ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Cemburu Buta


__ADS_3

Beberapa hari setelah penandatanganan kontrak, Jojo mendapatkan job pertamanya untuk pemotretan sebuah majalah. Gadis itu dengan senang hati datang bersama Kai tanpa sepengetahuan anak asuhnya yang lain.


Gadis itu tidak bermaksud menyembunyikan pekerjaan barunya, namun Jojo hanya menunggu sampai Kylan pulang dan memberi kabar ini. Lagi pula sejak penandatanganan kontrak, ia belum mendapatkan kabar, dan hari ini, ia mulai dengan pekerjaan pertamanya.


Kai hanya bertugas untuk menemani Jojo, duduk dengan sabar dan menunggu gadis itu melakukan beberapa sesi pemotretan. Beruntung, jadwal sekolah Kai hanya sampai pukul dua belas siang, hingga ia bisa menemani Jojo hari ini.


"Hai, Kai. Kau ada di sini?" Callista menyapa Kai yang sibuk bermain ponsel.


"Kak, aku sedang menemani Jojo," jawab Kai.


Callista merasa heran, ada hubungan apa Kai dengan Jojo. Mereka memang terlihat seumuran. Jangan-jangan, Jojo adalah kekasihnya? Callista menebak.


"Kau baik sekali. Memangnya, dia tidak bisa datang sendiri?" tanya Callista.


Kai tidak memberi jawaban, ia hanya diam dan fokus pada layar ponselnya.


"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Keenan? Dia selalu menghindar dariku. Aku tahu aku pernah melakukan kesalahan, namun itu sudah berlalu. Dia sepertinya tidak akan pernah memaafkanku," keluh Callista. Lagi-lagi Kai hanya diam, siapa yang sudah berselingkuh, dan siapa yang paling banyak mengeluh.


Keenan hanya membuktikan jika dirinya akan baik-baik saja meski Callista pergi, laki-laki itu menjauh bukan karena masih menyimpan rasa, melainkan menutup luka agar tak tersakiti berulang kali.


Kai berdiri saat melihat Jojo sudah selesai melakukan sesi terakhirnya. Gadis itu menghampiri Kai.


"Aku akan ganti baju dan membersihkan wajahku. Apa Kakak tidak menelepon?" tanya Jojo.


"Ah, iya. Aku bilang padanya kita sedang ada urusan di luar," jawab Kai.


Callista diam dan mengamati dua orang di depannya. Selepas kepergian Jojo. Callista mulai bertanya banyak hal, juga tentang kedekatan Kai dengan model baru di agensinya.


"Dia calon kakak iparku," ujar Kai. Callista membulatkan mata, wanita itu bahkan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Dengan siapa?" tanya Callista.


"Belum ditentukan. Ketiga kakakku sedang berjuang merebut hatinya."


"Keenan juga?"


"Hmm, tentu saja. Dia bahkan berjuang di garis depan," ujar Kai. Ia langsung pergi meninggalkan Callista begitu saja, seolah memberikan sebuah kode jika sudah tidak seharusnya Callista mengganggu Keenan.

__ADS_1


Kai menghampiri Jojo dan mengajak pengasuhnya pulang sebelum kakak-kakaknya mulai kerepotan mencari mereka. Jojo bertanya pada Kai tentang apa yang bocah itu obrolkan bersama Callista, namun Kai hanya mengatakan jika ia sedang berusaha menjauhkan Callista dari kakaknya.


"Bagaimana pemotretanmu? Apa kau menyukai pekerjaan ini?" tanya Kai.


"Aku menikmatinya. Mereka bahkan membayarku di muka."


"Bagus. Setidaknya usaha kita tidak akan berakhir sia-sia."


Mereka langsung kembali pulang dengan cepat, setelah sampai di rumah, Kalingga sudah berada di ruang tamu dengan pakaian santai. Rupanya laki-laki itu pulang lebih awal dari Jojo.


"Dari mana kalian?" tanya Kalingga penasaran. Ia mengamati penampilan Jojo yang tidak seperti biasanya. Gadis itu terlihat baru tiba dari sebuah acara penting.


Dress kuning dengan lengan terbuka yang dibalut jaket jeans itu memberikan kesan curiga.


"Kami dari ... kafe," jawab Kai sambil menggaruk kepalanya.


"Sejak kapan Jojo suka pergi ke kafe siang-siang begini?"


"Ah, aku menemui teman, Kak," sela Jojo.


"Dan kau menemani Jojo, Kai?" Kalingga menatap adik bungsunya. Kai mengangguk dan bergegas masuk.


"Kak, aku mau mandi. Kenapa mengikutiku? Apa kau mau ikut?" tanya Jojo dengan raut wajah datar.


"Tentu jika kau mengizinkan," jawab Kalingga sambil tersenyum lebar.


"Sepertinya pertannyaanku salah!" batin Jojo.


Mengabaikan Kalingga yang berdiri di depan pintu kamarnya, Jojo segera masuk dan mengunci pintunya rapat. Kalingga tidak pantang menyerah, ia meninggalkan kamar Jojo dan duduk di ruang tamu. Ia melihat Kai sedang menonton televisi.


"Kau pulang dan tidak mandi, Jojo akan marah jika melihatmu," ucap Kalingga sambil duduk di samping adiknya.


"Sebentar lagi, Kak. Aku akan mandi sebelum Jojo keluar dari kamarnya."


"Ngomong-ngomong, siapa teman yang Jojo temui. Teman laki-laki atau perempuan?" Kalingga bertanya untuk memastikan jika tidak ada laki-laki lain yang akan menjadi saingannya.


"Kenapa Kakak ingin tahu sekali," gumam Kai. "Dasar, kepo!" batinnya.

__ADS_1


"Hanya ingin tahu."


Kai mengangkat bahu, membiarkan Kalingga curiga dan cemburu tidak jelas. Biarkan saja Kalingga merasakan bagaimana rumitnya sebuah perasaan, Kai bahkan akan sangat senang menonton drama Kalingga dan Jojo setiap hari. Mereka begitu unik saat bersama.


Malam ini, Kylan akan sampai di rumah setelah pekerjaannya di Korea selesai. Laki-laki itu sudah memberi kabar semua saudaranya, termasuk Jojo. Ia bahkan berjanji membeli oleh-oleh khusus untuk pengasuhnya.


Meski pekerjaannya akan kembali banyak, Jojo senang Kylan pulang. Gadis itu akan resah jika salah satu anak asuhnya tidak ada di rumah.


🖤🖤🖤


Pukul sembilan malam, Kalingga dan Kai baru saja tiba dari bandara. Mereka menjemput Kylan berdua sementara Keenan harus bekerja lembur untuk menyelesaikan syuting sebuah acara.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Jojo.


"Tampan, seperti biasa," jawab Kylan. Ia menyerahkan kotak kardus berwarna putih pada Jojo yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Kau memang tampan jika baik padaku." Jojo menerimanya dengan senang hati.


Tidak hanya untuk Jojo, Kylan juga membawa oleh-oleh untuk ketiga saudaranya. Kaos, jam tangan, juga cinderamata khas Negeri Gingseng tersebut.


Jojo membuka kotak yang Kylan berikan dan terkejut dengan isinya. Sebuah jaket hoodie bertanda tangan di bagian ujung bawah oleh seseorang yang sangat Jojo kenali.


"Ah, Kylan. Dari mana kau dapatkan ini? Apa ini asli? Atau ini hanya stiker?" tanya Jojo.


"Ada salah seorang teman membantuku mendapatkan tanda tangan itu. Dia tampan, tapi aku pasti lebih tampan!"


Jojo bersorak riang dan melompat-lompat. Kai pun nampak senang, sepertinya akan ada drama baru setelah Kylan memberikan itu pada Jojo. Kakaknya hanya tidak tahu, jika ia akan menghadapi orang aneh yang akan cemburu membabi-buta.


"Terima kasih, Kylan. Terima kasih, kau terbaik! Aaaaa!" Jojo berteriak senang. Ia berlari masuk ke dalam kamar dan meninggalkan tiga orang begitu saja di ruang tamu.


Kalingga menatap Kylan dengan tatapan tidak bersahabat. Ia cukup dibuat kesal mengapa Kylan bisa membuat Jojo begitu senang, sementaranya dirinya belum bisa melakukannya.


"Tanda tangan siapa yang kau berikan pada Jojo?" tanya Kalingga memulai introgasi. Kai nampak tersenyum, drama akan segera di mulai.


"Dia bilang itu pacarnya. Jadi, aku berusaha mendapatkan tanda tangan laki-laki itu agar Jojo senang," jawab Kylan.


"Kau sedang dalam masalah, Kak!" Kai tertawa dalam hati.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2