
Claire adalah seorang wanita yang memiliki keistimewaan karena dia bisa memanggil roh dewa dan dewi alam. Namun begitu dia akan mendapatkan konsekuensi atas perbuatannya itu. Usianya berkurang setengah dan warna rambutnya akan berubah putih menyeluruh.
Hari ini Claire melakukan hal yang gila dengan meminta berkat kepada Dewi bulan untuk anak perempuannya.
Dia menari di bawah bulan purnama semalaman tanpa henti. Tentunya hal itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Dummy dan Claoudie.
"Aku ingin dia mendapatkan kekuatan yang besar untuk menggerakkan hati semua orang," kata Claire sambil mencium anaknya.
Keesokannya dia dimarahi habis-habisan oleh Dummy karena telah melakukan hal terlarang yang berbahaya.
Sambil menundukkan kepalanya Claire menjawab, "Aku ingin dia mendengarkan ku, selain itu aku ingin membantunya karena dia selalu terlihat sibuk,"
"Kau ingin mengorbankan anakmu untuk banyak orang hanya karena dia?"
"Ya," jawab Claire dingin.
Dummy menghela nafas panjang lalu menyegel kekuatan besar yang ada di tubuh Alexa dengan kekuatannya.
Tanda itu berbentuk bulan sabit dan terdapat pada paha kiri bayi itu.
"Hanya aku yang dapat melepaskannya," kata Dummy pelan.
Claire mengangguk, "Aku akan menjodohkanmu dengan putriku,"
"Ehh?"
"Dewi bulan itu berkata dia harus bersama denganmu,"
"Tapi aku tidak bisa," balas Dummy melirih.
Karena yang aku inginkan hanyalah kamu. Batin Dummy.
Mulai saat ini aku akan menuliskan buku sebagai takdir putriku, aku harus menuntunnya agar tidak salah arah. Batin Claire.
***
Hari ini Rumah Duke Claoudie didatangkan dengan kedatangan seorang wanita cantik berambut merah dan membawa seorang anak kecil yang terlihat mirip dengan Duke Claoudie. Wanita itu mengatakan bahwa anak itu adalah Anek duke Claoudie.
Claire yang mendengar itu tidak bisa terima dan mengurung diri selama beberapa hari. Namun kemudian dia sadar kalau dia adalah seorang ibu yang harus menjaga kesehatannya untuk anaknya.
Meskipun begitu sejak saat itu Claire seperti boneka yang tidak berekspresi apapun lagi dan sifatnya menjadi sangat dingin.
Lagi-lagi Dummy hanya dapat diam sambil memendam semua kekhawatirannya dalam-dalam agar tidak lagi membuat Claire jatuh dalam masalah.
Tapi seorang anak bernama Lavender berhasil mencairkan hati Claire dan membuatnya hangat kembali.
"Ibunda, aku menyukaimu, aku akan melakukan apapun untukmu," kata Lavender sambil tersenyum.
Claire terdiam lalu memeluk Lavender erat, meskipun begitu Claire menangis karena merasakan sakit hati dengan kenyataan bahwa Claoudie sudah berhubungan dengan wanita lain.
***
Hari penculikan.
Claire tertekan karena terus disudutkan soal perselingkuhannya dengan Dummy. Padahal dia sama sekali tidak memiliki perasaan spesial pada Dummy sedikitpun. Selain itu Alexa juga dianggap bukan sebagai anak Duke Claoudie.
Dummy sudah mencoba menenangkannya tapi kali ini tidak bisa, Claire bahkan tidak mendengarkan apa kata Dummy sama sekali, karena tertekan Claire langsung meminum banyak obat tidur dan membuat dirinya tertidur.
Ketika bangun ternyata dia sudah ada di tempat lain bersama Dummy disampingnya.
__ADS_1
"Aku dimana?" tanya Claire.
Claire memutar pandangannya dan melihat sekelilingnya adalah hutan maple.
"Aku menculikmu untuk kabur dari mansion keluarga Kethzie,"
Claire yang terkejut lalu duduk dengan ekspresi kaget, "Kenapa?!"
Dummy tersenyum miris, "Kau tanya kenapa? Jelas karena aku tidak tahan melihatmu disiksa disana setiap hari, dia bahkan tidak mengromatimu sebagai istrinya, jika seperti itu lebih baik aku yang menggantikannya,"
"Dummy... kita adalah sahabat kau ingat? kamu melakukan hal ini berarti kau juga melukaiku, tidak ada bedanya dengan tinggal disana dengannya atau denganmu,"
"Aku akan memberimu kebahagiaan, selain itu tidak ada seorang wanita dan pria itu yang benar-benar bersahabat,"
"Ada,"
Dummy menatap Claire dengan bertanya-tanya.
"Kita," jawab Claire pelan.
Dummy tertegun lalu menggigit bibir bawahnya. Dia terlihat ingin sekali mengatakan sesuatu yang dia pendam selama ini.
"Aku mencintaimu, karena itu aku tidak bisa untuk tidak peduli padamu," kata Dummy.
Claire tersentak. Dia tidak menyangka bahwa Dummy memiliki perasaan seperti itu kepadanya.
Claire menyentuh pipi Dummy karena merasa bersalah. Namun Dummy malah menatap Claire lekat.
Dalam hitungan detik Dummy langsung mencium bibir Claire. Claire tersentak dan hanya dapat mematung, kemudian Claire langsung menampar pipi Dummy dengan keras.
Claire terlihat ingin menangis lalu beranjak dari sana.
Dummy tertegun melihat punggung Claire yang semakin menghilang, dia tidak dapat mengatakan apa-apa karena memang dialah yang sudah bersalah. Telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.
Dummy tersadar ketika Claire sudah menghilang dari pandangannya, akhirnya dia mengejar Claire untuk memastikan dia baik-baik saja.
"Maafkan aku, aku berjanji akan mengesampingkan segala perasanku mulai saat ini tidak peduli sebesar apapun rasa sakitnya," ungkap Dummy sambil memeluk Claire.
Claire yang menangis lalu tersenyum tipis. "Ayo kembali," kata Claire pelan.
Dummy menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak pantas untuk kembali dan melihat wajah Duke Claoudie. Dia merasa malu terhadap dirinya sendiri.
"Aku akan mengantarkanmu, aku tidak akan ikut bersamamu kali ini," balas Dummy.
Claire terdiam lalu mengangguk pasrah, meskipun sebenarnya dia tidak ingin kehilangan Dummy yang sudah lama berada disisinya.
Namun sebuah tragedi terjadi saat Claoudie menemukan mereka berdua. Claoudie berniat untuk membunuh Dummy karena telah menculik Claire tapi Claire melindungi Dummy.
Claire pun meninggalkan mereka berdua yang sebenarnya menyimpan rasa yang sama terhadapnya. Kematian Claire meninggalkan kepedihan dan dendam diantara mereka berdua.
***
Beberapa detik sebelum kematian Claire.
Dummy menatap Claire yang terbaring di pangkuannya dengan luka yang begitu banyak di tubuhnya.
Claire menggerakkan bibirnya untuk berkata sesuatu tetapi tidak berhasil didengar oleh Dummy.
"Jangan menangis," bisik Claire pada Dummy akhirnya.
__ADS_1
Dummy menatap Claire dengan tatapan berkaca-kaca, tangannya sudah bergetar hebat, dia juga menggenggam tangan Claire yang mulai melemas.
Dummy menahan tangisnya sebisa mungkin saat melihat wanita yang dicintainya itu hendak pergi meninggalkannya.
"Tidak... jangan pergi, jangan pergi tinggalkan aku, Claire katakan sesuatu! Claireeeee!" Teriak Dummy sambil memeluk Claire.
Setelah kematian Claire Dummy membawa tubuh Claire lalu mencari cara untuk menghidupkannya kembali, setelah sekian lama mencari barulah dia kemudian dia bertemu dengan Nekomata.
***
Hari ini adalah hari Claire pertamakalinya Claire dibangkitkan oleh Nekomata.
Dummy tertegun melihat sosok Claire yang bangun dengan tatapan yang sudah benar-benar mati dan kulit putih pucatnya, meskipun begitu rambut bergelombang pirang miliknya telah kembali lagi.
Dummy memeluk erat Claire. "Claire, mulai sekarang kau akan hidup bersamaku."
Claire mengangguk lalu melepaskan pelukannya. "Aku adalah alatmu kan,"
"Tidak... yah... kau tidak salah," aku Dummy pasrah.
"Biarkan aku tertidur dan jangan pernah menggangguku," kesal Claire.
"Ciaire..."
"Aku... aku akan membuatmu bertemu dengan anakmu nanti," ucap Dummy.
"Kau akan menikah dengannya?" tanya Claire yang berubah antusias.
"Y-ya,"
"Tapi aku tidak memaksa sih, kalau dia sudah punya seseorang yang dia sukai kita mundur saja,"
"Bukannya dia harus bersama saint?"
"Ya, kau benar, tapi... kurasa tidak ada salahnya jika mereka bersama, karena melarang seseorang yang saling mencintai untuk bersama bagiku adalah hal yang kejam,"
Dummy tersentak lalu menggenggam tanganya erat. "Kejam ya," ucapnya sambil tertawa miris.
"Dummy... sebanyak dan sebesar apapun hal yang kau lakukan untukku, hatiku tidak akan berubah dan aku tetap mencintainya," kata Claire pelan.
Dummy mengangguk lemas, "Aku tahu," jawab Dummy yang hampir tidak bersuara.
Sampai mati memisahkan alam mereka pun Dummy tetap tidak bisa mendapatkan hati Claire. Menyedihkan, tapi Dummy harus menerima kenyataan pahit itu.
.
.
.
*****
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1