Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 37 : Misi Khusus Pangeran


__ADS_3

Flashback! (Author POV).


*


*


"Siapa kau?" Tanya Pangeran Shun yang sudah berada di hadapannya sambil mengarahkan tatapan elangnya pada wanita itu.


Wanita yang ditanyai itu hanya bisa diam tak bergeming sedikitpun sambil menatap tajam pada lawan bicaranya. Dia menghembuskan nafas pendek kemudian memejamkan matanya. Setelah itu dia benar-benar menghilang dari pandangan mereka berdua.


Erdwan yang tadinya menahan wanita itu agar tidak kabur tiba-tiba sudah seperti anjing linglung yang muter-muter mencoba menggapai ekornya.


"Sialan kau kemana?! Cih berani sekali kabur!" Gerutu Erdwan sambil mengarahkan pedangnya ke sembarang arah.


"Hei aku berada di dekatmu! Hati-hati dong!" Tegur Pangeran Shun ketika pedang Erdwan itu hampir saja mengenainya jika ia tidak menghindar.


"Wah maaf Pangeran, aku lagi kesal soalnya, dia habis menendang wajah tampanku jadi sebagai pembalasan akan ku jadikan dia menu makan malam hari ini." Erdwan kembali memainkan pedangnya dengan lincah dan gesit di sekitar Pangeran agar musuhnya itu tidak bisa mendekati tuannya. Kali ini dia tampak serius seperti mengejar seseorang, dan ingin menerkamnya.


Tindakannya itu akhirnya mendapatkan perlawanan juga dan mengakibatkan suara yang cukup nyaring karena bertemunya dua senjata tajam.


Pangeran Shun pun langsung duduk santai melihat pemandangan menarik di depannya. Hingga akhirnya wanita ghaib itu sudah berada di belakang pangeran Shun sambil menempelkan senjata di leher Pangeran. Sementara yang diancamnya itu terlihat tidak menghiraukan dan sibuk memainkan setangkai bunga di tangannya.


"...Baik...jahat...baik..jahat...baik..." Ucap Pangeran Shun sambil memetik kelopak bunga ditangannya satu-persatu.


"Baiklah aku yakin kau tidak memiliki maksud buruk, dan hanya ingin menguji kemampuanku saja, karena pertama, jika kau memiliki maksud jahat tidak mungkin kamu menyerang ku secara terang-terangan, bahkan kau belum mengenali siapa targetnya dan ke dua kau bahkan tidak menggunakan senjata yang terbilang tajam, ketiga, sedari tadi kalian bertarung, temanku Erdwan itu sama sekali belum tergores sedikitpun." Ujar Pangeran Shun kemudian menggenggam tangan wanita yang sedang membawa senjata itu kemudian menurunkannya.


"Katakan, apa tujuan dan maksud mu datang kesini?" Tanya Pangeran dengan nada tegas.


Erdwan pun mendekat ke arah mereka berdua kemudian tertegun saat melihat wanita itu mulai menampakkan wujudnya lagi.


Erdwan melihat dengan jelas kali ini lambang bunga yang terbuat dari batu emerald dipakai sebagai bros melekat tepat di tengah-tengah dadanya, artinya wanita itu adalah penyihir ilusionis terlatih dari kerajaan Arrenthia.


"Aku hanya ingin memastikan bahwa kau cukup kuat Pangeran untuk bertahan di sini, karena ku dengar kau telah beberapa kali mendapat serangan mendadak dari orang yang tidak diketahui, lagipula Raja Arrenthia juga memintamu untuk segera kembali ke sana, sepertinya ada urusan penting di kerajaan yang sangat membutuhkan bantuanmu dan hanya bisa diselesaikan olehmu." Katanya sambil jongkok memberi hormat dengan menyilangkan tangan kanannya di depan dada dan tangan kirinya menyentuh tanah.


"Ohhh, aku rasa itu masalah kudeta yang terjadi disana lagi, apakah aku disuruh untuk menumpas mereka semua yang melawan?"


"Ya Pangeran, anda adalah 'senjata terkuat' kami, bahkan mereka juga membuat aliansi dengan kerajaan lain, karena itu kami memohon bantuan mu untuk menumpas mereka yang memberontak dan melindungi rakyat di kerajaan Arrenthia."


"Apa-apaan itu! Jika Pangeran melakukan hal itu lagi, mungkin usianya tidak akan cukup untuk dewasa nanti!" Bantah Erdwan yang merasa tidak setuju. Karena setiap penggunaan sihir besar itu akan mengurangi masa hidup si penyihir itu sendiri, kecuali sihir yang menggunakan Rukh.


"Aku mengerti, aku hanyalah alat di kerajaan ku, tapi aku bangga jika dijadikan sebagai alat untuk menumpas kejahatan dan melindungi kebajikan."


"Pangeran... Bagaimana dengan rencana kita menyelidiki rahasia dibalik kejadian yang menimpa Leca jika kau pergi..?" Tanya Erdwan, dia sangat berharap Pangeran Shun menolak ajakan wanita itu.

__ADS_1


Pangeran tampak berfikir sejenak kemudian dia tiba-tiba tersenyum kecil sambil sesekali cekikikan sendiri.


Erdwan menatap datar ke arah tuannya. "Ada apa dengan pangeran? Apa dia kerasukan?! Ohh tuhan kembalikan Pangeran ku yang normal dan baik hati," Ucapnya dalam hati.


"Aku punya sebuah rencana hebat hehe,"


"Apa?"


"Sebelum itu aku akan melakukan segel ikatan abadi pada Leca hehe, dengan begitu dia akan selalu aman, meskipun aku tidak bisa berada didekatnya, kloningku akan melindunginya."


"Tidak boleh, segel itu akan membuat kamu mengetahui semua tindakan Leca, bahkan saat dia sedang berfikir! Itu sangat-sangat mesum lah Pangeran... ternyata kau lebih menjijikkan dari yang ku kira."


Blush di wajah tampan pangeran Shun tiba-tiba menyala membuat aura ketampanan dan keimutannya terpancar jelas, dia benar-benar tidak memiliki maksud apalagi berfikiran seperti yang dikatakan Erdwan itu.


"Aku.. akan membatasi penggunaanku ehh maksud ku kegunaan segelnya, aku tidak akan menyempurnakan segel itu, mengertilah kau sialan!" Balas Pangeran Shun yang merasa tidak terima.


"Yaaayaa terserah kau saja, lagipula yang bisa melakukan segel itu hanya penyihir agung, Saint dannnn...orang hebat saja tentunya." Jawab Erdwan dengan wajah sangat terpaksanya.


Pangeran Shun berdehem kemudian menyuruh wanita itu berdiri karena sedari tadi hanya duduk menyimak percakapan mereka.


"Silahkan perkenalan namamu, sangat tidak sopan kalau kau mengetahui namaku namun kau tidak memberitahukan namamu kepada kami,"


"Nama saya Elaine Whiteheart, penyihir terlatih kerajaan Arrenthia..." Jawabnya yang membuat mereka berdua tertegun mendengar nama keluarganya.


"Kau ad-"


"Maaf..." Pangeran Shun merasa bersalah.


Dulu dia sama sekali tidak bermaksud ataupun sengaja untuk membunuh seluruh keluarga Whiteheart. Kejadian seperti itu benar-benar kesalahan besar baginya karena tidak bisa mengontrol kekuatannya yang berusaha merombak diluar kendalinya. Kejadian itu terjadi sebelum dia belajar sihir di akademi kerajaan Aldric, saat itu kekuatannya seringkali tidak bisa di kontrol olehnya dan membahayakan banyak orang.


Dan kini tidak terasa dia sudah berada di kerajaan Frost ini selama lima tahun untuk menjadi alat yang terlatih, banyak juga hal yang dia pelajari diam-diam tanpa sepengetahuan pihak akademi, meskipun begitu, dia tidak bermaksud jahat seperti ingin mengetahui kelemahan kerajaan ini, dia sama sekali tidak menginginkan informasi yang seperti itu. Yang dia inginkan hanyalah informasi seputar dirinya yang merupakan saint, dan bagaimana cara mencegah usianya termakan oleh sihir yang digunakan olehnya itu.


"Ekhemm.." Erdwan berdehem ketika suasana diantara mereka bertiga tampak kaku.


"Hans sudah seperti saudara ku sendiri, aku menghormatinya sebagai kakak dan juga guru meskipun begitu aku te-


"Sudahlah Pangeran, yang dulu itu sudah menjadi masalalu yang bisa diulang lagi, lagipula aku sudah melupakan hal itu, meskipun berat bagiku ditugaskan untuk melindungi dan menjadi rekanmu, namun aku tetap akan setia dan melakukan hal yang terbaik dalam menjalankan tugas ini."


Pangeran Shun pun tersenyum mendengar perkataan itu, setidaknya ia lega karena gadis didepannya itu tidak menyimpan dendam kesumat terhadapnya. "Kalau begitu aku juga akan melakukan hal terbaik untuk melakukan kewajiban ku." Kata Pangeran yang langsung membuat Ekspresi Erdwan berubah menjadi murung.


"Pangeran Shun, sebenarnya aku datang kesini bersamaan dengan Raja Dylan, dia meminta ku membawamu untuk menemuinya."


"Baiklah.."

__ADS_1


Mereka bertiga langsung menuju ke istana khusus Raja untuk memenuhi panggilan raja Dylan. Sesampainya disana ternyata mereka langsung disambut oleh Pangeran Kenn, raja dan ratu ke 10 dan juga raja Dylan sendiri. Sisanya terlihat sepi dan tidak terlihat acara perpisahan sama sekali ataupun prajurit yang akan mengawal mereka pergi.


"Pangeran Shun, kau diberi misi untuk menumpas habis orang-orang yang membuat kudeta di kerajaan Arrenthia, anggota aliansi kerajaan lain yang bersekutu dengan mereka dan organisasi kegelapan yang terlibat di dalamnya." Kata Raja Dylan sambil memegang pundak pangeran Shun kemudian tersenyum simpul.


"Apakah mereka tersebar dan tidak diketahui lokasinya? Kalau seperti itu kami membutuhkan waktu berapa lama untuk menghabiskan mereka semua? Bukankah ini terlalu berat untuk kami? itu sama saja kau dan raja Arrenthia hanya mengutusnya untuk bunuh diri!" Tukas Erdwan yang merasa tidak terima tugas berat itu diberikan kepada Pangeran yang masih berusia 15 tahun.


"Tenanglah, kalian mendapatkan jaminan keamanan disana, lagipula seorang Saint sepertinya tidak akan mudah mati kok meski melawan ratusan ribu orang sekalipun ditambah lagi dengan kalian yang menjadi rekannya, peluang kematian kalian sangatlah kecil, menurutku mengorbankan seseorang ataupun dia orang itu tidak masalah daripada membuat keamanan rakyat banyak terganggu."


"Untuk waktunya mungkin memerlukan waktu sekitar 5 sampai 10 tahun karena kau juga harus melakukan hal lain yang cukup penting dan tempatnya bukan hanya di Arrenthia saja." Imbuh Raja Dylan.


"Kau gila-" Erdwan merasa jengah dengan ocehan raja Dylan yang menurutnya sangat tidak adil.


"Raja, Izinkan aku ikut bergabung." Kata Pangeran Kenn yang tiba-tiba membuka mulutnya untuk berbicara. Seluruh manusia disitu mengalikan pandangannya terhadap Pangeran Kenn.


"Tidak, kau tidak diizinkan!." Bantah Ratu Frost X.


"Tidak apa ibunda, ini juga ada kaitannya dengan kerajaan kita karena ulah mereka keamanan rakyat kita sangat terusik." Kenn berkata dengan nada santai dan tenang tidak seperti orangtuanya yang tampak tegang.


"Bagaimana Raja? Keputusan ada ditangan mu.. lagipula aku tidak akan mudah mati dengan sihir elementary ku yang tidak diragukan lagi kehebatannya."


"Ya tentu, tidak adil jika hanya mengirimkan seorang pangeran Arrenthia untuk menumpas tindakan yang meresahkan banyak kerajaan itu, artinya kau boleh ikut pergi bersama mereka, tapi tujuan dan kepergian kalian akan dirahasiakan dari rakyat banyak dengan kata lain kalian tidak akan dikawal oleh para pengawal dan hanya menggunakan sihir teleportasi saja."


Erdwan tersenyum sinis. "Kenapa kalian mengirim kami yang belum cukup dewasa untuk menyelesaikan tugas berat seperti ini, apakah kalian orang-orang besar sangatlah lemah?" Sindirnya yang langsung mendapat tatapan tajam dari mereka semua.


"Ayo kita berangkat tanpa mengeluh, kamu ini aneh, kita kan kuat makannya kita diutus kesana." Pangeran Shun yang sedari tadi hanya diam kini berbicara sambil mengguncangkan bahu Erdwan yang seperti sudah naik darah.


Raja tertawa garing melihat kelakuan mereka. "Hahah, baiklah Pangeran Shun dan dua orang temannya akan berangkat hari ini terlebih dahulu dan besok Pangeran Kenn menyusul, jika ada keperluan penting seperti pamitan dengan seseorang yang kau sayangi ekhm... maksud ku temanmu yang berada disini, aku akan memberimu waktu satu jam." Raja Dylan tersenyum tipis.


"APAAAAAA?!!!" Kata Pangeran Shun dan Erdwan yang heran karena sangat singkat sekali waktu yang diberikan kepada mereka.


Pangeran Shun mendekat ke arah raja kemudian berbisik-bisik dengannya dan raja Dylan hanya manggut-manggut. Setelah itu mereka bertiga pergi meninggalkan keluarga kecil kerajaan Frost itu.


.


.


.


*****


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2