ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Menjadi Satu-satunya


__ADS_3

Keenan dan Angelina menikmati makan malam berdua dengan bahagia. Mereka berbagi tawa dan saling menyuapi.


Menjadi kekasih Keenan untuk saat ini saja sudah membuat Angelina sangat bahagia. Meski pada dasarnya wanita selalu menginginkan kepastian, Angelina tidak menuntut Keenan dan memaksa laki-laki itu untuk segera meresmikan hubungan mereka.


Setelah selesai makan, Keenan membantu Angelina memberikan sisa makanan mereka. Karena Angelina hanya tinggal sendiri dan sibuk bekerja, wanita itu hampir tidak pernah memasak atau belanja kebutuhan dapur.


"Bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Keenan. Ia memeluk tubuh Angelina dari belakang saat mereka berdua berdiri menghadap jendela kaca yang langsung menampakkan pemandangan kota.


"Hmm, ada apa? Mereka baik, lusa mereka akan pulang," jawab Angelina.


"Tepat di hari ulang tahunmu?"


"Ya, mereka selalu pulang di hari ulang tahunku. Aku anak mereka satu-satunya, mereka bahkan tidak ingat jika aku sudah dewasa dan tidak perlu mendapatkan kue ulang tahun lagi," jelas Angelina.


Keenan tersenyum, ia menyingkap rambut Angelina yang tergerai lurus lalu mencium tengkuk leher wanita itu. Membuat Angelina menggeliat dan memutar tubuhnya.


"Apa ada sesuatu? Aku penasaran, kenapa tiba-tiba kau ingin menginap?" tanya Angelina. Bukan karena ia tidak senang Keenan bermalam bersamanya, namun ini sangat tiba-tiba mengingat sifat Keenan yang selalu berhati-hati.


"Apa aku tidak boleh menginap? Kalau begitu, aku akan pulang," ujar Keenan.


"Boleh, boleh. Tentu saja boleh."

__ADS_1


"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Keenan sambil menggenggam kedua tangan Angelina. Mereka saling bertatapan lekat.


"Katakan."


"Sebesar apa kau mencintaiku?" tanya Keenan. Sebenarnya ia tidak seharusnya menanyakan hal ini, karena ia jelas paham sebesar apa perjuangan Angelina untuknya selama ini. Namun laki-laki itu hanya ingin mendengar jawaban kekasihnya.


"Aku tidak akan mengatakan jika cintaku sebesar bumi. Karena aku hanya mencintaimu sebesar hati yang aku miliki. Saat kau merenggutnya, aku tidak akan memiliki apapun yang tersisa kecuali dirimu," ungkap Angelina.


Keenan tersenyum dengan jawaban wanita itu, sederhana namun sangat menyentuh. Laki-laki itu mengeluarkan kotak cincin di saku belakang celananya, lalu berlutut di depan Angelina.


Melihat Keenan seperti itu, Angelina melongo. Kekasih hatinya kini membawa sebuah cincin bermata berlian mewah sambil memandangnya penuh cinta.


"Angelina, maukah kau menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai dan mencintaiku?" tanya Keenan. Sebuah ungkapan cinta yang disaksikan oleh terangnya bulan dan kesunyian malam.


Angelina mengangguk, kedua matanya berkaca-kaca. Penantian panjang dan usaha keras tidak menghianatinya. Wanita itu menangis haru saat Keenan memasangkan cincin di jari manisnya.


Keenan berdiri, memeluk Angelina dengan perasaan bahagia tak terkira. Laki-laki itu tidak menyangka, jika kini ia punya keberanian untuk melangkah lebih jauh bersama kekasihnya.


"Apakah ini bukan mimpi? Cubit aku," gumam Angelina. Ia masih belum mempercayai kejadian ini.


"Untuk apa mencubitmu jika aku bisa menciummu?" tanya Keenan. Laki-laki itu langsung merengkuh tubuh Angelina dan mencium lembut bibir wanita itu. Keduanya tenggelam dalam perasaan bahagia dan cinta yang memabukkan.

__ADS_1


Setelah tubuh Keenan bereaksi lain, laki-laki itu melepaskan Angelina. Ia tidak mau berbuat terlalu jauh dan menodai cinta mereka.


Keduanya hanya saling berpelukan, memberikan kesempatan pada hati untuk saling berbicara dan meyakinkan. Jalan yang akan mereka lalui masih panjang, keduanya harus bekerja lebih keras untuk mewujudkan mimpi mereka untuk pernikahan yang sempurna.


"Di mana aku akan tidur?" tanya Keenan. Ia menggendong tubuh Angelina ke atas tempat tidur dan merebahkan wanita itu dengan hati-hati.


"Kau mau tidur di sampingku?" tanya Angelina.


"Kau tidak keberatan? Tentu saja aku mau."


"Tidak apa jika kau tidak takut Kak Kalingga. Dia pasti mengkhawatirkanku," ungkap Angelina sambil tersenyum samar.


"Ah, Kakakku memang selalu memihak wanita," gumam Keenan. Ia memanyunkan bibir lalu beranjak dari atas tempat tidur. Laki-laki itu berjalan menuju sofa panjang yang masih berada dalam satu ruangan tidur Angelina.


"Aku akan tidur di sini. Tidur sendirian dalam sofa yang sempit lalu kedinginan. Baiklah, aku baik-baik saja," gumam Keenan lagi. Ia menjatuhkan tubuhnya dan memejamkan mata.


Melihat tingkah Keenan, Angelina mengulum senyum. Ia mengagumi laki-laki itu. Keenan menjaga perasaannya dengan sangat baik. Laki-laki begitu lembut dan penuh perhatian padanya, namun saat dengan wanita lain, Keenan bisa berubah menjadi gunung es yang bersalju, ia mendadak memunculkan sikap dingin dan tidak peduli.


Angelina bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Keenan, wanita itu memberi bantal dan menyelimuti tubuh laki-laki dengan selimut.


"Nice dream, Honey."

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2