
Saat gedung tempat pesta pernikahan digelar kini sudah sepi dari para wartawan dan tamu undangan, Kalingga dan Jojo bisa bernapas dengan lega. Kini hanya tinggal keluarga inti termasuk orang tua Jojo dan Merlinda beserta Johnathan yang ada.
"Kau lelah, Sayang?" tanya Kalingga. Ia duduk berjongkok di depan Jojo dan menanggalkan hight heels setinggi lima belas sentimeter itu dari kaki istrinya.
"Sedikit, tapi aku bahagia," jawab Jojo.
"Hmm, Sayang. Kau akan pulang ke rumah, kan? Kau tidak pulang ke hotel, kan?" tanya Kalingga.
"Tentu saja, Sayang. Apa kau mau aku pulang ke hotel?" tanya balik Jojo.
"Ah, jangan begitu. Kita akan melanjutkan pesta kita sendiri sampai malam," bisik Kalingga. Belum apa-apa, Jojo sudah merinding.
Kalingga berniat mengajak kedua orang tua Jojo menginap di rumahnya untuk dua malam ini, kemudian lusa mereka akan berangkat bersama menuju kampung halaman.
Namun kedua orang tua Jojo menolak karena mereka merasa tidak enak. Apa lagi rumah Kalingga dihuni beserta adik-adiknya, belum tentu mereka juga sepakat untuk mengajak kedua orang tua Jojo menginap sementara.
Karena tidak ingin terlalu memaksa, akhirnya Kalingga meminta sopir pribadi Jojo untuk mengantar kedua mertuanya kembali ke hotel. Mereka sudah terlalu lelah seharian ini.
Selang beberapa menit setelah kedua orang tua Jojo meninggalkan gedung pesta, Merlinda mendadak pingsan. Wanita paruh baya itu mengeluarkan darah segar dari hidungnya, membuat semua orang panik dan khawatir.
"Ma, Mama. Apa yang terjadi, Ma?" tanya Kai. Ia bergegas menopang kepala Merlinda dan meletakkannya di atas pangkuan.
"Cepat bawa ke rumah sakit!" perintah Johnathan.
Jojo dan Kalingga bahkan belum sempat mengganti pakaian pengantin mereka, kini harus bergegas memimpin di depan mobil Kylan untuk menuju ke rumah sakit terdekat.
Selama perjalanan ke rumah sakit, orang yang tidak pernah berhenti memanggil Merlinda dengan sebutan 'Mama' adalah Kai. Ia terlihat paling khawatir dan ketakutan.
"Mengapa Mama tiba-tiba pingsan?" gumam Kalingga sambil terus sibuk membunyikan klakson mobilnya agar pengendara di depan mereka memberi jalan.
Jojo diam menunduk dan gelisah, perasaan takut dan khawatir juga menyelimuti dirinya.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah sakit, para petugas medis langsung menyambut Merlinda saat wanita itu di gendong oleh Kylan dan Johnathan.
Sembari menunggu pemeriksaan Merlinda, Jojo dan empat laki-laki itu duduk di ruang tunggu. Jojo merasa jika sudah seharusnya mereka semua tahu tentang kondisi Merlinda. Gadis itu pelan-pelan mulai berbicara.
"Aku akan mengatakan sesuatu, tapi kalian harus berjanji untuk menerima semuanya dengan baik. Lakukan yang terbaik agar kalian tidak menyesal nantinya," ucap Jojo pelan. Kini Johnathan sibuk di ruang administrasi untuk melengkapi dokumen pasien.
"Kau tahu sesuatu?" tanya Keenan.
"Nyonya Merlinda sedang sakit keras. Kemungkinan usianya tidak akan lama."
"Mama," lirih Kai. Ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan sambil terus menunduk.
"Sejak kapan kau tahu?" tanya Kalingga.
"Saat kita ke rumahnya beberapa hari lalu. Mama kalian memaksaku untuk tidak memberitahu kalian, dia tidak ingin anak-anaknya khawatir," jelas Jojo.
Hanya ini yang bisa Jojo sampaikan. Ia belum berniat mengungkap rahasia dibalik hubungan darah mereka, karena ini bukan saatnya. Biarkan empat laki-laki itu merenungi setiap kebenciannya dan melunakkan hati agar bisa membahagiakan mama mereka di pucuk usianya.
Mengingat bagaimana empat laki-laki itu sangat keras kepala, Jojo ragu jika mereka bisa menerima kenyataan kalau sebenarnya mereka bukanlah anak kandung dari Merlinda.
Tidak ada yang ingin memberi jawaban, empat laki-laki itu hanya diam dan merenung. Mungkin mereka sedang mempertimbangkan perkataan Jojo, bahwa sikap mereka selama ini adalah sebuah kekeliruan.
"Dia ibu kalian, orang paling berjasa yang membesarkan kalian. Dia pasti punya alasan mengapa tiba-tiba meninggalkan kalian. Tapi ketahuilah, ibu selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk anak-anaknya."
"Jika bukan karena Nyonya Merlinda. Kalian tidak akan pernah bertemu denganku," lanjut Jojo.
Selang beberapa menit kemudian, dokter yang memeriksa Merlinda keluar dan menemui orang-orang yang gelisah menunggu di depan ruangan.
"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Kalingga.
"Kerja jantung dan organ tubuh mulai menurun. Pasien harus mendapatkan perawatan intensif, namun kami tidak bisa menjamin jika dia akan bertahan lama," jelas dokter dengan wajah lesu.
__ADS_1
Dari kejauhan, Johnathan berjalan mendekat. Meskipun tanpa diberitahu oleh dokter, Johnathan sangat paham kondisi istrinya.
"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya, Dok. Lakukan segalanya agar mama kami selamat," sela Keenan.
Sementara dokter dan para perawat mulai memindahkan Merlinda ke ruang perawatan dengan peralatan lengkap, Kalingga dan ketiga saudaranya mulai berbicara dari hati ke hari bersama Johnathan.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Mama?" tanya Kalingga.
"Komplikasi, beberapa kali masuk rumah sakit karena pembengkakan pembuluh darah, infeksi lambung parah juga dialaminya. Mama kalian memiliki semua rasa sakitnya," jelas Johnathan.
"Kenapa tidak ada yang memberitahu kami?" tanya Kylan.
"Apa kalian peduli?" Johnathan tersenyum kecil. Ia jelas paham bagaimana kebencian empat anak laki-laki itu pada Ibu mereka. Meski Merlinda sudah berusaha melakukan yang terbaik di tengah perasaan sakit atas penghianatan orang tua kandung anak-anak itu.
Tidak satupun bisa memberi jawaban, semua orang tampak diam dan merenung. Kini Jojo merangkul Kai, menenangkan bocah laki-laki itu agar bisa bersabar.
Setelah memberi penjelasan singkat, Johnathan dipanggil oleh dokter untuk melakukan tanda tangan persetujuan pemasangan alat di tubuh istrinya.
"Kalian pantas menyesal. Anggap saja ini kesempatan terakhir," ucap Jojo.
Setelah cukup lama menunggu dokter melakukan segala prosedur medis untuk Merlinda, kini anak-anaknya diizinkan masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi ibu mereka.
Kai duduk di kursi dekat ranjang, ia menggenggam tangan Merlinda sambil menunduk. Bocah itu menangis dalam diam, tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini saat melihat orang yang ia harapkan bisa hidup bersama dengannya terbaring lemah tak berdaya.
Pada dasarnya, mereka berempat sangatlah menyayangi Merlinda. Namun karena mereka ditinggalkan begitu saja, kebencian itu lama-lama tumbuh lebih besar.
"Kak, kalian harus pulang untuk berganti pakaian. Kalian harus istirahat," ucap Keenan pada Kalingga.
"Kami akan tetap di sini," sela Jojo.
"Pulanglah. Kau tidak bisa memakai gaun pengantin seperti ini di rumah sakit," ujar Kylan.
__ADS_1
Kalingga mengangguk, ia sedikit memaksa Jojo agar ikut pulang bersamanya. Johnathan pun meminta Kalingga dan Jojo pulang sementara, sebagai pengantin baru, mereka juga butuh istirahat setelah acara besar keduanya.
🖤🖤🖤