ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Bagaimana Jika Aku Menyukaimu?


__ADS_3

Jojo diam beberapa saat, ia berusaha untuk mengingat bagaimana akhir-akhir ini ia sedang memikirkan seseorang yang menarik perhatiannya. Namun hari ini, perasaannya menjadi semakin lemah karena perkataan Merlinda.


"Bagaimana, siapa laki-laki beruntung itu?" tanya Kalingga.


"Tidak ada, Kak. Maksudku, belum ada. Aku belum menemukannya," jawab Jojo.


Kalingga cukup seneng mendengar jawaban itu, paling tidak, ia masih punya peluang besar memenangkan hati gadis di sampingnya.


Mereka telah sampai di mall, Kalingga menggandeng gadis itu masuk menuju lokasi tempat sayur, buah dan bahan-bahan dapur dipajang.


Saat Jojo akan mendorong troli, Kalingga melarangnya. Ia meminta Jojo berjalan dan mengambil apapun yang mereka butuhkan. Sementara Kalingga bertugas untuk mengangkut barang belanjaan gadis itu.


"Kak, hari ini kampusku heboh karena mereka melihatku dalam berita infotainment dan siaran langsung saat pembukaan gerai semalam," ungkap Jojo. Gadis itu bejalan mundur dan menghadap Kalingga sambil bercerita.


"Benarkah? Kau artis baru ternyata," goda Kalingga.


"Ah, Kakak. Tidak semua orang menyukaiku, kau tahu. Jadi, banyak sekali yg iri dengan pencapaianku. Mereka tidak percaya bahwa apa yang mereka lihat adalah aku."


"Semakin kau tumbuh menjadi pohon yang tinggi, pasti angin juga semakin kencang dan berusaha membuatmu tumbang."


"Aku tidak mau menjadi pohon yang tinggi. Aku mau menjadi pohon yang besar dan rindang. Kokoh dengan akar yang kaut. Meneduhkan siapa saja yang ingin bersamaku."


Jojo berbicara dengan terus berjalan mundur, gadis itu terlihat sangat bahagia. Kalingga merasa nyaman saat bersama Jojo, obrolan ringan mereka selalu membawa kesan yang berbeda saat Jojo mengungkapkannya dengan ekspresi yang menggemaskan.


Saat Jojo sedang sangat antusias bercerita, gadis itu tidak sengaja tersandung kardus minuman yang akan ditata oleh petugas mall. Jojo terjungkal dan hampir jatuh. Beruntung, Kalingga menangkapnya dengan cepat. Jarak wajah keduanya begitu dekat, beberapa detik saja, membuat jantung Kalingga hampir terlepas dari tempatnya.


Kalingga membantu Jojo berdiri. Gadis itu meminta maaf pada petugas mall karena bersikap ceroboh.


Saat mereka melanjutkan berburu kebutuhan, Kalingga menyadari jika Jojo berjalan dengan tidak nyaman. Laki-laki itu meminta Jojo berhenti dan segera memeriksanya.


"Apa ini sakit?" tanya Kalingga.


"Sedikit, sepertinya kesleo, Kak."


"Lain kali hati-hati. Untung cideranya tidak parah." Kalingga merasa khawatir namun gadis itu meyakinkan jika ia tidak apa-apa.


Jojo membeli beberapa macam sayuran, buah, ayam potong, daging dan segala pernak pernik bumbu dapur. Ia merasa senang karena Kalingga berbeda dengan Kai. Jika biasanya Kai selalu protes setiap menit saat Jojo terlalu lama memilih, maka tidak dengan Kalingga. Laki-laki itu dengan sabar mendorong troli dan mengikutinya ke manapun ia berjalan. Tidak sedikitpun Jojo mendengar Kalingga mengeluh.

__ADS_1


"Kak, aku senang karena kau menemaniku," ucap Jojo.


"Benarkah? Kenapa?"


"Entah, jika Kai yang bersamaku, dia pasti sudah protes ratusan kali."


"Lalu, kenapa orang yang paling kau sayang di antara kami hanya Kai, kenapa bukan aku?" tanya Kalingga. Akhirnya, pertanyaan ini keluar dari mulut laki-laki itu.


Jojo hanya mengangkat bahu, tidak memberi jawaban pada Kalingga. Padahal, laki-laki itu begitu menantikannya.


Setelah satu troli penuh dengan bermacam-macam belanjaan pilihan Jojo, Kalingga membayarnya ke kasir. Laki-laki itu dengan mudah membayar semua belanjaan dengan hanya satu kartu. Tanpa mempedulikan berapa total keseluruhan jumlah barang yang Jojo beli.


"Ke mana lagi kita?" tanya Kalingga.


"Pulang, memangnya mau ke mana?" tanya balik Jojo.


"Kau tunggu di sini, aku akan masukkan belanjaan ke mobil. Kita bisa berkeliling sebentar," ucap Kalingga.


Laki-laki itu berjalan meninggalkan Jojo untuk meletakkan barang belanjaan mereka ke dalam mobil. Selang beberapa menit, Kalingga kembali dan melihat Jojo sedang mengobrol bersama seorang laki-laki yang pernah ia lihat.


"Jojo," ucap Kalingga. Ia berdiri di samping Jojo dan menatap sengit ke arah Leon.


"Oh, ya. Kami bertemu di kampusmu beberapa waktu lalu," jawab Kalingga.


"Baiklah, aku pergi dulu," pamit Jojo pada Leon, gadis itu menggandeng lengan Kalingga dan mengajak laki-laki itu untuk bergegas pergi.


"Apa dia mengganggumu?" tanya Kalingga saat mereka sudah berjalan cukup jauh dari Leon.


"Tidak, hanya berbasa-basi."


"Saat di kampus, dia mengaku padaku jika dia adalah mantan pacarmu, Jo. Apa itu benar?" tanya Kalingga. Seketika Jojo menghentikan langkah kakinya dan memandang laki-laki itu.


"Kak, sudah ku bilang. Aku tidak pernah punya pacar!" tegasnya.


"Kenapa? Dia sepertinya pantang mundur demi mendapatkanmu."


"Bukan tipeku!" seru Jojo. Gadis itu menjelaskan segalanya tentang Leon, tentang bagaimana laki-laki itu dulu terkenal sebagai seorang playboy dan mengencani banyak junior di kampusnya.

__ADS_1


"Lalu, seperti apa laki-laki yang kau suka?" selidik Kalingga.


"Yang pasti bukan seperti Leon."


"Seperti Keenan?"


"Bisa jadi."


"Atau jangan-jangan seperti Kylan?"


"Tidak, dia playboy!"


"Bagaimana jika sepertiku?" tanya Kalingga lagi. Ia sedang berusaha keras mengorek segala informasi demi modalnya untuk berjuang.


"Bisa jadi, kau tipe laki-laki idaman semua wanita, Kak," jawab Jojo. Entah mengapa, jawaban itu membuat semangat juang Kalingga meningkat hingga level tertinggi. Laki-laki itu berjalan penuh percaya diri di samping Jojo dan mengajak gadis itu berkeliling melihat koleksi pakaian terbaru.


Kalingga menawari Jojo beberapa model pakaian, namun gadis itu menolak dengan berbagai alasan. Saat melihat sebuah boneka berbentuk lumba-lumba, gadis itu tertarik.


"Bawa saja, aku akan membayarnya ke kasir," ucap Kalingga. Namun Jojo menolak setelah melihat harga yang tergantung di leher boneka tersebut.


"Sebaiknya kita pulang, sebelum daging dan ayamku busuk di dalam mobil," ucap Jojo.


Kalingga menghentikan langkah saat melihat sebuah gaun berwarna merah muda selutut.


"Kau suka ini? Aku pikir ini cocok untukmu," ucap Kalingga.


"Tidak, Kak. Lain kali, aku ingin membeli baju di geraimu. Aku lebih suka koleksi Anyelir," tolak Jojo.


Mereka akhirnya memutuskan kembali ke tempat parkir setelah memberi satu kotak besar donat dengan beberapa varian rasa. Selama menuju tempat parkir, Kalingga terus menggenggam jemari gadis itu.


Malam ini, Kalingga sangat bahagia. Ia bisa berduaan dan menemani Jojo selama beberapa jam. Meski tidak ada yang spesial, namun ia menyukainya.


Saat mereka tiba di samping mobil, Kalingga menghentikan tangan Jojo yang hampir membuka pintu. Laki-laki itu membalik tubuh Jojo dan menghimpitnya di antara bodi mobil.


Jarak tubuh mereka begitu dekat, dan Kalingga merasa jika ada sebuah magnet besar yang menarik dirinya. Keduanya bertatapan intens, kali ini Jojo merasakan tubuhnya sedingin es.


"Jo, bagaimana jika aku menyukaimu?" tanya Kalingga. Sorot mata laki-laki itu menunjukkan sebuah kesungguhan.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2