Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 15 : Sebuah Persiapan


__ADS_3

"HUWAAAA!! Natte! Kecha!" Pangeran Shun selingkuh sama Erdwan! Hiks hiks hiks" kata ku yang langsung segera menghampiri mereka yang menunggu ku dengan rasa penasaran nya. Mata kedua gadis cilik itu menatap ku dengan heran sambil mengeritkan dahi nya.


"Tadi... Tadi mereka pelukan mesrahhh"


"Leca, Kamu ngomong apa-apan sih.. itu mana mungkin terjadi.."


Kecha merasa tidak setuju dengan perkataan ku itu. Padahal aku tadi benar-benar melihat nya kok! Jelas-jelas matakulah yang paling benar disini karena aku menyaksikan nya.


"Bisa saja terjadi, mengingat Pangeran Shun kan selalu dekat dengan pengawalnya itu dan Pangeran Shun tidak dekat dengan gadis manapun" tanpa pikir panjang Natte menyetujui perkataan ku tadi.


"Tuhkan.. Natte betul"


"Kamu ini, itu adalah Pangeran pujaan mu masa kamu jelek-jelekin dia di belakang sihh" Kecha mencoba menyadarkan ku agar sejalan dengan pemikiran nya. Huh tidak akan, jelas-jelas mereka melakukan nya di depan mata kepala dan hatiku.


"Jadi gimana? Kamu jadi gak minta maaf sama Pangeran Shun?" Tanya Natte.


Aku hanya menggeleng lemas. Tindakan ku gagal karena timingnya tidak tepat...duhh:-( aku hanya memainkan jariku untuk menutupi kekesalan ku pada diriku sendiri.


"Ternyata firasat ku benar" imbuh Natte berhasil membuatku menatap nya sekilas sambil berkaca-kaca.


"Sudahlah kami sudah menunggu mu lama tadi dan ini sudah jamnya pulang ke mansion kita masing-masing, kamu kemana saja sampai lama sekali mencari Pangeran?" Tanya Kecha sambil meraih tanganku dan mengajak ku beranjak dari tempat tersebut. Aku hanya mengikuti mereka dan melangkahkan kaki ke ruang tunggu. Yaitu ruangan dimana para pelayan menunggu kepulangan tuan-tuan kecilnya.


"Aku menyusuri semua tempat disini hehe, kalau tidak salah aku juga mencari ke pemandian para pria" jawabku sembari nyengir kuda.


Itu memang benar, tadi aku salah masuk tempat dan mendapati tempat pemandian pria di istana yang didalamnya terdapat beberapa orang pria. Tapi mereka melepaskan ku dengan mudah karena aku hanyalah seorang gadis kecil yang tersesat dan mereka malah menunjukkan jalan keluarnya padaku.


Ahh...Sungguh beruntung banget~batinku.


"Aku tidak mengerti kenapa ada orang sebodoh kamu" ucap Natte padaku sambil menggelengkan kepalanya.


Aku hanya menatap Natte heran. Kenapa? Bukankah masuk ke dalam tempat pemandian pria karena tersesat bukankah sebuah kebodohan?


Akhirnya kami tiba di tempat tujuan kami. Aku mulai mencari pelayan yang biasanya menunggu ku namun tidak aku dapati. Setelah itu aku memilih untuk duduk di bangku sekitar situ dan menunggu orang lain yang diutus untuk menghampiri ku. Benar saja tidak lama setelah itu seorang pelayan menyapaku. Sapaannya berhasil membuatku menoleh ke arah nya.


"Nona apakah anda nona Kethzie? Saya pelayan baru yang dikirim kakak anda untuk menemani anda hari ini" tuturnya lalu aku hanya mengangguk singkat lalu mengekorinya.


Kami berdua pun lalu masuk kedalam kereta kuda milik keluarga ku. Pelayan itu hanya terus-terusan tersenyum kearahku. Senyuman itu tampak sangat manis dan alami, tidak terlihat seperti senyum orang yang terpaksa seperti pelayan sebelumnya. Akupun membalas senyuman nya sekilas dan tercipta lah semu merah di wajah pelayan itu. Seperti nya dia adalah orang baru yang dikirim kakak ku untuk menemani ku dan usianya pun terlihat tidak beda jauh dengan kakaku.


Pandangan mataku kemudian teralihkan pada pemandangan jalan yang ramai dan riuh redah, kami saat ini melewati pasar dimana terjadi proses tawar-menawar antara kedua belah pihak atas suatu barang atau jasa untuk mencapai kesepakatan harga.


Kemudian kereta yang kami naiki berhenti di sebuah butik mewah yang ramai dikunjungi orang-orang. Lalu aku menatap pelayanan ku dengan mengeritkan dahiku sambil meminta penjelasan. Ia yang seakan mengerti lalu mulai membuka bibir nya yang sedari tadi tertutup rapat.

__ADS_1


"Hari ini kita akan membeli baju baru untuk nona Kethzie, Karena baju anda terlalu sederhana untuk seorang putri Duke, sebenarnya ini adalah saran dari kakak anda" ucapnya setelah kami turun dari kereta dan memasuki butik itu. Ia menatapi pakaian ku yang polos tak bercorak apapun dengan senyuman khasnya. Namun bagiku pakaian ini adalah pakaian yang terlihat manis saat dikenakan oleh orang seperti ku.


"Aku tidak peduli terhadap penampilan ku, lagian ini adalah tubuhku, orang lain tidak berhak mengatur penampilan ku seperti apa, tapi karena yang menyarankan adalah kakakku maka aku akan menuruti nya.... Dan lagi jangan panggil aku nona Kethzie, panggil aku nona Alexa saja.. panggilan seperti itu hanya pantas kamu katakan untuk kakaku saja" jawabku akhirnya. Apasih yang tidak untuk seorang kakak yang menjadi idolaku saat ini karena dia sangat prefect menurut ku. Tentu perfect nya bukan hanya dari segi penampilan saja.


"Baiklah nona Keth... Alexa.." jawabnya gagap kemudian aku tersenyum menganggapinya. Dan mulai fokus mencari gaun yang cocok dengan ku.


Sebenarnya aku sedari tadi penasaran, ada apa ini? Kenapa kakak ku ingin memperbaiki penampilan ku hari ini?


Aku terus bertanya tanya dalam pikiran ku apa yang diinginkan oleh kakakku. Namun aku pada akhirnya tetap tidak menemukan jawaban apapun. Pandangan mataku pun akhirnya tertuju pada gaun berwarna ungu yang berwarna tegas namun terlihat anggun. Gaun itu akan terlihat sangat cocok bila kakakku yang menggenakan nya.


"Aku ingin membeli yang ini" ucapku sambil menunjuk gaun itu.


"Nona Alexa gaun itu terlihat sangat kebesaran untuk mu"


"Bukan, bukan untukku,tapi untuk kakaku, kalau untuk gaunku aku akan mencari yang lainnya"


"Baiklah"


Pelayanku pun menemui penjaga butik itu dan berbicara singkat tentang harganya sementara aku mencari-cari gaun yang cocok untuk ku. Gaun untuk musim dingin,musim panas, gaun santai, pakaian tidur,gaun untuk sekolah dan lainnya semuanya kini telah berada dalam lengan pelayanku. Aku menatapnya prihatin namun aku tidak membantunya.


Buat apa aku membantu? Aku akan keberatan jika membawa itu semua... biar dia saja, itu kan sudah tugas nya.


Setelah itu kami pun masuk kembali ke dalam kereta kuda bersama tumpukan gaunku.


"Yaudah ku buang saja"


"Ehhh jangan Nona, sayang sekali itu gaun mahal" cegat nya. Kemudian aku tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau begitu terimalah"


"Ba baiklah" ucapnya tampak segan.


"Siapa namamu?" Tanyaku padanya.


"Panggil saja Elissa, Nona"


Nama pelayanku aja bagus banget! Beda kayak namaku hiks..


Setelah satu jam kemudian kami sampai di mansion keluarga Ketzhie, aku pun disambut oleh kakakku dengan tatapan datarnya.


"Kak... Kenapa kakak hari ini memberi pelayan baru padaku? Sebelum nya kemana? Dan kenapa kakak menyuruh ku untuk memperbaiki penampilan ku?" Tanyaku saat kami sedang berdua saja dikamar ku.

__ADS_1


"Leca kamu terlalu berisik ya, apa kamu tidak sadar kalau kelakuan mu sudah membuatku malu,kamu membaca puisi aneh ditambah lagi kamu tidak memperhatikan penampilan dan sikap mu saat itu"


"Heee?"


"Kalau soal pelayan yang dulu dia sudah kupecat karena ketahuan mengambil barang tanpa izin, dia juga terlihat tidak dapat dipercaya"


"Ohh begitu ya hehehe, Baguslah.."


"Sebenarnya, besok kita akan kedatangan tamu spesial"


"Waw?! Siapa?" aku sangat antusias untuk menyambut siapapun tamu di keluarga ini.


"Tunangan mu" jawab kakakku santai. Sementara aku hanya dapat terbungkam sambil mematung dan tidak bisa berbicara sepatah katapun.


Ti tidak mungkin! Apakah aku melupakan sesuatu? Aghhh! Aku baru mengingat nya, bahwa beberapa anak-anak bangsawan di kerajaan Frost ini akan dijodohkan dengan bangsawan lainnya saat umur mereka kurang lebih 10 tahun demi keuntungan politik bagi kedua belah pihak terutama bagi para orang tua mereka. Lavender Kethzie alias Kakakku juga ditunangkan dengan seseorang saat usianya menginjak 10 tahun, ia merupakan tunangannya Pangeran Kenn, karena sebab itu mereka berdansa saat pesta perayaan ulang tahun Pangeran Dylan.


"Kenapa?" Tanya kakaku yang menyadari perubahan di mimik wajah ku.


"Bisakah aku membatalkan nya?!"


"Kamu bicara apa sih!"


"Tapi kak.. aku sudah berjanji kepada seseorang bahwa kami akan menikah dimasa depan nanti"


"Alasan aneh apa lagi ini" Ucapnya sambil menatap ku malas dan segera berpaling menuju ke dalam ruangan meninggalkan ku yang tengah frustasi.


Aghhhhh! Awas aja siapapun tunanganku nanti kubuat dia menderita sampai mau membatalkan nya! Teriakku kesal pada diri sendiri sambil mencengkram kuat-kuat gaun yang ku kenakan saat ini.


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2