
Di lantai bawah, Keenan menghukum kedua adiknya. Laki-laki itu meminta Kykan memijat pundak dan kepalanya, sementara Kai bertugas meminta kakinya.
"Aku sudah memesan pizza untukmu sebagai pengganti. Kenapa masih menghukum kami?" keluh Kylan. Ia merasa kesal karena pizza yang masuk ke dalam perutnya bahkan baru saja terurai menjadi cadangan tenaga dan kini ia harus memakainya untuk memijat Keenan.
"Iya, kau akan segera dapat pizza penggantinya. Tolong biarkan kami pergi, Kak." Kai pun merasa kesal.
"Tidak! Kalian tetap harus di hukum. Jika dibiarkan, kalian akan terus meremehkanku seperti ini," tolak Keenan. Cukup sudah ia mengalah dengan kedua adiknya selama ini, jarang-jarang, mereka juga harus di beri hukuman agar tidak semakin menjadi.
"Ah, Kakak!" Kai berteriak kesal, ia meluapkan rasa kesalnya dengan memijat kaki Keenan cukup keras, namun laki-laki yang di pijat tidak merasa kesakitan.
"Kami sudah memijatmu lebih dari tiga puluh menit. Kapan kami akan selesai?" keluh Kylan.
"Setelah pizza milikku sampai," jawab Keenan. Tidak biasanya ia mendapatkan pijat alternatif secara gratis, ia harus memanfaatkannya dengan benar.
"Sebelah sini, Kai. Aku sering kram otot di
bagian ini." Keenan menunjuk bagian betisnya. Meski dengan perasaan kesal, Kai menuruti perintah Kakaknya.
"Tolong sebelah sini, Kylan. Tanganmu lembek sekali seperti tangan gadis-gadis, pijat yang benar!"
"Cerewet!" desis Kylan.
Setelah hampir satu jam, suara bel pintu rumah mereka berbunyi, ternyata tamu mereka adalah si pengantar pizza. Mereka mengakhiri sesi hukuman setelah Keenan bisa menikmati pizza baru sebagai gantinya.
"Ah, jempol tanganku terasa mau patah!" gumam Kylan. "Aku tidak akan bisa bekerja besok," lanjutnya.
"Dasar lemah!" ledek Keenan.
"Kak, energiku terkuras habis karenamu. Sekarang aku juga perlu energi pengganti," ujar Kai. Menatap adiknya dengan pandangan aneh, Keenan mempersklahkan mereka menikmati pizza lagi bersamanya.
Meski hanya membeli satu box, mereka berbagi bersama. Keenan tidak mau membuat kedua adiknya merasa kesal berlama-lama padanya.
🖤🖤🖤
Pagi hari saat bangun tidur, Jojo mendapati dirinya di bawah selimut dengan tubuh yang polos. Ia bahkan lupa sudah menjalankan berapa ronde bersama suaminya.
Wanita itu bergerak perlahan dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia harus membereskan rumah dan memasak untuk semua orang.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Jojo membuka semua lemari miliknya. Ia merasa heran, karena sejak berpindah ke kamar Kalingga, ia bahkan tidak pernah menyimpan pembalut.
"Bagaimana bisa aku lupa kalau aku bahkan tidak haid selama hampir tiga bulan?" tanya Jojo pada dirinya sendiri.
Menikmati kehidupan berumah tangga bersama orang yang sangat ia cintai, membuatnya melupakan banyak hal. Apa lagi ia juga terlalu sibuk dengan jadwal pekerjaan dan kegiatannya di luar rumah.
Jojo berdiri di depan cermin, ia memperhatikan wajah dan tubuhnya, namun seolah tidak mengalami perubahan. Pipinya masih terlihat tirus dengan pinggang langsing seperti biasa.
"Aku tidak terlihat seperti orang hamil," batinnya.
Meskipun tanpa mengatakannya, Jojo sangat berharap ada kabar baik saat ia sudah telat datang bulan selama hampir dua bulan lamanya.
Wanita itu memperhatikan kalender di meja rias. Biasanya ia akan menstruasi setiap akhir bulan, dan jika dihitung, ia melewatkan dua kali jadwal menstruasi yang tidak datang.
"Sayang, ada apa?" tanya Kalingga. Ia baru bangun dan melihat Jojo duduk melamun di depan meja riasnya.
"Ah, tidak apa-apa, Sayang. Bangunlah, aku akan ke dapurdapur," pamit Jojo.
Sebelum wanita itu meninggalkan kamar, Kalingga menariknya lagi ke bawah selimut. Laki-laki itu memeluk istrinya dan ingin menghabiskan pagi bersama sebelum memulai aktifitas dan kesibukannya.
"Hmm, istriku terlihat sangat cantik saat pagi," ucap Kalingga.
"Tidak, saat malam pun lebih cantik. Apa lagi saat kau tidak memakai apapun."
"Dasar, mesum!" Jojo mendorong Kalingga dan bangkit dari atas tempat tidur. Ia meminta suaminya untuk segera mandi karena Kalingga harus datang ke gerai sebelum ke kantor. Jadi ia harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
Di dapur, Jojo membersihkan sisik ikan. Namun karena bau amis yang menyengat, wanita itu mengalami mual dan muntah.
Saat tidak sengaja mendengar suara Jojo dari arah dapur, Kylan yang asik menggosok rambutnya dengan handuk sambil menuruni anak tangga bergegas lari menuju sumber suara.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kylan. Ia memijat tengkyk leher Jojo yang menundukkan kepalanya di wastafel.
"Ah, kau membuatku merasa mual juga," gumam Kylan. Sebelah tangannya menutup mata agar tidak melihat Jojo, namun sebelah tangan tetap berusaha memijat kakak iparnya.
Beberapa saat kemudian, Jojo berhenti. Ia duduk di kursi dengan wajah pucat dan tubuh lemas. Melihat hal itu, Kylan berinisiatif membuat jahe hangat untuk Jojo.
"Ini akan menghangatkan perutmu," ucap Kylan.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Jojo lirih.
"Ke mana Kakak? Apa dia tidak tahu kau sakit?"
"Tidak, aku baik-baik saja."
"Baik-baik saja apanya? Kau tidak sehat!" seru Kylan. "Ayo, ku antar ke kamarmu. Tidak perlu memasak, aku akan pesan makanan di luar untuk sarapan kita," lanjutnya.
Meski awalnya Jojo menolak, Kylan terus memaksa. Ia membantu Jojo kambali ke kamar dan hal itu membuat Kalingga terkejut.
"Ada apa ini?" tanya Kalingga. Ia baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggangnya.
Kalingga langsung menarik Jojo dan tangan Kylan dan memintanya duduk di sofa.
"Dia sakit, kenapa membiarkannya memasak?" tanya Kylan.
"Sayang, kau sakit?" Kalingga balik bertanya pada Jojo.
"Dia muntah di dapur, Kak. Apa aku perlu memanggil dokter?" tanya Kylan.
"Ya, telepon dokter sekarang!"
Tanpa di perintah dua kali, Kylan kembali ke kamarnya dan mencari ponselnya. Ia segera menelepon dokter langganan untuk memeriksa kondisi kakak iparnya.
Selain itu, Kylan juga memesan makanan untuk sarapan mereka semua melalui aplikasi online. Ia juga memesan bubur ayam untuk Jojo.
Kurang dari satu jam, seorang dokter sudah sampai dan memeriksa keadaan Jojo. Kai dan Keenan yang tidak tahu menahu tentang kejadian di dapur, mereka terkejut saat dokter datang.
"Kakak Ipar sakit?" tanya Kai khawatir. Mereka semua menunggu dokter memeriksa kesehatan Jojo.
Di kamar, Dokter menanyakan tentang makanan terakhir yang Jojo makan hingga vitamin yang ia konsumsi. Namun saat mengetahui jika Jojo adalah pengantin baru dan mendapat penjelasan bahwa ia sudah telat datang bulan sejak awal, dugaan kehamilan menjadi sangat meyakinkan.
"Kai, pergi ke apotek dan beli test pack untuk Kakak Iparmu," perintah Kalingga.
"Test pack? Benda apa itu?" tanya Kai tidak mengerti. Kalingga menolak memberi penjelasan dan hanya menuruti perintah Kakaknya.
Melihat pemeriksaan Jojo cukup bagus, Dokter tidak memberinya obat. Kehamilan harus dipastikan untuk tindakan selanjutnya, jadi Dokter hanya menyarankan Jojo datang ke rumah sakit setelah melakukan test pack.
__ADS_1
🖤🖤🖤