Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 66 : Menguping


__ADS_3

"Haaah sudah berapa jam aku jongkok di bawah pohon ini," gerutu ku sambil menatap pohon itu kesal.


"Pangeran Zio masih tidak ingin menemuimu yah?" Tanya Natte sambil duduk didekat ku.


"Begitulah, aku tidak tahu salahku apa Natte, tapi dia terus menghindariku,"


"Mungkin dia lagi mau sendiri,"


Aku terdiam mendengar jawaban dari Natte, dia benar mungkin Pangeran Zio lagi mau sendiri dan aku malah mengganggunya hahh bodoh sekali aku.


Karena kesal aku beranjak dari posisi dudukku. Kemudian berjalan maju beberapa langkah, ku tengadahkan wajahku keatas langit yang sudah berwarna pekat.


"Hufft sudaah malam lagi mari kita pulang,"


Natte menggelengkan kepalanya. "Kita semua tidak bisa pulang sekarang, semua orang sibuk membersihkan kekacauan ini masa kita pulang ke mansion, itu namanya kita sangat tidak menghargai keluarga kerajaan,"


"Haah mana mungkin terus kita tidur dimana kalau begitu," rengekku.


"Kita tidak tidur, karena malam ini juga sehabis mereka mengadakan rapat darurat di kerajaan kita akan menguburkan beberapa mayat mereka,"


"Haahhhh masa kita ikut, kita kan bukan orang dewasa," jawabku malas.


"Leca, kau ini punya hati gak masa gak ada rasa simpatik nya sama mereka yang sudah meninggoy," tanya Natte dengan wajah yang menakutkan.


Aku tersenyum kikuk, "Iyaa iyaa aku kasian bangettt sama mereka,"


Setelah mendengar jawabanku Natte pun terdiam kemudian dia langsung menarik tanganku paksa untuk mengikuti kemana langkah gadis itu.


"Mau menguping?" Tanya Natte kepadaku.


"Nguping apa sih... kuy lah"


"Dah dengerin aja!"


Titah Natte sambil bersembunyi di bawah jendela tidak jauh dengan mereka yang mengadakan rapat. Tetapi entah untung atau enggak karena kami bersembunyi di dilindungi oleh pot bunga-bunga yang tertata rapi yang bisa saja pecah kalau kami sedikit saja ceroboh, disisi lain kami bisa mendengar jelas percakapan mereka yang tidak memakai mic itu.


"Baiklah dalam rapat petinggi malam ini kami menetapkan bahwa Duke Claoudie Kethzie akan menjadi raja sementara kerajaan Frost..."


Tunggu-tunggu... sepertinya aku salah dengar deh, aku menatap Natte yang ternyata juga sedang mendelik kerahku.


"Haahhhh?! Du-duke Claoudie jadi raja?! Bercanda?!!!" Pekikku keras.


"Ssstt bodoh kalau kaget jangan keras-keras!" Kesal Natte sambil membekap mulutku dengan tangannya.


"Nanti kita ketahuan abis deh kepala kita,"


Karena kesal ku gigit tangan Natte yang menghalangiku untuk bicara, huh menyusahkan saja.


"KYAAAAAAA!!!" Pekik Natte lebih keras.


"Ssstt bodoh tahan dikit napa kita kan sedang bersembunyi nanti ketahuan!" Protesku.


"Hih kamu yang gigit tahu sakit banget!"


"Yah gak usah teriak dong!"

__ADS_1


"Stoppp!" Kataku tiba-tiba sambil membekap mulut Natte yang terus mengomel.


Rupanya terdengar suara beberapa orang yang mendekat kearah kami.


"Kalian dengar suara gak sih?"


"Denger kok, keras banget malah,"


"Dari mana yah kira-kira siapa itu? Apa ada anak kecil jatuh dari tangga atau apa yah..."


"Ku denger dari sini deh asal suaranya,"


Aku mendelik ke arah Natte sambil melotot, gara-gara dia kami hampir ketahuan ini.


"Kok aku yang disalahin!" Bisik Natte gak terima.


"Kan kamu yang ngajak ilmu sesat ini,"


"Aku kan cuma kepo,"


"Ngapain keponya ngajak-ngajak aku!"


"Udah-udah cepet nunduk mereka semakin dekat," kata Natte sambil menekan kepalaku kebawah. Sialnya dia menekan kepalaku sampai hampir mencium tanah, jelas aja aku gak terima perlakuan dia ini.


"Kamu juga nunduk!" Kataku sambil menekan kepala Natte juga, tetapi dengan lebih keras.


"Lihat, aku bertemu dua orang disini yang sedang bersembunyi hoho!" teriak seseorang.


"Mati Aku!" Batin kami dalam hati masing-masing.


"Huaa Chaser ampuni kami tolong jangan lapor kami kami tidak sedang menguping!...Ta...Tapi diaa dia yang sedang menguping aku datang kesini untuk mencegahnya dan dia malah mengajakku berantem!" Kataku sambil menuding Natte.


Natte melirik kearah ku kemudian merengut, "Ihh kok yang disalahin!"


"Rupanya Nona ya, kalau nona mah apapun yang kau lakukan aku gak bakalan marah," balas Chaser.


"Chaser... kamu emang babu terbaikku," Pujiku terharu.


"Oh Nonaaa... terimakasih atas pujiannya"


PLAKKK


"Aduh sakit!" Kata Chaser sambil mengelus kepalanya.


"Cepat kalian pergi dari sini sebelum kita semua ketahuan," ucap Ren kesal melihat tingkah lebay kami.


"Ohh oke," kataku sambil beranjak tetapi...


TAK!


"HUAAAA SAKIT!!!" Jeritku sambil memegangi kepalaku yang terjedot kaca jendela.


"Shhhtt!!!" Seru Elissa sambil menaruh jari telunjuknya di bibirnya.


"SIAPA!!" Seru seseorang dari dalam ruangan.

__ADS_1


"MATI KITAAA!" batin kami semua.


"Lari atau sembunyi?" Tanya Chaser yang ikut merunduk bersama kami.


"Sembunyi aja!" Jawab Natte sambil tetap duduk.


"Kalau sembunyi nanti ketahuan mending kabur, ingat yaa aku sudah peringatkan tadi, semoga beruntung~" kata Ren sambil melancarkan jurusnya.


"Aku gak ikut-ikutan lohh," balas Elissa yang kemudian pergi sambil mengedipkan sebelah matanya kepada kami.


"Elissa kemana jiwa pelayan tulenmu sini ikut kami!" Titahku tapi dia sudah menghilang dari pandanganku.


"Tidak ada siapa-siapa... Terus suara apa tadi hmm," gumam orang itu dari balik jendela. Kami yang sedang sembunyi dibawah sudah merasa panas dingin, takut ketahuan.


Setelah dirasa aman kami menghela nafas lega, akhirnya gak ketahuan...


"Yuk kabur," ucap Natte sambil membersihkan tangannya sambil berjalan pelan-pelan.


"Yukkk!!" Kataku kemudian berdiri mengikuti Natte.


"Nona awass!!" Teriak Chaser tiba-tiba.


"Ada ap--"


PRANKKKK


Ternyata hanya sebuah pot yang pecah, ku kira kami ketahuan tadi, huh dasar Chaser bisanya ngagetin saja!


"Lecaaaa...................mati kitaa," Ucap Natte dengan wajah yang menyeramkan sambil mengguncangkan bahuku.


"Kenapa...?" Tanyaku heran.


"Auuuu," kata Chaser tiba-tiba, kemudian pergi begitu saja kabur dalam wujud serigalanya.


"Hoooh rupanya kalian disini anak-anak kecil," ucap seseorang dari belakangku.


Aku menggeser kepalaku pelan-pelan kemudian melirik ke arahnya.


"Ha-haaiiii..." Ucapku melambaikan tangan sambil tersenyum kikuk.


.


.


.


*****


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2