Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 60 : Perlawanan 1


__ADS_3

"HAP!"


"Kau tidak apa-apa nona?" tanya seseorang dari belakangku. Aku menoleh kemudian terperanjat.


"El Elissa??!!!!" Pekikku. Dia pun tersenyum kecil mendengar ucapanku.


"Syukurlah aku datang tepat waktu sebelum nona terluka." Katanya sambil menurunkan aku dari gendongannya.


Dia berlari kearah depanku kemudian ikut menyerang mereka bertiga. Sekarang lawan mereka seimbang, tetapi tidak dengan kekuatannya.


Mustahil, padahal aku sudah lama tidak melihat Elisa lagi, dia hilang tanpa kabar sedikitpun yang dia tinggalkan untukku saat aku sedang dalam masalah, tetapi kali ini dia kembali untuk melindungiku.


Haruskah aku menerima dengan mudah kedatangan atau marah? tapi jika aku tiba-tiba marah maka aku tidak akan disalahkan olehnya... namun jika aku melakukan hal itu aku justru tidak lebih baik daripada orang jahat, karena memarahi pelayan yang melindungiku.


Aku menggelengkan kepalaku sekuat tenaga, aku benar-benar harus fokus untuk membantu mereka.


Musuhnya itu hanya ada tiga orang, tetapi dari mereka sama sekali tidak tumbang sedikitpun, sedangkan dipihakku ada Chaser, Adrain, dan Elissa yang sudah mati-matian untuk bertahan melawan mereka dan juga melindungiku, pangeran Zio dan Lily, dia sedang mengobati kakakku yang sedang terluka.


"Pangeran Zio..." aku melihat kearahnya yang masih menatap mayat kakakknya dan orangtuanya dengan tatapan hampa.


Tawa jahat pun menggelar dalam istana itu. aku langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang laki-laki yang tampan dan berwajah menakutkan.


"Aku sudah bosan dengan pertunjukan ini, habisi saja mereka sekali serang!," perintahnya, kemudian langsung dituruti oleh tiga orang yang menyerang kami.


"Chaser!! Elissa!!." Pekikku ketika melihat mereka tumbang dalam sekali serang. aku berlari menghampiri chaser yang terluka kemudian memapahnya untuk diobati oleh lily.


"Kau-" Kata pangeran Zio kaget melihat siapa orang yang baru datang. Pandangannya berubah sinis dan penuh kebencian terhadap orang itu.


Aura di dalam istana ini semakin terasa menusuk dengan hawanya yang dingin dan temaram karena beberapa lampu sudah mulai rusak. Seluruh tempat terlihat penuh dengan lautan es yang membeku dengan begitu liar. Pangeran Zio benar-benar telah dipenuhi oleh amarahnya yang tidak akan terkendali.


Aku hanya tertegun melihat itu, sebenarnya siapa orang yang baru muncul itu. Jangan bilang dia pelaku penyerangan ini...


"Dasar biadab!!" teriak Pangeran Zio kemudian langsung berlari menyerang orang itu. Dengan cepat seorang wanita cantik yang datang bersamanya menghalau dan menyerang balik Pangeran Zio.

__ADS_1


BUGGHHHH


Aku tidak menyangka serangan Pangeran Zio yang begitu menakutkan, berhasil ditangkas hingga membuatnya terpental dengan mudah tanpa perlawanan yang berarti. Dia terjatuh dengan hentakan keras yang melukai dan merobek lengannya.


Aku membelalakkan mataku melihat hal itu segeraku dekati Pangeran Zio lalu membantunya berdiri.


Dia meringis kesakitan dan berdesis memenangi tangannya yang terluka. Tatapan matanya masih terasa sangat dingin dan menakutkan. Dia menatapku dengan tatapan kebencian.


Segitu bencinya kah dia kepadaku?!


"Sudah kubilang untuk tidak mempedulikan aku!!" bentaknya dihadapanku. Lalu dia mendorong kasar tubuhku hingga membuatku mundur beberapa langkah darinya.


Aku terdiam sambil menatapnya prihatin.


Kini darahnya yang menetes dilantai itu berubah menjadi kristal es tanpa diperintahkan.


"Ahhhggggg!" erangnya sambil terus menahan rasa sakitnya.


Aku terdiam sambil menatap lily yang masih mengobati luka Chaser. Aku merasa tidak berguna di saat seperti ini, tidak dapat membantu siapapun yang membutuhkan bantuan.


Seseorang yang masih muda diantara mereka mencengkram erat rahangku, "Wah-wah... aku tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan dua putri Duke Claoudie yang terkenal kuat itu..." ucapnya sinis.


Aku hanya terdiam membisu, sepertinya dia mengenal ayahku dan ibuku di sini, dan aku sama sekali tidak tahu-menahu tentang orang ini.


Kugigit tangan tangan orang itu dengan keras. Tindakan ku berhasil, dia melepaskan tangannya yang menghalangiku untuk berbicara. Namun tatapannya berubah menjadi lebih menyeramkan. "Apa mau mu!" kataku sambil menatap tajam kearah orang itu.


"Felix!" Cegah pangeran Zio sambil menarik lengannya kasar.


"Diam! kau jangan ikut campur! Seharusnya kau senang karena hanya kau yang kubiarkan hidup!" bentaknya kasar.


"..." Pangeran Zio pun diam sambil mengepalkan salahsatu tangannya keras.


"Bila kau butuh perintah, maka akan kuberikan kau perintah, bila kau butuh kasih sayang maka aku akan memberikannya dengan senang hati padamu, kalau kau membutuhkan perlindungan maka kau akan kulindungi, adikku... menurutlah dan jadilah adik yang baik,"

__ADS_1


"tidak! kau tidak pantas menjadi kakakku!" elak pangeran zio tidak setuju.


Seketika aku membelalakkan mataku, jangan bilang dia adalah pangeran ke-tiga yang katanya dikurung dan dipenjara di istana pengasingan bersama ibunya.


"Kau dipenuhi kebencian dan keserakahan, kau membunuh ayahmu dan saudaramu sendiri dengan tangan kotormu yang menjijikkan!" maki Pangeran Zio.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan karena kau tidak pernah menjadi diriku, kau tidak akan tahu rasanya diasingkan dan dibenci oleh banyak orang!!"


"Aku..."


"Kalau kau tidak ingin mendukungku maka lenyaplah!" Tukasnya sambil menebaskan pedangnya ke arah Pangeran Zio.


"Tidak!!! Jangan!!" Cegahku yang langsung didengar oleh pangeran Felix.


Pangeran Zio menatap datar kearahku kemudian memalingkan wajahnya. Aku menghela nafas panjang.


"Sate!" teriakku langsung membuat mereka semua terkejut.


Dengan cepat Sate datang sesuai perintahku, lalu aku mundur dengan cekatan.


"Eternal Light Explosion!" teriakku sambil mengarahkan senjataku kepada mereka. Secepat kilat anak panahku berubah menjadi 5 buah, kemudian menyerang mereka semua tanpa sempat menghindar.


.


.


.


*****


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2