ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Perasaan Ini


__ADS_3

Setelah Jojo selesai mandi, gadis itu terkejut karena Kalingga memesan banyak sekali makanan yang sudah terhidang di meja. Laki-laki itu sudah menata makanan dengan rapi dan mempersilahkan Jojo duduk di sampingnya.


"Banyak sekali, Kak," ujar Jojo.


"Aku kurang nyaman makan di dalam pesawat. Jadi, kita bisa makan banyak sebelum kembali melanjutkan perjalanan," jawab Kalingga.


Jojo memang suka sekali makan, ia melihat begitu banyak menu dengan berbagai macam varian. Gadis yang biasa hidup sederhana dan apa adanya itu sangat menghargai kebaikan Kalingga. Ia menemani Kalingga makan hingga laki-laki itu kekenyangan.


"Aku belum pernah makan makanan seperti ini, apa nama makanan ini?" tanya Jojo. Dengan senang hati Kalingga menyebutkan beberapa nama makanan di depan mereka.


"Apakah orang tuamu tahu kalau kau sedang pergi ke luar negeri?" tanya Kalingga. Ia selalu penasaran dengan gadis di sampingnya. Namun ia tidak pernah punya keberanian untuk mendekat. Ia terlalu sibuk dan waktunya berada di rumah tidak banyak.


"Tahu, mereka senang dan mengizinkanku pergi," jawab Jojo.


"Bagaimana tanggapan mereka saat mereka tahu kau bekerja mengurus empat bersaudara sekaligus?"


"Mereka tahu aku bekerja sebagai maid, itu saja, Kak. Berkat kalian, aku bisa membantu perekonomian orang tuaku."


"Bagus. Apa cita-citamu?" tanya Kalingga.


"Aku? Cita-citaku hanya membahagiakan orang tuaku. Asal mereka bahagia, aku nanti-nanti saja. Mereka adalah segalanya untukku. "


Kalingga mengangguk dan tersenyum, Jojo bagaikan cerminan dirinya. Selama menjalani hidup sebagai kakak tertua juga pengganti sosok orang tua, Kalingga mengabaikan keinginannya sendiri. Ia selalu mengutamakan adik-adiknya.


Apapun yang adik-adiknya inginkan, Kalingga akan berusaha keras mewujudkannya. Namun ada sesuatu pada diri Kalingga yang membuat adik-adiknya selalu patuh meski dimanja, yaitu sikap tegas dan disiplin yang Kalingga terapkan pada ketiga adiknya.


Untuk bisa bertahan hidup di tengah dunia yang makin rumit, menjadi manusia mandiri adalah salah satu kunci. Kini Keenan dan Kylan bahkan sudah bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri. Kalingga cukup merasa lega meski ia masih merasa harus menjaga mereka sampai bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Sementara Kai, bocah laki-laki itu memang lebih sulit diatur. Kalingga harus lebih tegas dan keras untuk mengendalikan sifat keras kepala adik bungsunya.

__ADS_1


"Jangan melamun, Kak. Ayo, cepat istirahat. Nanti aku akan membangunkanmu," ujar Jojo. Kalingga pun setuju dan merebahkan diri di sofa dekat tempat tidur.


Jojo melarang laki-laki itu tidur di sofa yang sempit, Kalingga berusaha menolak karena ia ingin kasur itu di pakai oleh Jojo. Sementara Jojo merasa tidak perlu tidur, perutnya merasa kenyang dan ia tidak mau lemak di dalam tubuhnya menumpuk karena kurang gerak.


Setelah saling dorong, Kalingga akhirnya mengalah dan tidur di atas tempat tidur yang empuk. Sementara Jojo asik menonton televisi sendirian.


Tidak sampai lima belas menit, Kalingga kembali bangun karena ia tidak bisa tidur. Saat ia kembali ke ruang televisi, rupanya Jojo sudah berbaring di lantai beralaskan karpet bulu. Gadis itu meringkuk karena udara yang sejuk.


Kalingga menghela nafas panjang. Bagaimana bisa gadis itu bersandiwara begitu baik dan mengatakan jika dirinya tidak perlu tidur, namun nyatanya ia bahkan tidur lebih cepat dari Kalingga.


Tanpa menunggu lama, Kalingga dengan perlahan dan hati-hati menggendong tubuh Jojo. Ia memindah gadis itu ke atas tempat tidur yang urung ia tempati.


Kalingga memasang selimut di atas tubuh gadis itu dan membiarkan Jojo tidur dengan nyenyak. Sebelum beranjak dari tempatnya berdiri, Kalingga memperhatikan Jojo. Gadis itu begitu cantik dengan wajah oval tirus, bibirnya nampak kecil dan ranum. Hidung mancung dan bulu mata lentik itu seolah menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa sat kemudian Kalingga tersadar, ia terlalu lancang menatap wajah gadis yang sedang terlelap.


Dari arah sofa, Kalingga tidak pernah bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Jojo. Laki-laki itu melamun, menatap tak berkedip pada gadis yang terbaring di atas kasur.


Kalingga meraba dadanya. Jantung laki-laki itu berdegup kencang, dadanya berdebar.


Namun kehadiran Jojo di rumah mereka, membuat Kalingga berpikir.


"Siapa gadis ini, hingga bisa memenangkan hati seluruh penghuni rumah?"


Jojo bahkan dengan mudah meluluhkan hati Kai, mendapatkan perhatian Keenan dan Kylan. Kalingga merasa tertarik, apa yang membuat Jojo begitu istimewa?


Apakah sudah saatnya Kalingga untuk mengutamakan kepentingannya sendiri?


Kalingga masih belum bisa memahami perasaanya terhadap Jojo. Ia merasa begitu tertarik, penasaran, sangat ingin tahu.


Merasa segala yang ada di kepalanya terus berputar dan membuatnya gelisah, Kalingga merebahkan diri di sofa hingga tidak sadar ia pun tertidur.

__ADS_1


Satu jam kemudian, mereka terbangun panik saat suara ponsel Kalingga menyala keras. Rupanya petugas bandara menelepon untuk memberi kabar jam keberangkatannya.


Kalingga dan Jojo segera bersiap. Mereka mandi secara bergantian dan kembali ke bandara.


"Kak, apa kau menggendongku ke tempat tidur?" tanya Jojo saat mereka berada di ruang tunggu. Ia berusaha mengingat bagaimana bisa ia tiba-tiba berada di tempat tidur.


"Kau tertidur di lantai. Jadi aku memindahkanmu. Apa kau keberatan?" tanya Kalingga. Ia merasa terlalu lancang menggendong tubuh gadis itu tanpa izin.


"Ah, tidak. Terima kasih." Jojo mengangguk dan tersenyum samar. Sebenarnya ia merasa malu. Kalingga adalah majikannya, dan tidak seharusnya mereka bersikap sedekat ini.


Sosok Kalingga sangat berbeda dengan Keenan, Kylan serta Kai. Bagi Jojo, Kalingga adalah laki-laki yang penuh wibawa dan pesona.


🖤🖤🖤


Kai duduk di ruang makan bersama Kylan. Malam ini mereka sudah memesan pizza dan beberapa makanan ringan secara online. Karena Jojo tidak akan berada di rumah selama empat sampai lima hari, mereka berdua cukup gelisah karena harus bergilir membersihkan rumah, mencuci pakaian masing-masing, serta memesan makanan di luar.


"Apa Kakak memberi kabar?" tanya Kai.


"Mereka sedang transit, cuaca buruk jadi penerbangan ditunda," jawab Kylan.


Saat bel rumah berbunyi, Keenan datang bersama seorang pengantar makanan. Laki-laki itu juga sudah membawa beberapa manu makan malam yang ia beli untuk kedua adiknya.


"Kak, apa yang kau bawa?" tanya Kai. Ia mendekati Keenan.


"Aku pikir kalian kelaparan, jadi aku membeli makanan untuk kita."


"Ya sudah, bagaimana lagi. Kita makan saja semuanya," sela Kylan.


Mereka bertiga makan dalam keheningan. Jika biasanya makan malam diselingi dengan berbagai ocehan Jojo, kini rumah nampak sepi. Sejak pulang sekolah, Kai bahkan menghabiskan waktunya bermain video game karena tidak punya teman mengobrol.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2