
Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Kalingga mengajak Jojo keluar dari hotel. Laki-laki itu memesan taksi yang membawa mereka menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di New York. Bay Plaza, pusat perbelanjaan yang menyediakan segala kebutuhan yang bisa didapatkan hanya dalam sekali jalan.
Kalingga sudah mendapatkan nomor manager yang mengurus salah satu gerai fashion terlengkap milik keluarga Aslan. Pagi ini laki-laki itu sudah membuat janji dan akan melihat-lihat serta berdiskusi tentang beberapa produk yang akan ia kirimkan ke tempat tersebut.
"Keren sekali, bahkan mall terbaik di negara kita saja tidak semegah mall ini," ucap kagum Jojo.
Suasana mall yang masih sepi membuat mereka bisa menikmati sekitar. Jojo berjalan anggun di samping Kalingga dan berusaha bersiap baik untuk menjaga image laki-laki di sampingnya.
Saat mereka tiba di sebuah gerai yang dimaksud, Kalingga langsung di sambut oleh beberapa pegawai yang berjaga. Mereka rupanya sudah mengenali laki-laki yang akan datang dari beberapa foto yang Aslan kirimkan.
Kalingga dan pegawai itu berbicara fasih dengan bahasa inggris. Jojo hanya diam dan mengamati apa yang ada di sekelilingnya.
Toko pakaian ini termasuk dalam deretan toko yang paling besar. Lebih luas dari yang lainnya. Selagi Kalingga berbincang dengan pegawai, Jojo meminta izin laki-laki itu untuk berkeliling.
Bagi seorang wanita, membeli pakaian adalah sebuah kesenangan. Mempercantik diri adalah sebuah kesukaan, Jojo pun merasakannya. Gadis itu melihat-lihat pakaian yang di pajang pada patung-patung wanita. Gaun dan dress-dress mahal dari brand terkenal semuanya ada dalam satu tempat.
Untuk harganya, Jojo bahkan harus merelakan uang gajinya selama beberapa bulan hanya untuk membeli selembar pakaian.
"Aku tidak akan melakukannya!" batin Jojo. Gadis itu tidak bisa mementingkan gaya hidup daripada kebutuhannya.
Saat berkeliling, tiba-tiba Kalingga datang dan memanggil gadis itu.
"Ini sekretaris saya, Jovanka!" ucap Kalingga pada seorang wanita berusia empat puluhan dengan rambut bergelombang yang digerai. Ia adalah manager yang bertanggung jawab mengurus segala hal di tempat ini.
"Hallo." Jojo menyapa sambil membungkukkan badan dengan sopan. Ia tersenyum canggung karena Kalingga menyebutnya sebagai seorang sekretaris.
Manager wanita tersebut mengajak Kalingga dan Jojo berkeliling, ia menunjukkan beberapa brand yang sangat laris beberapa waktu terakhir. Sekali lagi, Kalingga meyakinkan diri jika produknya juga pantas bersaing di tempat ini.
__ADS_1
Setelah puas melihat-lihat, Manager mengajak Kalingga dan Jojo masuk ke dalam sebuah ruangan. Mereka berbincang cukup lama. Kalingga membuka ponselnya dan menunjukkan beberapa produk yang rencananya akan ia ekspor dan dijual di tempat ini.
Manager pun merasa tertarik, ia setuju dengan beberapa pilihan yang Kalingga tawarkan.
Setelah lebih dari dua jam menghabiskan waktu di satu toko, Kalingga akhirnya pamit untuk melakukan survey ke tempat selanjutnya.
"Kau mau beli sesuatu?" tanya Kalingga pada Jojo.
"Ah, tidak, Kak. Aku lebih suka menghemat uangku demi makan enak. Bergaya saja tidak akan membuatku kenyang," jawab Jojo. Kalingga tersenyum mendengar jawaban gadis itu.
Pada akhirnya, Kalingga kembali mengajak Jojo mengelilingi mall, mereka masuk dan keluar dari satu toko ke toko lainnya. Dengan senang hati, Kalingga memotret Jojo saat wanita itu mencoba beberapa pakaian pilihannya.
"Itu bagus. Kau bisa membelinya," ujar Kalingga. Sebuah gaun pesta berwarna merah maroon polos yang ketat di bagian pinggang dan mengembang di area bawah itu nampak sangat cocok sebagai gaun malam untuk acara formal.
"Tidak, Kak. Ini mahal," tolak Jojo. Kalingga mencebik, ia memotret gadis itu dan menyimpannya sendiri di ponselnya.
"Beli makanan dan minuman secukupnya, Kak. Aku tidak menyukai sesuatu yang berlebihan," ucap Jojo. Sebenarnya gadis itu hanya ingin Kalingga berhemat dan tidak membuang-buang uangnya. Jojo merasa tidak enak hati jika ia terus merepotkan laki-laki itu.
"Kau bisa potong gajiku bulan depan untuk mengganti biaya makan dan jajanku selama berada di sini," ujar Jojo sambil menerima jus dalam gelas plastik dari tangan Kalingga.
"Tidak perlu, aku mentraktir semua makanan dan minumanmu. Jangan khawatir."
"Kak, jangan terlalu baik padaku." Jojo melirik Kalingga.
"Memangnya kenapa?"
"Kau itu tampan, sukses, baik. Namun jangan terlalu baik pada wanita, karena wanita itu perasaannya sedikit sensitif terhadap kebaikan dan ketampanan laki-laki. Apa kau tidak takut aku jatuh cinta padamu?" tanya Jojo. Gadis itu memandang Kalingga dengan tatapan serius.
__ADS_1
Apa yang baru saja Jojo katakan rupanya membuat Kalingga diam, laki-laki itu merasa bingung harus memberi jawaban seperti apa.
"Hei, aku hanya bercanda, Kak!" Jojo memukul bahu Kalingga pelan. Gadis itu menutup mulutnya sambil tertawa kecil. "Aku tidak mudah jatuh cinta, aku juga tidak mudah terpengaruh dengan ketampanan orang. Jangan takut," lanjutnya.
Kalingga menarik napas panjang. Ada apa dengan gadis ini? Kenapa setiap kata yang terlontar dari mulutnya membuat Kalingga bahkan kehilangan kejeniusannya dalam merangkai kata.
🖤🖤🖤
Setelah jam makan siang, Kalingga dan Jojo menuju ke gerai selanjutnya. Mereka menyelesaikan survey dengan cepat karena Kalingga khawatir Jojo merasa lelah setelah berkeliling selama hampir seharian.
Sebelum hari mulai gelap, keduanya sudah kembali ke hotel. Jojo hari ini merasa sangat senang. Ia mengirim banyak sekali pesan pada Kai untuk mengungkapkan pengalaman pertamanya berkeliling kota New York bersama Kalingga. Meski kedatangan mereka adalah karena suatu keperluan pekerjaan, Kalingga selalu membuatnya nyaman dan menjadikan perjalanan mereka bagaikan liburan.
"Nanti malam, kita makan ke luar atau memesan untuk dikirim ke kamar?" tanya Kalingga sebelum Jojo masuk ke dalam kamarnya.
"Mana saja asal menghemat biaya, Kak," jawab Jojo.
"Hei, aku tidak semiskin itu sampai mengajakmu berhemat ketat. Kita makan apa yang kita mau, jangan khawatir."
Jojo mendekati Kalingga dan memegang sebelah tangan laki-laki itu.
"Kak, di luaran sana banyak sekali orang kesulitan meski hanya untuk membeli sebungkus nasi. Bukannya aku meremehkan apa yang kamu miliki saat ini, tapi aku benar-benar tidak ingin membuatmu mengeluarkan banyak uang untukku," ujar Jojo. Ia tersenyum penuh makna sambil menatap mata Kalingga. Jojo tidak ingin dianggap memanfaatkan kebaikan laki-laki itu.
Setelah mengatakan hal yang cukup membuat Kalingga tak bisa memikirkan jawaban, Jojo menepuk punggung tangan laki-laki itu lalu masuk ke dalam kamar. Sementara Kalingga, laki-laki meremas kedua tangannya sendiri.
"Apa dia merasakan tanganku yang sedingin es ini?"
Lagi-lagi Jojo membuat Kalingga terpesona, tidak hanya dari kecantikan dan ketulusan gadis itu, melainkan dari pemikirannya yang mengagumkan.
__ADS_1
🖤🖤🖤