ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Sembilan Nyawa Kylan


__ADS_3

Setiap dua jam sekali, Kalingga membangunkan Jojo untuk menyusui bayi mereka. Kalingga juga sudah menghubungi kedua orang tua Jojo dan mengabarkan kelahiran anak pertama mereka.


Pagi-pagi sekali, Keenan dan Kylan harus pulang untuk berganti pakaian karena mereka harus bekerja. Sementara Kai, ia pergi ke kampus siang nanti langsung dari rumah sakit.


Sejak malam, Kalingga bahkan tidak memejamkan matanya sama sekali demi menunggu bayinya. Laki-laki itu nampak sangat lelah namun tetap bersemangat.


"Kak, kau bisa tidur. Aku akan menunggu Kakak Ipar dan Keponakanku," ucap Kai. Ia tidak tega melihat Kalingga dengan lingkar hitam di area matanya.


"Ya, Sayang. Tidurlah," pinta Jojo. Kalingga sudah terjaga dari mereka sampai di rumah sakit hingga pagi, dan Jojo akan semakin khawatir jika suaminya kelelahan dan kurang istirahat.


Karena Jojo dan Kai terus mendesak, Kalingga akhirnya pergi ke kamar tamu dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah. Laki-laki itu terlelap dengan cepat dan tidur dengan nyenyak.


"Kakak Ipar, apa kau mau sesuatu?" tanya Kai. Ia duduk di depan keponakannya yang tertidur dalam box bayi sambil mengupas apel.


"Tidak, apa kau tidak pergi kuliah?"


"Nanti siang," jawab Kai. "Oh, ya. Apa Kakak Ipar tahu apa yang terjadi pada Kak Kylan? Dia terlihat gelisah sejak bangun tidur," lanjutnya.


"Kemarin dia pergi bersama Sunny sejak siang dan tidak pulang sampai malam. Apa ada masalah?" tanya balik Jojo.


"Entah." Kai mengangkat bahu.

__ADS_1


"Apakah Sunny menolaknya?" batin Jojo bertanya. Namun ia tidak ingin mengatakan apapun pada Kai, khawatir dia akan mengejek Kylan nantinya.


Kai menyerahkan apel yang sudah ia kupas untuk Jojo, ia juga menyediakan air putih dan susu di meja samping tempat tidur wanita itu.


Sebagai adik ipar, Kai memang lebih perhatian dibandingkan saudaranya yang lain. Terkadang sikapnya sangat menjengkelkan dan membuat Jojo resah sampai banyak pikiran, namun di balik semua keusilannya, Kai terang-tetangan menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya untuk orang-orang di sekelilingnya.


"Mungil, kenapa kau selalu tidur?" tanya Kai sambil mengusap pipi lembut Queen.


"Kakak Ipar, bolehkah aku menggendongnya?" tanya Kai sambil menoleh pada Jojo.


"Kau bisa?" tanya Jojo. Wanita yang berada di atas tempat tidur dengan posisi tubuh setengah duduk itu menurunkan kakinya. Ia turun dari kasur empuknya perlahan dan membantu Kai menggendong keponakannya.


"Apa kau sudah membaik? Kapan kita membawanya pulang?" tanya Kai tidak sabar.


Kai dan Jojo mengobrol banyak hal, bahkan Kai betah menggendong keponakannya selama lebih dari dua jam tanpa mengeluh. Ia dengan senang hati menggoyangkan tubuhnya dan mengayun tubuh Queen dengan hati-hati. Kai sangat menikmati momen pertamanya bersama bayi kecil itu.


Melihat bagaimana perhatian Kai pada Queen, Jojo sangat senang. Jojo bahagia karena anaknya mendapatkan kasih sayang yang mengalir deras dari semua orang, termasuk ketiga pamannya.


Pukul sebelas siang, Kai sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Ia berniat membangunkan Kalingga namun Jojo melarangnya.


Sesaat sebelum Kai keluar dari ruangan, Kylan sudah kembali. Ia mengatakan jika pekerjaannya sudah selesai karena hanya memotret dua sesi untuk seorang model busana. Melihat Kylan datang, Kai merasa lega karena tidak meninggalkan Jojo sendirian.

__ADS_1


"Apa ada masalah? Apa Sunny menolakmu?" tanya Jojo saat Kai sudah pergi. Ia merasa khawatir karena Kylan tidak seceria biasanya.


"Tidak," jawab Kylan. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Kylan melihat bayi yang tertidur pulas dan tersenyum samar.


"Lalu, kau kenapa?" desak Jojo.


"Bagaimana jika orang tua Sunny mengecek rekaman CCTV rumah mereka. Jika mereka tahu, tamatlah riwayatku," ungkap Kylan tanpa melihat Jojo. Ia hanya fokus menatap keponakannya.


"Apa kau melakukan sesuatu? Apa kau berbuat yang tidak-tidak pada Sunny?" tanya Jojo khawatir. Pikirannya semakin tidak tenang.


"Kami berciuman saat menonton televisi," jawab Kylan dengan lirih. Mendengar hal itu, Jojo melotot.


"Dasar berandal! Memangnya berapa nyawamu sampai mencium anak orang di rumahnya? Hah?" tanya Jojo. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa Kylan berbuat seberani itu. Apakah tidak ada tempat lain selain rumahnya?


"Aku tidak bisa menahan diri. Kami hanya berduaan dan ...." Kylan tidak melanjutkan kata-katanya karena Jojo dengan keras menarik telinga laki-laki itu secara tiba-tiba. Jojo kesal sekaligus gemas dengan sikap Kylan yang belum bisa berubah.


"Ah, aku hampir gila memikirkannya semalaman. Bagaimana jika orang tuanya tahu dan melarang kami bertemu?" ujar Kylan sambil menggosok telinganya yang memerah.


"Kau harus meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kau harus bersungguh-sungguh menyesali perbuatanmu!"


"Maksudmu, tidak mengulangi perbuatanku di rumah mereka tapi tetap boleh mengulanginya di tempat lain, begitu?"

__ADS_1


Jojo tidak menjawab. Ia memijat kepalanya yang terasa berdenyut nyeri. Sepertinya Kylan memang punya sembilan nyawa, mencium seorang gadis di rumah orang tuanya adalah salah satu hal paling berani yang Jojo ketahui.


🖤🖤🖤


__ADS_2