ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
BONCHAP-5


__ADS_3

Lebih dari satu bulan lamanya Kai sudah tinggal di desa, ia bahkan tidak bisa pergi ke manapun karena tidak memiliki kendaraan.


Kedua orang tua Jojo hanya memiliki satu sepeda motor dan Kai enggan merepotkan mereka. Jadi, Kai tidak pernah pergi jauh dari rumahnya, karena semua keperluannya selalu disediakan oleh kedua orang tua Jojo.


Laki-laki itu sudah mendaftarkan diri untuk melaksanakan pendidikan profesi di kota terdekat. Ia memutuskan tetap tinggal di desa ini agar bisa tetap memantau klinik, meski harus rela pulang pergi ke kota yang jaraknya cukup jauh.


"Kau bisa bekerja di kota, kau lulusan akuntansi. Kenapa bekerja di sini?" tanya Kai pada Kyara. Laki-laki itu sedang membuat ringkasan laporan untuk dikirimkan pada kakak iparnya, sementara Kyara sedang menghitung anggaran untuk pembelian stok obat-obatan.


"Aku sudah jauh dari rumah selama empat tahun saat kuliah. Aku lebih suka kampung halamanku," jawab Kyara tanpa menoleh.


"Oh, kenapa kau memilih jurusan akuntansi?" tanya Kai lagi.


"Karena aku suka uang!" seru Kyara. Jawaban singkat yang membuat Kai bungkam.


Merasa jika Kyara tidak tertarik untuk mengobrol dengannya, Kai tidak lagi mengungkapkan ratusan pertanyaan yang ada di kepalanya. Laki-laki itu kembali sibuk dan fokus pada layar laptopnya.


"Apakah besok kau libur? Di sini aku tidak punya teman, bisakah kau menunjukkan tempat yang bagus, aku butuh refreshing," keluh Kai setelah pekerjaannya selesai. Ia menutup laptop dan membereskan mejanya.


"Tempat yang bagus?" Kyara sejenak berpikir. "Ada sebuah pantai di balik bukit, itu tempat yang bagus, ada kafe kecil milik pamanku," lanjutnya.


"Oke, setuju. Kita akan pergi besok!" seru Kai senang. Bahkan tanpa kalimat ajakan dari Kyara, laki-laki itu begitu percaya diri seolah-olah gadis itu berkeinginan mengajaknya.


"Apa? Pergi besok?" tanya Kyara bingung.


"Aku akan pinjam motor, kau sebagai penunjuk jalan!" ucap Kai sambil berlalu pergi dan melambaikan tangan. Laki-laki itu pergi begitu saja dan pulang.


🖤🖤🖤


Pukul sembilan pagi, Kai menelepon Kyara. Ia mengambil nomor ponsel gadis itu dari data karyawan klinik yang ia miliki. Sebagai perwakilan dari Jojo dan Kalingga, Kai berhak mengetahui segala macam masalah dan apapun yang ada di klinik tersebut.


"Kenapa kau menyuruhku datang? Ini hari liburku," keluh Kyara. Ia duduk di bangku kosong yang berada di depan rumah Kai.


"Aku sudah pinjam motor milik Ibuku, kau bilang akan mengajakku ke pantai."

__ADS_1


"Ibumu? Apa kau punya Ibu di sini?" tanya Kyara.


"Ibu dari kakak iparku juga ibuku," jawab Kai santai. Ia sudah siap dengan pakaian rapi, jaket tebal, sepatu, hingga kacamata dan topi.


Meski awalnya enggan, Kyara tidak menolak saat Kai memintanya duduk di jok belakang motor.


"Aku belum pernah naik motor bebek seperti ini. Maaf jika aku terlihat kurang ahli mengendarainya," ujar Kai sebelum mereka berangkat.


Kyara menatap Kai dengan mata menyipit. Dilihat dari gelagat laki-laki itu, Kai memang tampak ragu. Seumur hidup Kai belum pernah mengendarai motor bebek, karena satu-satunya motor yang ia miliki adalah motor sport yang harganya bahkan bisa untuk membeli sebuah rumah.


"Turun!" perintah Kyara. Ia mengambil alih setir dan memutuskan untuk menjadi sopir.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Kai.


"Aku tidak mau kita terjun ke sawah bersama jika kau yang menyetir!"


Perjalanan ke pantai rupanya lebih jauh dari yang Kai perkirakan, karena letaknya di belakang bukit, mereka harus berkendara lebih dari satu jam naik turun dan melewati jalan berkelok-kelok.


"Wah, ini keren!" decak Kai kagum. Pantai yang bersih dan indah membuatnya terpesona. Terdapat banyak perahu nelayan berukuran sedang berjejer di sepanjang garis pantai.


"Kau seperti tidak pernah melihat pantai," seloroh Kyara. Ia membawa dua gelas es teh di atas nampan.


"Aku hanya pergi ke pantai saat liburan keluarga. Mungkin beberapa bulan yang lalu," jawab Kai.


"Wah, kasihan sekali. Aku biasa pergi ke pantai setiap minggu sejak aku kecil. Bibiku pemilik kafe ini, sedangkan pamanku nelayan."


"Semua kakakku sibuk. Kakak sulungku tidak bisa meninggalkan urusan kantor, kakak keduaku terlalu sibuk syuting, kakak ketigaku punya banyak job pemotretan. Jika ingin liburan, kami harus merencanakannya beberapa bulan sebelumnya," jelas Kai.


"Keren sekali. Kau berasal dari keluarga kaya raya dan terkenal. Seluruh desa tahu, Kak Jojo mendapatkan suami seorang pengusaha kaya. Hmm, beruntungnya dia," decak kagum Kyara.


"Tidak, kami yang beruntung karena punya keluarga baru seperti kakak ipar. Dia sangat berharga bagi kami," ucap Kai.


"Apa kau suka tinggal di sini?" tanya Kyara penasaran. Melihat latar belakang keluarga Kai, Laki-laki itu pasti kesulitan hidup di desa kecil seperti ini.

__ADS_1


"Awalnya ini sedikit berat, aku harus merelakan banyak hal. Tapi aku sudah berjanji pada semua orang untuk berusaha dan bertahan."


"Hmm, pasti senang rasanya terlahir di keluarga kaya. Tinggal di rumah mewah, segala keperluan sudah tersedia tanpa perlu bersusah payah," gumam Kyara.


"Semua orang akan berkata seperti itu karena tidak tahu," sela Kai. "Di sini, aku selalu benci listrik mati. Itu membuatku kesal," lanjutnya.


"Apa sebelumnya kau tidak pernah merasakan listrik mati?" tanya Kyara.


"Tidak, rumah kami memiliki panel tenaga surya khusus. Menyediakan listrik cadangan saat listrik utama padam."


"Wow, keren sekali. Apa kau pernah merasakan tidak mandi selama berhari-hari karena musim kering?"


"Tentu saja tidak!"


"Wah, kau akan merasakannya di musim panas nanti."


"Yang benar saja, apakah separah itu sampai tidak ada air untuk mandi?" tanya Kai khawatir. Ia membayangkan nasibnya nanti.


"Tentu saja. Setiap tahun pasti ada saat-saat kekeringan paling buruk," jawab Kyara. "Berapa uang jajanmu saat SMA?" tanya Kyara lagi.


"Kakak memberiku uang jajan bulanan, delapan juta dalam sebulan saat SMA. Saat kuliah aku mendapatkan dua kali lipat plus kartu kredit," jelas Kai. Sangat transparan tanpa ada yang dirahasiakan, membuat Kyara membuka mulutnya lebar sambil membayangkan nikmatnya kehidupan laki-laki di hadapannya.


"Tunggu, kau bersekolah atau pergi jajan? Banyak sekali uang jajanmu."


"Tapi aku tidak selalu mendapatkan uang jajan dengan utuh, selalu ada potongan tak terduga setiap kali aku berbuat salah. Kakak-kakakku akan memotong uang jajanku sesuka hati mereka sebagai hukuman," keluh Kai. Mengingat masa SMA-nya yang penuh dengan masalah.


"Ah, begitu." Kyara mengangguk paham.


Karena Kyara adalah orang pertama yang Kai temui di desa ini, mereka akhirnya berteman baik. Banyak hal yang bisa Kai pelajari dari gadis desa itu. Selain karena parasnya yang cantik natural, Kyara juga sangat baik dan humoris, ia punya selera humor yang tinggi hingga membuat Kai merasa pertemanan mereka sangat cocok.


Sebuah awal hubungan yang baik kini terjalin. Seseorang yang berusaha menghindari kerumitan percintaan kini secara tidak sadar telah memulai kisahnya sendiri.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2