
Mohon dibaca:
Harap bijak saat membaca...(◠‿◕)🙏
.
.
****
.
.
"Adrain Lepaskan!" Bentak lavender kasar pada sosok laki-laki yang berada di hadapannya.
Tetapi laki-laki yang bernama Adrain itu sama sekali tidak menuruti perintah lavender dan tidak mempedulikannya.
Nafas lavender tengengah-engah dan jantungnya terus menerus berdetak kencang. Dia merasa panik sekaligus takut terhadap sosok laki-laki yang berada di dekatnya. Tetapi dia bisa menutupi sebagian emosinya itu dengan sikap arogan yang dimilikinya.
Wujudnya tidak begitu menyeramkan hanya saja dia memiliki dua taring yang sangat tajam di antara gigi giginya. Apabila dia menggigit maka dapat dibayangkan betapa sakit dan perihnnya jika di tusuk dengan benda tajam setajam itu.
Laki-laki itu melepaskan gigitannya pada leher lavender kemudian menatap lekat wajah lavender yang dihiasi oleh raut wajah penuh emosi.
Dia tersenyum bengis, kemudian tertawa jahat.
"Hahahaha... tapi aku masih lapar, apakah kau tidak tahu rasanya menjadi seorang Vampir yang selalu haus akan darah? Apalagi darahmu yang ini sungguh nikmat, aku menyukainya... Jadi jangan pernah berharap untuk bisa terbebas dari jeratan ku," Ujarnya sambil tersenyum licik kemudian mengelus leher lavender yang masih penuh dengan darah menggunakan kedua jari tengah dan telunjuk nya.
"Hahhhh..." Lavender membuka mulutnya, membiarkan udara panas di tubuhnya keluar. Nafas yang keluar dari mulutnya itu mengepul layaknya asap karena berbaur dengan udara dingin.
Si Vampir Adrain itu malah melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, mengisap darah tuannya sampai dahaga yang dimilikinya sampai benar-benar sepenuhnya hilang.
Lavender memejamkan matanya kemudian tersenyum kecil.
"Aku tidak menyangka, kalau orang licik maka musuhnya akan lebih licik lagi, oh bukan musuh, tetapi rekannya..." Kata lavender dengan nada menyindir.
"Hmmh.... Hebat sekali bahkan kau sudah menganggap ku sebagai rekan, sepertinya kita memang harus bersama lebih lama lagi.."
"CK!! apakah kau tidak berfikir bahwa aku sudah memiliki tunangan? Jika ia mengetahuinya maka kau akan habis dibunuhnya!"
"Aku ragu kalau tunanganmu itu benar-benar mencintai gadis dengan sifat menakutkan seperti mu, sebaliknya dia pasti akan membuatmu ke tempat yang terasingkan di dunia ini, dan juga apa untungnya kalau aku mati? Bukankah kau malah akan kehilangan kesempatan untuk balas dendam?!"
Lavender memalingkan wajahnya kemudian mendorong dengan paksa tubuh laki-laki itu, tindakannya berhasil, Adrain jatuh tersungkur ke lantai tanpa perlawanan, karena dia menggunakan sihir saat melakukannya.
"Jangan pernah berkata sesuatu yang mustahil! atau kau akan langsung kubunuh! Masih banyak cara untuk membalas dendam tanpa menggunakan iblis kotor seperti mu! Jangan harap bisa mengambil alih diriku sepenuhnya!"
"Huh apakah kau bisa dengan mudah membunuhku?"
__ADS_1
"Ya!" Jawab Lavender dengan mantap tanpa keraguan.
"Coba lakukan sekarang! Aku tidak akan melawan sedikitpun," Tantangnya dengan serius, wajahnya benar-benar tidak menyiratkan sedikitpun kebohongan sehingga membuat lavender semakin tertantang.
Lavender langsung mendekat ke arahnya kemudian tersenyum licik.
"Matilah!!" Teriaknya sambil mengeluarkan pedang sihir yang sangat tajam dan langsung mengarahkannya ke arah vamiliar miliknya.
CRASHHH!!!
Cipratan darah langsung menghiasi wajah lavender cantik milik lavender. Kemudian dengan santainya dia mencabut pedang sihir miliknya kemudian menghilangkannya begitu saja.
Suara erangan kesakitan pun muncul menghiasi sekitar tempat mereka berdiri,bagi lavender itu terdengar seperti suara lantunan lagu sedih, namun terdengar begitu indah dan menyentuh, cukup untuk menghibur mood Lavender yang ia rasa sedikit kacau.
Sebenarnya pedang itu meleset dan menusuk bagian lengan kanan si Vampir, lavender sengaja melakukannya dan membiarkan vamiliar nya itu hidup.
"Kenapa kau tidak membunuhku saja? Artinya kau bahkan tidak bisa untuk membunuh seseorang kan? Kah bahkan tidak bisa membunuhku apa mungkin kau bisa balas dendam dan menyiksa dia?! Wah sungguh mimpi yang luar biasa!" Kata Adrain sambil memegangi lengannya yang sudah mengeluarkan begitu banyak darah.
"Aku membiarkan mu hidup bukanlah itu bagus? Apakah kau ingin aku membunuhmu sungguhan?!" Sergah lavender yang langsung membuat Adrain tersentak.
Ia tidak habis fikir bahwa majikannya akan sekejam ini memperlakukan nya, padahal yang ia inginkan adalah keadaan dimana dia yang berada di atasnya dan perempuan itu dapat dikendalikannya dengan mudah.
Rasa sakitnya pun tidak dapat dia tahan lagi, kekuatan wanita dihadapannya benar-benar tidak dapat di remehkan, bahkan mungkin saja dia tadi benar-benar akan dibunuhnya tanpa rasa takut.
Benar-benar wanita berdarah dingin, ia jadi curiga kalau dia sudah pernah membunuh orang lain, tetapi ia juga heran karena tidak melihat sedikitpun aura sihir hitam pada sihirnya.
"Hahhhh.. berikan aku darahmu.. kumohon..aku hauss..." Lirih Adrain kemudian terjatuh dari posisi duduknya, masih dengan posisi dia memegangi tangan kanannya yang ia rasa benar-benar sudah putus.
"Baiklah..." Jawab lavender kemudian langsung mendekati vamiliar nya yang sudah terbaring lemas karena kehilangan banyak darah.
Lavender menggigit dengan keras lidahnya, kemudian dia sendiri meringis karena merasa sakit. Dalam hitungan jari darah pun sudah banjir hingga berlomba ke luar membasahi bibirnya.
Lavender mendekatkan wajahnya ke wajah Andrian, kemudian dia memegang rahang laki-laki itu yang masih mengeram kesakitan.
Tidak perlu menunggu lama lavender segera memberikan darahnya kepada si vamiliar, dengan cepat vamiliar nya itu ******* bibirnya dan menghisap darah yang keluar sedikit demi sedikit dari lidahnya.
"Ughhhtt...masih..kurang.." katanya kemudian beralih ke leher dan menggigitnya.
"Hmphh hhhhh masih kurang..." ujarkan lagi kemudian menarik sedikit pita yang berada pada baju bagian depan Lavender dengan mulutnya.
Lavender hanya terdiam meskipun diperlakukan tidak senonoh seperti itu.
Namun ketika bra yang dipakai Lavender hampir dilucuti, dia segera menahan tangan lelaki itu dan langsung mencengkeram kuat rahang Adrain, kemudian menatapnya dengan tatapan membunuh yang luar biasa.
"Hohh rupanya kau benar-benar hewan!," Rutuk lavender.
Adrain tersentak kemudian menundukkan pandangannya tidak berani membalas, wanita dihadapannya itu bisa saja menghipnotisnya dan benar-benar menjadikannya sebagai boneka, itu adalah sesuatu yang paling dihindarinya.
__ADS_1
"Hei kau tahu, sepintar-pintarnya kamu menjebak ku, aku akan lebih pintar untuk mencari jalan keluar dan membalas balik kelakuanmu, karena itu menurut lah dan jadi anak yang baik," jelas lavender.
"...."
"Berdiri lah, sudah cukup untuk hari ini, aku sangat muak!" Titah lavender kemudian membenahi pakaiannya yang sempat terbuka dan acak-acakan.
Adrain kemudian berdiri sambil berdecak kesal karena merasa harga dirinya telah direndahkan.
Lavender masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dari noda merah yang mengganggu penciuman juga penglihatannya.
Setelah itu dia keluar menuruni anak tangga menuju lantai bawah untuk makan.
"Leca kemana?" Tanya Lavender pada salah satu pelayan yang lewat di hadapannya.
"Nona Alexa sedang pergi keluar putri..."
"Iyaa kemana?!" Bentak lavender pagi.
"K-ke tempat temannya di keluarga florist, ka-katanya dia mau belajar sesuatu disana," jawab pelayanan itu dengan gagap sambil menundukkan kepalanya karena takut setengah mati.
"Cih anak itu, bisa-bisanya keluar disaat malam hari penting seperti hari ini apa tidak ada hari lain untuk bermain!"Gerutu lavender sambil menatap kesal ke arah pelayan nya itu.
"Apakah kau ingin aku menjemputnya?" Tanya Adrain yang sudah ada di belakang lavender sambil mendekap erat tubuhnya.
"Tidak usah! Biarkan saja!" Balas lavender cepat.
Lavender jadi teringat sesuatu yang cukup penting untuk dilakukan oleh anak buahnya itu. "Ohh iya aku ingin kau melakukan sesuatu," Ucapnya sambil memberikan isyarat supaya Adrain mendekatkan telinganya pada mulut lavender.
Kemudian setelah itu, Adrain terbang entah kemana yang jelas sesuai dengan perintah yang diberikan lavender terhadap hewan itu.
"Kau, sini, tolong bersihkan kamarku yang sedikit berantakan!" Perintah lavender kepada pelayanannya.
Pelayan yang perintahkan itu malah gemetar ketakutan, dia tahu jelas dia hanya disuruh membersihkan kamar saja, tetapi kamarnya tuannya itu sudah seperti disuruh membersihkan TKP dalam suatu kasus pembunuhan, dimana tempat itu dihiasi dan didominasi oleh wanita merah pekat dan bau darah yang masih segar.
.
.
.
*****
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Alexa be like: makannya akutuh gak berani deket-deket kakakku lagi, karena itu...🙄😒