
Hingga pukul sepuluh malam, Kalingga tak kunjung pulang. Jojo semakin gelisah dan hampir tidak bisa mengerjakan tugas kuliahnya dengan tenang. Gadis itu berulang kali pergi ke ruang tamu dan mengintip dari sela gorden untuk melihat apakah Kalingga belum juga tiba.
Kini ia benar-benar khawatir, berulang kali gadis itu berusaha menelpon Kalingga, namun ponsel laki-laki itu sepertinya mati, nomornya sedang tidak aktif.
Apa lagi, sepertinya Keenan dan Kylan sudah tidur. Beberapa hari terakhir mereka sangat sibuk hingga selalu tidur cepat, sementara Jojo gelisah dan tidak bisa tidur jika berada di kamar, akhirnya ia memilih untuk duduk di ruang tamu dan menunggu.
Pukul dua belas malam, Kalingga baru sampai di rumah. Laki-laki itu masuk ke dalam rumah pelan-pelan sambil menggendong boneka lumba-lumba berukuran cukup besar dan membiarkan mobilnya terparkir di halaman.
Saat membuka pintu utama, pemandangan yang membuat seluruh penat hari ini memudar adalah seorang gadis yang tertidur di kursi ruang tamu.
Kalingga mendekati Jojo, mengusap wajah gadis yang tidur meringkuk dengan posisi tidak nyaman. Kalingga tahu, Jojo pasti tertidur karena menunggunya. Kalingga meletakkan boneka dan menggendong Jojo. Laki-laki itu membawa Jojo masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh gadis itu di atas kasur.
Godaan malam ini sangat kuat. Sekali lagi, Kalingga membelai rambut gadis itu dan mengusap pipinya lembut.
"Terima kasih sudah menungguku," ucapnya dengan lirih. Sebelum pergi, Kalingga memasang selimut dan menutupi tubuh Jojo agar ia bisa tidur dengan nyenyak.
Perasaan ingin memeluk dan menemani gadis itu begitu kuat. Namun ia akan menunggu hingga waktu yang tepat, hingga Jojo menerima cinta dan menjadi miliknya.
Saat Kalingga melangkahkan kaki keluar, Jojo terbangun. Ia melihat Kalingga menutup pintu sangat pelan. Dalam hati ia tersenyum, akhirnya ia bisa bernapas dengan lega karena Kalingga sudah pulang dalam keadaan baik-baik saja.
Saat kembali memejamkan mata, bayangan Merlinda seakan menghantuinya. Tentang bagaimana wanita paruh baya itu memperingatkannya untuk tidak menjalin hubungan spesial apapun dengan semua anak-anaknya. Ada perasaan sakit yang sulit untuk di jelaskan. Sekuat apapun Jojo berusaha menghindar, hatinya tidak akan bisa berbohong. Bahwa salah satu anak asuhnya mulai menarik hatinya.
Kalingga kembali ke ruang tamu dan mengambil boneka, ia memutuskan untuk menyimpannya dan akan memberikan hadiah itu pada Jojo besok pagi.
🖤🖤🖤
Pagi-pagi sekali, Jojo sudah bangun. Ia membereskan rumah dan memasak untuk sarapan keempat anak asuhnya. Ia menikmati pekerjaan ini tanpa pernah mengeluh meski keempat anak asuhnya sangat merepotkan.
Hari sabtu yang senggang, Jojo bisa menghabiskan waktu selama di rumah seharian penuh sambil menonton drama favoritnya. Ia juga bisa mengerjakan tugas kuliah tanpa gangguan karena semua penghuni rumah akan pergi.
Setelah semua makanan sudah tersaji di atas meja, Jojo naik ke lantai atas dan memanggil semua anak asuhnya.
"Hmm, terlihat enak," gumam Keenan. Ia mengusap pucuk kepala Jojo sambil tersenyum. "Terima kasih untuk masakan enak setiap paginya," lanjutnya
__ADS_1
"Kau harus makan banyak dan menghabiskan semuanya, Kak."
Semua makan dengan tenang. Jojo sangat senang setiap kali anak-anaknya makan dengan lahap dan menghargai usahanya untuk bangun di pagi buta dan memasak hidangan sederhana untuk mereka.
Saat Kalingga mulai curi-curi pandang, Jojo berusaha keras mengabaikannya. Ia pura-pura tidak tahu dan terus mengajak Kai mengobrol, mengingatkan pada anak bungsunya untuk pulang cepat di hari sabtu, agar bocah nakal itu tidak mampir ke tempat lain.
"Jojo, bisakah nanti kau siapkan baju dan semua keperluanku? Aku akan ke Korea selama satu minggu," ucap Kylan.
"Ke Korea? Seminggu?"
"Ya, aku dan tim ada pekerjaan di sana. Beberapa hari lagi Seoul Fashion Week akan digelar. Kami memotret di acara itu," jelas Keenan.
"Wow, keren sekali." Jojo berucap takjub.
"Tentu saja . Aku juga punya tiket konser, kemungkinan bisa di sana selama seminggu lebih."
"Jaga diri baik-baik. Sering telepon ke rumah dan beri kami kabar. Jangan membuat masalah dan pulang dengan selamat." Kalingga memberi nasehat. Kylan tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya ke arah Kakaknya.
"Hmm, andai saja aku punya banyak uang. Aku juga ingin ke Korea dan menonton konser. Aku punya pacar di sana," ujar Jojo.
"Minum, Kak. Minum," Kai menyodorkan segelas air putih di hadapan Kalingga. Sementara Keenan menepuk punggungnya.
"Apa kalian tahu Park Chanyeol, dia pacarku," ucap Jojo serius. Wajahnya terlihat meyakinkan, membuat orang-orang semakin penasaran.
"Siapa Park Chanyeol? Namanya tidak asing," tanya Kai.
"Pacarku!"
Kalingga menepuk dadanya beberapa kali dan mengontrol napas. Ia meneguk segelas air putih untuk meredakan batuk yang sulit berhenti.
"Dia seorang musisi, dancer, rapper, aktor. Kalian tidak tahu?" tanya Jojo dengan wajah berseri-seri. Terlihat jelas bagaimana gadis itu begitu menyukai laki-laki yang ia sebutkan.
Semua orang bernapas lega, rupanya laki-laki yang Jojo maksud hanyalah pacar khayalan. Hampir saja Kalingga terkena serangan jantung. Keenan hanya bisa menggeleng pelan sambil tertawa lirih, bagaimana imajinasi gadis itu bisa begitu tinggi?
__ADS_1
"Apa kau sungguh ingin bertemu pacarmu?" tanya Kylan.
"Apa kau akan mengajakku?" Wajah Jojo berubah sangat bahagia, inikah akhirnya ia punya kesempatan untuk bertemu pacar khayalannya?
"Tentu saja. Kau bisa ikut denganku."
"Ke mana?" Jojo bertanya dengan tidak sabar.
"Ke rumah sakit jiwa."
Suara tawa terdengar keras memenuhi seluruh ruangan. Kai dan Keenan tidak bisa menahan gelak tawanya saat ekspresi wajah Jojo berubah seratus delapan puluh derajat. Gadis itu melempar serbet di dekatnya ke wajah Kylan karena kesal.
"Awas kau!" gumam Jojo. Ia membuang napas kasar sambil menatap sinis Kylan.
"Memangnya apa kelebihan laki-laki itu sampai kau menganggapnya seorang pacar?" tanya Kylan lagi.
"Dia punya segalanya! Memangnya apa kelebihanmu?"
"Aku punya banyak kelebihan. Selain playboy, tampan dan kaya, aku juga dermawan." Kylan berkata dengan rasa percaya diri tinggi.
"Narsisme!" lirih Jojo. Gadis itu memilih untuk melanjutkan makan daripada terus meladeni Kylan yang tidak akan ada habisnya.
Setelah semua orang selesai makan, lagi-lagi Kalingga memanggil gadis itu untuk datang ke kamarnya. Meski merasa berat, Jojo tetap menuruti Kalingga karena merasa ini memang pekerjaannya.
"Ada yang bisa ku bantu, Kak?" tanya Jojo saat ia sampai di depan kamar anak sulungnya.
Kalingga menarik Jojo masuk dan menutup pintu. Laki-laki itu mendorong tubuh Jojo hingga menempel di tembok. Kalingga meletakkan satu tangannya di atas kepala Jojo dan mendekatkan tubuh mereka. Membuat Jojo tidak bisa menghindar dan hampir kehilangan aliran udara di paru-parunya.
"Sejak kapan kau punya pacar?" tanya Kalingga dengan wajah datar.
"Bukankah sudah ku bilang bahwa aku mencintaimu, jadi jangan menyukai orang lain selain aku. Kenapa masih menyukai laki-laki lain?"
"Kak, dia ...."
__ADS_1
"Aku tidak peduli siapapun dia. Aku hanya mau kau menyukaiku. Titik!"
🖤🖤🖤