
Aku menghempaskan tubuhku pada sofa yang tersedia di ruang tamu milik Kecha, kemudian aku membuat diriku berada dalam posisi tiduran.
Pikiran masih tidak luput dari perkataan pangeran Shun tadi. Jangan katakan dia sebenarnya menyimpan banyak rahasia untuk dirinya sendiri, sedangkan dengan bodohnya bahkan aku tidak mengetahui hal seperti itu.
Tapi aku akan seperti seorang penguntit kelas kakap bila terus menggali informasi tentangnya, termasuk rahasia yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh ku.
"Pangeran,... menurut mu apakah aku salah jika ingin lebih jauh mengenal dirimu?" Tanya ku padanya.
Pangeran Shun hanya diam sambil melompat-lompat kecil di punggung sofa yang kutiduri.
"Pangeran apakah kita benar-benar akan menikah dimasa depan? Apakah kau masih mengingat janji itu?" Tanyaku lagi sambil mengangkat tanganku ke atas langit-langit, tepat di hadapanku, lalu aku memandangi tanganku sambil menunggu jawaban dari pangeran Shun.
Dengan perasaan dongkol aku beranjak untuk berdiri dan memukul burung itu sampai gepeng, tetapi ketika aku sudah berada di hadapannya aku hanya termangu memandanginya saja.
"Hmm begini Leca, aku tidak bisa mengatakan hal itu adalah janji, karena aku memiliki ambisi untuk menggapai cita-cita ku, sangat besar kemungkinan untuk aku bahkan tidak memiliki seorang kekasih dimasa depan,"
"Maksudnya?"
"Kau tahu aku hanya maksimal memiliki 100 tahun hidup?"
"Ya,…"
Bahkan aku tahu kalau umurnya sudah tidak lama lagi karena dia akan mati karena dibunuh.
"kau tahu aku adalah seorang putra mahkota yang dikirim untuk belajar menuntut lebih banyak ilmu di Kerajaan Frost?"
"Yah.."
"Kau tahu kalau Arrenthia sangat membutuhkan ku untuk bisa mensejahterakannya dan membawa kehidupan mereka pada ketenangan dan kedamaian?"
"Hemm kurasa tidak..."
"Aku sangat ingin menjadi raja yang baik untuk rakyat ku, juga untuk mereka semua yang berharap dan mengantungkan nasib mereka pada diriku ku, meskipun singkat setidaknya aku ingin mereka merasakan kebahagiaan seperti yang diharapkan oleh mereka,"
"Jadi..?"
"Jadi sangat kecil kemungkinannya untuk kita bisa bersama,"
Aku merasa kesal kemudian berbalik membelakanginya. "Pangeran kau bercanda?" Kesalku sambil menggembungkan pipiku kesal.
"Aku tidak bercanda, kau boleh memilih untuk bertunangan atau menikah dengan seseorang selain aku nanti, untuk itulah aku datang agar memberitahumu supaya tidak terlalu berharap,"
"Kau berkata supaya tidak terlalu berharap kan? Lalu bagaimana jika harapan mu itu bahkan tidak sama sekali berhasil?!"
"Meskipun begitu aku akan melakukan yang terbaik, Setiap usaha yang baik pasti akan membuahkan hasil yang baik pula, lagipula aku juga punya keyakinan yang besar kalau hal itu pasti akan berhasil,"
"Sama sepertiku yang terus berusaha semakin kuat dan lebih kuat lagi untuk bisa bersamamu dan melindungi mu tetapi kau malah mengatakan usahaku hanya akan sia-sia!" Sergah ku langsung.
"Kalau aku ingin bersamamu sama saja dengan aku egois Leca..."
"Kenapa?"
"Karena pada akhirnya kamu yang akan tersakiti, kalau aku memang benar-benar mencintaimu seperti itu maka aku lebih memilih untuk tidak bersamamu karena kehadiranku hanya akan meninggalkan bekas luka yang dalam untuk mu,"
__ADS_1
Entah kenapa aku merasa benar-benar tertampar oleh kegigihannya, dia berkata hal yang benar, sangat-sangat benar tetapi sesungguhnya kenyataan itu justru membuat ku sangat kecewa.
"Pangeran..." Lirihku sambil berbalik dan mendekat kearahnya.
Aku terharu banget, dia emang spesies laki-laki sejati yang sangat langka di dunia ini. Tetapi aku tentu akan berusaha keras untuk membuat keinginan dan cita-cita ku juga berhasil.
Aku tersenyum kecil sambil memberikan tangan kanankuku untuk dihinggapinya.
"Kalau begitu cukup katakan kalau kau benar-benar mencintai ku lebih dari apapun.... hehe.." Kataku sambil tertawa kecil.
"Ishh ishh, oke deh aku... Akuu..."
"Akuuuuu??"
"Aku...."
"Maaf mengganggu nona Alexa, ibuku sudah siuman dan dokter bilang keadan dia benar-benar sepenuhnya pulih," Ucap Leca tiba-tiba saja datang bersama Chaser.
Ku alihkan perhatian ku pada mereka dengan tatapan berbinar-binar.
"Iya kan, benar kan?! Sudah kuduga pangeran Shun pasti bisa melakukannya!" Seruku sambil melompat kegirangan.
"Aku tidak percaya ini, dia benar-benar pulih sepenuhnya seperti tidak terjadi apapun padanya," imbuh Chaser.
Kecha tersenyum kemudian langsung memelukku haru.
"Kau malaikat ku, terimakasih, terimakasih Alexa, aku yakin ibumu memberikan nama yang sesuai untukmu, karena Alexa berarti seorang penyelamat!," Kata Kecha sambil mengeratkan pelukannya.
Aku hanya mengangguk singkat kemudian melepaskan pelukannya.
Diam-diam dua sudut bibirku menekuk keatas menciptakan sebuah lengkungan kecil.
Ya aku terlahir dengan tujuan untuk menolong seseorang yang berharga bagiku, tetapi itu dulu, sekarang aku ingin menyelamatkan semua orang yang berharga untukku ku. Karena kebahagiaan mereka kebahagiaan ku juga.
"Ibuuuuunda..." panggil Kecha kemudian orang yang disebut ibu olehnya itu langsung menoleh.
"Iya nak?kamu ternyata sudah besar yah.."
Kecha mengangguk sedangkan aku memberikan hormatku kepada nyonya Countess.
Nyonya Countess tersenyum simpul melihat ku.
"Aku sudah mendengar kalau selama ini aku telah menderita sakit, tetapi aku tidak mengingat apapun sekarang selain anak dan suamiku, bahkan aku tidak tahu kapan dan kenapa aku bisa sakit seperti itu," Ujar nyonya Countess.
"Duduklah kalian disini, aku ingin mengenal teman-temannya Kecha yang sudah berjasa menyelamatkan hidupku,"
Aku dan Chaser pun duduk di sofa berhadapan dengan Kecha dan ibunya.
Ku telan salivaku kasar, entah kenapa aku jadi gugup sendiri saat ini. Dahiku bahkan kini telah dibanjiri oleh keringat dingin.
Kalau mereka ingin berterimakasih seharusnya itu bukan ditujukan kepadaku melainkan kepada pangeran Shun.
"Sebagai tanda terimakasih ku, kalian berdua bisa meminta apapun yang kalian mau asalkan itu tidak diluar kemampuan ku," katanya kepadaku dan Chaser.
__ADS_1
Aku menggelengkan kepalaku, sebenarnya aku tidak ingin mendapatkan balasan atas sesuatu yang tidak aku lakukan.
"Bukan saya yang menyelamatkan nyawa anda nyonya Countess, tetapi teman saya yang menyelamatkan anda, jadi dia yang berhak mendapatkan hadiah," Tolak ku sopan sambil melirik ke arah burung mungil bahu sampingku.
Nyonya Countess mengikuti arah pandang ku kemudian tersenyum simpul.
"Ohh baiklah, apa yang kau inginkan?" Tanya nyonya Countess kepada Pangeran Shun.
"Sebenarnya aku tidak menginginkan balasan apapun, tetapi aku teringat sesuatu yang kedengarannya sedikit menarik, bagaimana jika kau menyuruh pelayanmu merias nona Alexa agar dia terlihat cantik di malam penyambutan musim dingin nanti,"
Kecha terus menatap ku sambil menyeringai dan memainkan alisnya jahil, itu anak memang suka yah mengejek ku seperti itu.
"Setuju! Nona Alexa pasti akan jadi primadona malam ini," tambah Chaser memperkuat keinginan pangeran Shun.
"Ohh iya sama perhiasan yang seharusnya nanti akan di beli Alexa sebaiknya di 'gratiskan' saja sebagai hadiahku," kata pangeran pangeran Shun lagi.
Nyonya Countess tertawa renyah kemudian mengangguk singkat. "Baiklah,baiklah, apakah tidak ada yang lain selain itu, kedengaran nya permintaan kalian terlalu sepele, benar-benar di luar ekspektasi ku," komentarnya.
Mereka berdua menggelengkan kepalanya dengan cepat, menandakan tidak ada keinginan lain yang diinginkan oleh mereka.
Nyonya Countess kemudian berdiri menghampiri ku.
"Nona Alexa, ayo ikuti saya," ajaknya yang membuat batinku semakin tertekan, dan aku langsung menjauh hendak memberikan penolakan.
"Iya Alexa, kau tinggal menurut saja dan jangan nakal dan jadilah gadis kecil yang anggun," Kecha membujuk ku.
"Halah nona Alexa payah bener, didandani aja gak mau," ejek Chaser.
Sebenarnya aku mau, hanya saja mereka terus menatap ku dengan pandangan menuntut yang sangat menyiksaku.
"Aku akan melanjutkan ucapanku nanti jika kau benar-benar menurut," kata pangeran Shun.
Mataku langsung berbinar.
"Benarkah?!"
"Iyaah..."
"Baiklah nyonya Countess, tolong dandani aku secantik mungkin! Asal jangan menor,..." Ucapku dengan penuh semangat.
Mereka semua langsung geleng-geleng kepala melihat sikapku yang berubah tiba-tiba saat mendengar ucapan dari pangeran Shun.
.
.
.
*****
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...