ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Happy Birthday


__ADS_3

Di pagi-pagi buta, Jojo sudah sibuk membereskan rumah. Ia menyapu, mengepel lantai dan mengelap semua guci besar koleksi penghuni rumah.


"Hei, Sayang. Kau sudah bangun?" tanya Kalingga. Ia memeluk Jojo dari balik punggung gadis itu sambil meletakkan dagunya di bahu sang kekasih.


"Ini masih sangat pagi, kenapa bangun pagi-pagi sekali?" tanya Jojo pada Kalingga. Tidak biasanya laki-laki itu bangun pukul lima pagi dan sudah terlihat segar.


"Aku butuh bantuan, ayo ke kamar," ajak Kalingga. Ia mengambil lap yang berada di tangan Jojo dan menggandeng gadis itu ke dalam kamarnya. Sementara Keenan, Kylan dan Kai diam-diam keluar rumah saat Jojo sudah masuk ke dalam kamar Kalingga.


Rupanya, niat Kalingga membawa Jojo adalah agar gadis itu tidak melihat ketiga adiknya merencanakan kejutan untuknya.


"Apa yang kau cari, Kak?"


"Aku mencari ... kemejaku," jawab Kalingga.


"Yang mana? Semua sudah ku letakkan di sini dan tidak ada yang terlewat, aku mengeceknya setiap hari," ucap Jojo sambil membuka lemari, memperlihatkan tumpukan pakaian yang telah ditata rapi dan disetrika, juga beberapa kemeja yang tergantung dalam keadaan siap pakai.


"Ah, aku juga kehilangan salah satu celana dal*amku, Sayang." Setelah berucap, Kalingga menutup mulutnya, mengapa harus mencari benda itu?


Jojo menyipit, menatap tidak percaya pada kekasih hatinya yang mulai terlihat kebingungan. Gadis itu tahu jika Kalingga hanya mencari-cari alasan.


"Terakhir kalinya kau kehilangan celana, apa yang kau cari malah menempel di tubuhmu, Kak. Bagaimana jika sebelum membongkar seluruh isi lemari, kita bongkar dulu yang sedang kau pakai?"


Kalingga menelan ludah kasar. Ia menggaruk kepalanya dan bersikap aneh.


"Calon istriku yang mesum," batin Kalingga.


Sebelum hal buruk terjadi, Kalingga merasakan getar ponsel di saku celananya. Rupanya ketiga adiknya sudah kembali dan menyiapkan kejutan.


"Ah, tidak perlu, Sayang. Aku akan pakai celana lain. Kata-katamu membuatku takut," ucap Kalingga sambil bergidik ngeri.


Kalingga mencari sapu tangan, lalu menutup mata Jojo dan meminta gadis itu mengikuti langkahnya.


"Kak, untuk apa? Kenapa ditutup seperti ini?" tanya Jojo.


"Jangan cerewet, ayo ikut aku."


Jojo meraba-raba sekelilingnya. Kalingga merangkul gadis itu dan menuntunnya menuruni anak tangga.

__ADS_1


Di ruang tengah, Keenan, Kylan dan Kai sudah siap dengan kue ulang tahun dan sebuah buket bunga berisi ucapan selamat. Angelina juga hadir di sana, ia sengaja datang dan mengantar sendiri kue ulang tahun itu untuk Jojo.


Setelah sampai di anak tangga paling bawah, Kalingga membuka penutup mata Jojo. Membiarkan gadis itu melihat bagaimana orang-orang sangat sayang dan peduli padanya.


"Yeay, selamat ulang tahun, Kakak Ipar!" seru Kai sambil bertepuk tangan.


"Selamat ulang tahun, Jojo."


"Selamat ulang tahun."


Semua orang mengucapkan selamat secara bergantian, termasuk Angelina. Jojo bahkan tidak bisa berkata-kata, gadis itu menutup wajahnya karena mata yang berkaca-kaca. Ia terharu dengan kebaikan dan kasih sayang yang tidak pernah putus mereka berikan untuknya.


"Ah, rasanya aku ingin menangis," gumam Jojo.


"Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga semakin bertambahnya umurmu, semakin berkah dan bahagia hidupmu." Kalingga memeluk Jojo dan mengusap rambut gadis itu.


"Ayo tiup lilin, kalian lanjutkan berpelukan nanti," sela Kylan. Ia sudah merasa pegal membawa kue berukuran cukup besar di tangannya.


Angelina kini mulai memahami kondisi yang terjadi di rumah ini. Sebelumnya, ia tidak tahu jika ada hubungan khusus antara kakak Keenan dan Jojo, karena saat di rumah sakit beberapa waktu lalu, mereka tidak terlihat semesra ini. Namun sekarang, keduanya terlihat sangat romantis dan serasi.


Semua orang bertepuk tangan dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Jojo. Kalingga meminta gadis itu berdoa dan mengatakan keinginannya dalam hati sebelum meniup lilin yang hampir habis mencair.


Lilin telah padam dan semuanya bersorak. Kalingga membantu Kylan meletakkan kuenya di atas meja, mereka bergantian memeluk Jojo.


"Kau beruntung, semoga segala keinginanmu segera terwujud," ucap Angelina.


"Terima kasih, Kak. Kau datang pagi-pagi sekali. Oh ya, aku senang menerima foto kita dan tanda tangan darimu."


Angelina dan Jojo berpelukan, mereka terlihat akrab meski baru saling mengenal selama beberapa bulan dan hanya bertemu beberapa kali.


Sosok Angelina yang ramah dan tidak pilih-pilih dalam berteman, membuat Jojo nyaman berbincang dengan wanita itu.


"Jadi, ini ulang tahunmu yang ke berapa?" tanya Kylan.


"Dua puluh empat!" Kai menjawab cepat.


"Nah, itu dia. Anak pintar," puji Jojo.

__ADS_1


"Kami tidak punya hadiah karena kau memberitahu hal ini terlalu mendadak, maaf," sela Keenan.


"Kalian semua sudah memberiku hadiah, kemarin. Aku sudah sangat senang."


Setelah pesta ulang tahun dadakan selesai, Jojo menunda acara pemotongan kue dan mengharuskan semua orang sarapan terlebih dahulu.


Angelina pun turut sarapan bersama mereka. Kini tempat duduk sudah dirombak demi kenyamanan Kalingga. Laki-laki itu ingin Jojo duduk di sampingnya.


"Ayo, makan yang banyak!" seru Jojo sambil memberi dua potong ayam goreng sekaligus di piring Kai.


"Wah, terima kasih, Kakak ipar."


Jojo tidak hanya bersikap perhatian pada anak bungsunya, ia juga bersikap adil pada Kalingga, Keenan dan Kylan. Mereka semua selalu diperlakukan sama.


Setelah berulang kali melihat pemandangan keluarga ini, Angelina sadar, jika Jojo memang sangat pantas menjadi bagian dari keluarga ini. Dia multitalenta, melakukan seluruh pekerjaan rumah dan mengurus empat laki-laki sekaligus. Bahkan Jojo kini seorang model dan pandai memasak, itu nilai plus.


"Kak, maaf jika masakannya kurang enak," ucap Jojo pada Angelina.


"Tidak, Jo. Ini enak," jawabnya.


Wanita itu lagi-lagi merasa iri. Jojo memenangkan perhatian semua orang, namun dirinya, mendapatkan perhatian Keenan saja sudah sangat sulit.


Setelah selesai sarapan bersama, Angelina harus kembali karena sedang banyak pekerjaan, ia berjanji akan datang menemui Jojo lain waktu. Sementara empat laki-laki mulai sibuk di kamar mereka masing-masing untuk segera pergi bekerja.


"Hei, kau curang!" tegur Kai saat melihat Jojo menikmati kue ulang tahun seorang diri di dapur.


"Aku hanya mencicipinya. Tidak akan ku habiskan sebanyak ini."


"Aaaaaaaa!" Kai membuka mulut dan Jojo menyuapinya dengan potongan besar.


"Aku berangkat dulu, aku pulang sedikit terlambat!" teriak Kai sambil berjalan keluar rumah.


Tidak berselang lama, Kylan datang dengan pakaian rapi. Topi dan masker untuk menutupi ketampanan wajahnya yang menyilaukan juga sudah ia kenakan.


"Mau dong!" pinta Kylan sambil membuka maskernya. Saat Jojo akan menyuapi laki-laki itu, Kalingga datang tergesa-gesa.


"Hei, makan sendiri," tegur Kalingga pada adiknya.

__ADS_1


"Ah, Kakak!" Kylan melirik sinis. Kakaknya kini mulai bersikap menjengkelkan dan membatasi mereka.


🖤🖤🖤


__ADS_2