Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 80 : Duel, Prince Shun vs Prince Zio


__ADS_3

Kini aku mau tidak mau tengah berada di sebuah kursi sambil melihat dua orang yang tengah saling berhadap-hadapan satu sama lain di tengah sebuah stadion duel yang besar. Tempat itu memang tempat duel khusus yang biasa digunakan untuk duel disaat ujian kelulusan senior tingkat S.


Biasanya para senior yang akan lulus harus mengikuti ujian semacam ini untuk menilai seberapa baik kemampuannya.


"Baiklah duel akan berakhir apabila salah satu dari kalian tidak ada yang mampu untuk melanjutkan lagi atau menyerah," kata Erdwan yang memandu acara duel itu.


Entah sejak kapan Pangeran Kenn, Lily, Chun, Natte, Kecha, Chaser berada di sana dan beberapa orang lainnya untuk menonton duel.


Huaa kok aku yang jadi gugup!... Batinku.


"Pertama-tama, ada aturan tersendiri untuk Pangeran Shun, dia tidak boleh menggunakan sihir dari elemen lain dan hanya fokus menggunakan satu elemen saja, kedua Pangeran Shun tidak boleh menggunakan senjata andalannya, sedangkan Pangeran Zio boleh, ketiga Pangeran Shun tidak boleh bertarung menggunakan seluruh kekuatannya, keempat, Pangeran Shun tidak boleh menggunakan kekkai untuk melindungi diri, kelima, Pangeran Shun tidak boleh mengggunakan sihir heal pada diri sendiri, keenam, Pangeran Shun harus menggunakan alat ini untuk mengukur penggunaan sihirnya agar tidak berlebihan, karena Pangeran Zio hanyalah penyihir senior kelas 2C sedangkan kau sudah berada di posisi penyihir super senior kelas S," ucap Erdwan sambil memberikan sebuah benda yang terlihat seperti gelang.


"Hei kau membuat peraturan yang tidak adil! Curang huh!" Protes Pangeran Shun pada Erdwan.


"Ayolah Pangeran Zio tidak ada tandingannya denganmu," kata Erdwan yakin sambil meninju dada Pangeran Shun.


Aku tertegun, kenapa semua peraturan yang berlaku hanya untuk membatasi penggunaan sihir Pangeran Shun?! Jangan bilang Pangeran Zio boleh melakukan serangan apapun untuknya.


Entahlah tiba-tiba aku merasa cemas, Pangeran Zio bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan, terlebih lagi sihir esnya adalah sihir yang paling terkuat yang dimiliki seantero kerajaan Frost. Sedangkan Pangeran Shun walaupun merupakan Saint kelihatannya akan sulit untuk melawannya.


"MULAI!" Teriak Erdwan memberi aba-aba.


Aku terdiam sambil menggigit bibir bawahku, mencoba untuk tidak cemas berlebihan.


Duel itu diawali dengan pangeran Zio yang menyerang Pangeran Shun dengan satu ayunan pedang dan Pangeran Shun menghindar ke samping lalu mengincar perut Pangeran Zio untuk dipukulnya.


Tetapi Pangeran Zio cukup gesit sehingga berhasil menghindari serangan Pangeran Shun dan mulai dari situ lah atraksi pedangnya di mainkan untuk menyerang Pangeran Shun yang terus menghindar dan mencari celah untuk menyerang.


"Kumohon... Menanglah untukku Pangeran," Gumamku cemas karena melihat Pangeran Shun semakin disudutkan.


Kalau dipikir-pikir keduanya belum sama sekali mengeluarkan sihir elemennya masing-masing, Pangeran Zio hanya menyerang dengan mengayunkan pedangnya dan Pangeran Shun hanya menghindar dan mencoba untuk menyerang dengan hanya menggunakan tangan kosong.


Shhraaakk


Sebuah sayatan berhasil melukai salah satu lengan Pangeran Shun, namun secara mengejutkan dia tiba-tiba melakukan sebuah pukulan di tangan kanan Pangeran Zio hingga membuat pedang milik Pangeran Zio jatuh beberapa meter darinya.


Pangeran Zio tersentak kemudian mencoba untuk menggunakan sihirnya miliknya yaitu pedang es sebagai pengganti pedangnya.


Pangeran Shun menyeringai kecil, tiba-tiba sebuah api yang cukup besar mengelilingi tempat itu membuat pedang es Pangeran Zio langsung meleleh.


Pangeran Zio menyipitkan matanya menatap tajam ke arah Pangeran Shun, "Kalau begitu aku harus membuat pedang yang tidak biasa!"


"Silahkan saja, api milikku juga tidak biasa,"


Pangeran Zio berdecak kesal kemudian mengarahkan tangannya ke arah Pangeran Shun, "Ice Blade Rain!"


* Sihir yang diucapkan Pangeran Zio tadi adalah sihir elementary tingkat tinggi yang membuat banyak awan mendung yang menghasilkan banyak petir dan menghujankan pedang es dengan jumlah besar dari balik awan.


"Woee kau gila yah!" Pekik Pangeran Shun yang langsung melihat awan mendung disekitarnya.


"Menyerah saja, meskipun kau adalah seorang pangeran yang sudah berada di tingkat S sekalipun tidak akan bisa menghindarinya, apalagi dengan posisimu yang tidak boleh memakai sihir kekkai dan healing,"

__ADS_1


"Meskipun begitu, aku masih punya api yang bisa kujadikan tameng," kata Pangeran Shun tetap bersikukuh.


Pangeran Zio meluncurkan serangannya pada Pangeran Shun lalu mendekati Pangeran Shun bersiap untuk memberinya serangan dalam sekali serang.


"Ice chain! Ikat! ice sword! Tebas!!!" Teriak Pangeran Zio sambil mendekat ke arah Pangeran Shun dengan kecepatan abnormal.


Sebuah rantai es besar tiba-tiba mengikat tangan, kaki, perut, hingga leher Pangeran shun dan sebuah pedang panjang kini telah berada di tangan Pangeran Zio.


Pangeran Shun tidak sempat mengeluarkan sihir apinya dan terjerat kuat oleh rantai itu, kali ini dia terlihat benar-benar disudutkan. Tapi anehnya dia malah tetap terlihat tenang dengan kondisi yang sebahaya itu. Ditambah lagi hujan benda tajam itu mulai berjatuhan menimpa Pangeran Shun bertubi-tubi.


"HAJAAR!! HAJAR!! BUNUH SEKALIAN!" Teriak beberapa supporter yang membuat heboh.


"Berhenti!!" Teriakku panik.


Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pangeran Zio untuk meluncurkan serangannya tanpa belas kasihan dia langsung menyerang Pangeran Shun dan membuat ledakan suara yang sangat besar.


Aku membelalakkan mataku tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, Pangeran Zio terlihat bukan seperti seorang manusia tapi terlihat seperti seorang monster es yang menyeramkan.


Aku segera beranjak dari tempat dudukku hendak menghampiri mereka, namun Erdwan mencegah langkahku.


"Jangan, meskipun Pangeran Shun terluka, dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan healing," cegat Erdwan cepat.


"Tapii... Tapi Pangeran Shun..."


"Sudahlah nona Alexa, percaya saja padanya," katanya sambil meraih tanganku dan menariknya untuk kembali ke kursiku.


"Wah... Lumayan," Ucap Pangeran Shun sembari tertawa kecil di belakang Pangeran Zio yang tengah terduduk menusuk tanah kosong. Hanya terdapat pecahan es yang berserakan saja di tempat itu.


"Kau calon-calon penyihir yang luar biasa hebat, selamat," puji Pangeran Shun pada Pangeran Zio.


"Tidak... Mungkin..." Lirih Pangeran Zio tidak percaya, lalu terjatuh pingsan begitu saja.


"Heeeeeeeeeeeeeeeeee?! Siapa yang menang? Apa yang barusaja terjadi?!" Pekikku heran karena melihat justru Pangeran Shun lah yang terlihat baik-baik saja, padahal dia tadi sudah berada di posisi yang tidak menguntungkannya.


Pangeran Shun berdiri sambil melambaikan tangannya ke arah pendukungnya yang sedang bersorak melihat kemenangannya.


Kemudian dia langsung berlari menghampiriku sambil menunjukan deretan giginya yang putih, dia tersenyum senang.


"Kau tidak akan mengerti walaupun nanti kujelaskan," Kata Erdwan sambil terkekeh.


"Yeeahh betul, tapi kau curang sudah menyudutkanku," kesal Pangeran Shun sambil merangkul bahu Erdwan lalu mencekiknya menggunakan tangan.


"Adududuhh sesakk uhukkk uhukk!! Tapi pada akhirnya kau juga menang!"


"Kalau saja aku tidak serius tadi mungkin Pangeran Zio lah yang menang," jawab Pangeran Shun sambil melirik ke arah Pangeran Zio yang sudah di bawa pergi oleh orang berseragam kesehatan yang tidak kukenal.


"Nona Alexa kenapa kau diam saja? Apa kau tidak merasa senang?" Tanya Erdwan.


Aku menggelengkan kepalaku sekuat tenaga, sebenarnya aku benar-benar senang, hanya saja aku tidak tahu apa yang bisa aku katakan untuk menggambarkan perasaanku saat ini yang seperti di bombardir tiba-tiba.


"Kau membuatku cemas Pangeran," ucapanku sambil menundukkan kepalaku.

__ADS_1


"Hooh iya sepertinya aku juga terluka nanti kau obati yah... tuan Putriku," ucap Pangeran Shun yang langsung membuat kakiku seketika lemas.


Perasaan ini persis seperti ketika aku hendak meleleeehh! Omaigatt jangan sekarang pliss...


Tiba-tiba Chaser datang sambil merangkul pundakku yang sontak mengejutkanku, "Jangan sentuh tuanku sembarangan!" Tukasnya sambil menahan tangan Pangeran Shun yang hendak membantuku.


Pangeran Shun berkedip tidak percaya, "Saingan lagi kah?" Tanyanya heran.


"Tidak! Dia ini hanyalah roh heirloom weaponku, Chaser,"


"Oh jadi cuma makhluk gaib aja yah,"


"Teganyaa..." Ucap Chaser sambil memukul pelan dadanya yang mungkin terasa tertohok.


"Hump! kalau Chun yang melakukannya pasti akan lebih hebat dua kali lipat!" Kata Chun tidak terima banyak orang yang memuji Pangeran Shun.


Aku tekikik melihat tingkah Chun, yang selalu saja sok hebat, padahal jelas dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pangeran Shun.


"Anuu... bisakah aku berbicara denganmu Pangeran Shun?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampiri kami.


"Ohh kau nona Lily Collans ya, dengan senang hati," jawab Pangeran Shun.


Aku menekuk bibirku kebawah, "Pokoknya aku ikut nimbrung, Pangeran Shun punyaku, jangan diambil orang lain!" Kataku sambil merangkul tangan Pangeran Shun.


"Ahh sakit!" Pekik Pangeran Shun sambil melepaskan tangannya.


Aku tersentak, ohhh iyaa Pangeran Shun kan terluka, kenapa aku malah memeluk lukanya duhh...


Lily terdiam melihatku dia ingin bicara sesuatu tapi dia urung karena melihat kehadiranku, "Bolehlah aku menyembuhkan tanganmu Pangeran?" Tanya Lily ragu.


"Tentu boleh," celoteh Chun yang langsung mendapat tatapan maut dariku.


"Makasih tapi aku bisa menyembuhkannya sendiri," tolak Pangeran Shun ramah.


"Bwlee!" Kataku sambil menjulurkan lidahku ke Lily Collans.


Hahahaha aku menang banyak fufu, Lily pasti tidak akan berani dekat-dekat Pangeran Shun lagi! Aku jamin itu, tidak akan ada lagi yang menghalangi kami.😌


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2