Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 29 : Saint x Healer


__ADS_3

"Kau tidak apa-apa?". Tanyanya sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Erdwan berdiri. Erdwan kemudian tersenyum kecil melihat orang yang telah menyelamatkannya.


"Kau lama sekali!" Protesnya kesal. Lalu Erdwan pun menerima uluran tangan darinya.


Yang datang menyelamatkannya itu adalah Pangeran Shun. Erdwan akhirnya lega karena melihat tuannya itu baik-baik saja dan tidak terlihat seperti dirinya yang penuh luka.


"Ayo segera kita pergi dari sini sebelum gelap" ajak pangeran Shun kemudian merangkulkan Erdwan di pundaknya.


"Kau darimana saja huh?!"


"Ohh aku sedang memancing tadi hehe"


Haaa benar-benar keterlaluan. Daritadi ia terus mencari Pangeran Shun hingga bertemu musuh dan terluka, sedangkan Pangeran yang yang di cari hanya santai-santai memancing.


Erdwan mencoba menahan emosi dengan memejamkan matanya. "Pangeran, setelah aku pulih akan ku cincang kau hingga jadi daging potong" ucap Erdwan kesal. Pangeran Shun terkekeh mendengarnya.


"Wahh kau mau mencincang penyelamat mu yaa..tega sekali". Jawab Pangeran Shun pura-pura sedih. Erdwan pun hanya dapat memalingkan wajahnya dengan malas.


Sebenarnya setelah menjenguk Alexa yang pingsan tadi pagi, Pangeran Shun dan Erdwan disuruh untuk kembali mengikuti kelasnya. Mereka melakukan perburuan hewan, baik darat ataupun air. Semakin besar bentuknya maka akan semakin tinggi nilainya.


Mereka dibentuk menjadi beberapa team dan 1 team terdiri dari tiga orang. Pangeran Shun satu team dengan Erdwan dan Lily Collans, namun karena Lily hanyalah seorang wanita yang tidak memiliki kemampuan bela diri akhirnya mereka berdua lah yang berangkat berburu hewan tersebut. Awalnya mereka berdua berniat untuk mencari berdua namun karena ingin mempersingkat waktu akhirnya mereka berdua berpisah tempat. Yang sudah menemukan hewan buruannya harus memberi sinyal berupa suara ledakan ditempat dimana mereka berpisah.


Namun Pangeran Shun terlalu asik memancing ikan hingga membuatnya lupa untuk kembali ketempat tersebut, terlebih lagi dia pergi terlalu jauh dari tempat itu hingga ke tengah laut. Karena itu dia tidak mendengar sinyal yang dikirim Erdwan. Erdwan pun yang sudah mengirim sinyalnya hanya dapat menunggu dan terus menunggu sampai akhirnya dia memutuskan untuk mencari Pangeran Shun karena khawatir.


Pangeran Shun dapat dengan mudah pergi ke tempat yang jauh karena dia bisa menggunakan sihir teleportasi. Namun sihir itu tidak boleh digunakan terlalu sering karena mengakibatkan dirinya cepat lelah.


Setelah sampai ketempat itu dia memancing untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berburu langsung di kedalaman laut.


*



*


Lily mondar-mandir di tenda, sedangkan murid-murid lainnya sudah berkumpul menunjukkan hasil buruannya. Beberapa orang juga sudah mulai sibuk menyiapkan diri untuk pulang. Mereka bertiga tidak akan mendapatkan nilai jika matahari sudah bersembunyi kembali peradabannya. Tetapi Lily gelisah bukan karena nilainya namun karena teman seteamnya itu sama sekali belum menampakkan batang hidungnya.


"Tenang saja Lily, mereka sudah mengerahkan beberapa orang untuk mencari mereka berdua" Ucap salah seorang temannya. Lily pun hanya dapat tersenyum singkat menanggapinya.


"Ayo bersiap pulang, mereka akan baik-baik saja kok, mereka kan laki-laki jadi mereka tidak akan mudah mati kalau diserang musuh!" Ucap temannya menenangkan Lily.


"Aidyn, aku khawatir..andai saja aku bersikeras ikut bersama mereka" Kata Lily dengan nada putus asa.


"Kalau kau ikut bersama mereka kau hanya akan jadi beban Lily"


"Tapi..."


Aidyn menepuk pundak Lily dan tersenyum lebar untuk menghibur gadis itu."Sudahlah percaya saja pada mereka, mereka berdua pasti baik-baik saja"


Lily menghembuskan nafas berat kemudian membalas senyum Aidyn.


"Kita harus segera berkumpul dan mendengarkan nilai yang akan diumumkan, aku penasaran siapa yang akan mendapatkan nilai paling mengagumkan yaa" ucap Aidyn antusias.


Aidyn menarik lengan Lily dan membawanya keluar tenda. Lily dengan rasa enggan akhirnya mengikuti kehendak Aidyn menuju ke tempat berkumpulnya murid-murid.


"Anak anakku sekalian, terimakasih sudah mengikuti ujian kali ini, semangat kalian patut saya acungkan jempol" ucap guru mereka yang bernama Xen Einstein. Berbeda dengan guru Alexa yang tampak seram dan terlihat seperti wanita jahat, Xen sensei malah terlihat sangat tampan dan kekar, terlebih lagi dia merupakan seorang bangsawan yang masih muda dan belum memiliki pasangan hidup.

__ADS_1


"...baiklah pemenang perburuan kali ini adalah yang membawa hewan yang besar dan juga akan mendapatkan nilai tinggi.. ialah Team lavender Ketzhie yang membawa beruang kutub "


"Tunggu dulu!" Ucap seseorang yang langsung mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.


"Aku juga menemukan buruan yang cukup besar dan aku sedikit kesusahan untuk mendapatkannya" ucap Pangeran Shun sambil tersenyum kecil.


Aidyn menepuk pundak Lily kencang untuk menyadarkan dia yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya dan malah tidak memerhatikan kejadian itu.


"Oyyy Lily..lihatlah Pangeran Shun sudah datang"


Lily tersentak kaget kemudian ikut menatap Pangeran Shun yang terlihat baik-baik saja bahkan tidak tampak lusuh. "Syukurlah..." Batinnya senang.


Mereka semua tampak menatap Pangeran Shun dengan tatapan bertanya-tanya, pasalnya mereka tidak melihat hewan besar pun yang dibawa atau berada di sekitar Pangeran Shun.


"Aku ingin bertanya kepada Xen sensei, apakah benar hewan itu tidak masalah hewan darat ataupun air?" Tanya Pangeran Shun. Disusul dengan anggukan dari Xen.


Pangeran Shun kemudian tersenyum simpul.


"Sebelum kalian melihatnya aku minta kalian agak memberikan ruang untuk aku menunjukkannya" ucap Pangeran Shun lalu kemudian berjalan ke tengah-tengah mereka yang sudah mundur beberapa meter menjauh.


Kemudian Pangeran Shun mengeluarkan sebuah kantung yang berisi ikan kecil dan menaruhnya di tanah lalu menyusul menjauh bersama mereka.


"Apaan itu? Ikan? Selama ini kau hanya memancing dan mendapatkan ikan kecil? Aku yakin nilai mu bahkan tidak sampai 5" ucap salah seorang dari mereka sambil tertawa.


Lavender Kethzie menyeritkan dahinya melihat ikan itu yang baru kali ini dilihat nya.


"Bentuk ikannya begitu kecil ya, bagaimana bisa kau berkata itu susah didapatkan?" Tanya Lavender sambil menatap tajam kearah Pangeran Shun.


"Jangan mendekat!" Ucap Pangeran Shun kepada beberapa orang yang mencoba melihat ikan itu lebih detail. Akhirnya mereka kembali ke posisi semula.


TAK


Dan..


WUSHHH!


Bentuk ikan itu kembali seperti semula. Saking besarnya hingga membuat beberapa orang terperangah takjub melihatnya.


"Itu adalah ikan paus biru, aku mendapatkannya dengan susah payah dan harus bersabar, aku juga mendapatkan ikan lainnya yang berduri dan bulat.. meskipun kecil itu sangatlah merepotkan"


'Mustahil! Dia bisa menangkap ikan sebesar ini... lagipula dia mendapatkanya darimana? Apakah dia bisa menggunakan sihir teleportasi seperti ku? Dan meskipun dia menggunakan sihir penyusut pada ikannya pasti menaklukkannya adalah hal yang lumayan susah! sebenarnya apakah dia adalah saint yang akhir-akhir ini dekat dengan leca?!' batin Lavender.


"Woaaaghhghhhh lily!! Lihat teman seteam mu sangat menakjubkan, bahkan bisa mengalahkan lavender Kethzie!" Ucap Aidyn takjub. Lily kemudian tersenyum senang dan mulai menghampiri Pangeran Shun untuk memberinya selamat dan ucapan terimakasih.


Xin sensei tersenyum simpul kemudian mengacungkan jempol nya pada Pangeran Shun. "Team kalian menang dan akan mendapatkan poin tertinggi!" Teriak Xin.


"Yeeey!" Ucap Pangeran Shun sambil merasa senang dan menarik siku tangan nya ke bawah.


"Selamat Pangeran Shun dan terimakasih ya" Ucap Lily Collans dengan malu-malu.


Namun secara mengejutkan Pangeran Shun segera memeluk erat Lily karena terlalu senang. Sedangkan Lily yang dipeluk tiba-tiba oleh Pangeran Shun langsung membuat blush di wajahnya, karena mereka berpelukan di depan banyak pasang mata.


Aduhh malunyaa..dia terlalu senang sampai melupakan semuanya dan memelukku. Batin lily


"Cie cieeeeee" ucap beberapa orang yang melihat mereka berdua.

__ADS_1


Seketika mata Pangeran Shun membulat sempurna saat sadar dia telah memeluk seseorang, kemudian melepaskan pelukannya. Ia benar-benar tidak sadar tadi kalau yang dipeluknya adalah seorang wanita. Yang dia kira tadi adalah Erdwan. Akhirnya dia hanya menundukkan kepalanya malu sambil menutup sebagian wajah dengan lengan kirinya.


"Maaf..." Ucap Pangeran Shun merasa bersalah.


Sedangkan Lily hanya bisa mematung tidak percaya karena tindakan yang Pangeran Shun lakukan barusan.


"Ohh ya.. Ikut aku!" Pangeran Shun pun teringat akan sesuatu kemudian menarik tangan Lily menjauhi kerumunan. Lily hanya dapat diam dan mematuhinya, namun jantungnya tidak dapat dikompromi dan berdetak kencang sekali, sampai dia dapat mendengar nya dengan jelas. Lily hanya mendesah pelan untuk menetralkan deru jantung nya yang memburu.


Badump Badump Badump!!


Duh tenangkan pikiran mu Lily. Batinnya.


Mereka berjalan menuju tenda yang agak sepi dari orang-orang. Kemudian masuk ke dalam tenda itu.


"Anuu..." Ucap Lily yang ingin bertanya sebenarnya mereka mau ngapain ke tempat sepi? Namun wajahnya sudah Semerah tomat dan akhirnya dia urung untuk mengatakannya.


Pangeran Shun kemudian membungkuk kepada Lily Collans yang sukses membuat Lily kaget.


"Kumohon sembuhkan lah temanku" Ucap Pangeran Shun tanpa basa-basi.


Ehhhhhhhhh? Jadi begitu..dia merasa salah paham terhadap Pangeran Shun. Lily jadi malu sendiri karena terlalu kepedean.


"Baiklah aku akan menyembuhkannya" Jawab Lily tanpa ragu sambil menegakkan posisi Pangeran Shun dengan lengannya, kemudian tersenyum simpul.


Lily pun melirik kearah samping yang ternyata sudah berbaring Erdwan yang dipenuhi dengan luka dan darah. Lily agak terkejut melihat hal itu. Ia sedikit heran karena melihat Pangeran Shun yang tampak baik-baik saja. Namun pikiran kalutnya dia buang jauh-jauh demi berkonsentrasi untuk penyembuhan Erdwan.


Selain keluarganya yang merupakan alkemis lily juga merupakan seorang healer yang berbakat. Karena itu pengaruhnya begitu besar terhadap kerajaan Frost ini. Namun kini tubuhnya sedang berada dalam fase terlemah nya. Ia merasa mananya semakin banyak terkuras namun ia tetap berusaha terlihat biasa saja dan tetap melanjutkan kegiatannya.


"Ini salahku, aku meninggalkannya begitu saja dan malah terlalu asik sendiri, karena itu dia terluka begitu parah..telat sedikit saja mungkin dia akan.."ucap Pangeran Shun menyesal, tenggorokan nya tercekat hingga tidak dapat meneruskan perkataannya lagi. Pangeran Shun pun mengepalkan tangannya dengan keras.


Lily melirik sekilas kearah Pangeran Shun kemudian tersenyum "tidak apa-apa, yang lalu biarlah berlalu dan kita jadikan hal itu sebagai pelajaran, kau jangan mengulanginya lagi untuk kedepannya..ini juga salah ku yang terlalu lemah hingga tidak bisa ikut bersama kalian.. namun lain kali aku akan berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi" ucap Lily dengan nada tegas namun tetap terpancar senyum diwajahnya.


BRUUKK!


Pangeran Shun tersentak kaget saat melihat gadis dihadapannya itu sudah terjatuh pingsan. Dia terlalu memaksakan diri untuk menyembuhkan Erdwan dengan tubuhnya yang lemah itu.


"Nona Lily" teriak Pangeran Shun sambil menepuk-nepuk pipinya pelan untuk menyadarkan gadis itu, namun tidak ada hasil apapun. Akhirnya dia memutuskan untuk memapahnya dan membawanya pergi ke tempat peristirahatannya di tenda lain.



.


.


.


*****


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2