
Benar-benar sial kalau saja bukan karena Pangeran Zio aku tidak akan menerima hukuman seperti ini!' Gerutuku dalam hati.
Yah kalau dipikir-pikir lagi sih walaupun bukan karena Pangeran Zio aku akan tetap mendapatkan hukuman karena tidak bisa menulis kan? Huft...Aku pun hanya menatap kakiku dan memainkannya berkali-kali.
"Hei!" Ucap seseorang membuyarkan lamunanku.
"Sedang apa Nona Alexa?" Tanyanya kepadaku lalu kemudian dia duduk disampingku, Ia langsung mengambil beberapa helai rambutku lalu menciumnya. Aku yang melihatnya jadi geli sendiri.
Dari mana pangeranku belajar cara merayu seperti ini?!. Batinku.
Namun tak lama kemudian mataku mulai berkaca-kaca. Aku memeluknya sambil menangis seperti anak kecil dan tentu tidak dibalas nya.
*Kenyataannya memang anak kecil >.<
"Huhuhuhuuuu hiks hiks" aku menyeka air mata ku dengan lengan baju yang kupakai.
"Pangeran Shun! Aku dihukum hiks hiks...guru itu memang jahat kejam! Dia menyudutkanku terus! Dan lagi aku sekelas dengan orang-orang yang sangat menyebalkan!" Adu ku sambil menangis.
"Kenapa kamu bisa dihukum hmm?" Tanyanya padaku. Aku melonggarkan pelukanku dan menatapnya serius. Pangeran Shun jadi ikut memperhatikan ku dengan serius.
"Aku gak bisa nulis" ucapku singkat. Yang kemudian mendapat tatapan aneh darinya.
Itu memang aneh sih. Tetapi selama 4 tahun aku hidup di dunia ini bahkan aku tak diberi bekal ilmu sedikitpun. Ayahku sangat menentangku untuk belajar,dan kakaku bahkan tidak mengajarkan ilmunya padaku. Ketika aku menyentuh buku, pembantuku yang melihatnya bahkan akan membuang dan langsung membakarnya. Dan aku sekarang ini tiba-tiba disekolahkan oleh ayahku. Padahal aku mengira akan belajar dari dasarnya dulu. Ternyata tidak, Para Guru disini memang ingin mengambil enaknya saja.
Pangeran Shun melepaskan pelukanku lalu segera bangkit kemudian pergi begitu saja. Aku tidak tahu jalan pikirannya meskipun dulu aku berkata aku sangat mengerti dirinya. Aku mulai merenung sambil memutar-mutar pena yang kugenggam sekarang. Tak lama kemudian Pangeran Shun datang kembali sambil membawa sebuah pensil dan buku. Aku hanya dapat menatap nya sambil melongo. Kukira dia bakalan pergi meninggalkanku selamanya.. hanya gara-gara aku tidak dapat menulis, huhu~
"Nona Alexa, Bagaimana bisa kamu belum bisa menulis! Usiamu kan sudah 10 tahun, dan lagi kamu terpilih sebagai murid disini, itu adalah hal yang mustahil jika kamu tidak dapat menulis" ucapnya.
"Itu memang benar kok!" sanggahku.
"Coba tuliskan namamu sendiri"
Rupanya dia tidak percaya akhirnya aku mengambil pensil yang diberikan Pangeran Shun kemudian menuliskannya dalam huruf latin. Pangeran Shun menepuk jidatnya pelan.
"Ternyata benar kamu tidak bisa menulis" tuturnya diiringi anggukanku. Tetapi ia agak terheran karena melihatku bisa menulis menggunakan aksara yang lain dari biasanya.
"Aku harus bisa menyelesaikan hukumannya dalam satu hari saja" lirihku.
"Heeh? Jadi begitu... Seperti nya ini akan sulit terlebih lagi kamu belum mengenal abjad, tidak ada cara lain kecuali dengan sihir"
"Hehhh sihirrr?!!!"
__ADS_1
Ahhh iyaa baru ingat kalau ini isekai. ̄ヘ ̄
"Eh kenapa? Bukannya itu wajar? Jangan bilang kalau nona Alexa belum tahu?"
Aku menganggukan kepala menandakan bahwa aku memang benar-benar tidak tahu apa-apa.
"Hehehe aku belum tau hal seperti itu" ucapanku tidak sepenuhnya bohong. Sebenarnya aku sudah pernah tau tapi tidak ingat.
Pangeran Shun menghela nafas, " Aku bukanlah orang pintar yang tau segalanya dan dapat menjelaskannya padamu... tapi dengan sihir yang aku gunakan ini aku bisa membagi keterampilan menulisku padamu, Nona," ucapnya seraya menautkan tanganku dengan tangannya yang tampak besar jika dibandingkan dengan tanganku.
apa-apan ini apakah dia terus menggodaku dari tadi?! batinku.
Yang kupikirkan selama ini Pangeran Shun adalah Pangeran yang keren, polos, imut, manis dan baik hati.
"Selesai..." Ucapnya sambil melepaskan genggaman tangan kami.
"Ehhh?!" kataku sambil melongo. Barusan dia melakukan apa? Aku menatapnya dan dia hanya tersenyum. Lalu kemudian aku mengambil pensil yang sebelumnya kuletakkan disisi buku. Luar biasa aku bahkan langsung tau cara menulis nya. Tapi tulisanku langsung bagus dan rapih, tidak seperti anak yang baru belajar menulis.
"Bagaimana?"
"Ini sangat keren! Aku langsung bisa, padahal aku belum pernah menulis sebelumnya,"
"Baguslah kalau gitu," Pangeran shun langsung bangkit dan hendak melangkah pergi. Aku agak sedih. Sebenarnya aku ingin bersamanya lebih lama lagi hari ini.
"Pangeran mau kemana?" Tanyaku sambil menampakkan raut wajah sedih.
"Aku mau menyelesaikan sesuatu, aku juga dalam masa hukuman loh, karena kejadian Minggu lalu,"
"Lamanyaaa... hukumannya,"
"Yah itu mungkin adalah peringatan agar aku tidak ceroboh lagi,"
"Maaf itu semua salahku,"
"Tidak apa,"
"Umm..Kalau boleh tau kenapa Pangeran banyak membantuku? Kenapa pangeran menyelamatkanku saat itu?"
Mengapa kau melakukan hal itu Pangeran? Padahal saat itu kita baru saja bertemu..Batinku.
"Entahlah, mungkin karena kamu adalah calon istriku dimasa depan, jadi aku harus melindungimu. Yah aku tidak suka berbohong dalam ucapan dan tindakanku,"
__ADS_1
Setelah ia berkata seperti itu ia pun langsung berjalan menjauh dariku. Aku yakin setelah mendengar kata-kata itu wajahku langsung merona. Aku menutup nya dengan kedua tanganku saat ini. Sebelum ia benar-benar menghilang dari hadapanku aku berteriak memanggilnya.
"Panggil aku leca saja! Leca saja!!." Teriakku.
Pangeran tidak membalikkan badannya namun aku yakin ia mendengar nya karena aku melihat sejenak ia menghentikan langkahnya.
YAMPUUN! Aku benar-benar tidak tahan dengan ini. Aku melompat-lompat girang kemudian berguling-guling di tanah yang dipenuhi dengan rumput Jepang kemudian aku menjambak rumput itu dan mencabut nya. Karena rumput nya cukup tebal aku tidak khawatir gaun ini akan kotor dengan tanah.
"Huwahh Pangeranku keren kereennn kereennnn abisss!!!." Teriakku heboh.
Tukk!
Tiba-tiba ada yang melempari batu di kepalaku.
"Awww!" Aku meringis sambil memegang kepala dengan tangan kananku karena mendapati batu yang seseorang lempar kepadaku.
"Siapa--" ucapanku terhenti ketika melihatnya sedang berdiri dihadapanku. Aku mendongakkan kepalaku keatas dan reflek langsung duduk dengan tegak.
"Aku barusan lewat dan melihat mu berguling-guling sambil tiduran ditanah sebanyak 22kali kekiri dan kekanan,cih apakah kamu benar-benar seorang anak bangsawan?!" Dia melipat kedua lengannya sambil menatapku tajam.
"Kau tidak perlu tahu!" Jawabku dingin dan langsung segera beranjak sembari mengambil barang-barangku tadi. Orang itu adalah orang paling menyebalkan di dunia ini, Pangeran Zio Gilbertfrost! Aku segera pergi dari sana secepatnya.
'Kalau bukan Pangeran bakalan kulempari balik dengan sepatuku' batinku geram.
Saat aku berjalan, aku melihat Natte bersama dengan pelayanannya. "Natte!" seruku. Natte pun melihat kearahku.
"Sudah pulang kah?" tanyaku. Hanya diiringi anggukannya. Aku langsung antusias menuju ruangan dimana para pelayan menunggu tuan kecilnya selesai bersekolah.
"Antarkan aku pulang sekarang!." Titahku pada pelayananku. Dia pun hanya patuh sambil menyembunyikan wajah kurang sukanya dengan sikapku. Ahhh aku tidak sabar untuk menulis karena ini adalah keajaiban yang diberikan tuhan melalui Pangeranku. Aku menatap lekat lengan kananku sambil senyam-senyum sendiri.
.
.
.
*****
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....