
Terlihat semburat jingga di sudut langit yang tadi menghiasi bayang-bayang orang,kini menghitam dengan perlahan. Angin dingin kini menerpa mereka semua.
Pangeran sekilas melihat keadaan Lily yang masih saja belum sadar. Dia teringat tentang kebaikan yang barusaja dilakukan olehnya. Ingin sekali setelah ia sadar Pangeran Shun mengucapkan rasa terimakasihnya. Namun ia harus segera pergi kembali ke asrama untuk beristirahat.
Erdwan yang sudah baikan sepenuhnya menyentuh bahu Pangeran Shun pelan.
"Tenang saja katanya dia hanya tertidur, kau tidak perlu merasa bersalah Pangeran.."
Pangeran Shun tampak berfikir sejenak kemudian mengangguk pasrah.
Akhirnya dua orang pria itu memutuskan untuk pergi dan pulang ke asrama meski keadaan begitu pekat dan gelap.
Tap…
Mereka berdua pamit ke beberapa orang yang masih ingin menginap di sana untuk melakukan pesta ikan panggang yang Pangeran Shun dapatkan. Tidak lama kemudian suara ringkikan kuda terdengar memecah keheningan dan mereka pun akhirnya pergi membelah malam.
Keadaan pun semakin lama begitu gelap, hitam dan mencekam. Tapi di wajah mereka berdua tidak nampak sama sekali raut wajah takut terhadap kegelapan di hadapannya itu.
Kemudian tidak lama setelah itu beberapa cahaya datang mengitari Pangeran Shun.
Cahaya itu adalah Rukh. Rukh adalah sumber kekuatan terbesar yang dimiliki dimuka bumi ini selain mana, dan lagi Rukh itu jumlahnya tidak terbatas. Meminjam kekuatan Rukh juga diperlukan mana untuk memerintahkannya dan merubah bentuknya Rukh memerlukan mana penggunanya.
Namun ini berbeda para Rukh itu datang tanpa di perintahkan dan langsung memberikan mereka penerangan agar mereka tidak susah memilah jalan untuk pulang tanpa mengambil sedikitpun mana sang Pangeran.
Mereka berdua pun hanya dapat terkejut, mereka tau kalau Saint memang dicintai oleh mana dan Rukh namun baru kali ini ada Rukh yang secara langsung melindunginya.
Angin malam pun semakin bertiup kencang dan mereka pun juga menambahkan kecepatan mereka. Namun sang kuda putih yang memimpin di depan tiba-tiba saja meringkik dan berhenti berlari.
"Ada apa Pangeran!" Tanya Erdwan yang juga ikut menghentikan kudanya.
"Dia.. sedang apa berada disini?" Tanya Pangeran Shun kepada dirinya sendiri. Akhirnya Erdwan mengikuti arah pandang Pangeran Shun dan hanya dapat membulatkan matanya dengan sempurna.
.
.
.
BEBERAPA JAM YANG LALU DI AKADEMI:
"Huh Pangeran bodoh itu malah gak memberi pelajaran pada si Angela!" Aku melipat tanganku di depan dada karena sudah sangat kesal. Jelas-jelas Angela yang salah kenapa malah dia tidak dihukum.
"Tidak apa-apa yang penting kamu juga tidak dihukum kan" ucap Kecha menenangkan ku dengan senyumnya yang manis.
Meskipun demikian aku tetap tidak dapat tenang karena dia melukai sahabat ku yang imut,Kecha. Sekarang dia sudah berada di ruang kesehatan dan sudah diobati. Untung lah beberapa healer datang untuk menyembuhkan lukanya hingga membuat nya langsung sembuh total.
"Bocah itu memang aku yang harus memberinya pelajaran...Pangeran Kenn seperti tidak bernyali melawan anak setan itu hump!" imbuh natte geram.
Suasana seperti ini entah kenapa membuat ku tertawa kecil dengan sendirinya. Aku senang memiliki teman yang di kehidupan sebelumnya belum pernah kumiliki. Merasakan nya membuat selalu ingin bersama mereka menghadapi hari dimana kami merasakan susah dan senang.
__ADS_1
"Ternyata kalian diam-diam membicarakan tentang hal buruk di belakang kakakku" ucap seorang yang sudah masuk kedalam ruangan menjenguk Kecha.
Jantung ku pun berdegup kencang seperti mau copot karena kepergok. Sedangkan Natte langsung terjungkal dari tempat duduknya karena kaget.
'ini bukan tanda aku jatuh cinta sama dia kann?!' batinku sambil mengecek gemuruh di dadaku. Ohh mungkin ini rasanya kepergok melakukan hal buruk ya. Tetapi bagaimana jika aku kepergok sedang berciuman dengan pangeran Shun? Kyaaaw.. memikirkan nya membuat ku geli sendiri.
"Emmm...Leca sadar dong, kamu masih normal kan? Kenapa senyam-senyum sendiri?" Bisik Kecha di samping ku.
"Ahh iya iya "
Aku mulai bangkit dari dunia haluan ku karena gangguan kecil dari Kecha.
Pangeran Zio menatap kami jutek seperti tidak mengenal kami samasekali. "Ini..." Ucap Pangeran Zio sambil memberi sekotak buah kepada Kecha.
"Jangan terlibat pertikaian seperti ini lagi, lain kali langsung lapor saja ke guru" Pangeran Zio lalu mengelus puncak kepala Kecha dengan lembut. Sehingga membuat pipi Kecha memerah.
Hal seperti itu adalah kejadian yang sangat langka di dunia ini hingga membuat ku dan Kecha terperangah melihat keajaiban dunia tersebut.
"Seperti nya kamu tambah sakit ya? Mukamu jadi merah seperti kepiting" ucap Zio heran. Kecha yang ditanya jadi salah tingkah sendiri.
"Ouuchh Soo sweet nyaaa" ucap aku dan Natte sambil bertautan tangan.
"Duhhh kaliaaann!!" teriak Kecha malu.
Pangeran Zio tersenyum kecil melihat tingkah kami. Aku dapat melihat jelas wajahnya yang sebenarnya hanya tersenyum terpaksa itu. Yahh sudahlah aku tidak peduli.. Ternyata Zio tidak lah seburuk yang kusangka. Hanya saja dia agak kasar dan cuek tetapi hatinya baik. Aku yakin itu. Mulai sekarang dia sudah resmi kuanggap bukan sebagai musuh.
____
"Hei anak haram" panggil seseorang yang mengagetkan ku. Aku melirik sekilas dan langsung paham bahwa kata-kata itu ditujukan kepadaku kemudian aku hanya membalas nya dengan tatapan tajam. Sedangkan orang itu membalas dengan lebih sinis lagi.
Aku menghela nafas panjang karena jemputan ku sama sekali tidak datang. Elissa yang biasanya menungguku entah pergi kemana. Terlebih lagi tidak ada pelayanan pengganti yang datang menemui ku. Keadaan seperti ini membuatku gelisah.
Karena hari sudah semakin senja akupun lelah jika hanya harus menunggu di tempat ini. Aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi dan tidak menunggu lagi. Sepertinya mereka tidak akan datang untuk menjemput ku.
Aku segera menutupi kepalaku dengan jubah yang kupakai saat ini. Natte memberikan padaku sebelum pulang. Jadi aku memutuskan untuk nekat dan pulang ke rumah hanya dengan berlari, aku berkali-kali melewati jalan ini jadi aku tidak perlu merasa khawatir akan tersesat.Tetapi, anak kecil seperti ku berjalan sendiri di tengah keramaian sambil memakai jubah yang mencurigakan malah menarik pusat perhatian orang-orang.
Seorang lelaki dewasa menabrak ku saat di jalan hingga membuat jubahku lepas dan tubuhku pun terjatuh. Beberapa pasang mata pun melirik tajam kearahku. Kini orang-orang mulai berbisik-bisik ria dan menjadikan aku sebagai sasaran empuknya.
Melihatnya saja sudah membuat tubuhku bergetar hingga sulit untukku bangkit. Semua pikiranku dipenuhi dengan rasa benci yang mereka berikan kepadaku.
"Anak haram!!" ucap seorang bocah seumura dengan ku menunjuk ke arahku.
"Lihat saja bahkan dia pulang tidak diantar oleh kereta kuda"
"Ibu, lihat dia adalah orang yang berbuat jahat sama putri angella"
"Katanya dia tidak bisa sihir yaaa, padahal ayahnya adalah penyihir agung"
Sebenarnya... Seberapa cepat rumor ini beredar hingga beberapa jam saja sudah mencapai sini, siapa yang menyebarkan nya?!... bagaimana jika ayahku tahu?! Dia pasti akan mengusir ku.
__ADS_1
"Kenapa...kenapa hal seperti ini menimpaku?!" Lirihku lemas.
CLACK!!
Seseorang melempar ku dengan kasar menggunakan beberapa telur kemudian di susul beberapa buah tomat dan sayur-sayuran.
Sekarang aku sudah seperti adonan bakwan yang lengket dan kotor. Aku mencoba pergi dari sana dan terus berlari sekuat tenaga agar tidak dilempari lagi oleh mereka. Sebagian tubuhku pun memar dan memerah.
Aku menggigit bibir bawahku keras. Rasanya ingin sekali menangis sekeras-kerasnya.
Apa salahku sampai mereka begitu membenciku?. Apakah hanya karena aku menampar Angela, putri kesayangannya mereka! Ataukah karena aku bukanlah merupakan seorang putri Duke Kethzie?.
Hari pun semakin petang dan bayangan diriku mulai tertelan oleh kegelapan malam. Namun aku sama sekali belum melihat pucuk mansion ku. Aku tidak menyangka sebelumnya kalau berjalan kaki akan jadi sejauh ini.
Aku sudah sangat lelah, jubahku juga kotor karena melindungi diriku dari serangan yang mereka berikan kepadaku sedangkan beberapa tubuhku luka lebam dan terasa sangat nyeri. Aku tidak yakin akan bisa melanjutkan perjalanan hingga sampai ke mansion ku.
Peluh dan keringat juga berayun-ayun di dahinya ku meskipun berkali-kali aku menyekanya tetap saja tidak berhenti membanjiri wajahku. Aku menghentikan langkahku sejenak, kakinya mungilku tak mampu lagi menopang berat badanku untuk melanjutkan perjalanan. Perutku juga merasa lapar dan rasanya tidak dapat kutahan lagi.
Aku menggigit bibir bawahku lagi dan lagi untuk menahan air yang ingin berlomba keluar dari sudut mataku. Akhirnya tak lama kemudian, setetes demi setetes air pun jatuh di kedua pelupuk mataku. Aku gagal mempertahankan nya agar tidak keluar.
"Kenapa? Kenapa aku baru sadar kalau sejak aku berada di dunia ini mengalami hal yang sangat membencikan... Tidak bisakah aku dicintai mereka!" Aku pun jatuh terduduk di tanah. Angin malam pun semakin besar memainkan rambutku dan dinginnya malam mulai merasuki tubuh ku yang basah.
"Leca!"
Aku dapat mendengar samar suara seseorang dari kejauhan memanggil namaku. Dengan segera aku menghapus linangan air yang keluar dari kedua mataku.
Tak tak tak..
Terdengar depakan suara kuda yang kini mulai menghampiriku. Akupun akhirnya bangkit dan membalikkan badanku untuk melihatnya.
Aku hanya dapat tersentak dan mematung saat melihat siapa orang itu.
"Pa_pangeran?" Aku kaget karena tiba-tiba saja bertemu dengannya di saat kondisiku menyedihkan seperti ini...aku menarik atasan jubah ku yang kotor hingga menutupi wajah ku. Aku...tidak ingin dia melihatku.
"Apa yang terjadi dengan mu?!" Tanyanya dengan nada panik. Dia berusaha meraih tanganku namun aku menepis tangan nya dan memalingkan wajahku darinya.
'Kumohon pergilah darisini sekarang Pangeran...aku tidak ingin kau melihat ku seperti ini'. Batinku terus memohon, namun aku tidak berani untuk mengungkapkannya.
.
.
.
****
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...