ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kabar Baik Berdatangan


__ADS_3

Pada akhirnya Kalingga mengalah, ia hanya memesan dua menu, satu untuknya dan satu untuk Jojo. Laki-laki itu tidak menyangka jika Jojo bisa begitu mudah mengendalikan perasaannya. Padahal, satupun dari saudaranya tidak pernah ada yang membantah apa yang ia katakan. Kalingga selalu teguh pendirian dan tidak mudah terpengaruh.


"Kak, Irene adalah sahabat baikku. Dia selalu ada di saat suka dan dukaku. Selama dalam masa sulit, dia yang selalu meminjamkan uangnya padaku, terlebih untuk kebutuhan sehari-hari karena penghasilanku hanya cukup untuk biaya kuliah dan pengobatan ayahku saat masih sakit," ujar Jojo.


"Lalu?"


"Tolong lain kali bersikaplah ramah padanya. Dia mengidolakan kak Keenan," pinta Jojo. Ia sadar Kalingga terlalu dingin dan cuek pada orang lain, dan Jojo ingin laki-laki itu bisa bersikap lebih baik lagi pada sahabat baiknya.


"Aku sudah ramah, kami berkenalan, kan?"


"Kak, maksudku kau harus tersenyum dan mengulurkan tangan. Berikan kesan baik saat pertama kali orang mengenalmu."


"Aku tidak terbiasa bersikap manis pada sembarang wanita. Hanya kau yang bisa mendapatkan senyumku dan menyentuh kulitku," tegas Kalingga.


Jojo hanya bisa menarik napas panjang, tidak ada gunanya meminta Kalingga melakukan hal yang tidak laki-laki itu sukai. Itu hanya akan membuat Kalingga merasa tertekan dan tidak nyaman, meski pada dasarnya, Jojo ingin Kalingga juga mengenal sahabat baiknya.


Keduanya langsung makan setelah apa yang mereka pesan datang. Kalingga dan Jojo makam dengan tenang, keduanya tampak lahap menyantap makan siang mereka.


Setelah makan, Jojo pamit pada Kalingga ke toilet untuk mencuci muka. Ia tidak punya waktu untuk pulang dan mandi karena sudah berjanji untuk datang sebelum pukul satu siang sementara jarak rumah dan kantor agensi cukup jauh dan memakan waktu.


Setelah mereka berdua selesai, Jojo mengajaknya segera kembali ke mobil karena waktu mereka semakin sempit.


"Kak, ke mana aku harus berganti pakaian?" tanya Jojo.


"Kau sudah cantik dengan pakaian itu."


"Kak!"


"Baik, ganti saja di sini. Aku akan duduk diam dan menutup mata," ucap Kalingga sambil mengulum senyum.


"Aku tidak mempercayaimu," gumam Jojo. Ia pindah ke bagian tengah mobil dan mengambil gaun yang sudah ia siapkan. Gadis itu memaksa Kalingga keluar dari mobil, Jojo tidak mau mengambil resiko karena Kalingga bisa saja mengintipnya.


Karena Jojo terus memaksa, Kalingga akhirnya menyerah. Ia keluar dari mobil dan bersandar di samping.

__ADS_1


"Lihat ke arah sana, Kak. Dan jangan berbalik jika aku belum selesai!" seru Jojo.


"Kaca mobil ini menghalangi pandanganku, Jojo. Lagi pula aku tidak akan bisa melihatmu dari luar," kilah Kalingga.


"Aku tidak mempercayaimu!" Jojo kembali bergumam.


Berganti pakaian dengan cepat, Jojo selesai dalam waktu lima menit. Ia segera membuka kaca mobil dan meminta Kalingga masuk.


"Kau sudah selesai?" tanya Kalingga. "Lain kali aku akan pasang kaca transparan agar aku bisa melihatmu," lanjutnya.


"Kak!" Jojo melotot lebar. Cukup Kylan saja yang playboy dan berpikiran mesum, Kalingga jangan.


Kalingga tertawa dan mencubit lembut pipi Jojo, ia semakin gemas saat melihat ekspresi kesal Jojo.


Keduanya segera melaju cepat menuju kantor agensi, Kalingga hanya fokus mengemudi, sementara Jojo kesulitan memakai lipstik karena Kalingga sengaja memainkan laju mobilnya.


Mereka sampai tepat waktu, Kalingga menggandeng tangan Jojo dan mengantarnya masuk. Saat bertemu Harry, laki-laki paruh baya itu terkejut akan kehadiran tamu tak diundang tersebut.


"Kalingga," sapa Harry saat Kalingga masuk.


"Sangat baik. Sebuah kejutan kau datang ke kantor kecilku. Ada apa?"


"Ah, hanya mengantarnya." Kalingga memberi isyarat dengan menggerakkan dagunya ke arah gadis yang duduk di sebuah kursi bersama seorang wanita yang bekerja di agensi ini.


"Biasanya Jovanka datang bersama Kaivan," ucap Harry. "Ngomong-ngomong, Kai bilang Jovanka adalah maid di rumah kalian, tapi perlakuan kalian begitu istimewa."


"Dia calon nyonya rumah kami, Pak. Jangan meremehkannya," tegas Kalingga dengan nada sopan.


"Ah, begitu." Harry mengangguk. Ia pun berbincang-bincang dengan Kalingga dan membahas pekerjaan masing-masing.


Harry menjelaskan jika beberapa hari ke depan Jojo dijadwalkan untuk pemotretan beberapa pakaian dan produk kecantikan, Jojo juga diundang untuk menjadi model catwalk minggu depan di sebuah acara fashion designer. Laki-laki paruh baya itu selalu memberikan pujian atas kemampuan Jojo yang tidak diragukan lagi. Meski hanya seorang pendatang baru di dunia entertainment, Jojo bahkan sudah dilirik banyak pemilik brand ternama.


Kalingga sangat senang, ia mengatakan pada Harry jika Jojo adalah gadis penuh kejutan, multitalenta dan bisa melakukan banyak hal. Laki-laki itu tidak sungkan memuji dan mengunggulkan kekasihnya di depan seorang bos agensi ternama.

__ADS_1


"Seminggu lagi dia akan menjalani sidang skripsi, tolong pertimbangkan jadwal yang terlalu padat. Kalian harus menghargai kepentingan pendidikannya," pinta Kalingga.


"Itu bisa diatur. Jangan khawatir," sanggup Harry.


Bagaimanapun, Kalingga adalah pemilik perusahaan fashion wanita yang sedang naik daun. Harry membutuhkan hubungan pertemanan yang baik agar bisa dengan mudah mengajukan kerja sama saat sedang menginginkannya.


Setelah lebih dari satu jam berada di sana, Jojo telah selesai mendapatkan pengarahan dan menandatangani beberapa perjanjian. Ia juga harus mengurus berkas untuk sistem penerimaan gaji yang ia dapatkan dari setiap pekerjaan.


Kalingga dan Jojo pamit pada Harry, mereka berdua melangkah meninggalkan gedung perkantoran dan harus kembali ke rumah sakit dengan cepat.


🖤🖤🖤


Sesampainya di ruangan tempat Keenan dirawat, Jojo melihat Kai duduk di sofa sambil menonton televisi. Ia menikmati sebuah brownies di pangkuannya.


"Bagi dong!" pinta Jojo dengan senyum lebar.


"Enak saja, beli dong!" Kai memalingkan wajah dan mengganti posisi duduknya untuk menghindari Jojo.


"Jangan harap aku memberimu uang jajan!" bisik Jojo penuh ancaman.


"Makan saja semua, makan sepuasmu!" Kai mengangkat kotak brownis yang tertutup dan memberikannya pada Jojo dengan kesal. Bocah itu berdiri dan meninggalkannya.


Saat Jojo membuka kotak, ia terkejut karena hanya tersisa sepotong brownies kecil. Gadis itu memejamkan mata dan berusaha menahan diri untuk tidak meneriaki bocah nakal itu.


Di ruangan lain, Kai sedang tertawa terbahak-bahak. Sangat tidak berakhlak!


"Tidak apa, satu lebih baik daripada tidak sama sekali," batin Jojo sambil melahap satu potong yang tersisa.


Gadis itu lalu menghampiri Keenan dan mengabaikan anak bungsunya yang masih tertawa mengejek. Ia harus bersabar demi suasana rumah sakit yang tenang.


"Bagaimana kondisimu, Kak?" tanya Jojo.


"Jika hari ini aku sudah bisa makan banyak dan hasil lab darahku bagus, aku bisa pulang besok pagi," jawab Keenan.

__ADS_1


"Bagus, karena aku akan memberikan pengumuman besar untuk kalian semua," sela Kalingga. Seketika Jojo menoleh laki-laki itu, berharap apa yang ada di pikirannya bukanlah apa yang akan Kalingga umumkan.


🖤🖤🖤


__ADS_2