ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Peringatan Merlinda


__ADS_3

Irene hanya tersenyum dan merangkul sahabatnya. Ia sangat memahami sifat Jojo, dan ia juga akan mengerti keadaan sahabatnya.


"Baik, aku akan memaafkanku. Tapi dengan satu syarat," ujar Irene. Ia memasang wajah cemberut, berpura-pura kesal pada sahabatnya.


Irene mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya. Ternyata, ia menyimpan foto Keenan dan mengaku jika sangat mengagumi laki-laki itu.


"Kau bisa bawa ini pada Ken Caessa, mintakan aku tanda tangannya," pinta Irene. Dengan senang hati, Jojo merebut foto itu dan menyimpannya.


"Aku bisa minta seratus tanda tangannya, jangan khawatir. Kau bisa menjual tanda tangan anak asuhku jika perlu," canda Jojo sambil tertawa. Ia bersyukur Irene mau mengerti dirinya.


"Kau akan menjadi orang terkenal, seorang bintang. Bersikaplah layaknya bintang. Tidak apa-apa jika satu atau dua orang tidak menyukaimu, mereka hanya iri. Kau bisa meraih cita-citamu," ujar Irene memberi nasehat.


Bagaimanapun, ia bahagia jika Jojo bahagia. Sebagai sahabat, ia mendukung apapun keputusan Jojo.


🖤🖤🖤


Jojo pulang dari kampus pukul satu siang. Karena akhir-akhir ini ia hanya datang ke kampus untuk bimbingan skripsi dan berdiskusi dengan beberapa temannya.


Saat keluar dari kampus, seseorang tiba-tiba menelepon dan memintanya bertemu saat itu juga. Jojo mengurungkan niatnya untuk pulang, ia segera menuju kafe tempat orang tersebut menunggu.


Jojo memesan ojek online melalui aplikasi, gadis itu menunggu di pinggir jalan. Dari kejauhan, Kylan yang baru saja lewat mengenali Jojo dan berniat menghampiri. Sayangnya, Jojo terlihat buru-buru dan naik ke jok belakang sebuah motor.


Kylan merasa aneh karena motor yang Jojo tumpangi tidak berjalan ke arah jalan rumah mereka.


"Ke mana dia?" batin Kylan. Karena penasaran, ia memutuskan untuk mengikuti ke mana Jojo pergi.


Sejauh tujuh kilometer dari kampus Jojo, gadis itu meminta pengemudi ojek untuk berhenti di sebuah kafe bertema outdoor yang cukup terkenal. Rasa penasaran Kylan semakin menjadi karena ia sangat mengenal Jojo sebagai sosok yang hemat.


"Apa yang dia lakukan di sini?"

__ADS_1


Kylan memutuskan untuk memarkir mobilnya setelah Jojo masuk ke dalam kafe. Setelah memastikan Jojo tidak mengetahui keberadaannya, Kylan masuk dengan jaket hoodie berwarna hitam dan lengkap dengan kacamata hitam layaknya sedang membuntuti pacar yang sedang mengunjungi selingkuhan.


Saat masuk, Kylan mengedarkan pandangannya. Nyatanya, ia melihat Jojo bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang sangat ia kenali. Karena penasaran dengan tujuan pengasuhnya, Kylan mendekat tanpa sepengetahuan Jojo. Laki-laki itu duduk di bangku yang berada tepat di belakang gadis itu.


"Semalam, anda datang di acara pembukaan gerai Anyelir, Nyonya?" tanya Jojo.


"Ya, kau melihatku."


"Kenapa tidak mengucapkan selamat untuk mereka. Mereka semua pasti senang karena kau datang, Nyonya" ujar Jojo sambil tersenyum. Tidak biasanya Merlinda mengajaknya bertemu. Wanita paruh baya itu lebih sering menanyakan kabar anak-anaknya melalui sambungan telepon.


"Tidak, mereka tidak akan senang, Jo. Kau tahu itu," jawab Merlinda sambil tersenyum getir.


Kylan diam dan mendengarkan dengan seksama percakapan dua orang di belakangnya. Laki-laki itu memesan minuman dengan bahasa isyarat, khawatir jika Jojo mengenali suaranya.


"Jojo, saya lihat, kau semakin dekat dengan keempat anak saya, termasuk Keenan. Apa kalian punya hubungan khusus?" tanya Merlinda.


"Syukurlah kalau begitu." Merlinda terlihat menghela napas lega. Begitupula dengan Jojo, mendadak ia merasa tidak nyaman saat wanita paruh baya itu bertanya tentang hal seperti itu.


"Keenan sedang dalam masa kejayaannya. Kau tahu, perjuangannya agar bisa sampai di titik ini tidaklah mudah. Saya harap, kalian tidak akan pernah punya hubungan apapun, karena itu akan sangat berpengaruh pada popularitasnya," ujar Merlinda.


"Saya sangat tahu diri, Nyonya. Saya hanya orang rendahan, tentu tidak akan pernah cocok jika bersanding dengan orang seperti anak-anakmu. Mereka luar biasa," jawab Jojo.


Di bawah meja, kedua tangan gadis itu saling meremas. Ia memang tidak berniat untuk menjalin hubungan khusus dengan Keenan, namun kalimat itu, terdengar lebih dari sebuah peringatan.


Di belakang Jojo, Kylan mulai merasa gerah dengan setiap kalimat yang Merlinda lontarkan untuk Jojo. Laki-laki itu paham betul maksud dari perkataan mamanya. Namun tidak seharusnya Merlinda ikut campur lagi tentang kehidupan mereka.


"Kau harus menyadari jika kau hanya seorang maid. Saya tidak tahu mengapa mereka bisa menjadikanmu model Anyelir. Bagaimana nanti anggapan orang-orang di luar sana jika Keenan ternyata berhubungan dekat dengan seorang maid."


"Jika kau punya perasaan padanya, tolong buang itu jauh-jauh. Dan jika Keenan yang menyukaimu, maka kau harus keluar dari rumah itu untuk menghindarinya. Kebersamaan kalian sama halnya dengan menghancurkan masa depan anakku. Ini tidak hanya berlaku untuk Keenan, melainkan untuk Kalingga juga Kylan," lanjut Merlinda.

__ADS_1


Kata-kata wanita paruh baya itu diucapkan dengan lembut namun penuh penekanan. Perbedaan sosial antara Jojo dan keempat anak asuhnya adalah suatu garis besar yang membentang. Jojo memejamkan mata, menyadari jika ia memang tidak seharusnya berada di antara Keenan dan ketiga saudaranya.


"Tolong pikirkan baik-baik. Kau harus menyadari siapa dirimu," ucap Merlinda sambil mengusap lengan Jojo.


"Ini sudah cukup!" gumam Kylan. Ia berdiri dan membalikkan badan sambil membuka kacamata dan hoodie yang ia kenakan.


Merlinda dan Jojo nampak sangat terkejut. Keduanya duduk kaku seperti baru saja tertangkap basah.


"Cukup, Ma. Cukup kau menghina Jojo serendah itu. Apa hak Mama mengatur hidup kami? Hah!" seru Kylan. Kesabarannya sangat terbatas dan ia tidak mau membiarkan Merlinda terus mengatakan hal-hal yang menyudutkan pengasuhnya.


"Kylan, Mama tidak bermaksud ...."


"Bermaksud apa? Sudah jelas-jelas Mama menghina Jojo. Apa Mama pikir seorang maid tidak pantas bersanding dengan artis, begitu? Memangnya apa yang membedakannya?" sela Kylan.


"Kylan, dia mamamu. Jangan bicara kasar!" sentak Jojo. Kylan bahkan mengabaikan gadis itu.


"Ma, bagaimana jika aku mengadukan ini pada Kak Keenan. Kau jelas tahu dia tidak akan suka dan semakin membencimu," lanjut Kylan.


"Kylan, maafkan Mama, Sayang." Merlinda memohon, berusaha meraih tangan putranya. Namun Kylan terus menghindar.


"Berhenti mencampuri urusan kami!" tegas Kylan. Sorot mata laki-laki itu benar-benar tidak menunjukkan rasa apapun pada wanita yang telah melahirkannya.


"Ayo pulang!" ajak Kylan. Laki-laki itu menyambar lengan Jojo.


"Lepaskan aku, Kylan!" tolak Jojo. Ia berusaha menolak, namun tenaganya tidak sebanding dengan laki-laki di sebelahnya.


"Pulang!" tegas Kylan sekali lagi. Kali ini wajahnya terlihat penuh amarah. Tanpa memperdulikan Merlinda yang mematung dengan mata penuh air mata, Kylan menarik paksa Jojo dan membantu gadis itu membawa tas jinjing miliknya.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2