
"Sudah siap?" Tanya paman kusir padaku. Aku hanya meliriknya sekilas kemudian mengangguk singkat.
Kusir yang berada di hadapan ku ini adalah kusir yang sudah ku cap setia pada keluarga Kethzie, selain dia sudah bekerja disini sekitar 25 tahun lamanya, dia juga tetap bekerja disini disaat yang lainnya pada pergi meninggalkan kami, hanya dia yang selalu bertahan meskipun terkadang dia tidak mendapatkan bayaran apapun atas kerja kerasnya disini.
Aku menghela nafas panjang. Bukan berarti keluarga Kethzie sudah mulai bangkrut karena banyak hutang, tapi karena di mansion ini tidak ada yang mengurus, ini seperti mansion yang dijadikan sebagai tempat pembuangan kami.
Aku sendiri tidak tahu menahu urusan pembayaran, pelayanan dan gajih yang harusnya jadi pengeluaran bulanan kami, sehingga aku membiarkannya terlantar begitu saja, kalaupun aku memberikan gajih atau upah pada mereka maka mereka akan ku beri perhiasan ku saja karena aku sama sekali tidak memegang sepeserpun uang. Sedangkan kakakku selelalu sibuk dengan urusannya dan ayah sendiri jarang sekali pulang ke mansion kami.
Yahh aku selalu merasa bahwa rumah megah itu sudah menjadi tempat terkutuk yang dijadikan tempat pembuangan kami. Meskipun aku menyebutnya begitu, tetapi rumah itu masih terlihat sangat mewah hanya saja penghuninya benar-benar sepi.
Terlebih lagi semenjak kehadiran Chaser si serigala dan si vamiliar kakakku semua pelayan jadi takut untuk bertahan disini, mereka lebih memikirkan keselamatan mereka daripada penghasilan hidupnya, karena itu aku tidak bisa menyangkal alasan yang diberikan oleh mereka.
"Nona tidak ijin dulu sama putri Lavender?" Tanyanya lagi ketika dia membukakan daun pintu untuk ku. Pertanyaan itu sukses membuat bulu kudukku langsung bergidik.
Dengan cepat aku menggeleng, sebenarnya aku tidak ingin bertemu si Vampir aneh itu, dia sangat menyeramkan sekaligus menakutkan... untung saja dia seorang vamiliar, jadi dia tidak akan bisa minum darah orang lain kecuali darah si pemiliknya.
Aku menepuk dahiku sendiri, kalau kakakku meninggal, maka vamiliar nya juga pasti akan ikut meninggal kan? Bodoh banget si Vampir itu sampai nyerot habis darah kakakku sampai jadi ikan kering.
Aku mendudukkan bokongku di sofa empuk dalam kereta kuda itu. Setelah itu aku melirik ke arah samping yang sudah ada Chaser sedang pura-pura tertidur sambil bersandar pada dinding kereta, sedangkan disampingku sekarang ada HW dan dihadapan ku ada Chun yang dari tadi tidak bisa diem, melompat kesana kemari.
"Kenapa Chun? Cacingan yah?" Celetuk ku yang langsung menghentikan kegiatannya.
"Chun sedang berbincang sama pangeran Shun, aku ingin bertanya, dia ini bisa atau tidak untuk bertukar tubuh.. katanya sih bisa saja mumpung dia masih libu-"
"Wah ayo dong cepat tuker sana hush!" Tukasku cepat.
"Hiks Chun diusir, dasar budak tidak sopan!"
__ADS_1
Mendengar ocehannya aku hanya tersenyum lebar sambil menatap Chun, aku berharap itu adalah pangeran Shun yang selama ini selalu kurindukan. Aihh jadi dag dig dug sendiri..
"Aah lihat burung itu mati!" Teriak Chaser yang membuat ku terlonjak kaget.
"KYAAAAAAA Chaser ngagetin!!!"pekikku sampai mau nangis karena kesal.
Chaser memang selalu usil, tapi kalau diusilin balik dia akan marah, huft gak adil banget kan. Dia juga selalu cuek dan kejam terhadap orang lain, tapi kalau bersamaku dia seperti seekor kucing yang selalu ingin dimanja.
Aku mulai memperhatikan gerak gerik Chun dengan seksama.
Benar saja, Chun terlihat sudah tidak bernyawa lagi, dia langsung terjatuh dan terbaring di atas sofa. Aku menatap tidak percaya dengan apa yang kini ku lihat. Mataku pun mulai berkaca-kaca dan kini aku merasa cairan bening sudah mengalir deras dari keempat sudut mataku.
"Waa Chun... Sedih banget akutuh atas kepergian mu, padahal sebelumnya kamu bilang mau bertukar tubuh sama pangeran Shun, tapi kamu sudah tiada, lain kali jangan memaksakan diri hiks..sroot!"
Aku mengelap sesuatu yang mengganggu indra penciuman ku menggunakan kain yang berada paling dekat dengan ku.
"Nona, kau mengelapkan cairan kuning itu di bajuku..." Imbuh Chaser di sela-sela ucapan ku.
"Cih aku mendengar cibiran mu nona, apa lain kali kau akan bermain dengan ku diranjang sebagai hukuman telah membicarakan buruk tentangku?"
Aku membulatkan mataku dengan sempurna setelah mendengar ucapan Chaser, lalu melirik tajam ke arah samping kiriku.
"Apa maksudmu hah? Berani-beraninya--"
"Aaa maksud saya kita main potong serigala-serigala an seperti yang biasa kau lakukan.." Elak Chaser dengan cepat, sebuah senyuman kikuk pun terpapar di wajahnya.
Aku mengelus dadaku, meredam emosi sesaat yang muncul di benakku, kemudian kembali memperhatikan Chun yang daritadi belum bergerak sama sekali. Jangan bilang dia benar-benar mati?!
__ADS_1
"Chunnnnnnn bangun lah jangan mati, jangan tinggalkan aku sendiri, menghadapi ujian hidup ini, apalagi tanpa kehadiran pangeran Shun disini, aku benar-benar tersiksa dan mau mati.. hikss.." Teriakku heboh sambil terus mengusap air mataku dengan kain baju Chaser, huh salah dia sendiri pakai baju kebesaran!.
"Nonaa kumohon tidak ribut di dalam kereta kuda, kita sekarang sudah sampai di tempat yang ramai," Ujar si kusir memberi tahuku.
Aku terdiam, namun kedua mataku ini masih menatap jasad Chun dengan tatapan berlinang air mata. Kasian sekali nasib burung ini, dia sudah melakukan banyak hal untuk ku, tapi aku belum sama sekali membalas budinya dengan benar.
Selang beberapa detik setelah ku pegang dia untuk ku kafani, maksud ku ku bungkus dengan sedikit kain yang ku robek dari baju Chaser, burung itu langsung mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan penglihatan ku.
Aku mengerjapkan mataku dengan cepat, seluruh pandangan ku rasanya menghitam dan aku sulit untuk melihat, mataku seketika terasa sangat nyeri.
Bersamaan dengan itu, kereta kuda yang kami naikkan langsung berhenti secara mendadak, membuat kepalaku langsung terhantuk dengan dinding dan aku pun terduduk lemas di sandaran kursi dalam kereta kuda sambil memejamkan mataku.
"Nona!" Pekik Chaser yang langsung menyenderkan kepalaku pada pahanya.
"A-alexa..." Ucap seseorang yang tidak lain berasal dari tubuh burung cebol itu.
.
.
.
*****
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...