ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Permintaan Aslan


__ADS_3

Demi kebahagiaan ibu hamil dan memenuhi keinginan keponakannya yang belum lahir, Keenan rela pergi di tengah malam untuk membeli brownies.


Rasa lelah dan mengantuk tidak membuatnya mengabaikan Jojo. Lagi pula malam ini Kalingga lembur karena ia tidak bisa mengurus pengiriman barang ke luar negeri karena jadwal syuting iklan yang cukup panjang. Terpaksa, Kalingga mengambil alih tugas yang seharusnya ia lakukan.


Jarak rumah dan toko kue tidak terlalu jauh, beruntung ia memiliki Angelina. Wanita itu selalu bisa diandalkan meski dalam keadaan genting.


"Satu brownies cokelat toping keju dan kacang almond," pesan Keenan pada pegawai toko yang berjaga. Rupanya toko sudah hampir tutup dan hanya tersisa satu karyawan laki-laki yang berjaga.


"Ini, Tuan. Apakah anda mengambil pesanan Nona Angelina?" tanya karyawan tersebut.


"Benar, maaf merepotkan malam-malam begini," ujar Keenan sopan.


Karyawan tersebut melarang Keenan membayar brownies yang di pesan, karyawan itu juga memberikan beberapa donat dalam kemasan untuk Keenan. Ia berpesan jika Angelina menyuruhnya memberikan semua itu untuk Jovanka.


"Terima kasih banyak."


Keenan pergi setelah mendapatkan apa yang ia cari. Ia segera memacu mobilnya cepat untuk kembali ke rumah, Jojo pasti sudah menunggunya dan tidak akan bisa tidur sebelum keinginannya terpenuhi.


Hanya selang lima belas menit, Keenan telah sampai di rumah. Ia menelantarkan mobilnya di halaman rumah tanpa memasukkannya ke dalam garasi. Dengan langkah seribu, laki-laki itu berlari masuk ke dalam rumah.


"Ini brownies yang kau ...." Keenan menghentikan kalimatnya saat melihat Jojo sudah tertidur pulas di kursi ruang tamu.

__ADS_1


"Ah, ini menyiksaku," gumam Keenan dengan lirih. Ia duduk dengan lemas di kursi lain sambil menggaruk kepalanya.


Berulang kali laki-laki itu menghela napas panjang. Ia tidak menyangka jika ini akan terjadi padanya.


"Kakak membuatnya dengan penuh kebahagiaan, sementara aku ikut merasakan kesusahan," batinnya.


Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain mengamankan brownies ini ke lemari pendingin. Ia tidak mungkin membangunkan Jojo yang sudah tertidur.


Setelah membawa brownies ke dapur, Keenan kembali ke ruang tamu dan memakan beberapa donat. Ia kelaparan karena berkendara sejauh lima belas kilometer di tengah malam hanya untuk menuruti keinginan keponakannya.


Melihat Jojo meringkuk di kursi panjang, Keenan tidak tega. Ia ingin menggendong Jojo dan membawanya ke kamar, namun ia merasa itu tindakan yang tidak sopan. Jojo adalah Kakak Iparnya, dan ia pernah diam-diam menaruh hati pada wanita itu.


Setelah cukup lama berpikir, Keenan akhirnya mengambil selimut di kamarnya dan menyelimuti tubuh Jojo. Ia juga menemani wanita itu berada di ruang tamu sambil bermain ponsel.


🖤🖤🖤


Saat hendak keluar dari kantor, Aslan tiba-tiba menelpon dan mengatakan jika ia berada di depan kantor Kalingga. Laki-laki paruh baya itu mengajak Kalingga untuk berbincang sebentar, dan Kalingga setuju karena merasa tidak enak hati menolak permintaannya.


Jika ada pekerjaan penting, Aslan biasa datang ke kantornya saat jam kerja. Namun Kalingga merasa aneh jika orang itu mengajaknya berbincang di tengah malam seperti ini.


Aslan dan Kalingga bertemu di kafe yang terletak bersebrangan jalan dengan kantor milik Kalingga. Laki-laki paruh baya itu sudah menunggu dan menyapa dengan ramah.

__ADS_1


"Tuan, ada apa sampai mengajak saya bertemu di tengah malam seperti ini?" tanya Kalingga to the poin.


"Barang kirimanmu sudah terbang malam ini? Aku baru tiba dari bandara dan memastikan jika tidak ada yang terlewat. Biasanya Keenan mengurus semuanya, tapi salah seorang bawahanku bilang jika kau mengurusnya malam ini," ungkap Aslan.


"Ah, ya. Dia sedang banyak kegiatan, jadi saya bersedia menggantikannya."


"Kau saudara yang baik, Kalingga," puji Aslan. "Ah, aku merasa harus mengatakan ini, aku sudah memikirkannya selama berhari-hari dan berharap kau mau bekerjasama denganku," lanjutnya.


Kalingga mengernyitkan dahi, dari gelagat dan kata-kata Aslan yang tidak biasa, Kalingga curiga ada sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Bukankah kita membahas kerjasama saat jam kerja, Tuan? Ini tengah malam dan istri saya pasti sedang menunggu di rumah," ucap Kalingga. Firasatnya sudah buruk.


"Tolong dengarkan aku, Kalingga. Ini tentang April dan adikmu."


"Adikku? Keenan?" tanya Kalingga.


"Ya, kalian tahu jika April sangat menyukai Keenan, dan aku pun berharap mereka bisa menikah. Tapi sejauh ini, aku terus memantau dan melihat jika tidak ada perkembangan hubungan di antara mereka. Aku juga melihat Keenan selalu menjauhi April, mengapa begitu?" tanya Aslan.


"Hubungan asmara adikku bukan menjadi urusanku, Tuan. Dia bebas dekat dengan siapapun yang dia suka dan menjauhi siapapun yang tidak dia suka!" tegas Kalingga.


"Tidakkah kau bisa membicarakan ini dengan Keenan? Kita bekerjasama, aku membantu kalian memasarkan semua produk kalian di luar negeri, bisakah kau membantuku?" tanya Aslan lagi. Ia terus meyakinkan Kalingga agar laki-laki itu mau membujuk Keenan.

__ADS_1


Rupanya, sejak awal Aslan memang membantu Kalingga karena ia menginginkan sesuatu dari keluarga ini. Semua orang tahu bagaimana hubungan April dan Keenan yang tidak pernah berjalan baik. Dan Aslan rupanya mencari cara dengan mendekati Kalingga.


🖤🖤🖤


__ADS_2