Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 23 : Tentang Saint


__ADS_3

Keesokan Harinya...


Siang ini adalah waktu jeda dari pelajaran ku. Aku sengaja memisahkan diriku dari dua orang yang selalu menjadi temanku. Kini aku hanya duduk dimana Pangeran Shun biasanya berlatih pedang dengan pengawalnya, Erdwan.


"Aneh yaa kata mereka, Pangeran Shun sering terlihat disini.." bisikku pada diri sendiri.


Berkali-kali aku memutarkan pandangan ku ke sekitar namun selalu nihil. Sudah 15 menit aku menunggu kedatangan salah satu saja dari mereka namun tidak ada satupun yang menampakkan batang hidungnya kepadaku. Kalau seperti ini terus waktu istirahat ku akan segera habis. Lalu aku segera beranjak dari tempat duduk ku di tempat itu dan kemudian pergi dengan langkah berat.


"KYAAA !!KYAAA!KYAAAAAAA!!"


Aku reflek menutup telinga ku karena mendengar suara yang sangat memekakan telinga normalku. Baru saja aku berjalan tidak jauh dari tempat dimana aku menunggu tadi, aku sudah merasa terganggu dengan suara lengkingan para wanita yang paling menyebalkan. Aku memutar pandangan ku sekitar kemudian melihat beberapa kerumunan wanita.


"Suara keributan ini, jangan-jangan di dekat sini terjadi sesuatu."


Akupun berkumpul diantara kerumunan wanita yang seumuran dengan kakakku, bisa dibilang mungkin mereka satu tingkat dengan kakkaku.


Ohh ayolah masa kalian tidak mau mengalah dengan anak kecil...Pikirku saat aku merasa terjepit dan terdesak oleh kerumunan itu sedangkan yang lainnya acuh tak acuh saja saat melihat ku.


Setelah berhasil melewati mereka yang kudapati adalah Pangeran Kenn yang sedang berlatih pedang bersama pelatihnya.


Ku kira apa. Huh. Bahkan pangeran Shun lebih keren daripada ini. tetapi Pangeran Shun selalu berlatih bersama Erdwan di tempat yang sepi. Batinku menggerutu.


"Huh Pamer!" Cibirku. Kemudian berbalik dan hendak melangkah pergi dari sana.


"Heeei adik kecil!" Ucap seorang gadis yang memanggilku sambil tersenyum lebar. Dia menepuk bahuku sangat kencang sekali sampai tubuhku hampir terjungkal mencium tanah. Akupun mengalihkan pandangan ku dengan sebal pada si pemilik suara.


"Kau_"


"Bagaimana kabarmu sekarang? Eh kamu sekolah disini ya? Wahh tidak kusangka yaa kita bertemu lagi. Oh iya kamu sedang apa? Apa kamu melihat Pangeran Kenn juga?" Tanyanya tanpa titik koma. Sehingga aku yang mendengarnya harus mencoba mengingat apa yang barusaja dikatakan oleh wanita dihadapan ku ini dengan sabar.


"Ba baik..uhh kurasa tidak" Jawabku akhirnya sambil memalingkan wajah ku menyembunyikan ekspresi jengkel ku yang sudah hampir mencapai batasnya.


Anak muda yang satu ini menyebalkan, bicaranya terlalu ngegas. Aku jadi bingung jawabnya. Batinku.


"Hoiiii" Ucap Pangeran kenn melambai kearah Lily. Hmm ternyata mereka sudah saling mengenal. Aghhh iyaa pas waktu di pesta, aku kan diculik ** jadi tidak tahu soal mereka. Pangeran Kenn berjalan kemari dan disambut oleh Lily Collans.


Aku menatap tajam kearah Pangeran Ken meminta penjelasan. Harusnya sebagai tunangan kakak ku dia tidak boleh sembarangan akrab dengan wanita lain selain kakakku tanpa sepengetahuannya. Sementara Pangeran Kenn melihat ku sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Nona Alexa Kethzie kan?" Ucap Pangeran Kenn sambil menggaruk tengkuknya. Aku hanya mengangguk. Dasar pikun! Baru saja bertemu beberapa Minggu yang lalu malah sudah lupa namaku. Lagipula aku adalah calon adik iparnya. Tapi dia sama sekali tidak mencoba mengenali namaku.


'Dasar otak udang!pikun! Pelupa kpkwhseyshakwhkvf......' rutuk ku dalam hati.


Ah sudahlah aku benar-benar kesal dengan bertemu mereka berdua. Saat ini mood ku sudah hancur berkeping-keping. Bahkan saat aku melihat ke arah Lily aku bisa melihat dia sudah jatuh hati dengan Pangeran dihadapan ku ini entah karena apa.


Pangeran Kenn sedikit membungkukkan badannya kemudian mengelus puncak kepalaku ku dengan pelan."Tenanglah dia hanyalah teman sekelas ku nona kecil" Kata sang Pangeran sambil tersenyum simpul .Sepertinya dia dapat membaca pikiran ku dengan tepat tadi.


Kemudian aku hanya membulat kan mulutku sebagai tanggapan atas penjelasan singkatnya itu.


"Setelah ini kami mau kepustakaan istana, apakah kamu mau ikut bersama kami nona kecil?" Ajak pangeran Kenn sambil kembali berdiri tegak.


"Ehh boleh?" Tanyaku dengan antusias. Entah kenapa aku merasa justru ke perpustakaan istana aku akan menemukan sedikit informasi tentang Pangeran Shun, setidaknya tentang apa itu Saint. Ini adalah kesempatan bagus!aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Dengan ini aku bisa intip intip informasi tentang pangeran Shun!


"Tenang saja, aku kan juga kesana" ucap lily meyakinkanku.


"Te terimakasih"


Perpustakaan istana tidak terlalu jauh dengan tempat kami saat ini. Kami hanya berjalan sekitar ±150 m dari tempat tadi. Aku melihat pemandangan yang sejuk dan segar saat menuju kesana, banyak terdapat bunga lavender disini. Hal itu membuat ku jadi teringat dengan kakakku. Pasalnya nama mereka sama-sama Lavender. Yahh meskipun demikian, dia menyukai bunga mawar. Karena itu, tidak heran di halaman rumah kami terdapat banyak tanaman bunga mawar yang tertata dengan cantik dan rapih.


Kami menuju perpustakaan istana tujuan kami dengan berjalan santai dan sesekali mereka bercengkrama. Aku hanya diam memperhatikan saja.


Aku langsung segera membaca buku itu, dari situ aku tahu bahwa saint muncul selama 5000 tahun sekali, dan mereka memiliki hidup yang singkat . Hanya sekitar 100 tahun karena konsekuensi dari kesempurnaan sihirnya yang luar biasa. Kebanyakan manusia disini memiliki umur ±500 tahun, Dengan usia dewasanya 25 tahun, penyihir memiliki masa hidup yang agak sedikit singkat dari manusia biasa, sekitar 450tahun.


Dari buku ini aku mengetahui bahwa Saint dapat menjadi sebuah senjata mematikan untuk menghancurkan sebuah negeri, ataupun sebaliknya dan Saint dapat memiliki dan menguasai semua jenis sihir elemen. Entah kapan dan karena takjub atau apa, aku menjatuhkan buku yang ku genggam kini. Pikiranku menjadi tak karuan saat membaca buku itu.


"Ada apa Nona Alexa?" Tanya Pangeran kenn mencoba menyadarkan diriku dari lamunanku.


"Alexa? Alexa!" Lily menggoyang goyangkan kedua tangannya dihadapan ku tapi aku tetap diam saja dan tidak merespon mereka sama sekali.


Aku hanya sedikit merasa syok karena tau manusia disini memiliki umur yang sangat panjang. Sedangkan Saint seperti Pangeran Shun hanya dapat hidup 100 tahun, yaa itu adalah umur yang sudah sangat tua di duniaku dulu. Namun bukan itu masalah nya.. dengan mengetahui hal itu saja aku sudah dapat membayangkan kalau aku akan menghabiskan hari-hari kelam ku tanpa dirinya selama kurang lebih 400 tahun kedepan. Itu adalah mimpi buruk bagiku... sangat sangat buruk.


Pangeran Kenn kemudian memungut buku yang ku jatuhkan tadi. Lalu setelah itu dia memperhatikan dengan seksama judul bukunya.


"Aku tidak mengerti kenapa reaksimu seperti itu" Pangeran Kenn dengan santai lalu membuka halaman buku itu satu persatu.


"Buku ini,... tidak seharusnya berada di sini, ini adalah buku rahasia milik kerajaan, aku saja tidak diperbolehkan untuk membacanya.. lagian yang digunakan disini adalah huruf latin, meskipun aku mencoba membacanya akupun tidak akan bisa tau apa itu tulisannya" ucap Pangeran kenn sambil terheran.

__ADS_1


Dia beralih menatap ku dengan wajah curiga karena reaksi ku tadi. Alisnya menaut menjadi satu kemudian ia bertanya dengan wajah yang menuntut penjelasan atas sikapku barusan. "Apakah kamu dapat membacanya?"


Aku tiba-tiba mengeluarkan air mata sambil menggelengkan kepalaku sekuatnya.


Bukannya aku ingin berbohong, hanya saja aku melakukan itu karena aku takut akan ada masalah jika aku berkata jujur. Aku tidak ingin terlibat apapun dengan mereka apalagi jika itu melibatkan Pangeran Shun. Reaksi ku tadi sepertinya membuatnya semakin merasa curiga.


" Huhu hiks hiks..." Aku terus menangis saat melihat tatapan Pangeran Kenn yang sepertinya akan memakanku hidup-hidup. Tapi aku menangis bukan karena itu, yang jelas aku hanya tidak ingin semua hal yang kubaca tadi itu adalah kenyataan.


"Cup cup cup" ucap lily sambil memelukku. Dia mengira aku menangis karena ulah Pangeran Kenn, sehingga tanpa pikir panjang dia memukul wajah Pangeran Kenn.


"Ouchh sakit tau, lilyyy" ucap Pangeran kenn sambil memegangi pipi kanannya.


"Menakut nakuti anak kecil itu tidak baik Pangeran" ucap Lily sambil memejamkan matanya dan mendengus kesal lalu menuntunku menjauh dari tempat Pangeran Kenn berdiri tadi.


"Sebaiknya kita segera pergi saja dari sini"Lily berkata sambil tersenyum jengkel ke arah Pangeran Kenn.


Sementara Pangeran Kenn yang ditatap nya sudah menciut nyalinya dan hanya menatap balik dengan mata berkaca-kaca seolah-olah mengatakan "aku tidak tahu apa-apa..jangan salahkan aku, aku hanya bertanya saja.."


Kami segera beranjak dari situ dan pergi menuju ke ruangan kelasku."Nona Alexa, kalau dia menakut-nakuti mu lagi, aku akan menghajarnya habis-habisan sampai dia menyesal telah mengganggumu" Lily tersenyum mencoba menenangkan ku. Sedangkan tangisan ku sudah terhenti dan aku hanya terus-terusan mengangguk saja menanggapi ia bicara.


Tidak lama setelah itu aku melihat seorang gadis kecil menuju ke arah ku,dan dia adalah Kecha."Alexa!" Panggil Kecha yang sudah ada dihadapan ku saat ini.


"Kemana saja kamu? Apakah kamu mau bolos kelas hari ini? Ayok buruan kita sudah mau masuk lohh" Titahnya sambil menarik tanganku. Aku membalikan pandangan ku menatap Lily kemudian melambaikan tangan ke arahnya dan dibalas oleh Lily dengan senyuman yang merekah lebar dibibir nya.


"Hehe iya aku lupa" ucapku sambil menepuk jidatku kemudian menatap Kecha sambil nyengir kuda.


.


.


.


*****


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2