
Hari ketiga Dummy dirawat oleh NekoShun di mansion tua yang sudah rusak.
Lanjutan eps 102 yang lalu :
Setelah di serang oleh Lavender menggunakan Heirloom Weapon Dummy terluka parah, dan ia mengalami koma selama beberapa hari. Mirisnya Dummy sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan membaik.
Apakah ini karena senjata pusaka yang digunakan untuk menyerang Dummy? Bisa jadi. Namun ada faktor selain itu, Dummy sendiri tidak ingin membuka matanya lagi sekarang.
NekoShun tersentak saat melihat air mata yang keluar dari sudut mata Dummy meskipun dia sedang koma.
"Kau pasti sangat mencintainya yah," kata NekoShun tersenyum sambil bergumam sendiri.
Sangat... tapi kami tidak ditakdirkan bersama, lebih tepatnya ini hanyalah sebuah perasaan sepihak, dia tidak mencintaiku sedikitpun dan dia hanya menyukai Duke Claoudie. Batin Dummy.
"Aku bisa mendengar suara hatimu," kata NekoShun tersenyum kecil.
"Mencintai seseorang bukan berarti harus mendapatkan seseorang bukan? Melihatnya bahagia dengan orang lain saja bisa membuatmu tersenyum,"
Kau benar, meskipun begitu aku ingin dicintai olehnya meski hanya satu kali saja.
NekoShun terdiam. "Dia sudah berbeda alam denganmu,"
Aku ingin menyusulnya, tapi aku tidak bisa.
"Kau belum menemukan misimu itu kan?"
Iya
"Membahagiakan seseorang yang kau cintai itu juga adalah misi,"
Kau benar. Jika aku mati untuk memberinya kesempatan dan kebahagiaan mungkin aku bisa mati dengan tenang, aku senang sudah bertemu dengan wanita sebaiknya. Aku mencintainya karena selama hidupku dia adalah satu-satunya keluargaku yang aku punya.
"Yahh..."
NekoShun menyesal mengatakan kalimat itu. Karena dia tahu tuannya itu tidak akan ingin bangun lagi selamanya sebab kalimatnya itu.
Namun di luar dugaan, Dummy justru membuka matanya dengan perlahan dan membuat NekoShun terkejut.
"Tu-tuan,"
Dummy yang terbangun pun langsung dibantu duduk oleh NekoShun.
"Aku terlilit perban lagi ya," ucap Dummy tidak heran sambil memegang perban yang melindungi kepalanya.
Sejak dulu dia memang selalu terlibat pada hal yang berbahaya.
"Iyaa," jawab NekoShun.
Dummy melirik ke arah NekoShun lalu tersenyum tipis. "Terimakasih telah bersedia menjadi familiarku, mulai sekarang kamu bebas," ucap Dummy pelan.
"Tidak miaw~!" Elak NekoShun tidak setuju.
"Aku tidak pernah menemukan majikan sebaik dirimu yang merawatku dengan baik, saya tidak ingin berpisah dengan anda tuan Dummy miaw,"
Dummy memegang tangan NekoShun sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak boleh, kau harus bahagia dengan menemukan tuan baru yang lebih baik dariku,"
"Tuan..."
"Aku ingin memberinya kesempatan satu kali, terimakasih telah memberitahu misiku yang sebenarnya,"
NekoShun menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin dia hidup bahagia bersama Duke Claoudie pujaannya itu,"
"Tidak, lalu bagaimana denganmu?"
"Seandainya ada kehidupan ke dua, aku ingin menjadi seseorang yang ada dihatinya Claire, tapi tenang saja..."
"Tidak usah memikirkan soalku, karena aku hanyalah peran pembantu yang menghambat mereka berdua bersama, setidaknya aku ingin berguna buat mereka di akhir hayatku," lanjut Dummy.
NekoShun menatap Dummy lekat. Dia menggenggam erat tangan kanan Dummy.
"Jangan tinggalkan aku miaw~"
Dummy tersenyum, "Jangan menangis, itu yang seseorang pernah katakan padaku saat kau kehilangan seseorang yang berharga," ungkap Dummy sambil menyeka air mata NekoShun.
NekoShun langsung menatap Dummy yang sudah mulai menghilang dari pandangannya digantikan dengan Rukh putih yang berkeliaran indah di sekelilingnya lalu terbang menuju suatu tempat.
NekoShun menggelengkan kepalanya cepat. Lalu memeluk Dummy erat namun kemudian laki-laki itu menghilang dalam dekapannya. Dan membuatnya terdiam sambil menatap kepergian Rukh milik Dummy yang terbang entah kemana.
Gumpalan Rukh yang menyerupai kupu-kupu itu berterbangan ke tempat tujuannya dan menuju ke peti mati seorang wanita cantik.
Rukh itu hinggap di tulang pinggiran peti mati bahkan ada yang masuk ke dalamnya lalu terbentuklah kembali sebuah wujud sempurna yang tengah tertidur dan mendapat sebuah mimpi kecil di dalamnya.
***
Di dalam mimpi itu Claire bertemu dengan sosok Dummy yang tersenyum lembut kepadanya, dia memeluk Claire dan menyatakan cintanya untuk yang terakhir kalinya.
"Aku tidak membutuhkan jawabanmu kali ini, karena itu sudah jelas," ungkap Dummy lalu beranjak pergi dari sisi Claire.
"Tidak... Dummy kenapa kau melakukan sejauh ini," gumam Claire sambil mengejar Dummy sekuat tenaganya.
Tapi seolah Claire hanya berlari di tempat dan Dummy berjalan dengan sangat cepat.
BRAKKK
Claire terjatuh saat berlari, hingga akhirnya hanya bisa menatap punggung Dummy yang semakin menghilang.
"Dummy..." Lirih Claire sambil menangis.
Terkadang cinta setiap orang berbeda-beda, ada seseorang yang harus mengikhlaskan dia dengan orang lain dan ada juga orang yang rela berkorban banyak demi orang yang dicintainya.
Namun bersama atau tidaknya itu bukanlah masalah, karena cinta itu tidak harus memiliki, namun melihatnya bahagia meski bukan denganku. Itu sudah lebih dari cukup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
#ikanaide song-Kaai Yuki
"Jangan pergi,"
__ADS_1
Tak ada apa apa, aku mengunci mulutku
Sebenarnya aku ingin menghentikan kakimu
Tetapi kau tetap pergi dengan cepat
Aku menatap kepergianmu
Kau mendapat penerbangan terakhir. Kau meninggalkanku
Aku mulai berlari, menyusuri tanah sampai ujung
Aku tak boleh menangis, tak boleh menangis, tapi aku ingin mengatakan
"Jangan pergi"
Kau menghilang di kejauhan, kau meninggalkanku
Aku tak dapat melihatmu lagi, hingga menjelang malam
Aku tak boleh menangis, tak boleh menangis, tapi aku ingin mengatakan
"Jangan pergi"
Ketika festival berakhir selalu sama
Aku tahu malam yang biasa akan datang
Meskpun kau terlihat lebih menawan dari biasanya
Dan aku menatapnya
Hanya waktu yang berganti. Dan aku terbawa olehnya
Meskipun jalan pulang itu gelap, aku aku berharap akan baik-baik saja sendirian
Aku diterangi oleh lampu jalan dan banyanganku keluar
Aku sendirian
Kau menglilang di kejauhan, meninggalkanku
Dan malam sepenuhnya menjadi kabur
Aku tak boleh menangis, tak boleh menangis, tapi aku ingin mengatakan
"Jangan pergi"
Aku tak boleh menangis, tak boleh menangis, tapi aku ingin mengatakan
"Jangan pergi...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
End...
__ADS_1