
Kylan menarik napas dalam-dalam sambil mengingat apa yang ia lakukan bersama Sunny di ruang keluarga mereka.
"Kenapa terkejut? Kalian tidak melakukan apapun, kan?" tanya Alex lagi.
"Daddy! Sudahlah!" Sunny menyela, ia khawatir jika Kylan tiba-tiba mengaku.
"Tidak, Om. Kami tidak melakukan apapun!" tegas Kylan. Meski pada akhirnya ia akan ketahuan berbohong jika Alex benar-benar melihat rekaman CCTV, namun ia merasa malu mengakui ciumannya bersama Sunny.
Di tengah suasana tegang dan menyeramkan ini, suara dering ponsel di saku celana Kylan seperti menyelamatkan hidup laki-laki itu. Saat mengangkat telepon, terdengar suara panik dari Kalingga.
"Jojo akan melahirkan!"
Kabar yang mengejutkan sekaligus membahagiakan akhirnya datang. Tanpa berlama-lama, Kylan berpamitan pada Alex, Nora dan Sunny untuk segera menyusul Kalingga dan Jojo yang sudah lebih dulu berada di rumah sakit.
Meskipun gerimis masih mengiringi perjalanannya, Kylan berusaha memacu mobilnya secepat mungkin agar segera sampai di rumah sakit.
"Kau di mana? Apa Kakak sudah memberitahumu?" Kylan menelepon Kai.
"Aku sudah di rumah sakit. Kau pikir siapa yang menjadi sopir mereka tadi?" jawaban ketus terdengar dari sebrang telepon, namun Kylan mengabaikannya.
Beberapa menit kemudian Kylan sudah sampai di halaman rumah sakit, dan Keenan sudah menunggunya.
"Kak, kau sampai lebih dulu?" tanya Kylan.
"Aku meninggalkan syutingku dan pergi ke sini. Seharusnya aku lembur," jawab Keenan. Mereka berdua berjalan menyusuri lorong dan menaiki lift untuk sampai di ruang rawat inap tempat Jojo.
__ADS_1
Setelah sampai di sebuah ruangan kelas VIP yang dikhususkan untuk pasien melahirkan, mereka menemui Kalingga dan Jojo yang masih dalam proses menunggu pembukaan.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Keenan khawatir. Ia melihat Jojo berdiri sambil memegang tiang infusnya. Wanita itu nampak pucat namun tetap tersenyum cerah, ia menikmati pijatan Kai di kedua pundaknya.
"Aku baik-baik saja," jawab Jojo.
"Apa ada masalah?" tanya Kylan pada Kalingga.
"Air ketubannya sudah pecah lebih dulu, tapi pembukaan tidak kunjung bertambah. Dokter baru saja memberi suntikan untuk memicu kontraksi karena khawatir terjadi sesuatu pada bayinya jika dibiarkan terlalu lama," jelas Kalingga.
Jojo diminta oleh dokter untuk berjalan-jalan atau sekadar duduk di atas birth ball, namun ketubannya hampir kering dan pembukaan masih belum lengkap.
"Kalau begitu, ambil saja jalan operasi," sela Keenan.
"Masih memungkinkan untuk melahirkan normal," jawab Jojo. Wanita itu meringis kesakitan saat merasakan perutnya melilit dan bayi terdorong untuk keluar.
Saat dokter dan beberapa perawat datang, Kalingga mendorong ketiga adiknya keluar dari ruangan.
"Kenapa kami harus keluar?" protes Kai.
"Apa kau akan melihat Kakak Iparmu melahirkan?" tanya balik Kalingga. Membiarkan dokter laki-laki menangani istrinya dan melihat dengan jelas bentuk area favorit di tubuh Jojo saja membuatnya cemburu, apa lagi jika ketiga adiknya ikut menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya.
"Ayo tunggu di luar!" Keenan menyeret adik bungsunya keluar ruangan. Mereka bertiga berada di balik pintu dengan gelisah, sesekali mereka mengintip karena penasaran.
Di ruangannya, Jojo dibantu oleh dokter dan perawat untuk melahirkan bayinya. Wanita itu terus diarahkan untuk mengontrol laju napasnya sesuai aba-aba dari dokter.
__ADS_1
Di samping Jojo, Kalingga memegang tangan istrinya sambil terus berdoa. Ia mengusap keringat yang mengucur deras di wajah wanita yang sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan buah cinta mereka.
Melihat Jojo kesakitan, Kalingga tidak bisa menahan bulir bening dari matanya. Laki-laki itu merasa khawatir dan ketakutan. Akankah istrinya bisa melewati semua ini?
"Bertahanlah, Sayang," bisik Kalingga. Ia mencium kening Jojo dan menjadi pegangan tangan istrinya. Setiap kali Jojo mengejan, wanita itu meremas tangan Kalingga dengan sangat keras.
Kalingga seakan merasakan kematian begitu dekat dengan istrinya. Jika rasa sakit yang Jojo rasakan bisa digantikan, Kalingga akan dengan senang hati menggantikannya.
Detik demi detik berlalu menegangkan. Setelah hitungan ketiga dari dokter dibarengi dengan erangan kesakitan yang menyayat hati, tubuh bayi sepenuhnya keluar dan tangisnya pecah membuat semua orang lega.
Saat suara tangis bayi terdengar, tiga orang di luar ruangan bersorak senang. Mereka berebut mengintip di pintu kaca berharap ada seseorang yang mengizinkannya segera masuk dan melihat keponakan mereka.
Kalingga memeluk Jojo, menghujani istrinya dengan banyak ciuman dan berterima kasih. Istrinya telah berjuang keras dan melakukan yang terbaik untuk melahirkan buah hati mereka.
Setelah tubuh bayi dibersihkan dan melalui tahap pengukuran panjang dan berat badan, dokter baru memberikannya pada Jojo dan Kalingga.
"Wah, bayinya sangat cantik. Sehat dan lengkap," ucap Dokter anak. Ia membaringkan bayi perempuan itu di atas dada Jojo untuk merangsang produksi ASI wanita itu.
Kalingga sangat bahagia, ia mengusap kulit punggung bayi yang masih lembut dan keriput dengan mata berkaca-kaca.
"Dia mirip sepertimu," ucap Kalingga.
Melihat bayi mungilnya, Jojo bahkan mengabaikan rasa sakit di area kewa*nitaannya. Dokter memberikan beberapa jahitan karena robekan yang terjadi saat bayi terdorong keluar.
Setelah semua prosedur persalinan selesai, dokter dan perawat keluar dan memberi kesempatan pada ketiga saudara Kalingga untuk melihat keponakan mereka.
__ADS_1
Saat mendapatkan izin, Keenan, Kylan dan Kai berebut masuk dengan perasaan senang. Mereka tidak sabar melihat siapa yang mempunyai lebih banyak kemiripan dengan keponakan mereka yang baru lahir.
🖤🖤🖤