ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Di rumah Mertua


__ADS_3

Merasa tidak nyaman, Jojo mengalihkan pembicaraannya dengan Alvian. Mereka mengobrol selama hampir sepuluh menit membahas tentang pekerjaan dan kabar masing-masing.


Meski Kalingga sadar jika laki-lak yang sedang bersama Jojo memiliki perasaan tersembunyi, Kalingga tidak berusaha mengusik mereka.


Setelah mereka berdua puas mengobrol dan Alvian hendak pamit pergi, Kalingga menghampiri keduanya. Kalingga tersenyum ramah dan menyalami Alvian.


"Saya Alvian, kami teman sejak kecil. Selamat atas hubungan kalian, semoga bahagia," ucap Alvian.


Entah mengapa, kata-kata itu terasa begitu mengusik pikiran Kalingga. Laki-laki di depannya ini terlihat tidak sedang baik-baik saja, namun ucapannya terdengar begitu tulus.


"Saya Kalingga, terima kasih atas doanya."


Selepas kepergian Alvian, Kalingga memeluk Jojo. Perasaan cemburu dan takut kehilangan bagaikan mimpi buruk baginya. Keduanya melepaskan pelukan setelah pelanggan toko datang membeli barang-barang.


Satu dua pelanggan yang datang nampak sangat senang melihat Jojo setelah sekian lama. Kebanyakan dari mereka juga menggoda dan tidak malu memuji ketampanan Kalingga. Laki-laki itu mulai populer dan dibicarakan ke sana dan kemari sebagai calon menantu keluarga Narjo.


"Aku akan terkenal jika tinggal di sini," bisik Kalingga pada Jojo. Ia membantu ibu-ibu mengemas barang belanjaannya, bahkan laki-laki itu tidak canggung mengangkat karung beras dan jagung untuk di naikkan ke atas motor pembeli.


Semua pembeli ibu-ibu yang datang, secara khusus meminta Kalingga membantu mereka. Tidak jarang, Jojo merasa kasihan karena Kalingga nampak sangat sibuk mengambilkan barang-barang untuk para pembeli.


Hari ini mereka sangat sibuk, namun keduanya senang dan menikmati pekerjaan yang hampir belum pernah mereka lakukan.


Pukul satu siang, Ayah dan Ibu Jojo datang dan meminta mereka pulang. Waktu mereka harusnya dihabiskan dengan bersantai dan berjalan-jalan, bukannya malah membantu menjaga toko. Ibu Jojo juga sudah menyiapkan makan siang dan meminta anak serta calon menantunya segera pulang.


Jojo dan Kalingga akhirnya pulang, mereka menikmati waktu berduaan di rumah sambil menonton televisi setelah makan siang.


"Sayang, di mana rumah Alvian?" tanya Kalingga. Jojo menoleh dan merasa aneh karena Kalingga tiba-tiba menanyakan hal itu.


"Kenapa, Kak?"

__ADS_1


"Hanya penasaran. Dia bilang kalian teman sejak kecil, rumahnya pasti dekat dari sini."


"Dulu dia tinggal di samping rumah, sebelah sana." Jojo menunjuk samping kanan ramahnya. "Semenjak Ayahnya meninggal, mereka pindah ke desa sebelah."


"Oh, begitu." Kalingga mengangguk paham. Laki-laki itu merasa penasaran, tapi merasa tidak kuat jika harus mendengar pujaan hatinya bercerita tentang laki-laki lain.


"Apakah dulu kalian sangat dekat?" tanya Kalingga lagi.


"Ya, kami pergi dan pulang sekolah bersama. Dia kakak kelasku, Kak. Dia selalu menjagaku sejak kecil," jelas Jojo.


"Dia terlihat menyukaimu," gumam Kalingga.


"Aku tidak ingin menjawabnya, tapi tolong berhentilah menyakiti dirimu sendiri, Kak."


Kalingga tersenyum dan menyudahi rasa ingin tahunya, ia tidak mau merusak suasana hatinya yang sedang tumbuh bunga-bunga yang bermekaran.


Sore hari, Jojo kembali mengajak laki-laki pergi ke sawah untuk melihat kegiatan orang-orang saat bertani. Laki-laki itu sangat antusias dan menanyakan banyak hal pada Jojo.


Saat melihat sebuah hamparan sawah tanpa tanaman padi dengan papan tulisan 'Dijual', Kalingga tertarik.


"Bagaimana menurutmu, Sayang. Bisakah aku membelinya?" tanya Kalingga. Jojo tertawa, mengira jika pertanyaan laki-laki itu hanya candaan.


"Membeli sawah ini? Untuk apa?"


"Investasi hari tua," jawab Kalingga.


Jojo mengabaikan laki-laki itu, namun Kalingga mencatat nomor ponsel yang tertera di papan tersebut. Setelah sampai di rumah sebelum matahari terbenam, Kalingga tanpa ragu menghubungi pemilik sawah dan memintanya datang ke rumah Jojo.


Laki-laki itu tanpa tawar menawar langsung membayar tunai dan mengatasnamakan sawah itu sebagai milik orang tua Jojo. Ia bilang sawah itu adalah hadiah, karena sudah memberi restu atas hubungan mereka.

__ADS_1


"Berapa banyak uang yang kau bawa, Kak?" tanya Jojo setelah menyeret Kalingga masuk ke dalam kamar.


"Satu koper kecil," jawab Kalingga.


"Untuk apa membawa uang sebanyak itu?" tanya Jojo kesal.


"Kau bilang desa ini jauh dari kota, pasti sulit jika aku butuh uang dan ingin membeli sesuatu. Jadi aku membawa uang tunai cukup banyak," jelas Kalingga. Jojo tidak habis pikir, mengapa Kalingga bisa berpikiran sejauh itu.


🖤🖤🖤


Tiga hari selama berada di desa tempat kelahiran Jojo, Kalingga menikmati setiap waktunya yang berharga. Sebelum pulang, Kalingga bahkan menyuruh sopir yang mengantarnya untuk pergi ke kota dan membeli banyak sekali perabotan rumah baru untuk calon mertuanya.


Dari lemari pakaian, televisi LED berukuran besar, sofa, kasur hingga segala jenis hiasan dinding. Kedua orang tua Jojo membuat semua orang desa itu merasa iri, betapa beruntungnya mereka mendapatkan calon menantu sebaik Kalingga. Jojo dan kedua orang tuanya tidak bisa menolak kebaikan laki-laki itu, karena semua barang sudah terlanjur sampai di rumah dan Kalingga telah membayarnya.


"Nak, terima kasih banyak. Kami merasa sangat merepotkanmu," ucap Asri, Ibu Jojo.


"Tidak, Bu. Semua ini tidak sebanding dengan perjuangan kalian untuk merawat dan membesarkan Jojo. Kalian yang telah menjadikan Jojo wanita yang sangat istimewa, dan aku tidak mungkin bisa menikahinya tanpa restu dari kalian," ujar Kalingga.


Kalingga dan Jojo pamit, mereka masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan pada beberapa orang yang berdiri di sekitar rumah orang tua Jojo.


Gadis itu merasa sedih karena hanya memiliki sedikit waktu untuk berada di rumah, namun Kalingga menghiburnya dan berjanji akan membawanya kembali pulang jika pekerjaan mereka sedang senggang.


"Kak, apa kau menyuap orang tuaku dengan semua barang-barang itu agar mereka merestui kita?" tanya Jojo.


"Hei, tanpa aku memberikan semua itu, mereka sudah setuju. Aku ini menantu idaman."


Jojo tersenyum dan memeluk Kalingga di dalam mobil, ia berterima kasih atas semua kebaikan Kalingga. Jojo tidak menyangka jika Kalingga akan melakukan banyak hal untuk kedua orang tuanya.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2