ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Mendadak Terkenal


__ADS_3

Setelah Kai keluar dari mobilnya, Kalingga membangunkan Jojo, namun gadis itu sepertinya benar-benar lelah dan sulit terbangun. Saat bingung harus melakukan apa, tiba-tiba kaca mobil Kalingga diketuk oleh Kylan. Kalingga lalu membukanya.


"Kalian mau tidur di dalam mobil?" tanya Kylan. Ia melempar pandangan dan menyaksikan Jojo tertidur dengan pulas.


"Bagaimana dengannya?" tanya balik Kalingga.


"Dia tidak mau bangun?"


"Sepertinya kelelahan," jawab Kalingga.


"Tidak, lebih ke kekenyangan. Dia makan banyak malam ini," ucap Kylan. Mereka akhirnya sama-sama bingung.


Kylan dan Kalingga berdiri bersandar pada mobil, mereka memutuskan untuk menunggu karena tidak ingin memaksa Jojo masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana jika kita menggendongnya?" Kylan memberi ide.


"Apa itu ide bagus?"


"Entah, paling-paling dia marah."


Kalingga masih ingat saat awal-awal Jojo bekerja di rumah ini dan dirinya sedang sakit. Gadis itu menunggunya hingga larut malam, dan saat Keenan menggendongnya, Jojo marah.


"Ide buruk," lirih Kalingga. Laki-laki itu melihat Kylan mulai kesulitan berdiri. Berkali-kali Kylan hampir terjatuh. Akhirnya, Kalingga meminta Kylan masuk dan beristirahat.


Kalingga kembali masuk ke dalam mobil, memperbaiki kursi Jojo agar gadis itu lebih nyaman. Ia juga mengambil selimut yang berada di jok belakang untuk menutupi bagian kaki Jojo yang hanya tertutup pakaian di atas lutut.


Tangan laki-laki itu terasa gatal, ingin sekali menyentuh wajah cantik yang sedang terlelap. Namun ia berusaha mengendalikan diri, ia tidak mau menyentuh apa yang belum menjadi miliknya.


🖤🖤🖤


Pukul lima pagi, Jojo terbangun. Gadis itu meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku dan tidak nyaman. Jojo menoleh ke sekitar dan ia terkejut karena ia tertidur di dalam mobil hingga pagi, bahkan tangan Kalingga masih menggenggam tangannya dengan erat.


Jojo tersenyum samar saat jas milik Kalingga menghangatkan tubuhnya. Sebuah selimut juga menutupi bagian bawah tubuhnya yang tidak tertutup pakaian. Betapa bangganya dirinya karena hidup bersama empat laki-laki yang bahkan tidak sedikitpun punya niat buruk padanya.

__ADS_1


Gadis itu melihat Kalingga tertidur di sebelahnya. Laki-laki itu bahkan rela menunggunya hingga pagi padahal ia bisa saja masuk ke dalam rumah dan membiarkannya berada di mobil sendirian.


Jojo memperhatikan laki-laki itu, ia mengingat bagaimana hubungan mereka yang awalnya sangat renggang kini mulai membaik. Kalingga bahkan terang-terangan menunjukkan perhatian padanya.


Jojo merasakan kebahagiaan yang sempurna selama bersama keempat anak asuhnya. Namun ia merasa sangat tidak tahu diri jika sampai memiliki perasaan pada salah satunya. Ia hanya maid, tidak seharusnya menjalin hubungan dengan majikannya.


Semua anak asuhnya punya kehidupan yang mewah dan masa depan yang menyilaukan. Bagaimana bisa dirinya bersanding dengan laki-laki sekelas mereka? Tidakkah terlalu sombong jika berpikir bahwa perhatian mereka lebih dari sekadar kepedulian biasa.


Jojo merasakan tangannya berkeringat, ia curiga jika Kalingga sudah menggenggam tangannya sejak berjam-jam yang lalu.


"Kak, ayo bangun," ucap Jojo lirih. Sebelah tangannya mengusap lengan Kalingga. Beberapa kali memanggil nama laki-laki itu, akhirnya Kalingga terbangun.


"Ah, Jojo." Kalingga dengan cepat melepas genggaman tangannya. Ia bahkan tidak sadar melakukan hal itu dan terbawa hingga tidur sampai pagi.


"Kak, sudah berapa lama kau menggenggam tanganku?" tanya Jojo. Gadis itu mengulum senyum saat menyadari Kalingga salah tingkah.


"Maaf, Jojo. Aku tidak bermaksud ... Ah, maaf jika kau merasa tidak nyaman."


Jojo tersenyum, tangan gadis itu terulur dan menggenggam tangan Kalingga. Ia tidak mengatakan apapun, hanya beberapa detik dan bergegas keluar dari mobil.


Jojo masuk ke dalam rumah dan melihat rumah masih dalam keadaan sepi. Mungkin penghuni rumah yang lain masih tertidur.


Dari arah belakang, Kalingga memanggil nama gadis itu. Membuat Jojo berbalik dan menunggunya hingga mendekat.


"Tidak perlu memasak apapun. Mereka akan sarapan di luar. Kembalilah istirahat dan bangun saat kau harus pergi ke kampus," ujar Kalingga.


"Terima kasih, Kak."


🖤🖤🖤


Hari ini, suasana kampus terasa kurang nyaman bagi Jojo. Orang-orang ya ia lewati di sepanjang lorong kampus menatapnya sambil berbisik-bisik. Gadis itu masuk ke dalam kelas, beberapa temannya datang dan bersorak ramai.


"Wow, ini dia model baru kita. Artis baru!" teriak salah seorang temannya.

__ADS_1


"Apa, sih!" Jojo bergumam malu-malu. Ia duduk di samping Irene yang sudah datang lebih awal.


"Sejak kapan kau jadi model, hah? Bersanding dengan keluarga Ken Caessa?" tanya Irene penasaran.


"Aku tidak mengerti, kita lagi ngomongin apa, sih?" tanya Jojo.


"Hei. Aku benci mengatakannya, tapi kau sangat cantik semalam," ucap teman yang lain.


Irene pun mulai menjelaskan jika berita infotainment pagi ini dipenuhi dengan sosok model asing yang tiba-tiba menjadi sorotan karena penampilannya mendampingi empat bersaudara dari keluarga Ken Caessa. Dan model yang dimaksud adalah Jojo.


Semalam, ada sebuah siaran langsung yang juga menayangkan pembukaan gerai "Anyelir" milik saudara Ken Caessa. Jojo lupa, jika di antara mereka ada satu sosok laki-laki yang tidak akan pernah luput dari media.


Hari ini, Jojo resah karena semua temannya mulai menanyakan hal-hal yang sulit ia jelaskan. Jojo bahkan tidak tahu harus menjelaskan dari mana tentang asal usul dirinya bisa menjadi model dari brand Anyelir tersebut.


"Bagaimana kau bisa mengenal mereka?"


"Kau terlihat akrab dengan Ken dan saudara-saudaranya."


"Sejak kapan kau mengenalnya?"


"Apa yang membuat mereka merekrutmu sebagai seorang model padahal kau bukan model?"


Irene menanyakan lebih dari seratus pertanyaan hari ini. Bahkan jika dituliskan, pertanyaan Irene takkan cukup dimuat dalam selembar kertas.


"Jojo, kau juga berhutang penjelasan padaku. Ternyata, laki-laki yang datang ke kampus kita itu kakak tertua Ken Caessa. Sebenarnya, apa yang kau sembunyikan?"


Dengan berat hati dan penuh keterpaksaan, Jojo menjelaskan semuanya. Dimulai dari pekerjaannya dan bagaimana ia bisa mengenal anak-anak asuhnya. Hingga bagaimana bisa ia menjadi model dadakan di brand Anyelir.


Irene tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia dengar. Sahabatnya, telah bekerja selama berbulan-bulan untuk mengurus segala kebutuhan empat pria tampan dan tinggal di bawah atap yang sama bersama mereka.


"Ini rahasia terbesarku. Jangan katakan apapun pada siapapun," lirih Jojo.


Sebenarnya, gadis itu tidak bermaksud menyembunyikan rahasia dari sahabatnya. Namun karena keempat anak asuhnya adalah laki-laki dewasa, Jojo berkewajiban menjaga privasi mereka.

__ADS_1


"Irene, aku tidak bermaksud berbohong padamu. Aku bahkan tidak tahu apakah mereka mengizinkanku mengatakan hal ini pada orang lain, meski aku tahu kau sahabatku," ucap Jojo dengan penuh rasa bersalah. Ia menyesal, harusnya ia menceritakan hal ini sejak awal.


🖤🖤🖤


__ADS_2