
Dua tahun tahun kemudian...
"Telat setahun!" Ucap Pangeran Shun frustasi.
"Hahahaha santai Pangeran Shun," balas Pangeran Orion.
"Tidak terasa yah waktu kebersamaan kita akan berakhir," kata Pangeran Orion merangkul erat bahu Pangeran Shun.
"Iyaah, semuanya akan kembali seperti pada awal tapi tentu saja dengan keadaan yang berbeda," kata Elaine sambil tersenyum tipis.
"Iya juga sihh," kata Pangeran Shun sambil tersenyum kikuk.
Tepat hari ini Pangeran Orion dan Elaine akan menemani Erdwan dan dirinya ke kerajaan Frost. Sedangkan Elaine akan tetap di kerajaan Arrenthia mengabdikan diri sebagai salah satu penyihir agung kerajaan Arrenthia dan Pangeran Orion akan melakukan tugasnya sebagai tangan kanan raja seperti biasanya.
Sekarang mereka sedang berada di sebuah kereta kuda menuju ke luar batas kerajaan Arrenthia untuk melakukan teleportasi. Erdwan tertidur pulas sedangkan Elaine terus diam sambil menatap tajam ke arah Pangeran Shun, Pangeran Shun yang ditatap seperti itu hanya dapat mengalihkan pandangannya ke arah Pangeran Orion yang tengah sibuk membaca buku.
GEJLUKKK!!
Kereta itu bergoyang hingga membuat Erdwan terperanjat. "Apaan tadi? Apa ada monster?!" Pekiknya panik.
Pangeran Shun langsung menahan tawa melihat ekspresi Erdwan, "Hanya batu biasa," balas Pangeran Shun.
"Ohh... Gini nih pas lagi asik asiknya tidur diperjalanan, batu adalah pengganggu paling menyusahkan," cibir Erdwan.
Erdwan pun tidak lagi mengantuk setelah kejadian yang membuatnya terkejut tadi. Tiba-tiba terlintas di benaknya untuk menjahili Pangeran Shun.
"Pangeran Shun apa yang akan kau lakukan saat bertemu dengan Leca nanti? Apakah kau akan langsung mengatakan hal itu?" Tanya Erdwan.
Pangeran Shun tersentak kemudian mendelik ke arah Erdwan, "Tidak lah, aku tidak akan langsung melamarnya,"
"Kau akan membuatnya jatuh cinta setengah mati padamu terlebih dahulu?" goda Erdwan.
Pangeran Shun berdehem, tiba-tiba terlintas di pikirannya tingkah lucu Alexa ketika malu-malu saat bertemu dengannya.
"Kurasa tidak buruk..." Balas Pangeran Shun.
Pangeran Orion langsung memasang telinganya lebar-lebar, siapakah wanita yang mereka bahas itu?... Entah kenapa dia jadi ikut tertarik mendengarnya.
"Aku punya ide, sebentar aku akan membuat daftar kejutan yang akan membuat Alexa senang setengah mati,"
"Baiklah akan kutunggu daftarnya," jawab Pangeran Shun santai sedangkan Erdwan menyeringai penuh kemenangan, sepertinya Pangeran Shun sangat mudah untuk dijahili.
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya mereka pun tiba di perbatasan, Pangeran Shun dan Erdwan langsung turun dari kereta itu mereka berdua pun ikut berpamitan dengan pangeran Shun.
"Dadahh adikku semoga calon istrimu tambah cantik yah,"
__ADS_1
"Terimakasih kak, pasti dong!... kayaknya," kata Pangeran Shun tidak yakin.
"Tunggu dulu Pangeran, ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu," kata Elaine serius, membuat Pangeran Shun langsung menaikkan salahsatu alisnya.
"Bicarakan saja disini," Balas Pangeran Shun.
"Tidak, aku hanya ingin hanya empat mata saja," Kukuh Elaine.
"Baiklah," jawab Pangeran Shun pasrah.
Mereka berdua berjalan ke tempat yang agak jauh dari sana, Elaine pun berhenti di bawah salah satu pohon yang cukup rindang disana.
Elaine berbalik ke menghadap Pangeran Shun sambil menyibak poninya pelan, sejenak hembusan angin berpihak kepadanya, menggoyangkan rambut pirang bergelombangnya yang cantik. Dia tersenyum tipis ke arah Pangeran Shun lalu mendekat hingga beberapa centi ke arahnya.
Pangeran Shun sendiri bergerak mundur karena cukup trauma dengan kejadian dua tahun yang lalu, di saat dia kehilangan first Kissnya karena Elaine merebut paksa untuk mengambil ruh miliknya.
"Pangeran, aku tahu mungkin ini sedikit aneh dan membingungkan, tapi setiap kau berada di dekatku, aku selalu merasa nyaman dan hatiku berdesir lembut, jantungku terus berdetak kencang, selama beberapa waktu aku mengabaikan perasaan ini dan menyangkalnya dengan rasa dendamku, tapi kini perasaan itu semakin menguat..."
Pangeran Shun tersentak, tidak mungkin kan kalau Elaine ternyata selama ini Elaine diam-diam menyukainya?...
"Aku rasa... Mungkin selama ini aku telah menyukaimu, aku bukan menyukaimu sebagai teman atau tuanku, tapi aku menyukaimu sebagai seorang wanita yang menyukai seorang pria, karena itu aku ingin mengutarakan isi hatiku yang selama ini menggangguku, aku mencintaimu Pangeran," ucap Elaine lagi sambil meninju kasar dada Pangeran Shun.
"Uhh sakit!" Pekik Pangeran Shun.
"Tidak sesakit perasaanku yang selama ini hanya sepihak," kata Elaine yang membuat Pangeran Shun merasa semakin bersalah.
"Itu tidak akan pernah terjadi," balas Pangeran Shun lagi sambil mengacak-acak rambut Elaine.
"Yaudah ayo kita kembali," ajak pangeran Shun namun tangannya tiba-tiba di tahan oleh Elaine.
"Kau tidak ingin menjawab perasanku?" Tanya Elaine dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus. Pangeran Shun tersentak, baru kali ini dia melihat gadis itu terlihat seperti seorang gadis. Aihh sudahlah...
"Maaf, Aku tidak bisa..." Balas Pangeran Shun kemudian beranjak pergi meninggalkan Elaine.
Elaine terdiam, tubuhnya benar-benar bergetar hebat, kali ini dia barusaja ditolak oleh seseorang yang menjadi cinta pertamanya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini perasaan sepihaknya itu sudah mendapatkan kejelasan.
"Pangeran... Mungkinkah kau membenciku karena aku hampir membunuhmu?" Lirihnya sambil menatap bahu Pangeran Shun yang mulai menghilang.
.
.
.
"Yooo kawan!! Abis bicara apaan kalian?!" Tanya Erdwan yang langsung menyambar punggung Pangeran Shun.
__ADS_1
"El suka padaku hiks..." kata Pangeran Shun sambil berurai air mata haru.
"Sudah kuduga," kata Pangeran Orion sambil tertawa kecil.
"Kenapa kau merahasiakannya!" Kata Pangeran Shun sambil mengguncangkan bahu Pangeran Orion.
"Habisnya jika kau tahu nanti kamu bisa steres sendiri kepikiran tuh cewek,"
"Wah kau sungguh baik saudaraku! Aku mencintaimu!" Kata Pangeran Shun lagi dengan tatapan berkaca-kaca.
"Eeee... sayangnya aku bukan gay!" balas Pangeran Orion membuat raut wajah Pangeran Shun berubah masam.
"Hahahaha ditolak sehabis menolak," goda Erdwan sambil menyeringai kecil.
"Oke saatnya kita pergi," kata Pangeran Shun pada Erdwan, Erdwan pun mengangguk, kemudian mereka berdua masuk ke dalam kereta kuda yang lain.
"Dadahh adikku!!" Kata Pangeran Orion sambil melambaikan tangannya.
Pangeran Shun dan Erdwan pun membalas lambaian tangan itu.
"Yaampun, dia seumuran denganku tapi terus menyebutku sebagai adik," gumam Pangeran Shun sambil terkekeh.
"TADAAA!!!!! Sudah siap daftar rencananya!" kata Erdwan sambil menyerahkan sebuah gulungan kecil kepada pangeran Shun.
Pangeran Shun membuka gulungan itu namun gulungan itu ternyata terus menjuntai sampai menyentuh kaki Pangeran Shun.
Pangeran Shun tersenyum jengkel, "Kau bercanda?..." Tanyanya pelan, mencoba untuk bersabar.
"Tidak, itu adalah hal-hal yang disukai oleh kebanyakan wanita, aku mencatatnya dari buku kencan yang aku dapatkan di perpustakaan kerajaan Arrenthia,"
"Yayayayahh terserah mu," balas Pangeran Shun sambil memutar bola matanya jengah.
Seketika wajahnya memerah ketika membaca sesuatu yang tertera disana, "KAU BERCANDA KANNN!!" Teriaknya keras pada Erdwan yang spontan menekan daun telinganya dengan kedua tangan.
.
.
.
*****
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...