ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kekanak-kanakan


__ADS_3

Keesokan harinya, semua tim dekorasi pesta hingga orang-orang yang dipekerjakan khusus untuk mempersiapkan segalanya telah hadir di kediaman Kalingga. Meski hanya di hadiri oleh saudara dan sahabat terdekat, Keenan tetap menginginkan pesta yang megah.


Merencanakan pesta pertunangan dalam hitungan jam adalah hal yang mudah saat seseorang memiliki banyak uang dan kenalan. Hal itulah yang dilakukan oleh Jojo dan empat laki-laki di rumah tersebut. Mereka memanfaatkan profesi, pekerjaan dan uang yang mereka miliki untuk mendapatkan pesta yang sesuai dengan harapan.


Hari ini, lantai bawah rumah Kalingga akan di sulap menjadi tempat istimewa yang akan mempertemukan dua keluarga untuk membicarakan hubungan yang terjalin antara Keenan dan Angelina.


Tepat saat ulang tahun Angelina yang ke dua puluh tujuh, Keenan akan membawa wanita itu menyelesaikan satu tahap keseriusan hubungan mereka.


"Kakak terlihat tergesa-gesa. Beruntung keluarga Sunny mau membantu," ucap Kylan sambil menggendong Queen. Sore ini, ia sedang bersantai bersama Jojo dan Kai di halaman belakang karena Queen merasa tidak nyaman saat banyak orang berlalu lalang di dalam rumahnya.


"Kenapa tidak langsung menikah? Bukankah itu lebih baik?" tanya Kai.


"Itu tidak akan menjadi lebih baik karena kalian tahu siapa Ken Caessa dan Angelina. Apa yang akan media katakan jika tiba-tiba mereka menikah tanpa pernah mengkonfirmasi hubungan apapun sebelumnya. Itu akan jadi berita buruk," jelas Jojo.


"Hmm, benar juga." Kai menganggukkan kepala paham.


Kehidupan Keenan dan Angelina sebagai seorang model dan artis terkenal tentu sudah menjadi konsumsi publik setiap harinya. Menjaga nama baik demi karir yang cemerlang dan pekerjaan yang lancar tentu sangat dibutuhkan. Mereka tidak mungkin bertindak gegabah dalam mengambil keputusan. Karena selalu saja ada mata yang mengamati dan mempublikasikan apa yang mereka lakukan.


"Setelah Kak Kalingga menikah, lalu Kak Keenan. Apa selanjutnya giliranku?" tanya Kylan.


"Giliran apa?" tanya Jojo. Sementara Kai memelototi kakaknya.


"Apa kau juga sedang dimabuk cinta dan ingin segera menikah, Kak? Kau terdengar tidak sabar," seru Kai.

__ADS_1


"Aku kan hanya bertanya," gumam Kylan sambil mencebik.


"Apa orang tua Sunny sudah merestui hubungan kalian. Aku rasa Tuan Alex bukan orang yang mudah di taklukkan," ungkap Jojo.


"Jangan panggil namaku jika aku tidak bisa meluluhkan hati orang tua Sunny. Jangan meremahkanku!" ucap Kylan penuh percaya diri.


"Sombong!" Kai berucap dengan lirih. "Tuan Alex pasti merestui karena terpaksa. Ada nama Kak Kalingga sebagai walimu," lanjutnya.


"Kai, jika saja ada yang mau mengadopsimu, aku akan menyerahkanmu dengan suka rela. Kau terlalu sering membuatku kesal," ucap Kylan. Ia mengungkapkan sesuatu yang sudah lama ia pendam.


"Kak, bukan aku yang membuatmu kesal. Kau saja yang terlalu sensitif, mudah terbawa perasaan. Dasar, cemen!"


Kylan menyerahkan Queen ke dalam pangkuan Jojo. Laki-laki itu langsung menyergap adik bungsunya dan mencekik leher Kai.


"Hei, Hei. Hentikan, kalian bukan anak-anak!" seru Jojo. Ia menggendong Queen sambil memukuli tubuh Kylan dengan kipas tangan.


"Kak! Kau gila!" teriak Kai. Ia mendorong tubuh Kylan dan perkelahian pun tak terhindarkan.


Mereka berdua berguling di tanah sambil saling mencekik, menendang dan menarik rambut. Jojo terpaksa meletakkan Queen di tanah lalu mengambil air kotor di ember bekas mencuci buah dan menyiram tubuh kedua saudara iparnya.


"Ah, Kakak Ipar!" keluh Kai. Tubuhnya basah bercampur tanah. Sementara Queen berdiri tanpa berpegangan sambil bertepuk tangan saat melihat kedua pamannya disiram oleh Mamanya.


"Berhenti, bagaimana jika ada yang melihat kalian seperti ini? Hah?"

__ADS_1


"Dia yang memulainya!" seru Kylan.


"Aku? Kau saja yang sensitif," kilah Kai.


"Kalian berdua, cukup! Kalian bukan anak usia lima tahun. Silahkan berkelahi di atas ring tinju jika belum selesai," tegas Jojo.


Kai dan Kylan saling pandang dan melotot. Keduanya terlihat sama-sama merasa benar dan tidak ingin mengalah. Meski pada dasarnya Kai adalah yang bersalah karena tidak bisa menjaga ucapannya, Kylan juga seakan tidak paham bagaimana kebiasaan adiknya hingga masih terpancing dengan ucapan tidak berperasaan bocah itu.


Saat berbalik, keduanya melihat Kalingga sudah berdiri sambil melipat tangan di depan dada. Kalingga memandang mereka dengan wajah datar sambil menarik napas panjang.


"Apa yang terjadi?" tanya Kalingga. Kylan dan Kai tidak menjawab.


Kalingga menyuruh dua orang itu menunggu sementara ia mengambil selang air panjang.


"Kylan, bersihkan tubuh adikmu!" perintah Kalingga. Ia menyerahkan selang air dan meminta Kylan yang memandikan Kai.


"Tapi, Kak!" protes Kylan. Namun Kalingga tidak beraksi dan hanya memperhatikan mereka.


Kylan akhirnya membersihkan tubuh adiknya. Ia menyiram Kai dari ujung kepala dan menggosok rambut dan pakaian adiknya yang kotor. Setelah selesai, Kai bergantian membersihkan tubuh Kylan. Pada akhirnya mereka kembali berbaikan.


"Kembali ke kamar kalian dan berganti pakaian. Tamu undangan akan hadir dua jam lagi, Sunny dan Mamanya ada di ruang tamu mengatur karyawan mereka," jelas Kalingga.


"Mama Sunny di sini?" tanya Kylan.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2