Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 108 : Ekstra Part 1 (Dummy to Claire)


__ADS_3

Beberapa puluh tahun lalu, jauh sebelum Alexa Kethzie lahir;


"Aku mencintaimu!" Teriak seorang pria muda pada seorang gadis kecil di dekatnya.


Gadis itu tertegun sejenak lalu tersenyum, "Terimakasih, tapi kita adalah sahabat, kita tidak bisa bersama dengan hubungan yang lebih dari ini," jawab gadis itu sambil mengulurkan kari kelingkingnya.


Rupanya gadis kecil itu menganggap bahwa hal itu hanyalah candaan anak kecil belaka.


Laki-laki muda itu menyahuti uluran tangannya dan jadi mereka tertaut.


"Kita adalah sahabat, tidak lebih," ucap mereka berdua sambil tersenyum.


Mereka berdua adalah sepasang teman yang sudah dekat sejak mereka kecil. Karena asal usul Dummy tidak jelas keluarga Clairene mengadopsinya bukan sebagai anak, melainkan sebagai penjaga Claire.


Claire disebut-sebut sebagai putri cantik yang selalu terkurung di dalam mansion sendirian, tetapi sejak adanya Dummy mereka berdua jadi sering bermain berdua.


Hingga suatu hari ketika mereka beranjak dewasa cinta diantara mereka membuat rumit hubungan mereka, Claire jatuh cinta pada seseorang anak laki-laki yang terlihat keren dimatanya sedangkan Dummy menyukainya diam-diam.


***


"Hey ku dengar kau akan menikah, apakah itu benar?" tanya Dummy pada sahabatnya.


Claire tersenyum lebar, "Ya, aku akan menikah dengan pangeran pujaanku,"


"Apakah dia benar-benar seorang pangeran?"


"Ya," jawab Claire.


Dummy terdiam sambil mencengkram erat cangkir kopi yang dia pegang.


***


"Claire ini bunga seroja untukmu, aku bersusah payah mengambilnya loh," kata Dummy sambil memberikan Claire beberapa tangkai bunga seroja yang Claire sukai.


Claire tidak menggubris dan fokus memandangi ke arah lain. Disana terdapat seorang pria muda dengan wajah tampan dan mata merah serta senyum yang menawan sedang berbicara karena urusan bisnis dengan ayahnya Claire.


Dummy terdiam lalu menaruh tangkai bunga Seroja itu di vas bunga yang penuh dengan air.


"Itu adalah calon suamimu?" tanya Dummy.


Claire mengangguk dengan senang.


"Aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama, lalu aku meminta ayah menjodohkan aku dengannya," kata Claire senang.


"Dia setuju?"


Claire mengangguk lagi.


"Hmm ini mencurigakan, kurasa dia memiliki maksud tersendiri,"


"Aku tidak peduli hehe," kata Claire sambil cengengesan.


Dummy terdiam lalu ikut menatap laki-laki muda itu tanpa banyak bicara.


***

__ADS_1


Hari ini pertemuan sekaligus perkenalan Claire dengan tunangannya Duke Claoudie.


Claire tampak begitu senang dan menyambut Duke muda Claoudie dengan hangat. Sedangkan Claoudie menerima sambutan hangat gadis itu dengan sikap dinginnya yang dinilai Claire sangat keren.


"Pakaian mu tidak buruk dan tampangmu lumayan, kurasa tidak rugi jika aku akan menikahimu,"


Claire terdiam mencoba memahami perkataan Claoudie, "Maksudnya tidak rugi apa ya?" tanya Claire pelan.


Claoudie tersenyum miring, "Kau tidak tahu? Kita akan menikah hanya karena alasan politik, tidak lebih, karena itu jangan harap kita bisa saling mencintai satu sama lain," tegas Duke Claoudie.


Claire terdiam. Tangannya bergetar dan tatapannya berubah menjadi kabur karena air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Ya, aku juga pasti tidak akan pernah mencintaimu," jawab Claire berbohong.


Dummy yang tidak sengaja mendengar ucapan mereka langsung terdiam. Tangannya mengepal dengan sangat keras.


***


Hari ini adalah hari pernikahan Claire dengan Duke Claoudie.


Claire tampil dengan gaun pengantin yang cantik dengan aksen warna emas. Terlihat juga rona bahagia di wajahnya.


Dummy yang berdiri di dekatnya hanya bisa mengagumi wanita itu dalam diam. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap menyimpan perasaannya seumur hidupnya.


"Kau sangat cantik Claire," puji Dummy.


Claire tersenyum miris, "Andai tuan Duke yang memujiku," lirihnya pelan.


Hingga akhir resepsi pernikahan pun Duke Claoudie tidak berkomentar apapun tentang penampilan istrinya itu.


***


Dummy berusaha diam dan tidak mengambil tindakan untuk menenangkan Claire yang sedang menangis tersedu.


"Aku harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa diabaikan terus," gumam Claire sambil berlari ke arah lemari yang berisi obat-obatan.


"Kau mau apa Claire, sebaiknya kau lebih menjaga kesehatanmu sendiri, jangan terlalu sering mengonsumsi obat tidur, jangan terlalu sering memakai obat penenang, perhatikan dirimu!" cegah Dummy pada Claire.


Claire terdiam sambil menatap Dummy.


"Kenapa aku bisa mencintainya? kenapa aku tidak mencintai laki-laki yang lebih baik darinya saja Dummy," sesal Claire sambil menangis.


Tidak lama setelah itu Duke Claoudie masuk ke kamarnya untuk mengambil dokumen yang ketinggalan dan melihat mereka berdua.


Duke Claoudie menghembuskan nafas kasar lalu segera pergi dari sana. Lagi-lagi Dummy diam dan tidak berniat meluruskan kesalahpahaman kecil itu.


***


Hari ini adalah hari bahagia Claire karena mengandung anak pertamanya.


Dummy mengetuk pintu pelan untuk mengantarkan makanan namun tidak mendapatkan jawaban dari Claire.


Akhirnya Dummy langsung masuk dan meletakkan bubur ayam di dekat Claire yang masih tertidur pulas.


Dummy mencuri pandang ke arah Claire lalu tersenyum tipis. Setelah itu Dummy mengganti vas bunga Seroja di dekat jendela dengan bunga Seroja yang baru.

__ADS_1


Setelah itu Dummy langsung beranjak keluar dari kamar Claire namun tiba-tiba Claire muntah-muntah sehingga membuat Dummy langsung menolong wanita itu.


Anehnya Claire membuat wajah yang tidak biasa, dia tersenyum senang sambil memegangi perutnya.


"Dummy aku hamil hehe," kata Claire sambil nyengir kuda.


Dummy mematung sambil menatap Claire, dia tidak percaya bahwa Claire benar-benar mengandung mengingat tingkah Duke Claoudie yang tidak ingin menyentuh Claire sama sekali.


"Kau habis melakukan apa?" tanya Dummy dengan bibir bergetar.


"Rahasia," jawab Claire masih dengan senyumannya.


Tiba-tiba dari sebrang pintu terdengar suara benda yang terjatuh. Dummy langsung mengecek untuk memastikan siapa orangnya namun tidak ada sama sekali orang di sana, namun sebenarnya Dummy tau kalau itu adalah Duke Claoudie yang habis menguping pembicaraan mereka.


***


Beberapa bulan berlalu Claire sangat menjaga anak dalam kandungannya itu dengan baik. Namun suatu perdebatan terjadi sehingga membuat batin ibu hamil itu sangat tertekan.


Siapa yang tahan melihat orang yang dicintainya tersiksa apalagi Dummy melihat jelas di tangan dan leher Claire terlihat sebuah lebam.


Dummy pun pergi menemui Duke Claoudie untuk memperingatkannya agar tidak kasar terhadap istrinya sendiri.


Namun Duke Claoudie memutarbalikkan fakta dengan menuduh dia berselingkuh dengan istrinya.


"Aku tidak menyentuhnya sama sekali!" kata Dummy membela diri.


"Kau pikir aku percaya setelah melihat kedekatan kalian selama ini? Aku juga belum pernah menyentuhnya, pelacur seperti dia bukanlah sudah untung jika kubiarkan tinggal di rumah," kata Duke Claoudie.


Dummy reflek meninju wajah Duke Claoudie karena kesal setelah itu pergi begitu saja.


Sedangkan Duke Claoudie merasa dipermalukan oleh tindakan Dummy yang dinilainya sangat kurang ajar.


***


"Anak ini ku beri nama Alexa yang berarti penyelamat, aku berharap dia akan menyelamatkan dan membantu orang-orang di dekatnya jika perlu aku ingin dia menjadi orang yang berpengaruh bagi ayahnya," kata Claire sambil tersenyum tipis.


"Nama yang bagus," kata Dummy sambil membelai pipi Alexa.


"Sepertinya dia akan mirip seperti ibunya," ujar Dummy diiringi anggukan Claire.


Lagi-lagi Claoudie menyaksikan keromantisan mereka berdua di depan matanya. Claoudie yang sudah tidak peduli hanya dapat menimbun dendamnya pada Dummy dari hari ke hari.


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2