
Pesta berjalan lancar dan meriah. Semua orang ikut merasakan kebahagiaan kedua mempelai. Jojo dan Kalingga bahkan tidak bisa melepaskan diri satu sama lain, keduanya terus menempel bersama selama pesta berjalan.
Kalingga terus mengapit Jojo di sampingnya. Tangan laki-laki itu tidak pernah lepas dari pinggang ramping istrinya.
"Jangan terlalu lama berdansa. Itu akan membuat kalian lelah dan melewatkan malam pertama," tegur Kylan saat Kalingga dan Jojo mendekatinya.
Tanpa aba-aba, Kalingga memukul kepala adiknya dengan keras. Semakin kesini, Kylan semakin tidak bisa mengontrol ucapannya.
"Aw, kenapa kau memukulku, Kak?" tanya Kylan sambil merapikan rambutnya.
Keenan, Angelina dan Kai hanya tertawa melihat ekspresi wajah Kylan. Memang sudah sepantasnya Kalingga memukul adiknya, jika tidak, Kylan akan terus meledeknya.
"Kenapa kau tidak membawa pacarmu?" tanya Jojo pada Kylan. Di acara penting seperti ini, seharusnya Kylan memperkenalkan seorang wanita pada mereka.
"Mereka memutuskanku," jawab Kylan sambil menghela napas panjang.
"Hah, kasihan!" ledek Jojo. Tidak heran bagi Jojo mendengar kisah cinta Kylan. Entah sudah berapa kali laki-laki itu diputuskan oleh wanita. Tidak hanya satu, melainkan beberapa wanita sekaligus. Karena hal itu, Jojo ingin lebih mengawasi Kai agar tidak mewarisi sifat kakaknya.
Dari kejauhan, Merlinda dan Johnathan tampak berbincang dengan Bram. Merlinda memang sangat akrab dengan Bram, karena sejak menikah dengan Abraham, mereka menjadi tetangga dekat.
Merlinda pun sudah berkenalan dengan orang tua Jojo. Namun orang tua Jojo tidak terlalu memaksakan diri untuk terlalu dekat dengan besan mereka, karena semua orang paham status sosial mereka yang tidak sama.
"Apa kalian sudah menemui Mama kalian?" tanya Jojo. Keenan, Kylan dan Kai hanya saling pandang, lalu mengabaikan pertanyaan kakak iparnya begitu saja.
"Hei, aku sedang bertanya. Kenapa tidak ada yang mau menjawab?"
"Sudahlah, Sayang," sela Kalingga. Ia tidak mau suasana hati adik-adiknya terganggu karena kehadiran Merlinda. Lagi pula mereka merasa tidak terlalu membutuhkan wanita itu jika bukan karena permintaan Jojo.
"Jangan pernah menyesal jika semua hal menjadi terlambat dan tidak berarti," lirih Jojo. Ia menarik napas dalam-dalam untuk melonggarkan pernapasannya yang sesak.
Dalam hati, gadis itu ingin sekali berkata jujur pada empat bersaudara di depannya tentang rahasia besar yang Merlinda simpan selama bertahun-tahun. Namun gadis itu sudah terlanjur berjanji, agar menjaga rahasia ini dengan baik.
Saat mereka semua asik mengobrol, seorang lelaki dewasa menggandeng wanita cantik dan muda. Masih nampak seperti gadis remaja atau anak kuliah.
"Lihat-lihat, siapa dia?" tanya Kylan sambil memberi isyarat orang-orang yang duduk mengelilingi meja bersamanya.
__ADS_1
"Laki-laki di sampingnya adalah pengusaha bisnis restoran terkenal, namanya Alex. Tapi gadis itu, aku tidak tahu," jawab Keenan.
Empat laki-laki bersaudara itu mulai saling bergumam, berpikir jika kini sudah marak gadis remaja mengencani laki-laki dewasa untuk menjadikannya sugar daddy.
"Sayang sekali, cantik-cantik sukanya sama om-om," ledek Kylan sambil tersenyum miring. "Padahal ada yang lebih muda dan tampan menawan sepertiku," lanjutnya.
"Jangan asal tuduh, mungkin mereka paman dan keponakan. Pikiranmu buruk sekali," tegur Jojo.
"Dunia ini realistis, Jojo. Siapa saja yang punya banyak uang, dia yang menang. Mungkin saja gadis itu memanfaatkan kekayaan laki-laki di sebelahnya," bantah Kylan.
"Jangan bertengkar. Ayo, kalau kau memang jantan, tanyakan langsung padanya!" seru Angelina menjadi penengah. Ia baru tahu, jika Jojo dan adik-adik Kalingga memang sangat hobi berdebat.
"Ayo, siapa takut!" Kylan menerima tantangan. "Keluarkan isi dompet kalian. Jika dugaanku benar, kalian harus membayarku," lanjutnya.
Semua orang mengangguk setuju, kecuali Kai. Ia lebih memihak Kylan dan percaya jika gadis dan laki-laki di sampingnya memiliki hubungan khusus.
Kylan berdiri sambil merapikan jasnya. Ia berjalan penuh percaya diri menghampiri gadis cantik dengan gaun tanpa lengan berwarna merah maroon. Gadis itu masih terlihat imut karena tidak memakai riasan yang berlebihan, ia punya kecantikan alami yang mengagumkan.
"Hai," sapa Kylan sambil tersenyum penuh pesona. Sementara di meja ujung, Jojo berserta yang lain mengamati gerak gerik laki-laki itu.
Sementara laki-laki dewasa yang menggandeng gadis cantik itu turut menoleh, membuat Kylan menelan ludah karena merasa takut dengan tatapannya.
"Ah, apa anda teman kakak saya?" tanya Kylan sambil mengulurkan tangan sopan.
"Ah, kau adik Kalingga. Kami rekan lama," jawab laki-laki itu.
"Oh, begitu. Saya hanya penasaran, karena tidak pernah melihat anda sebelumnya," ucap Kylan.
Beberapa saat kemudian, laki-laki bernama Alex itu mengobrol bersama rekannya yang lain. Di saat itu, Kylan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya pada gadis cantik yang tidak diketahui namanya.
"Perkenalkan, namaku Kylan."
"Oh, Kylan. Namaku Sunny. Senang berkenalan denganmu, pesta ini sangat bagus," puji Sunny.
"Kalian terlihat dekat, apa kau ...." Kylan menghentikan kalimatnya, ia merasa bingung dan tidak pantas jika menanyakan hubungan seseorang secara langsung.
__ADS_1
"Kami kenapa?" tanya Sunny.
"Kau tahu, pesta ini banyak wartawan dan media. Apa kalian tidak malu mengumbar hubungan seperti itu di tempat umum?" tanya Kylan. Sunny terdiam cukup lama dan bengong.
Beberapa detik kemudian, gadis cantik itu tertawa kecil.
"Laki-laki gila, dia papaku!" seru Sunny sambil berlalu pergi meninggalkan Kylan.
Setelah mendengar jawaban itu, Kylan merasa ingin mengubur diri di inti bumi. Ia merasa sangat malu mengatakan hal seperti itu pada gadis secantik Sunny.
Jika dilihat, Sunny dan Alex terlihat begitu romantis. Siapa kira jika mereka adalah ayah dan anak. Karena Alex sendiri masih terlihat muda dan tidak ada yang mengira jika sudah memiliki anak remaja seusia Sunny.
Kylan berjalan lemah ke arah Jojo dan yang lainnya.
"Bagaimana?" tanya Kai tidak sabar.
"Apa mereka sepasang kekasih?" sela Angelina.
"Rupanya mereka ayah dan anak," jawab Kylan lemah. Semua bersorak dan melempar bungkus makanan ke wajah Kylan.
Setelah pesta berakhir, semua tamu undangan hilir mudik pamit pada kedua mempelai. Pesta pernikahan ini berlangsung hampir lima jam, meski terasa singkat bagi Jojo dan Kalingga, namun sangat mengesankan.
Kalingga dan laki-laki bernama Alex sempat berbincang dan mengobrol beberapa saat, sementara Sunny terus menatap tidak suka pada Kylan yang berada di belakang Kalingga.
Kylan merasa bersalah, ia bahkan secara terang-terangan jika ayah dan anak itu memiliki hubungan terlarang seperti yang marak terjadi di kalangan remaja.
"Hai, Sunny. Boleh minta nomor ponselmu?" pinta Kylan.
Sunny menggeleng cepat. Setelah memberi tuduhan yang tidak pantas, enak saja laki-laki itu meminta nomornya. Sunny merasa kesal.
"Kau ditolak?" ledek Jojo sambil tersenyum lebar di depan Kylan.
"Tidak akan ada yang menolakku. Dia hanya belum tahu siapa aku!" seru Kylan.
🖤🖤🖤
__ADS_1