ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Jojo Hilang


__ADS_3

Di kampus, tersebar berita yang sangat mengejutkan. Mahasiswi semester akhir yang memecahkan rekor jomblo terlama kini diberitakan telah dekat dengan seorang laki-laki.


Irene yang mendengar hal itu langsung bertanya-tanya. Selama ini, ia bahkan tidak tahu apapun tentang Jojo meski mereka sangat dekat. Jojo tidak menceritakan tentang laki-laki manapun padanya.


"Apa yang mereka katakan itu benar, Jo?" tanya Irene. "Kenapa bisa kau tidak menceritakan apapun padaku," keluhnya.


"Ini bukan seperti apa yang mereka kira, Irene. Aku tidak punya hubungan dengan laki-laki manapun!" tegas Jojo.


"Semua teman kita tahu kalau ada laki-laki tampan yang menemuimu tadi."


"Baik. Aku akan menceritakannya nanti. Tapi kau harus pulang dan beristirahat. Aku akan mengatakan pada dosen jika kau sedang sakit," ucap Jojo.


Hari ini Irene mendadak ke kampus dalam keadaan kurang sehat. Ia muntah dan lelah berlebihan. Setelah jam pertama dilewati, Jojo meminta sahabatnya untuk pulang dan beristirahat.


Karena Jojo sudah berlibur selama hampir lima hari, gadis itu harus menyelesaikan banyak tugas dan mengejar ketertinggalan. Kini ia hampir menyelesaikan semester tujuh, jika semuanya lancar ia akan segera lulus. Jojo begitu menantikan hari kelulusannya.


🖤🖤🖤


Pukul empat sore. Kai sudah tiba di rumah. Bocah laki-laki itu merasa heran, karena rumah nampak senyap dan sepi, tidak ada pergerakan Jojo dari arah manapun.


"Ke mana dia?" gumam Kai. Setelah melepas seragam sekolah dan meletakkan tas di dalam kamarnya, Kai menuju dapur.


"Jo, kau di mana?" teriak Kai. Ia melihat dapur sepi.


Tok ... Tok ... Tok ...


Kai mengetuk pintu kamar Jojo berulang kali.


"Jo, kau di dalam? Aku lapar!" teriak Kai. Bocah laki-laki itu mengelilingi rumah hingga ke halaman belakang, mencari keberadaan Jojo. Namun ia tidak menemukan apapun.


Kai melihat ponselnya, ia berusaha menelpon Jojo tapi nomor gadis itu tidak aktif. Merasa panik, Kai segera menelpon Keenan.


"Kak, Jojo hilang!" seru Kai.

__ADS_1


"Bagaimana bisa hilang? Apa dia tidak ada di kamar?" tanya Keenan dari sebrang telepon.


"Tidak ada, Kak. Aku sudah mencarinya ke semua kamar, bahkan aku sekarang ada di halaman belakang," jawab Kai.


"Aku akan telepon dia."


"Percuma, nomornya tidak aktif."


"Satu jam lagi aku akan tiba di rumah. Masih ada satu sesi syuting lagi. Kau bisa tanya satpam dan suruh mereka mencari," perintah Keenan.


Kai setuju. Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah dan menuju gerbang depan. Ia bertanya pada satpam rumahnya yang sedang berjaga. Namun sayang sekali, satpam bahkan tidak tahu ke mana Jojo pergi karena gadis itu bahkan belum pulang dari kampus. Sementara satpam yang sedang berjaga saat ini bukanlah satpam yang sama saat jaga pagi.


"Bagaimana jika dia pergi dari rumah karena tidak sanggup mengurusku? Ah, bagaimana ini."


Kai memutuskan kembali ke dalam rumah. Ia ingin menelpon Kalingga dan memberitahukan hal ini, namun ia merasa takut. Takut jika Kalingga akan menyalahkannya atas kepergian Jojo. Semua orang tahu, orang yang paling menyusahkan Jojo adalah dirinya.


Kai termenung di ruang tengah. Ia gelisah, memikirkan ke mana pengasuhnya pergi tanpa kabar.


Tepat pukul lima, suara langkah kaki memasuki rumah. Kai melompat dari sofa dan berlari menuju ruang tamu.


"Ah, maaf. Aku lupa memberitahumu jika aku akan pulang terlambat. Ada banyak tugas yang harus aku kerjakan. Kebetulan kakak menjemputku," jelas Jojo.


Dari arah belakang, datang Keenan sambil berlarian.


"Jojo, kau dari mana? Kai bilang kau hilang," ucap Keenan. Ia mengatur napas. Perasaan panik dan resah menghantuinya sejak adik bungsunya menelpon.


"Hilang? Memangnya siapa yang mau menculikku," canda Jojo. Ia melihat Kai dan Keenan secara bergantian, merasa jika kedua anak asuhnya itu menggemaskan.


"Dan bagaimana kau bisa bersamanya, Kak?" tanya Keenan pada Kalingga.


"Kebetulan aku melewati kampusnya, jadi sekalian aku menjemputnya," jawab Kalingga.


"Lewat bagaimana? Arah kantor dan arah kampus Jojo saja berlawanan," sela Kai.

__ADS_1


"Bocah ini benar-benar!" Kalingga menggerutu kesal dalam hati, merasa jika Kai tidak bisa diajak kompromi.


Setelah melihat Jojo dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, Kai dan Keenan merasa lega. Mereka semua akhirnya beristirahat dan kembali ke kamar masing-masing.


"Tidak perlu memasak, aku akan membelinya," ujar Kalingga sebelum ke kamarnya. Namun Jojo menolak, ia melarang Kalingga menghmbur-hamburkan uangnya untuk membeli makanan di luar. Jojo berniat memasak sesuatu yang cepat dan mudah supaya mereka tetap bisa makan malam tepat waktu.


Sesuai perkiraan, Jojo memasak nasi goreng dengan telur mata sapi dan ayam goreng. Menu seperti ini saja bisa membuat ke empat anak asuhnya menghabiskan sepiring porsi besar masakannya.


"Kak, siapa model yang akan kau pakai untuk promosi nanti? Kita harus cepat," tanya Kylan pada Kalingga setelah sesi makan malam berakhir.


"Masih tahap diskusi perusahaan. Kalau kita pakai model mahal, kita juga harus menaikkan harga semua produk untuk menekan kerugian, Apa lagi kita tidak hanya butuh satu, melainkan tiga model" jelas Kalingga.


"Kita ini produk lokal, Kak. Seharusnya kita bisa menghadirkan kualitas ekspor namun harga tetap merakyat," sela Keenan.


"Betul. Semua orang suka barang bagus dan murah. Termasuk aku!" Jojo memberi pendapat sambil membereskan piring bekas makan anak-anaknya.


"Sayang sekali, kita empat pria bersaudara, namun memiliki perusahaan yang bergerak di bidang fashion wanita," ujar Keenan sambil mengupas apel. Ia adalah model profesional, namun tidak mungkin jika ia akan memakai pakaian wanita dan menjadi modelnya.


"Rekrut saja model baru." Kini giliran Kai berbicara. Semua orang diam dan tampak berpikir.


Di dalam kepala Kylan, sudah terpikir beberapa kenalannya yang cukup terkenal sebagai kandidat.


"Aku akan membantumu, Kak. Lusa aku akan memberimu kabar," ucap Kylan. Kalingga mengangguk setuju.


Selama mereka berdiskusi, Jojo berjalan mondar-mandir sambil membereskan semua yang ada di atas meja. Gadis itu hanya mendengar dan tidak ingin ikut campur karena hal yang anak-anaknya bahas adalah urusan penting.


Kai memperhatikan Jojo, melihat bagaimana luwesnya gadis itu berjalan, menggerakkan tubuh hingga tangan yang lihai mencuci piring. Satu ide cemerlang bersinar di kepalanya.


"Kenapa kita harus susah, kita punya pengasuh multitalenta. Pakai saja Jojo sebagai salah satu modelmu, Kak!" seru Kai.


"What? Yang benar saja!" Kylan tersentak kaget.


"Ada apa?" Jojo yang sedang asik mencuci piring kini menoleh saat mendengar Kai menyebut namanya.

__ADS_1


"Apakah salah jika aku setuju?" tanya Keenan. Kai bangkit dari duduknya dan bertepuk tangan, ia senang salah satu saudaranya menyetujui pendapatnya.


🖤🖤🖤


__ADS_2