ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Keberanian Untuk Memastikan


__ADS_3

Terlihat Jojo begitu gugup, dadanya naik turun karena napas yang memburu cepat. Ia merasakan tubuh mereka yang hampir tidak berjarak, keadaan ini membuat Jojo merasa resah.


"Bukankah kalian semua menyukaiku?" tanya Jojo. Ia berusaha setenang mungkin.


"Bagaimana jika aku berbeda? Menyukaimu dalam arti lain?"


"Arti seperti apa?" tanya Jojo sambil berusaha mendorong tubuh Kalingga. Namun laki-laki itu justru kembali menghimpitnya dan tidak memberi kesempatan Jojo bergerak.


"Tolong jawab dengan jujur pertanyaanku, apa kau menyukai Keenan? Suka dalam arti lain?" tanya Kalingga.


Mengapa semua anak asuhnya kini membicarakan suka dalam arti lain? Jojo berpikir keras.


"Jangan seperti ini, Kak. Malu jika ada yang melihat kita." Jojo mengalihkan pembicaraan.


"Jawab saja pertanyaanku, Jojo. Aku akan melepaskanmu!"


"Baik, jawabannya adalah tidak. Aku tidak menyukai Kak Keenan dalam arti lain. Aku hanya mengaguminya layaknya seorang fans terhadap idolanya. Kau puas?"


Kalingga tersenyum, ia sedikit mundur dan membiarkan Jojo lepas darinya. Laki-laki itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan Jojo masuk.


Saat ini, Jojo bahkan tidak bisa mengatur napasnya yang terasa begitu cepat. Jantungnya berdetak tak terkendali hingga membuatnya kesulitan bernapas. Gadis itu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan untuk mengusir perasaan tidak nyaman yang ia rasakan.


Kalingga tidak menanyakan banyak hal, mereka hanya diam selama perjalanan pulang. Sepanjang jalan, Kalingga mengulum senyum sambil melirik Jojo. Ia benar-benar puas setelah mengetahui bahwa Jojo tidak memiliki perasaan khusus pada adiknya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Kalingga sebelum mereka turun dari mobil.


Jojo menarik napas panjang, ia melirik Kalingga dengan tubuh tak bergerak. Bagaimana bisa ia baik-baik saja setelah Kalingga membuatnya hampir kehilangan kesadaran?


"Hei, kau baik-baik saja?" ulang Kalingga. Kali ini laki-laki itu menyentuh lengan Jojo.


"Ya, aku baik-baik saja."


"Bagus. Karena aku berharap kau mulai terbiasa dengan kebiasaan baruku," ucap Kalingga. Wajah laki-laki itu sungguh menampakkan sesuatu yang sulit diartikan.


Jojo keluar dari mobil lebih dulu dan disusul oleh Kalingga. Gadis itu masuk ke dalam rumah dan tidak mempedulikan barang belanjaannya yang menggunung di bagasi mobil.


"Hei, mana kakak?" tanya Kai saat melihat Jojo masuk rumah sendirian.

__ADS_1


"Di belakang. Bantu dia bawa barang belanjaan masuk!" pinta Jojo tanpa basa-basi. Kai merasa aneh, apa yang baru saja terjadi hingga Jojo juga kini mendadak bersikap aneh?


Kai mematikan ponselnya dan segera keluar dari rumah. Ia membantu Kalingga mengeluarkan beberapa kantong belanjaan dari bagasi.


"Kak, kau apakan Jojo?"


"Memangnya dia kenapa?" tanya balik Kalingga. Ia tidak heran jika Kai bertanya seperti itu. Sejauh ini, Kai memang lebih memahami sikap dan karakter Jojo.


"Jangan bilang kalau kau melakukan sesuatu padanya, Kak. Kenapa dia jadi aneh seperti itu?" Detektif Kai mulai melakukan introgasi.


"Tidak, aku tidak melakukan apapun, Kai. Maksudnya, belum," jawab Kalingga.


"Kak, kalau dia tidak menyukaimu. Jangan memaksanya. Bagaimana jika dia kabur dari rumah dan meninggalkan kita? Tolong jangan gegabah!" seru Kai.


"Hei, tenang saja. Cepat bawa ini masuk dan jangan banyak tanya!" perintah Kalingga. Ia menyerahkan dua kantong belanjaan pada adiknya dan mendorong bocah itu masuk.


Kalingga menyusul dengan kantong belanjaan lain, mereka masuk dan meletakkan semuanya di meja dapur.


Sementara Kalingga kembali ke kamar untuk berganti pakaian, Kai mengetuk pintu kamar Jojo dan meminta gadis itu keluar.


"Ada apa?" tanya Jojo. Gadis itu bahkan belum mengganti pakaiannya.


"Baiklah, tunggu sebentar," ucap Jojo. Ia kembali menutup pintu kamarnya dan berganti baju. Mendadak ia merasa gelisah karena sikap Kalingga. Laki-laki itu sukses membuatnya tidak akan bisa tidur malam ini.


Setelah berganti pakaian, Jojo keluar dan membereskan semua barang yang sudah ia beli. Gadis itu menata semua mie instan ke dalam lemari, memasukkan daging-dagingan ke lemari es dan menata semua bumbu pada rak yang telah disediakan. Selama tangannya sibuk, pikiran gadis itu sedang tidak baik-baik saja, ia masih berusaha mencerna perkataan Kalingga yang menggantung di benaknya.


"Mau ku bantu?" tawar Kai.


"Tidak."


"Apa kau lupa membeli sereal untukku?"


"Tentu saja tidak."


"Mengapa pulang tanpa membeli oleh-oleh?" tanya Kai lagi. Jojo membuka sebuah plastik dan mengeluarkan sekotak donat tanpa banyak bicara.


"Baik, terima kasih," ucap Kai. Sepertinya ia masih belum puas, mengapa Jojo tidak menceritakan apapun padanya? Seharusnya gadis itu bercerita betapa senangnya pergi berbelanja bersama Kalingga dan mendapatkan hadiah atau sesuatu yang gratis dari Kakak sulungnya.

__ADS_1


Kai merasa resah dan penuh dengan rasa curiga. Sebenarnya apa yang sudah Kalingga lakukan hingga membuat Jojo bertingkah aneh, irit bicara dan tidak seperti biasanya. Namun malam ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, bukannya mendapatkan jawaban, Kai pasti mendapat semburan jika bertanya di saat suasana hati Jojo sedang tidak stabil.


Bocah laki-laki itu hanya bisa diam sambil memakan donat. Ia melihat Jojo hilir mudik membereskan semua barang yang sudah dibeli dan menyusunnya dalam lemari dan rak.


Di dalam kamar, Kalingga duduk di sofa sambil bermain ponsel. Ia membaca semua berita infotainment yang meliput tentang Jojo. Wajah gadis itu beredar di hampir semua media, sebagian besar dari mereka memuji bagaimana kecantikan salah satu model besutan brand Anyelir yang menakjubkan itu.


Tok ... Tok ... Tok ....


Kalingga mematikan ponselnya dan membuka pintu, rupanya Keenan datang seperti akan membicarakan sesuatu yang penting.


"Ada apa?" tanya Kalingga. Keenan datang membawa beberapa lembar berkas berisi laporan penjualan gerai Anyelir dalam waktu dua hari.


Kalingga mempersilahkan adiknya masuk dan membicarakan beberapa hal yang menyangkut penjualan produk mereka beserta jadwal impor yang akan segera terlaksana. Kerjasama antaa perusahaan Kalingga dan Aslan nyatanya sangat dinantikan, dan malam ini adalah malam pertama pengiriman satu paket penuh berisi semua koleksi Anyelir menuju Amerika.


Sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pemasaran, Keenan berusaha sebaik mungkin membantu kakaknya.


"Kau lihat berita hari ini?" tanya Kalingga.


"Ya, aku melihat Jojo dimana-mana," jawab Keenan.


"Sebuah pencapaian bagus untuk pemula, bukan?"


"Aku tidak menyangka dia akan jadi trending topik untuk acara pembukaan gerai kita. Gadis itu penuh dengan kejutan," ungkap Keenan takjub. Ia tidak bisa menyembunyikan mimik wajahnya dari Kalingga.


"Hmm, benar. Siapa memangnya yang bisa menolak pesona gadis seperti Jojo, aku yakin banyak laki-laki menyukainya."


"Bagian paling lucu dalam skenario gadis cantik itu adalah, dia pengasuh kita," ucap Keenan lalu tertawa lirih. Kalingga pun nampak tersenyum.


"Lalu bagaimana? Apa kau menyukai Jojo? Aku lihat, kalian sangat dekat sejak awal dia datang ke rumah ini?" tanya Kalingga.


🖤🖤🖤


Halo semuanya, semoga sampai hari ini kalian menyukai karya sederhana ini dan jangan bosan berkomentar.


Terima kasih karena sudah memberikan banyak cinta dengan like, vote, dan komentar yang sangat berarti. Author selalu baca semua komentar dan akan membalas jika sempat, meski tidak semuanya.


Karena author mengurus semua pekerjaan rumah sendiri sambil momong anak, menulis 2 bab sehari butuh perjuangan.

__ADS_1


Kalau ada yang salah dalam kepenulisan atau typo. Silahkan langsung kritik biar Author bisa membenahi. Terima kasih semuanya. Author sayang semua ❤️


__ADS_2