ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Sikap Callista


__ADS_3

Jojo meminta Kylan untuk pulang lebih awal karena ia ingin laki-laki itu datang ke pagelaran fashion yang ia hadiri.


"Baik, akan ku usahakan," sanggup Kylan.


Setelah laki-laki itu pergi, kini tinggal Jojo dan Kalingga yang masih berada di dapur.


"Kak, kenapa belum berangkat?" tanya Jojo.


"Sayang, kau membuatku cemburu," ucap Kalingga melenceng dari sumber pertanyaan Jojo. "Jangan terlalu perhatian pada mereka, biarkan mereka mengurus diri mereka sendiri."


Belum sempat Jojo menjawab, Keenan sudah berlari menuruni anak tangga dan mendatangi mereka. Tanpa banyak bicara, laki-laki itu meraih tangan Jojo yang masih memegang garpu dengan sepotong kue lalu menyuapkannya ke dalam mulutnya sendiri.


"Hei!" Kalingga berteriak kesal.


"Daah, aku akan pulang cepat!" Keenan berteriak sambil berjalan tergesa-gesa menuju pintu rumah.


Kalingga hanya bisa menelan ludah kasar dan mendengus kesal. Sejak ketiga adiknya mengetahui hubungannya bersama Jojo, mereka semakin menyebalkan.


"Kau harus bersabar, Kak. Aku tidak keberatan dengan sikap mereka," ucap Jojo lembut. Ia memotong kue dan meletakkannya di piring kecil.


"Aku keberatan!" jawab Kalingga.


"Ayo, makan ini. Rasanya enak dan manis." Jojo menyodorkan garpu di depan Kalingga.


"Sayang, kau baru saja menyuapi Keenan, bahkan sempat akan menyuapi Kylan. Kenapa sekarang menyuruhku makan sendiri?" Kalingga mengeluh, ia melihat kedua adiknya mendapatkan perlakuan istimewa sementara Jojo menyiapkan piring dan garpu untuk ia makan sendiri.


Jojo menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. Gadis itu lupa, kini ia punya seseorang yang sangat sensitif dan akan sangat rewel jika merasa kurang kasih sayang.


"Ayo makan." Jojo meminta Kalingga membuka mulut dan menyuapkan satu potong kecil ke dalam mulutnya.


"Terima kasih, Sayang. Sepertinya aku akan sedikit pulang terlambat hari ini, ada sedikit urusan."


"Ada apa?"

__ADS_1


"Masalah perusahaan. Apa aku perlu menunggumu dan mengantarmu ke kantor agensi pagi ini?"


"Aku akan naik ojek online, Kak. Jangan khawatir."


Kalingga memeluk Jojo. Laki-laki itu ingin sekali mencium wajah gadis itu sedikit saja, namun bayangan tentang tamparan itu membekas diingatan.


"Ah, aku tidak mau ditampar lagi," batin Kalingga menahan diri.


Bagaimana ia bisa terus waras selama Jojo ada di dekatnya. Dengan wajah yang begitu cantik dan bibir mungil yang menarik, seakan terus menggoda Kalingga setiap kali mereka bertatapan mesra.


"Sayang, bolehkah aku ...." Kalingga mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Jojo.


"Apa?" tanya Jojo.


"Ah, tidak perlu. Kita bisa melakukannya suatu hari nanti," jawab Kalingga. Ia mengurungkan niatnya, ia tahu Jojo tidak mungkin mengizinkannya melakukan hal yang lebih dari sebuah pelukan.


Mereka akhirnya melepas pelukan dan Jojo meminta laki-laki itu segera pergi untuk bekerja, karena ia sendiri harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah dan pergi ke kantor agensi.


Jojo mengantar Kalingga hingga ke depan pintu rumah, gadis itu melambaikan tangan saat mobil bergerak menjauh menuju gerbang.


Semakin hari, Jojo bahkan semakin mencintai keluarga ini. Bagaimana mereka memperlakukannya dengan penuh perhatian dan kasih sayang, meski Jojo sadar jika selama ini sikapnya memang sedikit kasar dan suka marah-marah saat ia sudah lelah dan kesal dengan tingkah empat laki-laki itu.


Hari ini Jojo begitu bahagia, tidak ada yang pernah merayakan hari ulang tahunnya kecuali Irene, dan tidak disangka, kini ke empat laki-laki itu memberinya kejutan di pagi buta.


Gadis itu tidak bisa menghilangkan gurat senyum di wajahnya selama menunggu mesin cuci berputar. Begitu banyak cinta yang ia dapatkan hingga membuatnya semakin tidak rela jika suatu saat terjadi hal buruk pada hubungannya bersama Kalingga.


Gadis itu melamun cukup lama, ia memikirkan bagaimana bisa mereka tetap bersama jika suatu hari Merlinda menolak memberi restu. Seketika senyum gadis itu lenyap, hal ini cukup menjadi beban batin dan pikirannya.


Pukul sembilan, semua pekerjaan beres. Jojo bersiap pergi dan memesan ojek online. Kalingga terus menelepon dan menanyakan keadaannya, padahal mereka baru saja berpisah dua jam yang lalu.


Sampai di kantor agensi, Jojo melakukan beberapa latihan untuk catwalk. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya, dan ia harus tampil sebaik mungkin. Apa lagi, ia juga tampil bersama dengan model dan aktris terkenal lainnya.


"Hei, selamat ulang tahun," ucap Callista saat melihat Jojo duduk di kursi setelah sesi latihan berakhir.

__ADS_1


"Ah, terima kasih. Dari mana kau tahu hari ulang tahunku?" tanya Jojo.


"Keenan mengunggah potret kue ulang tahun di akun sosial medianya. Dia menulis serangkaian doa untuk anggota baru keluarganya," jelas Callista.


"Ah, ya. Dia menganggapku sebagai bagian dari keluarganya," ucap Jojo.


Jojo merasa tidak nyaman, Callista sangat jarang menyapanya dan ia selalu menatapnya dengan pandangan sinis. Dan kini mereka mengobrolkan sesuatu yang membuat keduanya merasa canggung.


"Apa kalian menjalin hubungan khusus?" Pertanyaan Callista membuat Jojo terkejut.


"Tidak."


"Kau yakin? Selama ini aku memantau Keenan. Aku tahu dia belum bisa menerima kandasnya hubungan kami, dan sepertinya dia juga masih sendiri karena masih mencintaiku. Jadi, aku hanya menekankan, jika ada sesuatu di antara kalian, artinya dia hanya menjadikanmu tempat pelampiasan," ucap Callista angkuh.


Jojo mendongak, telinganya terasa gatal setelah mendengar ucapan tidak bertanggung jawab yang Callista lontarkan. Sangat percaya diri dan sombong. Jojo sangat paham, apa maksud dari perkataan Callista padanya.


"Maaf, sepertinya kau salah besar dalam menilai Kak Keenan. Dia sudah melupakanmu, jauh sebelum hari ini. Jangan tersinggung, tapi kau tidak berarti apa-apa lagi baginya," ucap Jojo tenang namun penuh penekanan.


Jojo berjalan keluar dari ruang latihan, ia merapikan tas dan barang bawaannya lalu pergi. Namun Callista sepertinya tidak akan menyerah dengan mudah, wanita itu mengikuti Jojo dan menghentikan gadis itu di depan lift.


"Jovanka! Aku belum selesai," tegur Callista.


"Ada apa?"


"Kakak Ipar!" ucap seseorang saat pintu lift di depan mereka terbuka. Keduanya menoleh cepat dan melihat Kai berdiri di sana.


"Kai, ada apa kau kemari?" tanya Jojo.


"Kakak memintaku menjemputmu," jawab Kai. Bocah itu lalu menatap Callista yang berdiri di samping Jojo.


Raut wajah Callista menampakkan rasa tidak suka mendengar Kai memanggil Jojo dengan sebutan kakak ipar. Wanita itu sepertinya berpikir jika Jojo adalah gadis yang berhasil memenangkan hati Keenan setelah dirinya.


"Baiklah, jika tidak ada apa-apa lagi yang perlu dibicarakan, aku harus segera pergi. Adik iparku sudah datang menjemput," ucap Jojo dengan senyum kecil.

__ADS_1


Gadis itu mengangguk dan masuk ke dalam lift bersama Kai, meninggalkan Callista yang terlanjur kesal.


🖤🖤🖤


__ADS_2