Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 18 : Ulah Saat Pertunangan


__ADS_3

"APA KAU BILANG! PERTUNANGAN NYA SETELAH INI JUGA?!!!! KAU GILA YA!" Protesku pada Pangeran Zio.


"Itulah yang dikatakan ayahku. Aku tidak bisa menolaknya" jawab Pangeran Zio acuh. Sedari tadi kerjaan nya kayak orang banci yang terus menyeruput teh dan duduk dengan anggun. Huh! Melihat nya saja aku sudah muak.


"Kalau begitu aku mau sembunyi saja! Kau lebih baik bertunangan dengan guling dikamarku saja Pangeran!" Elakku.


Pangeran Zio membulatkan matanya kemudian menatapku dengan muka datar.


"Bagaimana itu bisa terjadi" tanyanya.


"Bisa saja kalau kau mau Pangeran!"


"Aku jelas tidak mau" tolaknya tanpa berpikir panjang.


"Aghhhhh ni anak yang susah dibilanginnya!" Ucapku frustasi sambil mengacak-acak rambut ku pelan. Sudah sedari tadi kami berbicara dan anak itu hanya menanggapi nya singkat dan tetap keras kepala dengan berdalih bahwa itu adalah perintah ayahnya untuknya. Karena itu dia tidak dapat menolaknya.


"Bukannya kau juga anak yang keras kepala?"


"Jangan nyahut kalau diomelin!" Bentakku padanya.


'lama-lama aku bisa stres jika terus berada disini bersama anak ini' batinku.


Pangeran Zio pun menurut untuk menutup mulutnya itu. Ia bahkan memperagakan seolah-olah mulutnya itu sudah di resleting rapat-rapat.


"Kau diam saja disitu Pangeran! Aku akan bersembunyi diatas pohon itu.. jangan beri tahu siapapun termasuk ayah, kakak atau yang lainnya!"


Pangeran Zio tidak menanggapi ucapan ku melainkan hanya diam sambil memperhatikan tingkahku.


Aihhh sudahlah aku tidak peduli.


Aku berlari ke pohon besar yang berada tidak jauh dari situ. Dahan pohon itu terlihat lebat dan cukup untuk menyembunyikan tubuhku disana.


Dengan susah payah aku memanjat pohon berukuran besar itu menggunakan kedua tangan dan kakiku. Bagiku ini sangat menyusahkan terlebih lagi karena aku menggunakan gaun yang panjang.

__ADS_1


"Semangat Alexa! Demi Pangeran pujaanmuu" ucapku menyemangati diri sendiri setiap kali memanjat.


'Yoshh akhirnya aku membuat kemajuan' batinku kemudian.


Namun anehnya tubuhku sedari tadi terus menempel dengan batang pohon ini. Layaknya seekor cicak yang menempel di dinding. Aku yakin bahwa diriku sudah lebih jauh dari permukaan tanah.


"Apakah ini sudah jauh yaa" tanyaku pada diri sendiri. Karena penasaran aku menolehkan pandanganku kebawah tanah untuk memastikan. Alangkah terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa jarak antara kakiku dan tanah hanya kurang dari setengah meter.


"KYAAA!" Teriakku saat aku kehilangan keseimbangan ditubuh ku. Akupun terjatuh ketanah dan otomatis mengotori gaun yang ku kenakan saat ini.


"AGHHHHH siaal siaal hidupku!" Ucapku kesal.


"Hei kau melihat calon tunangan mu jatuh bukannya ditolong malah dijadiin bahan tontonan sini bantu aku!" Imbuh ku lagi. Aku jengkel karena melihat nya diam terus seperti patung.


"Bukannya tadi kau menyuruhku untuk diam saja?" Tanya Pangeran Zio padaku. Huh berdebat sama ni anak gak akan ada habisnya lebih baik aku bangkit sendiri. Akupun membersihkan gaunku yang kotor dengan kedua tanganku.


"Nona Alexaa~" panggil Elissa kepadaku. Mendengar nya saja nyawaku sudah seperti melayang dan bulu kudukku berdiri semua. Aku pasti akan disuruh untuk melakukan acara bodoh itu kini. Aku memperhatikan sekeliling dan belum mendapati Elissa.


Entah tiba-tiba insting perlindungan diriku jalan dan secara ajaib seperti Spiderman, aku dapat dengan cepat memanjat pohon tadi dan kini sudah berada diatas.


"Nona Alexa ada dimana Pangeran? Apakah kau melihatnya?" Tanya Elissa pada Pangeran Zio.


Pangeran Zio tidak menjawab melainkan hanya menunjuk kearah pohon tempat ku berada dengan jari telunjuknya. Ini adalah penghianatan terbesar yang pernah ku alami selama hidupku disini. "Sialan Pangeran Zio itu" Cibirku geram.


Elissa melirik ke pohon dimana aku berada. Kemudian ia tersenyum senang. Sepertinya dia mengetahui keberadaan ku..


"Nona turunlah, kakak dan ayah anda mencarimu" Elissa mengguncang guncangkan pohon itu dengan kedua tangan nya. Anehnya pohon itu bergoyang hebat sampai mau menjatuhkan ku.


"Hei Elissa kau mau membuat tuanmu ini mati karena jatuh dari pohon?!" Teriakku jengkel. Kemudian pohon itu berhenti bergoyang. Ternyata Elissa membenarkan perkataan ku. Aku menarik nafas lega sambil mengelus dadaku yang jantung nya sudah mau copot dari tempat nya tadi. Lagian kekuatan seperti itu bagaimana bisa dimiliki pelayan wanita seperti nya. Jangan bilang kalau kakak ku memberi pelayan dengan kekuatan super padaku.


"Kalau begitu turunlah nona" Ucapnya sambil menatap keatas pohon dimana tempat ku berada. Aku berdecak kesal dan memutuskan untuk menuruti perkataannya.


"Hwaaa!!! Pohon ini begitu tinggi aku tidak beranii" ucapku kemudian saat melihat kebawah. Pohon itu memanglah tidak bisa dibilang rendah dan sangat tinggi bagiku bahkan orang dewasa pasti akan meingiakan perkataan ku. Elissa dan Pangeran Zio menatap ku dengan tatapan heran.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau bisa naik tapi kau tidak bisa turun nona?" Tanya Elissa padaku.


"Aku juga tidak tahu!! HUWAAA TOLONGIN AKU MAMA AKU TERJEBAK DISINI!" Teriakku sambil menagis, aku pun tidak tahu kenapa tiba-tiba saja bisa memanjat pohon setinggi ini untuk kabur dari Elissa. Aku jadi kembali teringat saat-saat dimana ibuku di bumi yang dulu selalu menolong ku ketika aku kerap kali melakukan kecerobohan seperti ini. Namun tentu saja itu terjadi ketika usiaku belum dewasa. Hanya saja aku tidak menyangka hal seperti ini terulang kembali.


Elissa kemudian prihatin lalu memanggil beberapa pelayan untuk membantu ku turun. Dan proses evakuasi ku dari pohon berlangsung dramatis lantaran aku terus menerus merengek tidak mau ditunangkan dengan pangeran Zio.


Aku mengira karena perbuatan ku tadi akan membuat mereka membatalkan pertunangan ku dengan Pangeran Zio. Namun takdir berkata lain dan aku akhirnya tetap bertunangan dengan pangeran Zio. Meski aku sudah membuat kekacauan yang mempermalukan ayahku, tapi mereka mau memaafkannya. Namun bagiku itu adalah sesuatu yang sangat sial terjadi padaku. Hidupku seperti tersiksa saat mendengar aku akan terus bersama Pangeran Zio itu selamanya. Pernikahan pun sudah ditetapkan akan dilangsungkan saat usiaku mencapai 18 tahun. Namun satu hal yang ku pegang sebagai prioritas ku yakni "Aku harus membuat mereka membatalkan pertunangan bodoh ini, apapun caranya".


.


.


.


Karena kejadian itu aku mengurung diriku dikamar untuk beberapa hari sebagai bentuk demo ataupun protes atas perlakuan mereka yang memaksa. Tapi demo ku tidak berlangsung setiap saat. Aku akan segera turun kebawah jika aku merasa lapar ataupun bosan karena di dalam kamar membuat ku jenuh. Pantasan saja demo ku ini tidak mendapatkan respon oleh mereka. Ahhh ini mah namanya demo yang gagal>.<


Aku terus menghindari untuk datang ke Akademi Aldric karena aku tidak ingin bertemu dengan Pangeran Zio yang paling menjengkelkan itu. Namun tanpa ku sadari aku juga tidak bertemu dengan Pangeran Shun untuk waktu yang cukup lama.


Aku_ Merindukan nya...


Ingin sekali aku melindungi laki-laki itu jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, tapi aku tidak tahu dengan cara apa dan alat apa yang kupunya agar dapat melindunginya.


.


.


.


*****


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2