Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 83 : Persoalan Takdir


__ADS_3

"Pangeran Shun!" Pekikku lalu menghampirinya dengan panik.


Karena mendengar seruanku dia langsung melirik kearahku begitu juga beberapa orang lainnya yang menahannya untuk tidak banyak berontak.


Pangeran Shun menatapku heran,"Kenapa kau diperlakukan dengan sangat baik sedangkan aku tidak?" Kata Pangeran Shun tidak terima.


"Tapi tidak apa-apa lah yang penting kamu selamat Leca," imbuhnya lega.


Seorang wanita terlihat agak terkejut melihat kedatanganku, "Tuan putri Magise, kau sudah sadar rupanya," ucap seorang wanita bermahkota yang langsung menunduk hormat di hadapanku.


"Tuan Ratu, Apa yang engkau lakukan?" Kaget para pengawalnya.


"Ehhh putri Magise? Tidak tidak kau pasti salah orang, aku hanyalah wanita biasa yang bahkan tidak memiliki sihir," Elakku sambil memegang bahu wanita itu, memaksanya untuk berdiri lagi.


"Magise? Leca kau... seorang Magise?" Tanya Pangeran Shun heran, alisnya tertaut dan dia terlihat berfikir keras.


"Sebenarnya..."


Setelah itu aku langsung menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu saat aku pertama kali menemukan buku aneh yang menyebut-nyebut Magise kepada mereka terutama Pangeran Shun. Mereka pun hanya diam menyimak sambil manggut-manggut.


Pangeran Shun berdehem, "Kenapa... Kenapa aku masih belum dibebaskan dari belenggu menyusahkan ini," protesnya yang langsung mendapat respon dari ratu tersebut.


"Maaf saya tidak tahu kalau kau adalah kekasihnya Nona Magise, ku kira kau adalah penyusup yang mencoba menerobos dimensi kerajaan bawah air ini," Terang si ratu.


Dimensi bawah air? Hmmm... Aku belum pernah tahu ada dunia semacam ini.


"Maaf tidak sopan putri, tapi saya sedari tadi belum memperkenalkan diri, nama saya Luna, ratu dari kerajaan bawah Muarabiru ini, senang bisa bertemu denganmu, maafkan kelancangan saya karena telah membawa paksa kau kesini."


"Aku adalah teman dari ibundamu, Nona Claire dan juga tuan Dummy, jadi kalian tidak perlu waspada karena aku sama sekali tidak bermaksud apa-apa,"


Pangeran Shun menyipitkan matanya kemudian langsung berdiri di depanku untuk jaga-jaga, sambil menatap tajam wanita itu.


Ratu Luna menyeringai kecil, "Aku tahu kau curiga dan tidak langsung mempercayaiku wahai orang cantik berjenis kelamin laki-la--"


"Namaku bukan orang cantik berjenis kelamin laki-laki!" Tukas Pangeran Shun tidak terima.


"Bwahahah cantik, Pangeran Shun cantik, Emang bener sih. Kalau dia jadi cewek," Ucapku sambil membenarkannya.


Jangan bilang itu karena pita yang kupasangkan di lehernya wkwkk lucu banget sihh Pangeran, akutuh jadi gemezz.


"Leca, Kenapa kau malah bilang begitu, " kata Pangeran Shun tidak terima.


"Sebenarnya aku memanggilmu kemari karena ingin memberitahukan sesuatu yang penting kepadamu, ini takdir Magise yang harus segera dibangkitkan dalam waktu dekat, kalau tidak, maka keseimbangan dunia ini tidak akan bertahan lama karena banyak orang serakah, mereka berlomba-lomba ingin menjadi penguasa otoriter dan memerintahkan dunia ini sekehendak mereka, siapa yang paling kuat itulah yang berkuasa,"


"Maksudnya? Dibangkitkan? Aku tidak mengerti," kataku sambil sedikit menelengkan kepalaku.


"Ya, kau adalah orang pertama ditunjuk sebagai Magise, tentunya kekuatanmu itu langsung disegel agar kau bisa tetap aman, kau disegel oleh seorang Saint yang bernama Dummy, mungkin kau tidak akan mengenalnya, dan hingga sekarang, aku juga tidak mendengar sedikitpun kabar tentangnya lagi." Terang Luna sambil tersenyum pahit.


Sa-saint selain Pangeran Shun? Tidak mungkin. Saint itu hanya muncul sekali dalam 5000 tahun kann. Terus Pangeran Shun apa dong kalau bukan saint?.

__ADS_1


Pangeran Shun terdiam lalu memijat keningnya untuk menetralkan pikirannya yang berkecamuk.


"Apa ada cara untuk membangkitkan kekuatan Magise dalam diri Alexa?" Tanya Pangeran Shun serius.


"Ada,"


"Gimana?" Tanya Pangeran Shun dan aku serempak.


"Mencari saint, hmmm maksudnya tuan Dummy dan melakukan kontrak dengannya sebagai pelindung sucimu,"


"Kontraknya bagaimana?" Pangeran Shun langsung menyipitkan matanya menatap tajam ke arah ratu Luna.


"Mungkin kontrak pada umumnya, bisa lewat bibir atau kening tuan putri,"


"Tidak Tidak! Aku tidak setuju, Leca kau tidak usah jadi Magise pun aku rela," sergah Pangeran Shun.


"Tapi kau juga Saint, Pangeran..." Kataku sambil tersenyum jengkel kearahnya.


"Saint? Tidak mungkin! saint satu-satunya hanyalah tuan Dummy," kata Luna tidak percaya.


"Aku juga tidak mengerti, kenapa banyak orang menyebutku Saint, aku memiliki lambang aneh di dahiku ketika aku menggunakan mana dan energi dalam jumlah besar, dan aku mengalami pengurangan umur yang pesat ketika aku menggunakan bantuan Rukh untuk memperkuat sihirku,"


Ratu Luna tersenyum sinis, "Hmmm menarik, saint kedua muncul? Mungkinkah salah satunya adalah imitasi saja?" Katanya sengaja menyinggung Pangeran Shun.


Pangeran Shun membelalakkan matanya kemudian menatap lekat wanita itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ini sering terjadi, sesuatu yang disebut imitasi dapat diciptakan, hanya saja kemampuannya tidak bisa menyamai Saint aslinya, sayang sekali... Saint yang sebenarnya akan mati apabila dia sudah melakukan tugasnya, tidak akan mengalami hal konyol seperti pengurangan jumlah usia apabila memakai bantuan Rukh,"


"Ahhh aku mengerti, aku juga merasakan hal yang sama, aku merasa kalau aku ini hanyalah seorang tiruan," lirih Pangeran Shun.


Aku menundukkan kepalaku yang tiba-tiba terasa sangat pusing, "Pangeran, Jangan bersedih," gumamku sambil meraih tangannya dan menggenggamnya erat.


"Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu, sampai kapanpun. Aku akan mencari jalan keluar untuk memperpanjang usiamu," ucapku sambil tersenyum lebar, tentu saja senyuman yang terlihat dipaksakan.


Ratu Luna tersenyum kecil, "Kalian berdua, mengingatkanku pada masa muda," ujarnya.


Sontak aku membulatkan mataku tidak percaya, "Masa muda? Tapi kau terlihat sangat muda," kataku sambil terperangah.


"Aku sudah berumur sangat lama, hanya saja aku awet muda,"


"Terus kenapa kau malah lebih menghormati ku?"


"Karena kau adalah seorang Magise, Ratu kami yang sebenarnya,"


"Heeeeeeeeeeeeeeeeee apa-apa itu,"


Ratu Luna hanya terkekeh melihat sikapku kemudian dia kembali duduk di singgasana emasnya.


"Baiklah untuk menyambut kedatangan kalian, aku akan mengadakan acara penyambutan yang meriah," katanya sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Maaf saja, tapi aku menolak, kembalikanlah kami ke atas sekarang," kata Pangeran Shun tegas.


"Hooh sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan penyambutan istimewa," katanya sambil menekukkan bibirnya ke bawah.


"Tenang saja Ratu Luna, aku akan berkunjung lain waktu lagi kemari," kataku menghiburnya.


"Baiklah kalau begitu janji, kau boleh meminta bantuanku kapanpun putri, sebagai balasannya aku juga akan meminta bantuanmu nanti,"


"Sepakat!" kataku sambil menautkan jari kelingking kami.


Setelah itu kami langsung diantarkan menuju pintu pintu teleportasi yang sudah tersedia di sana.


"Terimakasih sudah memeriku banyak informasi, aku pasti akan melakukan yang terbaik," kataku yakin.


"Ya, sama-sama," jawabnya singkat namun jelas terlihat lengkungan bibirnya yang tertarik keatas.


Aku dan pangeran Shun masuk ke pintu teleportasi itu, hanya dalam hitungan detik seketika kami langsung berada di pinggir danau tadi dengan suasana sunyi. Terlihat fajar merah membentang panjang, menyeruak diantara langit-langit malam.


Pangeran Shun tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya, "Kau tidak perlu mencari saint itu,"


Aku tersentak mendengar perkataannya, "Kenapa?"


"Aku ingin kau hanya disentuh olehku,"


"Tapi aku melakukannya demi kamu,"


"Tidak usah, aku sudah menyerah, aku yakin aku tidak akan hidup lebih lama dari ini, menurutku... bersamamu saja walaupun sebentar, itu sudah cukup,"


"Pangeran Shun bodoh! Aku tidak ingin kehilangan kamu, aku ingin kau tetap di sisiku, jangan egois! Jangan tinggalkan aku sendirian, aku tidak ingin hidup tanpamu!"


"Maafkan aku Leca..." Lirihnya pelan.


"Hikss hiks hikss..." isakku sambil memeluknya erat.


Aku tidak ingin kehilangannya! Aku hanya ingin bersamanya kumohon dunia berpihaklah padaku! Aku hanya ingin bersama orang yang kucintai. Aku ingin bersamanya, tapi kenapa rasanya sulit sekali.


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2