
*Di ruang makan keluarga..
"Alexa,karena umurmu sudah 10 tahun, Aku akan memasukkan kau ke akademi kebangsawanan Aldric." Ucap ayahku.
"Heee?" mendengar itu kemudian aku menatap ayah dengan tatapan bingung.
"Bukannya ayah dulu sangat menentang jika Leca di sekolah kan?kenapa sekarang ayah baru menyuruhnya belajar?" Kakaku langsung berbicara dengan bahasa yang dingin dan datar.
"Aku sadar setelah kejadian ini, Aku tidak ingin jika Alexa terus membuat ulah dan mempermalukan keluarga kita karena kebodohannya"
Aku yang sedang dibicarakan hanya dapat diam. Memang benar karena kejadian kemarin aku telah mempertaruhkan keamanan Pangeran Shun. Namun Aku berfikir dengan bersekolah di akademi Aldric aku akan bertemu dengan Pangeran Shun di setiap hari. Aku tidak sabar untuk sekolah!. Aku sangat menantikannya. Memikirkan itu membuat nafsu makanku bertambah dan aku segera makan banyak kali ini. Toh kemarin aku disiksa dengan makanan yang kurang enak dan kurang banyak.
"Jadi.. ayah kapan aku dapat berangkat ke sekolah?" Tanyaku antusias.
"Minggu depan" jawabnya singkat.
Aku melirik ke arah kakaku, kakaku yang ditatap olehku hanya diam namun tak tersenyum sama sekali. Aku menunjukkan jempol kananku padanya.
Setelah makan malam tadi aku segera menyiapkan bahan-bahan yang kuperlukan untuk sekolah.kakakku membantu ku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tapi aku tetap senang karena bantuannya.
Sekarang aku sedang bercermin di kamar tidur ku sendiri. Sebuah rok pendek selutut berwarna biru serta baju dengan lengan panjang berwarna cream dan pita berwarna biru di bagian dada,kini aku kenakan. Aku jadi mengingat diriku saat aku SMA aku sering menggenakan rok seperti ini. Aku berputar-putar untuk mengembangkan roknya. Pakaian ini memang luar biasa. Terlihat simpel dan nyaman untuk seragam sekolah.
"Itu hanya dapat kamu gunakan saat hari senin, hari hari lainnya kamu dapat menggenakan gaun bebas dan rapi" ucap kakaku. Aku hanya mengangguk tanda mengerti.
.
.
.
Meskipun dunia ini terlihat seperti tidak ada bedanya dengan bumiku yang dulu. Satu hal yang patut digaris bawahi. Ini adalah dunia yang berbeda dari bumi yang kutinggali sebelumnya. Tetapi ini memang adalah bumi yang dikelilingi oleh sebuah bulan dan mengelilingi matahari. Dengan kata lain, Ini adalah Isekai yang di ciptakan oleh author di dalam novel yang dulu ku baca!.
.
.
.
*Seminggu kemudian...
Pukul 07.00 pagi hari aku berangkat dengan kereta kuda milik ayahku ke istana. Hari ini adalah hari Senin. Dan hari dimana aku menggenakan seragam kebanggaan sekolah kebangsawanan kerajaan Frost. Dengan muka berseri-seri kami segera memasuki halaman besar sekolah itu.Nama sekolah itu adalah Akademi Aldric GilbertFrost, disana merupakan tempat para bangsawan terpilih atau orang yang beruntung untuk menempuh pendidikan.
__ADS_1
Aku turun dari kereta bersama kakaku bersama masing-masing pelayan kami lalu kemudian kereta kuda yang mengantarkan kami pun segera beranjak pergi. Kami segera masuk ke ruang utama dan kakakku segera memanggil kan seorang wanita untuk menjadi pemandu ku. Kini seorang pemandu berdiri disampingku dan kami pun berpisah menuju ke ruangan yang berbeda.
Aku dan pelayan serta pemandu itu sempat berkeliling bentar untuk mengenal sekolah ini. Setelah selesai dia menunjukkan kelasku pada ku.
"Nona Alexa disini adalah kelas anda, kelas putri raja dan para Nona/Tuan bangsawan lainnya" ucap orang itu. Aku hanya membalas nya dengan senyuman. "Sebelum itu anda dan lainnya harus berkumpul dahulu di aula Istana" ucapnya ramah.
"Baiklah, tolong antarkan aku kesana" ucapanku.
Aku masuk kedalam aula Istana dan aku hanya dapat terperangah melihat begitu banyak anak bangsawan. Aku tidak menyangka bahwa banyak sekali bangsawan di negeri ini. Semua yang berada disini kurang lebih ada 1000 orang dan mereka semua seusia dengan ku. Ini memanglah sekolah kebangsawanan tetapi aku heran mengapa ada beberapa anak yang terlihat sederhana dapat berkumpul bersama kami.
Setelah itu aku dan beberapa murid lainnya dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap anggota kelasnya nya berisi hingga 60 orang.
Dan kesialan seperti nya menimpa ku hari ini, aku bahkan sekelompok dengan orang yang yang memaksaku berdansa saat itu. Menyebalkan bukan?! Aku paling malas kalau berurusan dengan laki-laki lain selain Pangeran Shun. Kalian tahu tidak? Biasanya wanita yang bereinkarnasi ataupun masuk kedalam isekai seperti aku saat ini pada akhirnya berujung dekat dengan beberapa laki-laki yang membencinya ataupun dia jadi disukai oleh banyak pria kan. Yahh itu hanya pemikiran ku sih. Tapi kondisi harem adalah sesuatu yang paling aku benci.
*Karena.... Aku tidak bisa memilih kalau semuanya adalah COGAN>_<
Kami segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang ditunjukkan pemandu wanita tadi, yang katanya ruangan ini akan menjadi kelasku. Ternyata benar saja.
"Nona apakah mau saya temani tidak?" Tanya pelayan ku.
"Tidak usah, kau tunggu saja di tempat lain" jawabku.
Kalau tidak salah kelas Pangeran Shun Errent berada di seberang kelasku. Aku tidak sabar untuk mengintip nya setiap hari. Uwu...
Aku memilih tempat duduk dekat dengan jendela. Dimana tempat menjadi strategisku untuk melihat ke arah sebrang taman istana. Namun kalau aku ingin mengintip kelas Pangeran Shun maka aku harus membuka gorden dan menghadap ke arah belakang. Dan bila ini ku lakukan saat jam pelajaran tentunya sangat berbahaya.
Ruangan kelasku juga bersebelahan dengan Laboraturium istana. Ketika masuk kelas itu terlihat beberapa sofa dan terdapat di depannya sebuah meja kecil berbentuk persegi panjang yang terususun dengan rapi.
Jika diperhatikan lagi Tempat duduk tersebut membentuk huruf U, Kelas yang berisi enam puluh murid itu sangat luas dan terang, terdapat jua sebuah lampu gantung di atasnya. Aku menatap betapa panjangnya sofa tersebut, dan dibatasi hanya dengan pembatas lengan sofa dan meja berbentuk persegi, namun setiap satu sofa itu memiliki panjang sekitar 3 meter, memang sangatlah panjang bila digabungkan.
Di sudut belakang kanan ruangan itu terdapat sebuah lemari kayu berukuran besar dengan ukiran yang cukup unik. Dan itu berisi buku-buku yang cukup tebal dan beberapa barang yang mungkin diperlukan saat dimulainya pembelajaran.
Lalu akupun duduk di sofa pilihan ku yang bertepatan dengan jendela dan aku berhadapan dengan 'Orang pemaksa'.yahh kami berhadapan dengan anak bangsawan laki-laki "Humph" aku memalingkan mukaku dengan sengaja darinya, walaupun jarak diantara kami dapat dibilang tidak terlalu dekat.
" Hei, perkenalkan aku Keisha florist, kamu bisa memanggil ku Kecha" ucap seorang gadis kecil yang tiba-tiba saja menyapaku, ia berbicara sambil membungkukkan sedikit kepalanya.
Akupun mengalihkan pandangan ku padanya,Wahh dia terlihat sangat anggun.
"Aku Leca, Alexa kethzie" ucapku bangkit dari sofaku, dan membalas perlakuan nya.
__ADS_1
Dia pun duduk disamping ku. Dan duduk dengan anggun lagi. Saat aku melihatnya dia selalu tersenyum. Mereka disini terlihat tampak berbaur dengan yang lainnya tapi aku hanya diam di tempat sambil mengeluarkan sebuah buku bacaan, itu adalah novel yang aku beli susah payah dengan uangku di toko buku jalanan. Kenapa susah payah? Karena aku keluar menyelinap dari rumahku saat membelinya.T_T
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku karena terlalu banyak melamun, bisa-bisa kalau seperti ini aku akan ditegur oleh guru yang ada dihadapan ku sekarang.
"Heeei gadis bodoh aku bertemu lagi dengan mu rupanya" ucap seorang yang kukenal dan kini duduk di sofa samping kananku dengan bangku yang berbeda sambil tiduran.
"Natte?!" Pekiku. Sungguh menyebalkan bisa sekelas dengan nya.
" Kenapa anda tidak masuk ke kelas lain saja? Kenapa harus disini?"
"Apa yang kamu bicarakan? Jelas-jelas ini adalah satu satunya kelas bangsawan disini"
" Heee?? Bukannya yang lainnya masih ada??"
"Oh mereka adalah orang-orang yang tidak terpilih. Dengan kata lain mereka adalah para bangsawan yang terbuang"
*Natte terlalu kasar kalo berbicara ͡°ᴥ ͡°
"Lalu? Mereka semua kemana?"
"Mereka tetap bersekolah sih, tapi diluar lingkungan istana yang pastinya, mereka sekolah di sekolah biasa, namun jangan khawatir kualitas disana juga sangat bagus, pemerintah sendiri sudah menjamin nya, tidak jauh berbeda dengan disini. Yang terpilih disini hanyalah orang yang beruntung, berbakat dan terhormat, serta keluarga kerajaan atau orang yang memiliki undangan khusus"
"Em kalau tidak salah 60 persen dari dari kita di kelas ini adalah keluarga kerajaan, baik kerajaan dalam atau kerajaan tetangga" Kecha manambahkan.
"Ada juga ya, hal seperti itu.." ucapku dengan lemas. Aku berfikir bahwa dunia ini tidak ada bedanya dengan bumiku dulu. Semuanya dikendalikan dengan harta, kedudukan, dan hubungan. Ini tidak lah adil.
.
.
.
*****
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1