ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Makan Besar


__ADS_3

Hari ini, Jojo hanya datang ke kampus untuk mengurus semua administrasi sidang skripsinya. Ia harus kembali ke rumah sebelum pukul dua belas siang karena rencananya hari ini Keenan sudah diizinkan pulang oleh dokter.


Kylan bertugas menunggu Keenan dan menunggu hasil lab darah kakaknya, Kai harus sekolah, sementara Kalingga bersikukuh mengantar Jojo ke kampus. Laki-laki itu selalu menempel kemanapun Jojo ingin pergi.


"Aku akan ke ruang administrasi dan kembali dengan cepat, kau tunggu di sini saja, Kak," pinta Jojo pada Kalingga.


"Tidak, aku ikut."


"Aku tidak mau menjadi pusat perhatian karena menggandeng pria tampan masuk ke dalam area kampus," keluh Jojo.


"Apa kau tersiksa dengan ketampananku?" tanya Kalingga. "Baiklah, silahkan pergi. Aku akan menunggu di sini," lanjutnya.


Jojo berjalan menjauhi area parkir dan meninggalkan Kalingga yang berdiri di dekat mobilnya. Namun diam-diam, Kalingga mengikuti Jojo dari belakang.


Saat Jojo mengeluarkan sebuah amplop berisi uang untuk melunasi semua biaya akhir tahunnya, Kalingga tiba-tiba menyela dan merebut amplop.


"Pakai ini saja," ucap Kalingga. Ia menyodorkan sebuah kartu kredit miliknya di depan petugas administrasi.


"Kak, sudah ku bilang tetap tunggu aku di mobil." Jojo mencubit pinggang Kalingga. Sementara laki-laki itu tidak peduli.


Jojo merasa tidak enak hati pada Kalingga, mereka baru menjalin hubungan selama beberapa hari dan laki-laki itu kini membayar lunas semua biaya semester hingga sidang skripsinya.


Setelah semua biaya lunas terbayar, Jojo menyeret lengan Kalingga kembali ke tempat parkir.


"Ambil ini, aku tidak mau merepotkanmu, Kak. Aku bisa melunasinya sendiri," ucap Jojo sambil memberikan uang dalam amplop ke tangan Kalingga.


"Gunakan uang itu untuk keperluanmu." Kalingga menolak tegas. Ia punya banyak uang, ia hanya ingin membantu Jojo dan meringankan beban gadis itu.


Jojo kembali menyimpan uangnya, namun ia punya rencana lain untuk mengembalikan sesuatu yang bukan haknya. Jojo sudah merasa mampu, ia punya dua pekerjaan sekaligus dengan gaji yang besar. Ia tidak mau merepotkan orang lain lagi.


Setelah urusan di kampus selesai, Kalingga mengantar Jojo berbelanja di pasar swalayan. Gadis itu berencana masak besar untuk menyambut kepulangan Keenan hari ini.


Pukul satu siang, hasil lab darah beserta semua pemeriksaan dokter menunjukkan jika Keenan sudah kembali pulih, namun ia butuh istirahat selama beberapa hari dan menjaga kondisi tubuhnya agar tidak terlalu lelah.


Kalingga sudah kembali ke rumah sakit sendirian sementara Jojo dan Kai berada di rumah untuk memasak.

__ADS_1


Siang ini, Jojo berencana membuat brownies sesuai resep yang ia lihat di laman pencarian internet. Gadis itu sudah menyiapkan alat dan bahan yang di butuhkan, dan Kai bersedia membantunya.


Jojo bertugas untuk menakar bahan, mencampurkan dan mengaduknya. Sementara Kai bertugas untuk memberikan instruksi pada Jojo sesuai yang tertulis dalam panduan resep.


Setelah bahan sudah siap, Kai menunggu adonan dan menyiapkan oven, sementara Jojo membersihkan ikan dan membuat bumbu.


Makan malam mereka hari ini akan lebih banyak di banding hari-hari biasanya. Selain membuat brownies, Jojo juga membuat ikan bakar, ayam panggang, hingga olahan seafood. Semua yang ia masak adalah hasil mencontek resep di internet.


"Apa kita sedang merayakan sesuatu?" tanya Kai.


"Tentu saja, merayakan kepulangan Kak Keenan," jawab Jojo.


"Bagaimana dengan kabar besar yang akan Kak Kalingga sampaikan. Apa kau tahu tentang apa itu?"


Jojo terdiam sesaat, kenapa ia begitu bersemangat memasak banyak sekali makanan? Apakah hanya untuk menyambut kepulangan Keenan? Atau dia bahagia karena Kalingga akan memberitahu seluruh isi rumah tentang hubungan mereka? Jojo bahkan tidak yakin.


"Entah." Jojo berpura-pura tidak tahu.


"Ini pasti akan enak rasanya," gumam Kai sambil memasukkan adonan brownies ke dalam oven.


"Hei, kau hanya berkontribusi lima belas persen dalam pembuatannya, delapan puluh lima persen adalah hasilku," ucap Jojo.


"Tidak, kau hanya melihat dan membaca."


"Lain kali aku aku tidak akan membantumu," ucap Kai melengos.


"Baik, jangan merengek. Kau berkontribusi dua puluh persen!" seru Jojo. Kai hanya bisa melirik sambil menggerutu kesal, merasa bantuannya tidak dihargai sama sekali oleh pengasuhnya.


🖤🖤🖤


Malam saat menjelang jam makan, Jojo dan Kai sibuk menata semua menu yang sudah mereka masak dari siang di atas meja makan.


Tidak lupa, brownies yang mereka buat pun dipotong menjadi beberapa bagian dan diletakkan di atas piring porselen.


"Wow, makanan enak. Banyak sekali," decak kagum Kylan. Ia langsung duduk dan mengambil sepotong brownies. Dalam gigitan pertama, laki-laki itu berhenti mengunyah.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Jojo. "Apa rasanya tidak enak?"


"Apa ini buatanmu sendiri?" tanya Kylan.


"Buatan kami, Kak. Aku juga membantunya," sela Kai.


"Bagaimana rasanya?" Jojo menunggu jawaban.


"Enak, tapi teksturnya ... keras," jawab Kylan dengan jujur.


"Aku hanya membantu Jojo membaca resep dan melihatnya, Kak. Dia yang membuat adonan," sela Kai lagi.


"Anak kurang ajar!" batin Jojo.


Semua orang di meja makan tertawa, saat rasa brownies tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, Kai malah membanggakan pekerjaannya yang hanya lima belas persen yang hanya menjadi penonton saat Jojo memasak.


Kalingga sangat senang, Keenan kembali sehat dan kini mereka bisa berkumpul seperti biasa.


Mereka berlima kemudian makan dengan lahap. ***** makan Keenan pun mulai membaik berkat vitamin yang dokter berikan, dan


itu membuat Jojo senang karena anak-anak asuhnya bisa menghabiskan semua makanan yang sudah ia masak dengan susah payah.


"Kak, ngomong-ngomong, kau bilang ingin menyampaikan kabar baik untuk kita. Ada apa?" tanya Keenan setelah ia selesai.


Kalingga tersenyum, ia melirik Jojo yang masih asik menikmati ikan bakar di atas piringnya.


"Aku akan memperkenalkan calon kakak ipar untuk kalian," ucap Kalingga. Seketika itu juga, Jojo batuk-batuk, gadis itu tersedak duri ikan dan membuat Kai panik.


"Minum ini, minum!" Kai menyodorkan segelas air putih untuk Jojo dan menepuk punggung gadis itu.


"Kakak serius?" tanya Kylan.


"Kakak tidak sedang bercanda, kan?" sela Keenan.


"Apa kami mengenalnya?"

__ADS_1


Semua orang semakin penasaran karena Kalingga hanya diam tanpa memberi jawaban, bahkan laki-laki itu kini bangkit dari duduknya dan membantu Jojo yang masih batuk dan memegang dadanya karena napas yang tersenggal.


🖤🖤🖤


__ADS_2