
"Bosannnnnnnn....." Lirihku sambil menatap mereka yang sedang berpesta bersama pasangan nya masing-masing. Aku kemudian terus mengitari area pinggir ruangan dan memakan beberapa makanan yang tampak lezat. Hari ini akan kuisi perutku hingga meledak sekali pun.
"Wahh lezatnya... Ayam panggang memang yang terbaik!" Ucapku lalu memasukkan beberapa potong daging ke mulut ku. Saat aku sedang asik menyantapnya makanan tiba-tiba saja seseorang mengagetkan ku.
"Hei kau!" Panggil seorang anak laki-laki padaku.
Dari penampilan nya dia cukup imut dan terlihat seperti seorang bangsawan. Mau ngapain dia? Pikirku.
"Apa?" Jawabku singkat. Ia pun menghampiri ku.
"Ayo kita berdansa!" Ucapnya antusias.
"Haah yang benar saja?? Aku berdansa sama anak kecil? Tidak mau!"
Lagian aku hanya ingin berdansa dengan Pangeran Shun seorang.
"Bukankah kita seusia? Kenapa kamu hanya menyebut ku anak kecil, Kita kan sama sama anak kecil?,"
Yaelah pake nanya lagi, jelas aja kan itu penolakan kasar dariku.. lagian aku sudah dewasa, bukan anak kecil!. Batinku
"Kok malah bertanya sama aku sih! Aku sudah dewasa tau! Aku cuma mau dansa sama Pangeran Shun!" Tolakku.
"Ayooo,..". Dia menarik tanganku. Aku mencoba melepaskan nya. Pegangannya lumayan keras.
"TIDAAAKK MAUU!" Teriakku. Membuat beberapa orang melihat kearah kami. Dia begitu pemaksa, Aku tidak suka. Aku lalu menginjak kakinya dengan keras . Setelah itu aku kabur begitu saja dari situ. Huh rasain!
"Sialan! Dia masih bocah kok keras kepalanya minta ampun!" Umpat ku.
.
.
*GUK GUK GUK!!!
.
.
Sontak aku langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan terlihat seekor anjing mendekat kearah ku saat ini, anjing itu terlihat seperti hendak menggigit bagian tubuh ku jika aku tidak segera berlari lagi. Hewan itu terlihat seperti sudah terlatih untuk menggigit atau berburu. Melihat nya saja sudah membuatku takut.
"Huwaaa tolong! Ada anjing gilaaaa!!!" Teriakku dengan keras. Sambil berlari tunggang langgang, namun anjing itu tetap mengejar ku.
"Jangan dekat-dekat!! Aahhh "
Hosh Hosh Hosh.....
.
.
Aku terus berlari keluar aula tanpa tahu arah. Dengan tak sadar aku pun melewati gerbang istana dan hewan menakutkan itu tidak lagi mengejar ku. Aku terkejut karena tahu-tahu aku sudah berada di tengah kerumunan masa saja saat ini.
"Hee? Aku dimana"
__ADS_1
'ahh aku selalu saja ceroboh! Sifat ku masih sama seperti dulu! Dasar Lala bodoh! Padahal dia tidak mengejar ku tapi aku lari seperti di kejar anjing saja! dan malah dikejar beneran kan'.
Aku mencoba mencari jalan kembali tapi aku seperti nya malah tenggelam di lautan masyarakat ini. Ya Ini adalah pasar, pasar yang sangat ramai. Seakan-akan hanya tempat ini yang merupakan pusat perbelanjaan di sini.
Kalau aku mencoba bertanya seharusnya tidak masalah kan? Soalnya aku belum mengenal tempat ini sama sekali. Lagipula aku yakin area sini masih sangat dekat dengan Istana. Akhirnya aku mencoba bertanya kepada 2 orang paman yang berada tidak jauh dari situ.
"Paman paman! Bisakah kau menunjukan ku jalan menuju ke istana? Bisakah kau mengantarkan aku kesana" tanyaku kepada mereka. Bukannya memberi ku sebuah jawaban mereka malah mengacuhkan ku. Lalu aku segera pergi dari situ untuk bertanya kepada yang lainnya hingga berkali-kali. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak merespon pertanyaan ku dan tetap sibuk dengan pekerjaan mereka. Kemudian pandangan mataku tertuju pada 2 orang laki-laki paruh baya dan terlihat sedang membeli sesuatu.
" Paman bisakah kau menunjukan ku jalan menuju ke istana?bisakah kau mengantarkan aku kesana?..." Tanyaku.
"Tentu saja bisa adik kecil.." jawab mereka sambil tersenyum.
Aku langsung segera mengikuti paman itu dan seorang temannya. Namun bukannya aku malah diantar ke istana aku malah dibawa ketempat semakin jauh dan sunyi. Senyum licik pun tersirat di wajah mereka. Tiba-tiba bulu kudukku berdiri tanpa aba-aba. Dan perasaan ku menjadi tidak enak.
"Dia terlihat seperti dari keluarga bangsawan! Kalau kita menculik dia dan menjualnya kita pasti akan mendapatkan uang yang sangat banyak! Terlebih lagi dia sangat imut HAHAHAHAHHA"
Gawat aku telah dijebak. Aku tidak menyangka mereka adalah orang jahat, mereka tadi tidak terlihat seperti orang yang mempunyai niat jahat!
Aku segera berlari dari situ. Tapi tanganku berhasil digapai oleh salah satu dari mereka dan dia mencengkeram lenganku dengan sangat erat . Aku takut terjadi apa-apa padaku. Aku benar-benar menangis sambil berteriak-teriak sekeras mungkin untuk meminta tolong.
"Tolong... Tolong!!!" Teriakku sambil memberontak.
"Diamlah bocah!" Ucapnya lalu mereka memukul kepala belakang ku dengan keras. Kemudian mereka menggendong ku seperti biasanya orang-orang menggendong karung beras, Semuanya tiba-tiba menjadi gelap dan aku kehilangan kesadaran.
.
.
.
Kalau begini jadinya aku akan pingsan lagi. Aku heran mengapa tubuh yang ku tempati ini begitu lemah, tak heran aku sering banget sakit sakitan seperti orang tua.... pikirku.
*Karena orang nya pemalas:^)jarang olahraga.
"Ahh ini dimana?" Lirihku.Aku mencoba untuk bangun dan duduk bersandar pada dinding. Pandangan mataku terasa gelap, sehingga butuh waktu untuk menyesuaikannya. Jika diperhatikan lagi tempat ini terlihat seperti sebuah penjara, lantai disini juga begitu lembab dan hangat,terdapat sebuah kasur jerami di sudut pojok ruangan. Aku sadar bahwa aku sedang terjebak di dalam sel besi ini sekarang. Kemudian aku mencoba menggerakkan kakiku dengan kasar. Sakit'!. Itu yang kurasakan. Ternyata kakiku terjerat rantai yang begitu berat dan keras. Gaunku yang tadinya terlihat seperti baru pun kini sudah begitu kotor dan lusuh.
"Apapaan!! Ini!" Pekikku
Orang-orang yang menculik ku tadi kemana sih?! Sini kau biar ku tinju mukanya sampe jadi Lumpia!! Awas aja kalo ketemu!!
.
.
.
****
.
.
.
__ADS_1
"Kau lihat itu? itu adalah salah satu putrinya Duke kethzie! Dia benar-benar terlihat bukan orang baik-baik, bahkan sopan santun kepada Pangeran ke 4 yang mengajaknya berdansa tadi saja tidak ada"
"Apakah dia tidak diajarkan sopan santun? Dalam menolak??! bahasa nya begitu kasar.."
"Tidak seperti kakaknya yang sangat berwibawa ya"
"Lihat lah dia kabur!"
"Apakah ia menganggap pangeran sangat menakutkan?"
.
.
.
.
.
.
.
'Ahhh bocah yang tadi melamar ku ya' batin Pangeran Shun sambil menatap arah dimana Alexa beradu mulut dengan Pangeran Zio. Ia merasa geli sendiri mengingat nya.
"Maaf nona Arzetty, seperti nya aku harus pergi sekarang" ucap Pangeran Shun. Entah mengapa perasaannya tidak enak dan dia memilih untuk mengikuti gadis itu.
Lina Arzetty sengaja menampakkan wajah kesalnya dengan jelas.
"Mau kemana Pangeran Errent? Seperti nya kau terburu-buru" Tanyanya.
Namun pertanyaan itu tak digubris karena sang Errent yang di ajak bicara olehnya sudah menjauh darinya. Lina hanya dapat melihat punggung Pangeran Shun yang semakin menghilang dari pandangannya dan tertelan oleh massa.
"Ck!!" Lina yang merasa kesal langsung membanting gelas yang ia pegang. Ia tidak peduli terhadap lingkungan sekitar nya. Orang-orang menatap nya dengan tatapan heran.
"Anak ingusan itu berani-beraninya mengambil perhatian target incaran ku!" Cibirnya geram.
.
.
.
***
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1