
Di Pertengahan musim panas yang cerah, kerajaan Frost biasanya akan mengadakan acara khusus para murid akademi Aldric untuk berburu.
Mereka biasanya berburu hewan atau semacamnya yang nantinya di gunakan sebagai nilai dari ujian praktek mereka. Setiap orang mendapatkan kelas berburunya masing-masing, biasanya satu kelompok terdiri dari dua orang tanpa potensi sihir atau punya tapi tidak memungkinkan untuk bisa digunakan saat berburu dan dua orang penyihir serta satu orang super senior atau senior kelas S yang menjadi bagian dari team.
*Note : Tingkatan murid akademi Aldric pada tahap super senior berarti dia adalah penyihir dengan kualifikasi sihir terbaik, hanya penyihir yang hebat yang dapat memasuki tingkatan ini. Sedangkan senior kelas S berarti siswa akademi Aldric dengan bakat bertarung yang baik dari kalangan penyihir atau manusia biasa. Lulusan tingkatan ini sudah pasti menjadi prajurit kerajaan khusus.
Namun kali ini semua aturan itu tidak lagi berlaku karena pada saat acara ini juga ayahku sedang berulang tahun. Dan posisinya masih menjadi seorang raja di kerajaan Frost, jadi dia meminta untuk sedikit merubah peraturan permainan dengan mempersulit proses perburuan.
Dia menambahkan beberapa jebakan yang mungkin saja sangat berbahaya hingga dapat merenggut nyawa siapapun yang tidak berhati-hati, selain itu dia juga mengutus beberapa orang untuk menghalangi kami semua dalam memenangkan mangsa buruan.
Namun yang paling penting adalah pembagian team yang berdasar keberuntungan atau kesialan karena memakai sistem random. Jadi kalau suatu team ada yang mendapatkan team yang isinya sampah semua, maka lebih baik mereka MUNDUR saja sebelum memulai, tentu saja itu akan langsung memengaruhi bagus atau tidaknya nilai seorang siswa.
.
.
.
.
"Baiklah untuk pembagian team berburu, kalian harus mengambil gulungan kertas kecil ini, setiap team memiliki 5 orang anggota, syaratnya kalian tidak boleh melakukan teleportasi ke tempat yang jauh dan tidak boleh berburu hewan air karena dua hal itu pernah kejadian dulu," jelas si panita berburu itu memberikan arahan.
Usai mengambil sebuah kertas yang digulung kecil, aku pun langsung membuka kertasku dan mendapatkan lambang matahari, selanjutnya aku harus menemukan orang yang serupa yang mendapatkan gambar ini.
Akupun berjalan dan menanyai beberapa orang di sekitaku. Langkahku terhenti ketika melihat Pangeran Zio berpapasan denganku, tatapannya menjadi sedingin es dan sangat mengerikan. Entah kenapa melihatnya aku jadi merasa sangat gugup dan hatiku berdebar-debar karena takut.
"Penghianat." Katanya sambil berlalu pergi.
Sontak perkataan itu membuatku heran dan bertanya-tanya dalam hati.
Emang apa yang barusaja aku lakukan? Kenapa Pangeran Zio tiba-tiba menyebutku penghianat, apa aku melakukan kesalahan padanya? Jangan bilang ini hanya karena dia kalah duel waktu itu, lalu dia tidak bisa dekat denganku seperti dulu lagi. Padahal Pangeran Shun sendiri tidak melarangnya untuk berteman denganku.
Aku berbalik lalu mengejarnya, aku tidak tahu apa yang aku lakukan tapi aku merasa sangat bersalah karena mengecewakannya.
"Pangeran dengarkan penjelasan ku!" teriakku padanya.
"Penjelasan apa lagi, Kau jelas-jelas tidak memenuhi janji yang kau ucapkan padaku, dasar perempuan tidak berguna! Jangan mendekat padaku! Aku tidak ingin melihatmu sekarang dan selamanya!"
Aku tertegun, "Kenapa... Kenapa kau begitu membenciku. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Pangeran, aku tidak akan pernah bisa mengerti kalau tidak kau jelaskan kenapa kau sangat membenciku!" Balasku kesal.
Pangeran Zio tidak mempedulikanku lagi dan pergi begitu saja, dia memang sangat susah untuk dimengerti. Kadang dia marah seperti ini kadang dia datang untuk meminta maaf, tapi kenapa saat ini dia terlihat seperti orang yang putus asa.
"Lecaa!" Seru Pangeran Shun dari jauh.
Seketika aku langsung tersadar dari lamunanku dan segera menghampirinya sambil sengaja menunjukkan muka sedihku, "Kenapa? Kok ditekuk gitu wajahnya?"
"Pangeran Zio dia tiba-tiba marah-marah, aku gak ngerti akar masalahnya apa," kataku kesal.
"Udahlah jangan dipikirkan, aku gak suka kalau kau memikirkan laki-laki lain selain aku hehe," kata Pangeran Shun sambil menunjukan deretan giginya yang putih dan rapih.
Aku mengangguk pelan, "Ngomong-ngomong kau dapat lambang apa?" Tanyaku.
"Matahari, tapi aku tidak tahu teman se-teamku siapa-siapa saja,"
"Hohoho jodoh emang gak kemana," ucapku sambil menunjukan kertas kecil milikku.
"TOS!" Kata Pangeran Shun sambil menjulurkan telapak tangannya kehadapanku.
Kami pun langsung bertos ria.
"Leca kau dapet apa?" Tanya Kecha dan Natte padaku.
"Aku dapet matahari heheh sama kayak Pangeran kuuu" jawabku senang.
"Yaampun, untung kita enggak yah, atau kita bakalan jadi nyamuknya mereka," kata Natte disambut anggukan Kecha.
"Pangeran Shun," panggil seseorang memanggil Pangeranku dengan suara lembutnya. Siapa lagi kalau bukan Lily.
"Kalian dapat apa?"
"Matahari,"
__ADS_1
"Wah sama, matahari juga," jawabnya sambil menunjukan kertasnya.
"HUAAAA INI TIDAK ADIL. Kenapa aku dapet matahari!" Protes Erdwan langsung menghampiri kami.
"Kenapa? Tidak mau?" Tanya Pangeran Shun.
"Bukan itu, aku maunya pisah sama kalian atau aku bakalan jadi nyamuk!"
Pangeran Shun terkekeh, "Berarti kita jodoh." Ujar Pangeran Shun sambil merangkul bahu Erdwan.
"Gggrrr... Jauh-jauh dari pangeran Shun atau aku gigit!" Usirku pada Erdwan.
"Nah kan sudah kuduga akan seperti ini!" kata Erdwan tidak terima.
"Btw gigitan Leca itu sakit bet tau gak," bisik Pangeran Shun pada Erdwan.
"Ehh kenapa Pangeran digigit?" Tanya Erdwan.
"Sebenarnya... shshshshshhsshh," bisik Pangeran Shun pada Erdwan.
"BWAHAHAHHAHAAHH!!" Tawa Erdwan menggelegar membelah kerumunan banyak orang membuat mereka semua mengalikan perhatiannya pada Erdwan sesaat.
"Kalau kau gak bisa jangan paksakan diri Nona Alexa, atau ujung-ujungnya bakal malu-maluin diri sendiri," kata Erdwan sambil menepuk-nepuk kepalaku.
"Ishhh apaan! Aku bisa tau!" Elakku kesal.
"Massa sihh, sini praktekin ke aku," kata Erdwan sambil menjulurkan tangannya.
"Bener?" Tanyaku.
"Bener banget... Katanya udah bisa."
Mata Pangeran Shun langsung berkedut, "Jangan macam-macam atau kau ku cekik," ancamnya pada Erdwan.
"Tidak kok ini kan hanya bercanda, lagian leca mana mau memberikan ****** di tanganku," kata Erdwan yakin.
"Kata siapa? Aku mau kok. Nih liatin yah."
KRAUKK
"AGHHHHH ZOMBIE! KUNTI! VAMPIR! WADUH SAKIT BANGET!" Kata Erdwan langsung menarik paksa tangannya.
"Bisa-bisanya tanganku rabies aihhh," Gerutunya sambil mengelus-elus tangannya yang bengkak.
"Heran aku kenapa Pangeran Shun masih idup abis digigit sama monster kek dia," imbuh Erdwan lagi sambil menudingku.
Lily hanya tertawa kecil sambil memperhatikan kami dengan wajah polosnya. Yaa karena dia gak tau soal apa-apa yang kami bahas. Sedangkan Pangeran Shun tertawa puas melihat apa yang kini didapatkan oleh Erdwan.
Satu orang lagi yang menjadi bagian dari team kami tapi dia sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya, kira-kira siapa yah orang itu?
"Nonaaa, aku juga diizinkan untuk ikut bersamamu, terharu banget aku sama panitianya," kata Chaser yang langsung tiba dan merangkul leherku dari belakang.
"Chun yakin sekarang ada yang lagi kepanasan!" Kata Chun sambil terbang mengelilingi ku.
Aku melirik ke arah Pangeran Shun yang langsung mengalihkan pandangannya. "Wahai Pangeran ku, anggap saja dia adalah anjing peliharaan ku yang jinak," kataku sambil menarik-narik baju bawah pangeran Shun pelan untuk membujuknya.
"Suruh dia berubah bentuk dulu!" Titah Pangeran Shun kesal.
"Chaser berubah dong..." pintaku langsung.
"Gak mau, lagian saya bukan anjing tapi serigala putih," elaknya.
"Sama aja kan bunyinya au auu," kataku kesal.
"Ishh titik gak mau, maunya jadi manusia biar bisa liat nona Alexa lebih pendek daripada aku," jawabnya yang seketika mendapat tinjuan bebas dariku ke wajahnya.
"Jangan berani-berani bilang aku pendek," kataku tidak terima.
"Hiiih serem! oke-oke," jawabnya langsung.
.
__ADS_1
.
.
.
"Perhatikan baik-baik, kalian harus bisa menyelesaikan perburuan ini selama tiga hari saja, seterusnya kalian dianggap gagal kalau tidak bisa menyelesaikan tantangan ini, antar team satu dengan yang lainnya boleh bekerja sama atau justru menghalangi bahkan membunuh satu sama lain, hal itu tidak dilarang,"
"Target buruan yang harus kalian incar adalah para peri hutan, jika kalian berhasil mendapatkannya satu dan memberikan kepada raja sebagai hadiah ulang tahunnya maka... Dia akan mengabulkan satu permohonan dari masing-masing anggota team kalian, dan jika dua maka dia akan mengabulkan dua permohonan dari setiap anggota team kalian, lebih banyak lebih baik."
Dari yang cukup jauh ini aku dapat melihat seringai aneh yang dikeluarkan oleh ayahku. Aku merasakan pertanda buruk, apakah perburuan ini akan jadi tragedi berdarah lagi?.
"Aku rasa ini konsepnya sama seperti mengadakan suatu pertandingan, bukan perburuan, karena kita semua harus bersaing mati-matian hanya untuk mendapatkan peri-peri hutan itu," gumam Pangeran Shun.
Aku mengangguk, "Aku juga merasa begitu, tapi hal ini sangat berlebihan,"
"Meskipun begitu, tetep aja namanya perburuan, karena sebenarnya ini adalah acara berburu, cuma seluruh peraturannya dibuat sama si raja tapi acaranya tetep sama," celetuk Chun.
"Hiih kalau sereem begitu mending kita mundur aja yuk biar aman," ajak Erdwan.
Tiba-tiba terlintas di benakku bahwa aku ingin mengetahui sebuah kenyataan, kenyataan kenapa ayahku sangat membenci Saint, kenyataan tentang ibuku Claire yang sudah meninggal namun masih hidup dan apa hubungannya dengan saint Dummy, tapi kalau aku meminta jawaban dari semua pertanyaanku aku tidak akan bisa meminta hal lain lagi, sebenarnya perburuan kali ini adalah kesempatanku, aku hanya ingin meminta dia untuk merestui hubungan antara aku dan Pangeran Shun.
Karena sejauh ini hubungan kami belum kuberitahu kepada ayahku, karena setiap aku melihat dia menatapku dengan penuh kebencian, aku jadi urung untuk mengatakannya.
"Nona Alexa, yuhu nona Alexa..." Panggil Chaser.
"Lecaaa, sebaiknya kita mundur saja," kata Pangeran Shun sambil menghentakkan bahuku pelan.
Sontak aku langsung tersentak, "Ahh maaf aku melamun," balasku singkat.
"Kau tidak apa-apa Leca? Kenapa kamu seringkali melamun," tanya Pangeran Shun sambil menyeritkan alisnya.
Ku tundukkan kepalaku dalam-dalam, "Aku... ingin sekali meminta sebuah permintaan pada ayahanda." Lirihku pelan.
"Tapi, resiko keselamatan kita sangat tipis, karena kudengar peri hutan adalah makhluk buas yang sulit untuk ditaklukkan," jelas Chun.
Aku menggelengkan kepalaku, "Aku harus mengikutinya, kalau kalian tidak mau ikut juga tidak apa-apa," kataku lalu beranjak pergi sambil mengambil Sate di tanganku.
"Ishh kalau nona ikut, aku juga pasti ikut," kata Chaser lalu mengekori langkahku.
Pangeran Shun tersenyum menahan jengkel, lalu segera menyusulku dan menahan tanganku.
"Leca, aku rasa ini tidaklah bagus, permintaan ayahmu terdengar sangat gila, kita tidak harus mengikutinya, kalau kamu ingin meminta permintaan pada ayahmu kamu bisa memintanya secara pribadi kan. Kamu adalah anaknya tidak mungkin dia tidak mengabulkan keinginanmu." ujar Pangeran Shun.
Dia... Kenapa dia sangat ingin melarangku. Padahal aku melakukan hal ini demi dirinya. Aku tidak peduli bahkan kalau aku harus mati aku tidak akan menyerah.
Aku menepis kasar tangannya, "Kau tidak akan mengerti! Ayahku tidak pernah menganggapku sebagai anak kandungnya! Ini adalah kesempatan satu-satunya yang aku punya dan aku tidak ingin melepaskannya! Jadi jangan melarangku!" Bentakku kasar.
Pangeran Shun yang mendapat bentakkan seperti itu hanya dapat tertegun. Dia mungkin tidak pernah menyangka kalau aku bisa semarah ini hanya karena dia melarangku.
"Aku tidak peduli, Pokoknya aku harus segera pergi!"
"Leca berhenti!" Titah Pangeran Shun.
Aku menutup telingaku dengan tanganku dan tetap melangkah pergi.
"Lecaa kumohon berhenti!"
.
.
.
*****
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...