ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Memastikan


__ADS_3

Kalingga ingin sekali menghajar Kylan saat ini juga. Ia memang salah karena menyembunyikan perasaannya pada semua orang. Namun ia merasa Kylan tidak berada di pihaknya.


"Kenapa harus repot-repot meminta tanda tangan orang asing untuk Jojo. Seharusnya itu tidak perlu kau lakukan," ucap Kalingga.


"Sepertinya Jojo benar-benar menyukainya. Jadi, aku kan hanya ingin membuatnya senang, Kak. Lagi pula saat itu aku datang ke konsernya, dia memang keren!" puji Kylan. Ia bahkan tidak sadar jika kata-katanya seolah membakar Kalingga.


"Aku rasa itu berlebihan," gumam Kalingga kesal.


Merasa situasi akan semakin buruk jika dibiarkan, Kai berusaha menjadi penengah.


"Sebaiknya kau masuk dan istirahat, Kak. Aku akan membantu membawa barang-barangmu." Kai mendorong Kylan menjauhi Kalingga dan mengantar kakaknya ke kamar.


"Ada apa dengan Kakak? Kenapa dia terlihat tidak suka?" tanya Kylan.


"Sudahlah, biarkan saja."


"Aku heran, kenapa dia sensitif sekali pada Jojo," gumam Kylan lagi. Kai tidak ingin mengatakan sesuatu, ia akan membiarkan semuanya mengalir apa adanya. Biarkan Kalingga menikmati perasaannya sendiri. Lagi pula, saudaranya yang lain akan menjadi bumbu penyedap yang menambah cita rasa hubungan rumit antara Kalingga dan Jojo.


Kai bahkan merasa dirinya begitu jahat membiarkan Kalingga tersiksa sendirian, namun tidak bisa dipungkiri, bocah itu menikmati setiap drama yang terjadi.


Kalingga terlihat kesal, ia akhirnya memutuskan untuk mendatangi Jojo ke kamar gadis itu.


Tok ... Tok ... Tok ...


Jojo membuka pintu, ia terkejut melihat Kalingga berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ada apa, Kak?" tanya Jojo. Ini tidak akan berakhir dengan baik, pikir gadis itu.


"Boleh aku masuk?"


"Hmm." Jojo membuka pintu lebar dan mempersilahkan anak sulungnya masuk ke dalam kamar. Lagi pula ini adalah rumah laki-laki itu, jadi ia berhak masuk ke mana saja.


Kalingga masuk dan menutup pintu, ia mendekati Jojo, membuat gadis itu mundur perlahan.


"Kak, apa yang kau lakukan?" tanya Jojo takut.


"Aku hanya ingin memastikan," jawab Kalingga. Ia terus berjalan perlahan mendekati tubuh Jojo. Dengan cepat, sebelah tangan Kalingga melingkar di pinggang ramping Jojo dan mendekatkan tubuh mereka.

__ADS_1


Jojo menutup matanya, ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih setiap kali Kalingga ada di dekatnya. Gadis itu ingin berontak, namun tubuhnya seakan menerima. Jojo berdoa dalam hati semoga Kalingga tidak melakukan sesuatu padanya.


"Jantungmu, selalu berdebar kencang setiap kali aku mendekatimu."


Kalingga meraih sebelah tangan Jojo dan merasakannya.


"Tanganmu gemetar dan berkeringat dingin setiap kali aku menyentuhmu."


"Kau terlihat gugup, seakan tidak mau tapi tidak menolak. Aku semakin yakin kau juga punya perasaan yang sama denganku," ujar Kalingga dengan mata terus membidik tajam wajah cantik di dekapannya.


Seketika Jojo mendorong Kalingga. Ia semakin kebingungan. Apakah jantungnya berdetak sekeras itu hingga Kalingga mampu mendengarnya? Bagaimana bisa Kalingga merasakan kegugupannya setiap kali mereka bersama. Ini tidak masuk akal!


"Kak, jantungku berdebar karena aku takut kau melakukan sesuatu yang buruk padaku. Dan tanganku gemetar, bisa jadi karena aku lapar. Aku tidak gugup, aku hanya ...."


"Hanya apa? Jatuh cinta?"


"Kak, pergi dari kamarku!" usir Jojo. Gadis itu membuka pintu lalu mendorong tubuh Kalingga keluar dari kamarnya.


Kali ini Kalingga merasa puas, membuat Jojo semakin gelisah dan ia akan memastikan jika malam ini gadis itu tidak akan bisa tidur. Meski kasihan, Kalingga menikmatinya.


"Kak, sedang apa kau di sana? Senyum-senyum sendiri," tanya Kai. Ia duduk di meja makan dengan salad buah di depannya.


"Makan. Dan apa yang Kakak lakukan?"


"Ah, aku baru saja berdiskusi dengan Jojo."


"Mendiskusikan perasaan kalian? Kau terlalu mendesaknya, Kak."


Kalingga mengembuskan napas kasar, ia menyipit menatap adik bungsunya. Kalingga sadar, Kai memang menjengkelkan. Namun ia baru tahu jika bocah itu bisa mengerti keadaan dengan cepat dan lebih menjengkelkan lagi dan lagi. Dia selalu ada di saat yang tidak tepat.


Tanpa memberi jawaban, Kalingga berjalan cepat menuju kamarnya. Sementara Kai hanya mencebik sambil mengangkat bahu. Sadar jika kakaknya sedang terserang kecemburuan akut.


Tidak berselang lama, Jojo membuka pintu dan bergegas menuju dapur. Ia membuka lemari es dan meneguk sebotol air dingin tanpa mempedulikan tatapan aneh dari anak bungsunya yang duduk di meja makan.


"Ah, segar sekali," gumam Jojo. Ia merasa gerah dan air dingin membantunya kembali fresh.


"Kau kenapa?" tanya Kai.

__ADS_1


"Kamarku panas sekali, aku jadi gerah. Rasanya tidak nyaman," keluh Jojo. Kai tidak percaya, ia membuka pintu kamar Jojo dan memasukkan kepalanya.


"Pendingin ruanganmu nyala. Terlihat panas bukan karena udara, melainkan sesuatu," ucap Kai.


"Sesuatu?" Jojo melotot.


"Apa kau dan kakak baru saja ...." Kedua tangan Kai memeragakan adegan ciuman dengan jari yang dirapatkan. Membuat Jojo merasa geli.


"Mesum sekali pikiranmu!" seru Jojo sambil memukul Kai dengan botol air yang ia pegang.


Kai tertawa keras dan meledek bagaimana ekspresi Jojo saat ia mengatakan hal seperti itu. Entah mengapa, bocah itu suka sekali meledek dan menggoda kakak dan pengasuhnya yang kini sedang dimabuk cinta. Bahkan tingkah keduanya terlihat menggemaskan.


"Aku kan hanya menebak. Kakak keluar dari kamarmu dengan wajah bahagia seperti baru saja menang undian, dia tersenyum di depan pintu kamarmu seperti orang gila. Sementara kau, keluar kamar dan mengeluh panas padahal pendingin ruanganmu sedang menyala. Itu masuk akal, kan?"


Jojo hanya bisa menarik napas panjang. Percuma saja jika ia menjelaskan apa yang sudah terjadi di dalam kamarnya beberapa saat yang lalu. Kai malah akan semakin menjadi-jadi. Kai bukan orang yang tepat untuk menerima curahan hati seperti ini.


"Ya Tuhan, dia dan kakaknya sama saja. Sama-sama menjengkelkan!" batin Jojo mengeluh.


🖤🖤🖤


Pukul satu dini hari, Jojo bahkan belum tertidur. Ia tidak bisa memejamkan mata karena bayangan Kalingga seakan berkeliaran memenuhi seluruh kamarnya. Setiap kali Jojo menutup mata, gadis itu seperti merasakan Kalingga ada di dekatnya.


Samar-samar, gadis itu mendengar suara dari arah dapur. Ia segera keluar dan memeriksanya.


"Kak, sedang apa?" tanya Jojo. Rupanya Keenan sedang mencari sesuatu di lemari atas dapur.


"Aku lapar," keluh Keenan. Ia menemukan spaghetti instan di lemari atas dan berniat memasaknya.


"Duduk saja, akan ku buatkan," pinta Jojo. "Aku bahkan lupa kalau kita menyimpan spaghetti ini," lanjutnya.


"Tidak, aku bisa sendiri. Cepat tidur, aku tidak mau merepotkanmu."


"Kak, aku sedang tidak bisa tidur. Aku akan membantumu dan menemanimu makan."


Keenan sangat berterima kasih, ia akhirnya duduk di meja makan dan menunggu Jojo selesai memasak spaghetti untuknya.


Hanya selang beberapa menit, makanan enak dan aroma lezat sudah berada di depan mata.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2