Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 99 : Penyergapan


__ADS_3

Sejam telah berlalu, tapi aku tetap diam sambil terduduk lemas, aku tidak tahu apakah aku masih punya semangat hidup sekarang. Aku bahkan belum bersiap apa-apa seperti yang diperintahkan Dummy.


Perasaan kehilanganku makin menjadi setelah melihat Nekomata itu di sisiku, dia bisa menghidupkan orang mati bukan? Aku ingin sekali memeliharanya dan membuat pangeran Shun kembali ke sisiku.


"Hey kau bisa menghidupkan orang mati kan?" bisikku pada Nekomata.


"Iyaa, apa yang sebenarnya terjadi?"


Aku tertunduk lalu terdiam sambil menggigit bibir bawahku.


"Pangeran Shun... sihir ikatan abadinya telah menghilang,"


"Tenangkan dirimu, sihir itu bisa dicabut oleh pemiliknya kok, jadi dia bisa saja tidak meninggal seperti yang kamu kira,"


"Ta-tapi pangeran Shun tidak akan mencabutnya,"


"Mungkin seseorang menghipnotisnya,"


Aku terdiam untuk berfikir, kurasa ini bisa terjadi karena kakakku sendiri adalah tukang hipnotis.


Aku harap dia baik-baik saja tapi aku sangat menghawatirkan keadaannya sekarang.


Dummy pun kembali ke kamar untuk mengecekku, kali ini dia muncul dengan pakaian yang rapi tapi tidak denganku.


"Kau belum besiap? Bukannya sudah ku beri waktu satu jam," kesalnya lalu mendekat ke arahku.


Aku langsung berdiri mendekatinya lalu menyerangnya dengan satu pukulan sekuat tenagaku dan membuatnya meringis kesakitan.


"Hey apa yang kau lakukan, itu sakit!" Protesnya kesal tapi aku tidak menghiraukan perkataannya.


"Katanya kau tidak membunuhnya bukan? Dasar pembohong! Kau meninggalkannya sendirian tapi diam-diam kau menghabisinya! Aku membencimu! Aku ingin membunuhmu sekarang juga!" Teriakku keras.


"Aku tidak membunuhnya, aku benar-benar menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkannya," ujarnya mencoba menjelaskan.


"Bohong bohong! Kembalikan pangeran ku sekarang, aku tidak bisa hidup tanpanya!" Teriakku frustasi.


Dummy tiba-tiba terdiam lalu menatapku dalam, "Sekarang kau tau kan, bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kau cintai," ujarnya membuatku tertegun.


Aku langsung menatapnya masih dengan air mata yang berlinang, "Ya, tapi aku... Berbeda denganmu, pangeran Shun tidak akan tergantikan oleh seseorang pun di dunia ini bukan sepertimu yang menggantikan Claire denganku,"


Dummy tersentak lalu menunduk lemas, "Aku tau aku sedikit egois tapi... Mau bagaimana lagi, aku sangat menginginkan kehadirannya, karena itu mari kita hidup dengan anggapan masing-masing, kau menganggapku pangeran Shun sedangkan aku menganggapmu Claire,"


Aku langsung terjatuh lemas, seluruh tubuhku mati rasa, aku sangat merasa kehilangan kali ini, aku juga sangat menginginkannya tapi dari segi manapun pangeran bukanlah Dummy.


"Tidak bisa..." Lirihku lalu berlari ke luar.


"Pangeran... Selamatkan aku kali ini saja, aku membutuhkanmu," gumamku sambil menangis dan menutupi mulutku dengan tangan agar tidak bersuara.

__ADS_1


"Kumohon, beritahu aku kalau kau baik-baik saja," lirihku lagi sambil terduduk lemas dibawah pohon sakura yang tinggi.


Tapi tiba-tiba sebuah suara mengejutkanku, ternyata mereka adalah segerombolan orang aneh yang berjubah hitam masuk ke dalam rumah.


Dummy langsung berlari ke arahku dengan wajah panik.


"Nona Alexa sepertinya kita dijebak, mereka bukannya mengirimkan tamu undangan dari gedung itu tapi malah mengirimkan sekte hitam untuk membunuh kita.


"Hah?!" Pekik ku tak percaya.


"Sebaiknya kau bersembunyi terlebih dahulu, Nekomata akan menghidupkan Claire dan aku harus membawanya bersama kita," ujarnya sambil menarikku pergi dan berhenti di belakang gudang kecil tua di sana.


Bahkan kondisi gudang itu sudah tidak layak pakai, dan aku harus bersembunyi disana, tapi dengan begitu musuh tak akan menaruh curiga jika aku bersembunyi disini.


"Masuklah, aku akan memberikan kekkai dari luar, jadi kau tetap aman." Ujarnya yang langsung dilakukan olehku.


Aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi ini membuat seluruh isi kepala dan perutku campur aduk sampai mau muntah.


"Aku tidak mengerti..." bisikku pada diri sendiri sambil meringkuk lemas.


Beberapa menit kemudian semuanya tidak seperti dugaan ku, beberapa orang mengepungku dan mereka mengucapkan mantra yang aneh, tidak lama kemudian segel milik Dummy terlepas dan mereka menemukan ku.


"Ketemu," ucaps seseorang dari balik jubah dengan seringainya yang menakutkan.


"Lepaskan!" Pekikku ketika aku dibawa paksa olehnya.


Dengan cepat mereka pergi hendak meninggalkan rumah ini.


Tapi kemudian Dummy dan Claire datang menghadang mereka.


"Lepaskan dia!" Teriak Dummy pada mereka.


"Tidak akan,"


"Kumohon lepaskan anak gadisku," ujar Claire dengan nada bergetar dan dia benar-benar melakukan hal yang bodoh dengan menundukkan kepalanya ke arah musuh.


Aku langsung di lepaskan tapi seseorang menahan tanganku dari belakang dengan pisau tajam yang berada disisi leherku.


Aku mengerti sekarang. Jelas-jelas ini adalah ancaman, yang mereka incar bukanlah aku, aku hanyalah sebagai umpan untuk memancing kedatangan Dummy dan Claire.


Pria dari balik jubah itu menyeringai kecil.


"Apa kau mengenaliku?" Tanyanya pada Claire. Namun Claire menggelengkan kepalanya cepat.


"Tidak,"


"Aku adalah seseorang yang paling membencimu," katanya lagi lalu menyerang mereka dari dekat, namun dengan sekali tebasan Dummy berhasil membuat jubah yang menutupi wajahnya itu robek.

__ADS_1


"Claoudie?!" Pekik Claire tidak percaya.


"Nahh mari kita lanjutkan pertarungan kita yang sempat tertunda," ujar Claoudie sambil menatap tajam ke arah Dummy.


"Yah... Aku juga tidak ingin kalah darimu," jawab Dummy langsung.


"Baiklah kali ini aku akan membunuhmu" kata Duke Claoudie dengan seringainya berbeda dengan Dummy yang tampak serius.


Setelah itu sebuah pertarungan terjadi hingga merusak sebagian besar properti rumah di mansion ini.


Claire kelihatannya mencoba berfikir keras untuk memisahkan mereka tapi dia tidak bisa berbuat banyak.


"Cukupp!" Teriak Claire langsung menahan sabetan senjata tajam ke arah Dummy dengan senjata miliknya.


"Kau sudah keterlaluan, Dummy tidak salah apa-apa," terangnya.


"Diam! Aku hanya ingin membunuhnya karena dia bertindak kurang ajar padamu!" Ucapnya tanpa sadar.


Ucapannya itu berhasil membuatku dan Claire sendiri terperangah tidak percaya dengan apa yang barusaja kami dengar.


"Katakan padaku apa yang barusaja kau katakan tadi" kata Claire yang seketika itu wajahnya berubah menjadi penuh harap sambil menatap Duke Claoudie.


"Hey Claire tega sekali kau menyuruhnya mengatakan itu sekali lagi, dia ingin membunuhku apa kau tidak dengar?!" Kesal Dummy.


"Ta-tapi dia peduli padaku," kata Claire yang langsung memeluk Duke Claoudie senang.


"Cih," decak Dummy lalu mengalihkan pandangannya ke arahku.


"Kau sudah benar-benar mati, maafkan aku telah membunuhmu," ujar Duke Claoudie sambil membelai rambut istrinya.


"Tidak apa-apa aku ikhlas asalkan yang membunuhku itu kamu," jawab Claire.


Mataku tiba-tiba berkedut melihat mereka berdua yang bertingkah sangat aneh. Apa selama ini mereka menjalin rumah tangga yang seperti itu? setelah mendengar apa yang diceritakan ibuku tadi tentu saja itu tidak mungkin.


Ibuku ini, bucin tingkat akut pada suaminya, jelas-jelas ayah tidak berniat untuk menggombalinya dia malah ke ge'eran sendiri. Ahh kalau dipikir-pikir itu adalah kesamaan diantara kami berdua.


.


.


.


*****


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2