Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 91 : Dummy


__ADS_3

Aku mengerjapkan mataku, sepertinya aku bermimpi dilamar di siang bolong, entah ini mimpi indah atau buruk karena aku tidak menyukainya sama sekali. Di hatiku sudah ku kugembok rapat-rapat dan kuncinya itu hanyalah pangeran Shun.


"Tidak mau," jawabku langsung.


"Kalau begitu, aku akan menggunakan cara kasar untuk memaksamu,"


"Silahkan saja aku tidak peduli, hump," jawabku tanpa pikir panjang.


"Intinya aku ingin mengambil peri mi-,"


Aku tersentak ketika dia secara tiba-tiba sudah berada di hadapanku dan memberikan sebuah kecupan di bibirku. Sontak itu membuatku kaget, sangat-sangat kaget. Aku ingin sekali mendorong tubuhnya dengan kasar, tapi seluruh tubuhku terasa sangat kaku dan bahkan tidak dapat bergerak sedikitpun.


"Alexa!!" Suara seseorang yang sangat ku kenali berhasil membuat badai tiba-tiba menyambar di hatiku, dia adalah pangeran Shun. Sepertinya kejadian sial benar-benar akan menimpaku sekarang, melihat hal ini pasti akan membuatnya salah paham dan aku paling kalau hal yang menyusahkan itu terjadi.


"Ah kalian ini mengganggu saja," ujarnya sambil memberikan tatapan elang pada pengganggu yang seakan berniat merebut mangsanya.


Pangeran Shun menyipitkan matanya menatap balas tatapan tajam pria itu "Siapa kau?" Tanyanya sinis.


"Manusia,"


Mendengar jawaban itu pasti semua orang yang didekatnya ingin sekali memberinya pelajaran, begitu juga dengan pangeran Shun, dia tampak mencoba menahan emosinya menghadapi manusia menjengkelkan itu.


Chaser langsung mendekat kerahku, "Anda baik-baik saja Alexa?,"


Aku mendengar suara Chaser tapi aku merasa enggan untuk menanggapinya, aku merasa sudah kehilangan muka untuk bicara di depan pangeran Shun.


"Sialan! Apa yang kau lakukan pada nona Alexa!" Bentak Chaser pada Dummy.


"Yah aku hanya mengajaknya untuk menikah, emang salah?"


"Cih," geram Chaser, kemudian langsung mendekat ke arah Dummy untuk memberinya pelajaran tapi dihadang oleh pangeran Shun.


"Sebaiknya kita jangan cari mati," kata pangeran Shun memberitahu.


"Kenapa? Padahal aku ingin sekali memberinya pelajaran karena telah lancang kepada nonaku!,"


"Dia adalah saint, dia tidak sebanding denganmu,"


"Ehhh?!"


"Lihat, matanya berwarna kebiruan, selain itu disisinya adalah makhluk sakral yang memiliki kemampuan sihir yang besar, kau hanya akan seperti nyamuk saja menghadapi mereka,"

__ADS_1


"Sialan kau pangeran, aku sudah hidup ribuan tahun untuk menjadi kuat dan kau mengejekku dengan manusia biasa yang lebih muda dan tidak berpengalaman dariku,"


"Ini bukan mengejek, tapi ini realitanya, terkadang realita itu memang kejam dan kau hanya harus menerima dan menghadapinya dengan tenang,"


Chaser langsung melemahkan aura sihir miliknya dan mencoba untuk tetap tenang.


"Hm? Kenapa kalian takut? Bukankah dua lawan satu sudah cukup? Apalagi kalian berdua adalah orang kuat yang dikenal oleh legenda,"


"Aku akan menyerahkan semua periku loh kalau kalian menang dan kalau kalah, kalian harus membiarkan nona kecil itu ikut bersamaku,"


Chaser dan pangeran Shun semakin merasa diremehkan oleh sindiran dan tantangan yang dikeluarkan oleh Dummy dan akhirnya mereka angkat biacara.


"Baiklah," jawab pangeran Shun dan Chaser bersamaan.


"Tidak," Cegah ku pada mereka.


"Bawa saja aku," ucapku padanya, karena aku merasa dia ini merencanakan sesuatu yang buruk kepada mereka, dan aku harus mencegahnya sebelum hal itu terjadi.


Pangeran Shun melirikku jengkel, "Kau itu bodoh yah, ada peri tanpa kamu itu sama saja bohong, kami disini untuk membantu memenuhi keinginanmu kan!"


"Tumben bicaramu kasar sama Leca pangeran, apa kau lagi kesal?" Tanya Chaser.


"Habisnya kalau kalian menantangnya, jelas-jelas kalian akan kalah, aku tidak akan membiarkan kalian terluka, mending menyerah saja,"


"Leca kau ini," geram pangeran Shun.


"Orang yang menyerah sebelum bertarung itu lebih buruk daripada kalah," imbuhnya lagi.


Dummy tertawa kecil melihat tingkah kami, kemudian dia langsung duduk santai di tanah, sambil menonton perdebatan kecil di depannya.


"Heh, menarik, sepertinya kalian adalah sepasang kekasih yang sangat buruk," komentarnya membuatku menghentikan perdebatanku kemudian meliriknya.


"Asal kau tahu saja yah, aku sudah melakukan kontrak dengan gadismu dua kali loh," ucapnya bangga sambil menunjuk pangeran Shun.


"Sembarangan! Kenal aja enggak!" Elakku langsung.


Sementara pangeran Shun terdiam menatapku dengan wajah yang sangat syok dan perasaan yang mungkin sudah bercampur baur.


"Nona kau mengerikan," celetuk Chaser yang sama syoknya.


"I-ini tidak seperti yang kalian kira, dia itu pembohong, aku saja baru pertama kali ketemu dan itu secara tidak sengaja!" Jelasku.

__ADS_1


Tapi sepertinya nasi sudah terlanjur menjadi bubur, mereka bahkan tidak menunjukkan ekspresi atau tanda-tanda mereka mempercayaiku. Aku pun hanya dapat terdiam sambil menelan salifaku kasar.


"Baiklah, aku tidak ingin berbasa-basi lagi, aku akan segera membawa Alexa untuk jadi pengantinku, datanglah kalian kalau mau merebutnya kembali," ujarnya sambil mendekat dan menarik tanganku ke pelukannya.


"Babay," katanya sambil tersenyum tipis.


"Tunggu," cegat pangeran Shun.


"Sudah kubilang aku tadi menerima tantangan konyol darimu, kenapa kau hanya mengambil keputusan sendiri," tambahnya lagi.


Dia menyeringai kecil, "Baiklah," jawabnya langsung.


Senyum yang baru saja dia keluarkan tadi terlihat mencurigakan di mataku, sepertinya memang inilah yang diincar oleh pria itu, menghabisi mereka, bukan ingin mendapatkanku.


"Silahkan menepi nona," ujarnya padaku, akupun mengikuti arahannya dan hanya melihat dari jarak aman. Sebagai jaga jaga orang itu memberikan kekkai yang sangat kuat kepadaku.


"Nona aku butuh izinmmu," teriak Chaser padaku.


Aku mengangguk, "Chaser, kau di bebaskan untuk bertarung di luar kendaliku untuk membela kebenaran," ucapku setengah berteriak.


"Baiklah!"


DHAARR


Suara ledakan tiba-tiba bergemuruh di sekitarku, debu-debu tanah menutupi seluruh pandanganku, aku tidak bisa melihat apapun dan mereka sedang apa, akhirnya aku hanya dapat diam mendengarkan saja. Aku berharap pangeran Shun akan menang melawan saint aneh seperti orang itu.


.


.


.


*****


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2