itu menggigit tanganku ihh lepaskan cepat atau ku lempar kau!" Teriaknya sambil berusaha melepas gigitan ku.


Aku tidak mau melepasnya rasain tuh dasar wanita sialan! Huh berani-beraninya menyentuh Pangeran ku!


Seperti ucapannya tadi, aku pun dilempar dengan paksa olehnya, dia begitu kuat sehingga aku benar-benar seperti melayang di udara. "Aku terbang...?" Gumamku sambil berdecak kagum.


HAP!


Pangeran Shun langsung menangkap tubuhku dan melayangkan tatapan membunuhnya pada wanita itu. Yayaya kalau bisa sih dibunuh beneran gapapa..aku ikhlas kok.


"Apa yang kau lakukan?! Jangan berani-berani melemparnya seperti tadi, kalau tidak akan ku lempar kau ke planet Pluto!" Ucapnya sambil berkata dengan wajah dongkolnya. Sementara itu wanita tadi hanya memutar bola matanya jengah.


Aku tidak bisa diam saja, aku harus membantu Pangeran menyingkirkan wanita jahat itu dan menyerangnya. "Turunkan aku Pangeran, aku akan membantumu menyingkirkan nenek lampir itu." Ucapku dengan serius.


Pangeran Shun tersentak kaget kemudian langsung menurunkanku dari gendongannya. Dia memejamkan matanya seolah hendak mengatakan sesuatu yang berat baginya untuk diungkapkan. "Sudah cukup Alexa, sepertinya waktuku sudah tidak banyak lagi,aku haru-"


"Huaa Pangeran jangan matii hikss, aku mengingatnyaa aku mengingatnya..kau adalah pangeran pujaan hatiku di dunia ini, jadi jangan tinggalkan aku," Aku menangis sambil memeluk kaki sang pangeran dan dia hanya menatapku dengan wajah pias.

__ADS_1


"Ehem, aku peluk siapa nih untuk perpisahan..?" Tanya Erdwan sambil merentangkan kedua tangannya berharap ada seorang bidadari yang datang ke pelukannya namun ternyata... nihil. Krik..krik....


Pangeran Shun menundukkan sedikit badannya untuk menyamakan tinggi kami. Dia mencubit hidung sampai terasa sudah hilang dari tempatnya sementara aku mengomelinya karena rasanya benar-benar sakit.


"Aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu banyak makan, jangan jadi pemalas, jangan terlalu banyak cari masalah dan jangan lupain aku lagi pastinya." Ucap Pangeran Shun sambil tersenyum lebar.


Hah?! Apa yang barusaja dia katakan?! Kenapa begini? ini terlalu tiba-tiba..?!


"Apapun yang terjadi kau harus percaya pada kemampuan mu sendiri, bagaimana orang lain mau percaya kalau kamu sendiri saja tidak percaya, aku yakin kamu adalah orang yang ditakdirkan menjadi hebat bahkan melebihiku." Imbuhnya lalu melangkah menjauh dariku.


Dia pun terus melangkah mundur menjauh dariku sambil tersenyum kecil. Aku menatapnya dengan binar mata yang berkaca-kaca, aku ingin sekali berlari ke arahnya dan menahannya. Tapi aku hanya akan jadi orang egois yang mengekang kebebasannya. Aku pun hanya bisa menitikkan air mata sambil berusaha tetap kuat di depan mereka dan membalas senyumannya.


BUKK


"Pangeran sebaiknya kamu berjalan maju, bukan malah mundur." Ucap Erdwan yang sempat tersenggol.


"Hahahaha iyaa maaf-maaf deh."


Setelah itu sebuah cahaya warna-warni berbentuk lingkaran muncul dihadapan kami. Mereka bertiga pun masuk ke dalamnya dan menghilang begitu saja.


"Sampai bertemu lima tahun lagi Alexa.. sampai hari itu tiba jangan pernah berhenti untuk berusaha, tunjukkan bahwa dirimu itu hebat meskipun tanpa ada aku di sisimu." Ucap Pangeran sambil melambaikan tangannya ke arah kami, dia terlihat tersenyum lebar meskipun itu adalah hari terakhir kami bertemu saat ini.


"Pangeran..." lirihku sambil mendekat ke arah lingkaran yang bercahaya cahaya itu.


Namun saat aku menyentuhnya cahaya itu hilang sepenuhnya bersama dengan keberadaan mereka yang lenyap begitu saja dari pandangan ku.


Badanku lemas dan kini tersimpuh di tanah, aku benar-benar merasa kehilangan seseorang yang berharga saat ini. Natte memegang bahuku untuk menguatkan ku agar tidak menangis di sini.


"Tidak apa-apa 5 tahun bukanlah waktu yang lama.." bisiknya ditelinga ku.


Bukan waktu yang lama? Bahkan berpisah seminggu saja sudah terasa bertahun-tahun bagiku... bagaimana dia bisa mengerti perasaan ku. Merindukan seseorang untuk waktu yang selama itu bukanlah hal yang mudah bagiku. Apalagi aku harus selalu berada disisinya untuk memastikan keselamatanya agar aku bisa melindunginya. Tapi aku tidak bisa..


"Hikss....Natte kenapa ini terjadi padaku? Kenapa orang yang ku sayangi perlahan menghilang dariku dan meninggalkanku? Padahal aku baru saja mengingatnya.. Natte aku harus bagaimana.... Aku ingin bertemu dengannya lebih lama lagi... Hiks..." Aku memeluk Natte sambil menangis dengan isakan yang pelan.


Natte adalah sahabat yang baik bagiku, dia menguatkan ku disaat seperti ini dan memelukku erat seolah mengerti apa yang aku rasakan. Meskipun begitu aku tetap tidak bisa mengurangi kesedihan yang kurasakan saat ini dihadapannya.


.


.


.


*****


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Author:


Thanks for Pecinta komik 2, Dell@, oh. gak nanya, GPS_17, DAK Emperor dan teman-teman lainnya serta para author yang sudah bersedia baca dan ngedukung novel halu'an ku selama ini.. btw ini belum tamat yaa wkwk, cuma iseng ngucapin terimakasih mueheheh😁😌


__ADS_2