
Saat dokter keluar dari ruangan, Jojo segera bertanya mengenai keadaan laki-laki itu. Dokter menyarankan Keenan untuk menjalani opname selama dua atau tiga hari untuk memulihkan kesehatannya. Selain karena keracunan, Keenan juga mengalami kelelahan berlebihan.
Setelah menanyakan banyak hal pada dokter, Jojo ingat saat dini hari Keenan memintanya membuat spaghetti instan sementara ia tidak pernah merasa membeli spaghetti tersebut.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan, berdasarkan pengakuan pasien, dia tidak makan makanan macam-macam," jelas dokter.
"Semalam, dia pulang dini hari dan membuat spaghetti instan, Dok. Saya rasa, itulah penyebabnya," ucap Jojo.
Dokter mengangguk dan berjanji akan melakukan perawatan terbaik untuk Keenan. Sementara itu, Jojo diminta untuk menghubungi keluarga pasien.
Karena terlalu resah dan khawatir, Jojo bahkan lupa memberi kabar pada anak asuhnya yang lain. Ia begitu merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri.
Akhirnya, Jojo memberi kabar pada Kalingga, Kylan serta Kai. Gadis itu menjadi takut jika yang lain akan menyalahkannya.
"Kak, bagaimana kondisimu?" tanya Jojo. Ia mengusap lengan Keenan dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah membaik," jawab Keenan lirih.
"Sebelum kau pergi, kau juga bilang sudah membaik. Nyatanya seperti ini." Tidak lagi bisa menahan genangan air matanya, Jojo menangis.
"Hei, jangan menangis. Aku baik-baik saja."
Jojo tidak bisa berhenti, ia terus meminta maaf pada Keenan karena lalai dan ceroboh sudah membiarkan hal ini terjadi. Jika saja saat Keenan memintanya memasak spaghetti dan ia lebih teliti, mungkin hal ini tidak akan terjadi.
"Sudah, sudah. Dokter akan menanganinya dengan baik." Angelina mengusap punggung Jojo. Wanita itu merasa iri, Jojo bahkan terlihat sangat istimewa di mata Keenan.
Sebelah tangan Keenan yang bebas dari jarum infus mengusap kepala Jojo, mengatakan pada gadis itu untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri. Sementara Angelina begitu iri, Keenan seperti tidak melihat kehadirannya.
Jojo terus menangis dan tidak bisa menenangkan diri. Angelina memeluknya dan mengusap punggung gadis itu. Meski ia merasa kehadirannya tidak diperlukan oleh Keenan, Angelina setia ada untuk membantu Jojo.
Beberapa saat kemudian Kalingga datang dengan wajah panik. Laki-laki itu berkeringat karena berlari dari halaman rumah sakit dan menyusuri lorong.
__ADS_1
"Kak." Jojo menyambut laki-laki itu. Kalingga semakin panik saat melihat Jojo berurai air mata dan sesenggukan.
"Maafkan aku. Maaf, Kak. Aku yang salah," ucap Jojo. Ia tidak membiarkan Kalingga mengucapkan apapun dan terus meminta maaf sambil menangis.
"Hei, tenangkan dirimu, Jojo." Kalingga mendekap gadis itu dalam pelukan.
Sambil memeluk dan menenangkan Jojo, Kalingga melihat adiknya terbaring di ranjang sambil tersenyum melihat mereka. Kalingga masih belum paham apa yang terjadi karena Jojo hanya meminta maaf tanpa memberi penjelasan.
"Jangan menangis. Keenan terlihat baik-baik saja," bisik Kalingga. Ia mengusap air mata yang mengalir deras di kedua pipi Jojo dan menyentuh dagu gadis itu.
"Semua akan baik-baik saja. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri," ujar Kalingga. Jojo mulai tenang dan berhenti menangis, namun gadis itu masih sesenggukan. Lagi-lagi Kalingga memeluknya. Seolah yang sedang sakit di sini adalah gadis pujaan hatinya.
Setelah suasana kembali tenang, Kalingga duduk di kursi dekat ranjang Keenan. Laki-laki itu bertanya pada adiknya tentang asal-muasal kejadian ini dan penyebabnya.
Keenan bercerita pada Kalingga saat ia makan spaghetti instan setelah pulang bekerja dini hari. Ia tidak menyalahkan Jojo karena ia sendiri yang meminta gadis itu memasak spaghetti untuknya.
"Mungkin itu sudah kadaluarsa," ujar Kalingga.
Selang beberapa saat, Kylan datang dengan keringat bercucuran. Laki-laki itu menutup pintu ruangan rapat dan menguncinya.
"Kau seperti dikejar hantu," tegur Kalingga.
"Banyak wartawan di halaman depan. Mereka mengejarku!" seru Kylan. Ia mengeluh karena tidak tahu apa-apa jadi tidak bisa memberikan keterangan apapun pada wartawan.
Setelah mengatur napas, Kylan mendekati Keenan dan menanyakan keadaan kakaknya itu.
"Ini salahku," gumam Jojo. Kylan tersenyum dan mendekati gadis yang duduk di kursi bersama Angelina. Kylan merangkul pundak Jojo dan menenangkan gadis itu.
"Tidak baik menyalahkan diri sendiri. Kau selalu melakukan yang terbaik untuk kami." Kylan mengusap pundak gadis itu.
Angelina hanya bisa diam dan menjadi penonton bagaimana keluarga ini memperlakukan Jojo sebagai orang yang spesial. Sejauh yang Angelina ketahui, Jojo adalah maid di rumah keluarga Keenan, namun perlakuan tiga laki-laki itu memperlihatkan sesuatu yang berbeda.
__ADS_1
Kalingga memutuskan keluar untuk mengurus administrasi Keenan dan memesan ruang perawatan VIP untuk adiknya. Hanya selang beberapa menit, Keenan sudah dipindahkan ke ruang rawat sesuai keinginan kakaknya.
Sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar hotel ini adalah kamar terbaik di rumah sakit dan hanya bisa dipesan oleh orang khusus. Karena Keenan adalah seorang model dan aktor terkenal, ia butuh ruangan lebih privasi untuk menjauhkannya dari desakan wartawan yang tidak akan berhenti mencari kabar tentangnya.
Semua wartawan di luar gedung rumah sakit hanya bisa mewawancarai dokter yang menangani Keenan. Setelah mendapatkan keterangan dari Jojo, dokter meyakini jika sebab keracunan yang dialami oleh Keenan adalah spaghetti instan tersebut.
Jojo tidak pernah beranjak dari kursi yang berada di samping ranjang tempat Keenan berbaring. Gadis itu terus memperhatikan Keenan karena rasa bersalahnya.
"Sudah berapa lama kau menangis?" tanya Keenan. "Tidak baik menangis terlalu lama."
"Andai saja aku lebih teliti, ini pasti tidak akan pernah terjadi, Kak."
"Jojo, berhenti menyalahkan diri sendiri."
Kalingga melihat mereka dari sofa yang terletak dua meter dari tempat Jojo duduk. Laki-laki itu merasa cemburu, namun tidak ingin membuat situasi menjadi tidak nyaman, karena bagaimanapun Jojo sangat peduli pada mereka semua. Kalingga ingat saat dirinya pernah sakit dan Jojo menunggunya selama seharian penuh. Jojo tidak pernah membedakan perlakuannya pada siapapun.
Kylan melarang Kai datang ke rumah sakit, ia meminta adik bungsunya tetap di rumah untuk fokus belajar. Sementara Jojo, ia menolak pulang saat Kalingga mengajaknya.
"Aku akan menjaga Kakak. Kau bisa pulang dan istirahat," ujar Kylan.
"Tidak, aku akan menunggu Kakak di sini."
"Ayo pulang dan mengambil keperluan untukmu dan Keenan. Kita akan kembali lagi nanti malam," bujuk Kalingga.
"Kalian bertiga bisa pulang, aku sedang senggang dan bisa menunggu Ken sampai kalian kembali," sela Angelina. Keenan pun setuju dan meminta Jojo dan kedua saudaranya pulang.
Dengan terpaksa, Jojo setuju untuk mengambil keperluannya. Mereka bertiga pulang dan menerima kebaikan hati Angelina. Lagi pula, harus ada orang yang mengalah dan memberi kesempatan pada Angelina untuk dekat dengan Keenan.
Setelah Jojo dan kedua anak asuhnya sampai di rumah, sesuatu yang tidak terduga sedang menunggu. Merlinda terlihat berdiri di depan pintu utama rumah mereka bersama seorang bodyguard. Sepertinya Kai tidak membiarkan wanita paruh baya itu masuk ke dalam rumah mereka.
🖤🖤🖤
__ADS_1